Seseorang yang Baik Hati

Judul Buku    :   Melangkah dengan Bismillah – Kisah-kisah tentang Kalimat Thayyibah
Penulis           :    Wikan Satriati
Ilustrator        :    EorG
Penerbit         :   Republika penerbit (PT Pustaka Abdi Bangsa)
Harga             :    Rp. 59.000,-
Cetakan 1       :   Maret 2016






                                  Seseorang yang Baik Hati

     Kota Cahaya sangat makmur dan damai. Para Penduduknya hidup bahagia dan saling menghormati Wajah-wajah mereka tampak bersih bercahaya, karena sering dibasuh air  wudhu.
     Namun, ada seorang pengemis buta di sudut pasar. Setiap hari, dia selalu marah-marah, dan bicara hal buruk tentang Muhammad. Dia bahkan menghasut orang-orang, agar tidak suka kepada Muhammad.
     Semakin hari, para penduduk tidak suka pada Pengemis tua itu. Mereka pun tidak mau memberi minuman dan makanan lagi. Akhirnya pengemis tua itu kehausan dan kelaparan.
     Suatu hari, saat sedang kehausan dan kelaparan, tiba-tiba pengemis tua mendengar gemerincing uang logam di mangkuknya. Dia segera meraba dan mengendus keping uang itu. Ternyata itu uang emas.
     Tidak lama, pengemis tua itu mendengar seseorang mengucapkan, “Bismillahirahmanirrahim.” Lalu pengemis tua merasa, orang itu memberikan minuman, lalu menyuapi minuman.
    Pengemis itu sedikit kecewa. Ucapan Basmalah adalah termasuk ajaran Muhammad. Orang  itu pasti salah satu pengikut Muhammad. Tapi karena dia sangat kehausan dan kelaparan, maka diterima pemberian orang itu.
    Selesai makan, pengemis tua mengajak orang itu berbincang-bincang. Pengemis tua sangat bahagia. Baru kali ini, ada orang yang mau mendengarkan ceritanya, karena selama ini dia merasa hanya berbicara sendiri.



     Sejak itu, orang yang baik hati itu selalu memdatangi pengemis tua. Orang itu selalu membawakan minuman  dan minuman, lalu berbincang dengan pengemis tua. Meraka menjadi akrab. Pengemis tua sangat bahagia sekali. Setiap hendak minum dan makan, pengemis tua tidka lupa mengucapkan basmalah.
     Namun beberapa hari terakhir, orang itu tidak datang. Pengemis tua gelisah. Kemana gerangan orang yang baik hati itu? Kini dia kehausan dan kelaparan lagi. Tidak ada orang yang mau mendengarkan ceritanya lagi.
    Sampai suatu hari, pengemis tua mendengar langkah kaki mendekatinya. Pengemis tua dan buta itu kembali merasa bahagia. Namun ternyata, yang datang adalah orang lain. Dia membawa sebuah kabar.
     Siapakah gerangan yang baik hati itu? lalu kenapa dia tidak pernah mendatangi pengemis tua itu lagi? Kabar apa yang akan diterima oleh pengemis tua itu? 
      Yuk, ikuti kisah selengkapnya di buku ‘Melangkah dengan Bismillah’ ini. Cerita tentang pengemis tua adalah salah satu dari 7 cerita di buku ini. Masih ada 6 kisah lainnya tentang kalimat Thayyibah. Yaitu, Alhamdulillah, Subhanallah, Assalamu’alaikum, lailahaillallah, dan Astaghfirullah. Semua dikemas dengan ksah-kisah menarik dan menyentuh hati, ditambah dengan ilustrasi yang cantik. Anak-anak akan mudah mengerti makna dari Kalimat Thayyibah itu. selamat membaca...

Bambang Irwanto



Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Terima kasih. Salam semangat menulis.