Olala Voucher

       Ide gado-gado ini muncul, saat sesuai dengan pengalaman pribadi saya. Waktu itu, Alhamdulillah saya menang lomba menulis #bebaskan_langkahmu. Saya pun bercerita tentang posion saya sebagai penulis. Walau hanya pemenang harapan, tapi saya senang sekali. hadiahnya voucher 500 ribu.


      
        Ingin tahu cerita Olala Voucher ini? Selamat membaca.




                                     
                                                        Olala Voucher
                                                           Bambang Irwanto

Sejak awal saya memang bertekad, saya tidak akan mau nombok. Bukan apa-apa, royalti buku masih lama turun hehehe...
     
Dimuat di majalah Femina No.10 (5-11 Maret 2015
        Waktu itu, saya menang lomba menulis bertema passion. Alhamdulillah masuk 15 pemenang Bronze dan hadiahnya voucher belanja 500 ribu. Senang? Tentu saja. Sudah terbayang di pelupuk mata saya, mau beli apa. Keluarga juga ikut senang. Mereka memang pendukung setia saya.
Pesan sponsor pun berdatangan. Ada yang reguest ini, ada yang minta itu. Saya sih, senyam-senyum saja. Saya yang ikut lomba ini. Jadi hadiahnya buat saya, dong. Niat saya memang mau beli sepatu atau baju. Biar penampilan makin oke hehehe. Lagi
Hari yang dinanti tiba. Voucher yang saya tunggu sudah dalam genggaman. Menjelang pukul 11 siang, saya pun meluncur ke sebuah mall dekat rumah di daerah perbatasan Jakarta timur dan Jakarta Utara. Kebetulan semua outline di voucher itu ada. I am ready, perburuan barang idaman segera dimulai.
Pukul setengah duabelas, saya sampai di Mall. Hmm, pengunjung belum begitu ramai. Apalagi bukan hari biasa. Saya pun mulai masuk ke departemen store besar di mall itu. Incaran saya baju atau sepatu.
Pertama saya menuju bagian sepatu dulu. Kayaknya banyak diskon, sampai 50 persen. Tapi, wah.. harganya bikin mata saya terbelalak. Sepatu paling murah sejeti ke atas. Kalau diskon pun harus nombok. Ada sepatu yang cukup. Tapi model dan ukurannya tidak sesuai. Sejak awal saya memang bertekad, saya tidak akan mau nombok. Bukan apa-apa, royalti buku masih lama turun hehehe...
Saya lalu pindah haluan ke jins. Setelah milih-milih, akhirnya ketemu model dan warna oke. Keren nih, kalau saya pakai jins ini. Apalagi ada diskon.
“Mbak, saya minta no 34, ya!” pinta saya pada Mbak Pramugari yang manis.
Mbak itu lalu mencari-cari ditumpukan jins.
“Wah, maaf, Mas. Tidak ada. Yang di sini memang nomernya acak. Kalau mau yang tidak diskon saja.”
Waduh, yang diskon saja harganya 300 ribu sekian. Berarti yang tidak diskon diatas 500 ribu. Gagal maning, saya pun pindah ke polot-shirt. Saya jatuh hati pada poli tshir warna biru. Mereknya juga terkenal. Kalau dipakai pasti dilirik orang hehehe.
“Mbak, saya coba ukuran L, ya!”
Mbak itu melirik saya lalu tersenyum. “Coba dua saja, Mas. L atau M!”
Saya setuju dan menerima tawaran Mbak Itu. Saya lalu menuju kamar pas. Benar, kayaknya ukuran M lebih enak dipandang mata, walau sedikit ngepas. Saya pun keluar.
Ternyata, Mbak pramuniaga yang tadi melayani saya sudah tidak ada. Kayaknya dia makan siang. Maka saya pun menghampiri pramuniaga yang lain.
“Mbak, saya pilih yang M saja, ya! tolong notanya.”
Eh si mbak dengan juteknya menjawab, “Nggak pake nota, Mas. Langsung bayar saja, sebutin nama barangnya,” katanya sambil melipat kembali baju pilihan saya dan menaruhnya ditumpukan baju. Selanjutnya dia mengobrol dengan dua pramuniaga lainnya. Hehehe... saya dicuekin. Ya sudah saya tinggalin saja. Batal pakai baju bermerek hehehe.
Saat keluar dari departemen strore, saya melihat toko sport yang sedang diskon sampai 80 persen. Tanpa pikir panjang, saya pun masuk. Setelah pilah-pilih, saya menemukan sepatu yang modelnya bagus dan harganya pas. Eh, pas tanya nomornya tidak ada. Jadi untung-untungan. Kalau lagi mujur, baru dapat model sepatu yang sesuai hati dan ukurannya pas. Duh..kuciwa lagi, kuciwa lagi.
Saat turun ke lantai bawah, saya kembali masuk ke toko sport. Saat melihat-lihat, saya tertarik dengan sepatu snaeker. Modelnya bagus, warnanya biru dan merah bata. Walau harganya 700 ribu, tapi saya niat beli. Terlanjur jatuh hati hehehe. Saya pun minta diambilkan ukuran 42.
Anehnya, pas saya pakai ukuran 42, agak longgar. Saya pun mencoba ukuran 41, dan terasa sempit. Tenyata itu sepatu buatan luar, dan tidak ada ukuran 41 setengah. Pramuniaganya mencoba merayu dengan menawarkan model lain yang ada ukuran 41,5. Tentu saja saya menolak. Baru patah hati kok langsung ditawari yang lain hehehe.
Hampir 4 jam saya muter-muter di Mall itu dan belum menemukan barang tambatan hati. Saya pun memutuskan ke supermaket membeli minum dan roti. Di pintu masuk, ada counter elektronik dan barang rumah tangga dari produk terkenal. Saya pun melihat-lihat dulu. Eh, ada kompor gas. Harganya pun 490 ribu. Bahannya juga bagus. Pas lah dengan voucher. Paling beli apa lag biar lebih 500 ribu.
“Mbak, kompor gas ini ada stoknya?” tanya saya. Karena barang display ada cacatnya sedikit.
“Ada, Mas!” mbak itu lalu membuka kardus baru kompor gas baru.
Ternyata ada sedikit penyok. Tanpa diminta, mbak itu membuka dus lainnya. Dan ternyata dari 3 kardus yang dibuka, semua barang rijek. Mungkin karena itu didiskon.
Hmm... akhirnya saya memutuskan masuk ke supermaket saja. Saya pun memborong sembako. Beras 10 kilo, sabun cuci, sabun mandi sampai biskuit dan minuman kaleng. Saya pun hanya nombok 6 ribu hahaha.
Hmm.. benar juga niat awal saya kan ingin membahagiakan keluarga. Apalagi mereka selalu medoakan dan pendukung setia saya untuk terus menulis. Jadi pantaslah mereka ikut menikmati.
“Bergaya nanti saja. Yang penting semua senang,” gumam saya sambil mendorong troli belanja menuju pintu keluar mall.

 Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Olala Voucher"

  1. Wah, gak jadi dandan ganteng dan gaya tampan nih. Alhamdulillah kalau semua bisa menikmati cipratan hadiah. Selamat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah... Mbak Noer Ima.
      Dan itu jauh lebih membahagiakan, saat melihat tawa-tawa cerita dari keluarga. Soalnya merekalah tim penyemangat saya nomor satu hahaha...

      Delete
  2. Ternyata kok ya mumet juga ya urusan nukar voucher 50p ribu ��
    Btw, memangnya beneran ada Pak sepatu ukuran yang setengah-setengah gitu? Tebakan saya, jari telunjuk kaki Pak Bambang pasti lebih panjang. Soalnya nasib saya kalau beli sepatu sering begitu Pak ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya banyak maunya, Mbak Ika. Dan voucher itu kan hanya berlaku di toko atau outlet tertentu hehehe.

      Ada, Mbak. Ini sesuai pengalaman saya sendiri. Mungkin itu sepatu impor, atau bisa juga buatan Indonesia tapi ditujukan buat orang barat juga hehehe.

      Hahaha... memang jari kaki telunjuk kan lebih panjang dari lainnya, Mbak Ika hehehe

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Terima kasih. Salam semangat menulis.