Yaaah... Ternyata Beras Maknyuss....


Minggu-minggu terakhir ini, sangat ramai pemberitaan soal beras Maknyuss. Semua sudah pasti tau ya, soal penggerebekan gudang beras Maksyuss di daerah Bekasi oleh aparat kepolisian. Soalnya disinyalir, beras produsen beras Maknyuss melakukan kecurangan.
Saya pun penasaran dan mengikuti pemberitaan tersebut. Jujur saja sih, sehari-hari saya tidak mengkonsumsi beras Maksyuss. Tapi beras Cierang yang harganya sekilo antara 8000-8500. Pokoknya tidak pernah mencapai harga 10 ribu.
Beras Maknyuss, langsung mengingat saya pada Pak Bondan Winarno. Dan memang Pak Bondan yang jadi iklan beras Maknyuss ini. Saya juga langsung ingat. Bulan Mei 2017 kemarin, saya mengajak krucil berlibur ke Jakarta. Kami pun menginap selama 10 hari di rumah adik saya di Depok. Kebetulan, adik saya mengkonsumsi beras Maknyuss. Dan saya rasa, beras Maksyuss enak-enak saja kok.
Saya memang kaget, mendengar berita soal beras Maknyuss ini. Apalagi kan, langsung viral. Tiap hari buka facebook, pasti ada postinga soal beras Maknyuss. Dan kayaknya rata-rata mendukung hehehe.
Makanya, saya makin penasaran. Kayaknya, saya tidak bijak, kalau ikut komen sana-sini, padahal tidak membuktikan sendiri soal beras Maknyuss itu. Walau kemarin sempat menikmati beras Maknyus di rumah adik saya, tapi rasanya tidak puas kalau tidak mencoba dan mencari kebenaran sendiri.
Maka tadi pagi sekitar pukul setengah 7, saya sudah keluar rumah. Kebetulan ada buku yang mau dikirim, dan ingin cari ikan segar. Jadi sekalian saja saya mau cari beras Maknyuss.
Setelah urusan kirim buku , dan beli ikan selesai, maka saya pun mencari beras Maknyuss. Pertama saya menyambangi minimarket Alfamart. Soalnya kemarin saya baca di facebook, ibu-ibu dapatnya di Alfamart. Ternyata beras Maksyuss tidak ada. Saya pun lanjut ke Indomaret. Stok beras Maknyuss pun kosong.
Saya lalu meluncur ke swalayan Mitra yang lebih besar. Saya ingat, kebetulan pas puasa melihat beras Maknyuss di sana. Ternyata kosong juga. Akhirnya saya menyusuri toko-toko biasa. Walau dalam pikiran saja, wah.. biasanya kalau beritanya heboh begini, sesuatu itu akan susah dicari dan harganya selangit.
Setelah mendatangi beberapa toko, akhirnya saya menemukan beras Maknyuss. Harganya 65 ribu untuk ukuran 5 kg. Jadi sekilonya 13 ribu, ya. Jadi memang benar salah satu postingan di facebook. Yang bilang beli beras Maknyuss sampai 85 ribu per 5 kilogram itu beli di mana? Sayangnya, saya lupa minta notanya. Sampai rumah saya baru ingat. Tapi percayalah pada saya, pria tampan  rupawan, lucu, imut dan menggemas. Saya memberi bukti, bukan janji hahaha.. apaan seeeh..



Sampai rumah, saya langsung buka  kantong berasnya, lalu saya tumpah sedikit di petapi. Beras Maknyuss ini memang sangat bersih, tidak ada kotoran atau menir sama sekali. Saat dituang ke petapi atau tampah, terdengar suara kirik..kirik...kirik, yang menandakan beras Maknyuss sangat kering. Saat saya remas-remas di telapan tangan saya, tidak meninggalkan putih-putih dan tangan saya tetap bersih. Saat saya cium juga, berasnya tidak wangi. 
Jadi benar ya, beras Maksyuss tanpa 3P, pemutih, pengawet ,dan pewangi. Tanggal kadalursanya juga jelas tercantum. Jadi kita tau beras yang kita beli. Selain itu dicantumkan juga kandungan gizinya.






Eh, pas saya tuang berasnya, ternyata ada kupon undiannya, lho. Girang banget saya, bakal dapat hadiah. Pas saya buka, yaah... undiannya sudah berakhir Juni 2017. Anda belum beruntung hahaha. Tapi tidak apa-apa. Rezeki kan darimana saja hehehe.




Karena sangat penasaran, saya pun langsung ingin mencoba memasak beras Maknyuss ini. Padahal orang rumah sudah memasak nasi. Tapi untunglah rice cooker saya ada dua. Jadi acara mencoba beras Maknyuss tetap jalan hehehe.
Saya pun mengikuti petunjuk memasak pada kemasan beras Maknyus. Cukup 2 gelas dulu. Karena sudah bersih, maka beras Maknyuss cukup dibilas sekali saja. Air bilasan juga terlihat bersih. Setelah itu, tinggal masukan ke rice cooker.




Sekitar 25 menit kemudin, tombol rice cooker sudah berpindah ke hijau. Itu artinya nasi sudah matang. Tapi seperti biasa, saya mendiamkan dulu selama 15 menit. Baru setelah itu, nasih saya aduk.


Sip... kini saatnya mencoba dan membuktikan kembali beras Maknyuss. Saya pun menempatkan Maknyus di piring. Kebetulan lauk juga sudah matang. Dan ternyata.... beras Maknyuss memang enak kok. Rasanya pulen. Kayaknya lauk apa saja, bisa tetap lahap dengan beras Maknyuss hehehe.



Akhirnya, saya menyerahkan kembali pada teman-teman. Saya sudah mencoba dan membuktikan. Beras Maknyus masih seperti sama kualitas dan rasanya, dengan beras Maknyuss yang saya makan di rumah adik saya.
Di sini yang ingin saya tegaskan, tulisan ini saya tulis atas keinginan saya sendiri. Bukan job review atau permintaan dari pihak tertentu. Tujuannya, agar saya membuktikan sendiri kebenarannya. Agar tak ada dusta, di antara saya dan beras Maknyuss... Eh hahaha. Beras Maknyuss.. memang Maknyuuuuss....

Bambang Irwanto



Subscribe to receive free email updates:

11 Responses to "Yaaah... Ternyata Beras Maknyuss.... "

  1. Kasian ya, Pak gara2 media. Produsen maknyus jadi kena fitnah dan tercemar nama baiknya. Belum lagi karyawannya bisa diberhentikan. Bahkan mentri pertanian jg udah minta maaaf. Ya Allah media itu jahat bangetttt hiks. Ikut sedia saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Erysha. Makanya saya ingin membuktikan kebenarannya.
      Kasihan banyak pihak yang dirugikan, Mbak.
      Termasuk para pekerjanya dan para petani ya, Mbak.

      Delete
  2. Saya sudah mampir aja di sini, mana kopinya ? :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tidak ngopinya, Mbak Della.
      Jadi teh saja ya, Mbak hehehe.
      Terima kasih sudah mampir, Mbak.

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Kasihaaan produsennya. Kasihan omak-omak pada kecarian. Beras favorit kami di rumah ini. Di sekitar sini udah gak ada berasnya Pak hiks!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Mbak Haya. kasihan juga pekerja dan petani ya, Mbak.
      Padahal berasnya sangat enak dan pulen.
      Semoga Maknyuss akan segera mudah didapat lagi ya, Mbak.

      Delete
  5. yah belum pernah nyobain. jadi bingung apa mesti beli atau gimana
    tapi kalau kata mas enak langsung jadi lapar nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, enak, Mas Bimo. Ini menurut saya, ya.
      Tapi kalau penasaran, ayo dicobain, Mas hehehe

      Delete
  6. Saya nggak pakai beras ini walau di warung beras depan kompleks ada. Heuheu program penghematan... Tapi ya gemes baca berita yang dudul surudul.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga tidak mengkonsumsi sehari-hari, Mbak Eno.
      Saya biasanya beras cierang.
      Hanya karena saya pernah coba, dan penasaran ingin membuktikannya, maka saya sengaja beli. Dan ternyata... memang Maknyus hehehe

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Terima kasih. Salam semangat menulis.