Saat Harus Kembali Menulis

   Beberapa hari ini, saya membaca postingan beberapa teman di facebook. Mereka mengeluh, sekarang susah kembali menulis. Padahal dulu... dulu sekali, menulis mudah saja dan lancar jaya aman sentosa bagi mereka. Tetapi karena sesuatu hal, mereka harus meninggalkan kegiatan menulis untuk waktu lama.
    Hal ini wajar saja diamalami oleh penulis. Termasuk saya. Ibaratnya, kita harus melakukan kembali suatu kegiatan yang sudah lama kita lakukan. Pasti akan terasa kaku dan berat.
    Caranya dengan melakukan pemanasan dulu. Ibaratnya berolahraga, menulis juga perlu pemanasan. Agar ide-ide bermunculan kembali, luwes menyusun kata menjadi kalimat yang enak dibaca, hingga terangkai cerita yang menarik.
     Kalau saya tidak akan langsung membuka laptop atau pc, lalu ketak-ketik. Pengalaman saya, ini tidak efektif dan akan membuang waktu saja. Saya biasanya akan bengong tampan di depan laptop atau pc, bingung mau menulis apa.
     Makan saya akan meluangkan waktu untuk membaca banyak-banyak cerita. Kalau saya berniat menulis cerita anak, maka saya akan mengeluarkan semua koleksi buku dan majalah anak saya. selain sebagi penyegaran, biasanya ide-ide baru akan bermunculan. Jangan lupa untuk mencatat ide-ide tersebut. jangan biarkan mengendap begitu saja.
      Tidak lupa, saya membaca karya-karya saya yang dimuat di media. Selain mempelajari kembali karakter menulis saya, juga menambah semangat menulis kembali. Siapa yang tidak senang kalau ceritanya dimuat di media hehehe...
      Berarti sudah bisa langsung nulis di laptop atau pc ya, Mase?
      Jangan buru-buru, dong! Saya biasanya tidak langsung menulis di laptop atau PC, tetapi saya menulis di buku tulis atau kertas. Ide yang sudah terkumpul tadi, mulai saya corat-coret. Tulis saja apa yang ada di kepala. kalau macet, tinggalkan dulu. Kalau ada ide keren untuk menambah cerita, tulis lagi. Kembangkan imajinasi seluas-luasnya. Cara ini sangat efektif, karena bisa dilakukan di mana saja. Bahkan saat nongkrong di toilet, ide bisa bermunculan.
      Setelah ide cerita di kertas atau buku tulis komplit, baru saatnya membuka laptop, pc, netbuk dan teman-temannya. Karena kisi-kisi ceritanya sudah ada, dijamin tidak ada lagi acara bengong tampan (masbro) dan bengong cantik (mbakbro). Nanti gampang tinggal diedit sana sini.
       Sekarang nggak galau lagi, kan?
       Ayo, semangat menulis. Jangan biarkan ide-ide cemerlang mandek, lalu menguap tak tersisa. Nggak senang kalau dimuat di media. Hati senang, dompet banyak uang hehehe
        Setiap penulis punya gaya menulis sendiri. Begitu juga, setiap penulis, pasti tahu cara mengatasi masalah menulisnya sendiri. Salam semangat menulis.

                                                                                                                       Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Saat Harus Kembali Menulis"

  1. Share-nya bagus, Mas Bambang...Makasiiih! Setuju, saya juga begitu. Kadang depan netbook malah bingung mau nulis apa. Biasa, saya corat-coret di kertas bekas hehe :)

    ReplyDelete
  2. Nah, jadi tinggalkan sejenak, mbak Rara.
    lalu lakukan kegiatan yang menyenangkan, sambil mencari ide-ide baru atau hal-hal menarik yang bisa kita masukkan ke cerita yang sedang kita tulis.
    Semangat terus, mbak Rara.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.