Terlambat

                                                      
Ilustrasi : Rayya (7 tahun)

     Tiba-tiba Andi terjaga. Ia melihat jam beker di atas meja belajar.
     “Wah… “ jerit Andi. “Sudah jam setengah tujuh,”
     Andi segera bangkit dari tempat tidur, menyambar handuk, lalu bergegas menuju kamar mandi. Sebenarnya tadi Mbak Inah sudah membangunkan Andi. Tapi Andi tidur lagi.
     Hanya sebentar, Andi sudah keluar dari kamar mandi. Andi hanya mandi dan tidak sempat gosok gigi. Tidak ada waktu lagi.
     Buru-buru Andi berpakaian dan menyiapkan buku. Rumah sepi karena Ayah dan Ibunya sedang pergi ke rumah Paman Andre yang lagi sakit.
     “Mbak Inah... Andi berangkat sekolah!” pamit Andi pada Mbak Inah, asisten rumah tangga di rumahnya.
      “Sarapan dulu, Mas Andi!”
      “Tidak sempat lagi, Mbak!” Andi lalu bergegas keluar rumah.
     Andi mempercepat langkah menuju sekolah. Berkali-kali Andi menghapus keringat di wajahku. Napasnya terengah-engah. Tas ransel di punggungnya ikut bergoyang-goyang.
     Semoga aku tidak terlambat, Andi berdoa dalam hati.
     Akhirnya Andi sampai juga di sekolah. Untung saja pagar sekolah belum di kunci. Andi berlari menuju kelasnya. Ia segera mengetuk pintu kelasnya.
     “Masuk!” terdengar suara dari dalam kelasnya.
     Andi
segera masuk ke dalam kelas. “Lho, kok kakak-kakak kelas enam semua?” tanya Andi bingung.
     Seorang Bapak menghampiri Andi
     “Kamu kelas berapa?”  tanya Bapak itu
     “Kelas empat Pak?” jawab Andi
     “Apa kamu lupa kalau sekarang lagi libur? Anak kelas enam kan, sedang UAN?”
     Olala… Andi baru ingat, kalau libur tiga hari. Aduh, malunya aku, gumam Andi dalam hati.

Bambang Irwanto
     








Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terlambat"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.