5 Hal yang Membuatmu Tidak Cocok Jadi Penulis




Siapa sih, yang tidak senang jadi penulis terkenal. Buku selalu best seller, tulisannya di mana-mana, banyak fans, banyak tawarin menulis. Kalau sudah begini, royalti akan banyak, dan honor terus mengalir.
Pengin jadi penulis?
         Boleh saja. Setiap orang berhak kok berkeinginan jadi apa saja. Termasuk ingin menjadi penulis. Tapi perlu disadari, kamu bisa atau tidaknya jadi penulis, tergantung kamu sendiri. Nah, sebelum memutuskan jadi penulis, coba cek 5 hal di bawah ini. siapa tahu ada pada dirimu. Bila ternyata ada, berarti kamu tidak cocok jadi penulis.

Suka copas >>> Plagiat
        Nah, ini paling utama. Kalau kamu suka copas tulisan orang lain, jangan coba-coba jadi penulis. Copas hanya membuat kamu malas, dan tentu saja tulisanmu tidak akan pernah original. Bahkan lama-lama, kamu akan jadi seorang plagiat yang bisanya contek tulisan orang sana-sini.
         Kalau sudah plagiat, maka kamu tidak akan dapat apa-apa, termasuk kebahagiaan menulis. Kamu malah membohongi dirimu sendiri, karena merasa sebagai penulis, tapi hanya sebagai seorang penyontek. Bangga mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri. Adanya, kamu akan kena blacklist dan akan mendapatkan hal-hal yang  tidak menyenangkan.
        Jadi kalau kamu termasuk poin pertama ini, silakan berhenti membaca postingan ini. Kamu tidak cocok jadi penulis. Dunia menulis tidak menerima seorang plagiat. Istilah “haram” hukumnya plagiat.

Hanya ikut-ikutan Menulis
        
Kalau kamu mau jadi penulis karena melihat kesuksesan penulis lain, segera balik badan saja. Cari hal-hal yang bisa kamu lakukan, dan sesuai dengan kesukaanmu. Menulis itu karena niat dan suka menulis. Jadi bukan ikut-ikutan.
        Ikut-ikutan menulis, hanya akan membuat dirimu cepat bosan menulis. Karena sebenarnya kamu memang tidak sepenuhnya ingin menulis. Akhirnya, kamu meninggalkan menulis.
      
Tidak suka membaca
      
Menulis dan membaca itu pasangan sejati. Jadi kalau tidak suka membaca, sebaiknya jangan jadi penulis. Dari awal menulis, kita sudah harus membaca naskah yang sedang kita tulis. Begitu juga saat mengedit, saat merevisi, termasuk mencari reverensi. Pokoknya menulis itu dipenuhi membaca. Yang suka membaca saja belum tentu bisa menulis (jadi penulis), apalagi yang tidak suka membaca. Ibaratnya, kamu berjalan di kegelapan. Jadi jangan buang-buang waktumu dengan menulis, tanpa diiringi membaca.

Ingin Cepat Bisa Menulis
        
Menulis itu adalah proses. Jadi sangat banyak tahapan yang harus dilalui, dan bukan dalam waktu singkat. Jadi kalau kamu ingin cepat bisa menulis dengan instan, dijamin tidak bisa. Menulis tidak bisa dicapai dalam waktu sebentar.
        
Menulis bukan seperti mie instan. 5 menit bikin, langsung bisa dinikmati. Kenyang lagi. Setiap proses menulis harus dijalani dan dinikmati dengan senang hati. Biar semua proses pembelajaran akan bisa diserap. Jadi saat berhasil, ada ‘sesuatu’ kebahagiaan yang kamu rasakan dari menulis

Menulis karena Ingin Cepat Dapat Uang
     Karena menulis adalah proses, jadi tidak mungkin bisa langsung mendatangkan uang. Jadi kalau niatmu menulis ingin cepat dapat penghasilan, lebih baik lakukan hal lain. Proses menulis sudah lama, belum nunggu pemuatan di media, begitu juga proses buku.
       Jadi pertama, menulislah karena suka. Karea ada sesuatu yang ingin kamu curahkan. Karena ada sesuatu yang ingin kamu bagikan kepada orang lain. Menulisnya dengan enjoy. Nikmati proses. Jika kamu sudah jalani semua, maka ‘bonus’ dari menulis akan menyapa. Tulisan dimuat di media, tawaran buku berdatangan, buku terbit, dan lainnya.

     Itulah 5 hal yang harus kamu perhatikan. Bila ternyata ada pada dirimu, sebaiknya tidak jadi penulis. Karena waktunya akan terbuang sia-sia. Jadi lebih bagus melakukan hal-hal yang sesuai dengan dirimu kan?
       Tapi kalau kamu tetap keukeh mau jadi penulis, dan mau meninggalkan semua 6 hal itu, maka semangatlah menulis dari sekarang. Nikmati semua proses menulis, dan biarkan smeuaindah pada waktunya. Salam semangat menulis...

Bambang Irwanto



Subscribe to receive free email updates:

12 Responses to "5 Hal yang Membuatmu Tidak Cocok Jadi Penulis"

  1. Makasih Mas, sangat bermanfaat...

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Terus semangat menulis, Mbak Agustina.

      Delete
  3. Replies
    1. Bukan hanya diingit, Mbak Lisa. Tapi harus segera disingkirkan jauh-jauh hehehe.
      Terus semangat menulis, Mbak Lisa.

      Delete
  4. Saya terhitung baru mulai untuk menulis, tpi setelah baca ini mungkin harus berusaha lebih dari biasanya. Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama.
      Ayo, terus semangat menulis dan nikmati setiap proses menulis.

      Delete
  5. saya nulis karena memang saya senang itu gimana kang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau begitu, tidak ada masalah, Mas Abdul.
      lanjutkan dan terus semangat menulis.

      Delete
  6. Sepertinya, bagi sebagian orang menulis itu sangaaat seksi dan prestius sampai2 menghalalkan segala cara.Memplagiat. Dari 1-2 paragraf sampai yang barusan rame, 52 halaman diplagiat.

    Jadi PR nih buat para guru menulis, Mas. Mesti ngingetin murid2 di kelasnya supaya tidak memplagiat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Eno.
      Jadi mereka hanya melihat hasil. tapi tidak melihat dan tidak mau menikmati proses menulis.

      benar, Mbak. Saya selalu ingatkan soal ini. karena salah satu hal yang tidak boleh dilakukan penulis.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Terima kasih. Salam semangat menulis.