Cara Berburu Oleh-oleh Khas Indonesia

      
Sumber : IG Batik Keris
     Kalau ada teman yang cerita soal liburan, pikiran saya pasti langsung keingat oleh-oleh. Liburan tanpa bawa oleh-oleh, bagaikan sayur tanpa garam hahaha.... Itu bisa-bisa saja saja. Dan kalau liburan seputar Indonesia, pasti bawanya oleh-oleh khas Indonesia
     Bicara soal oleh-oleh khas Indonesia, pasti tidak akan ada habisnya. Dari Sabang sampai Merauke, dan setiap daerah punya oleh-oleh khas. Dari makanan, minuman, sampai cinderamata. Ada aneka kain tenun, batik, kerajina perak, ukiran, dan lainnya. Dan semua itu wajib diburu hehehe...
     
Sumber : IG Batik Keris
     Nah, kali ini, saya ingin berbagi tips berburu oleh-oleh khas Indonesia. Siapa tahu ada yang lagi siap-siap berburu oleh-oleh.

Membeli Langsung
     Cara pertama, tentu tentu saja membeli langsung di daerah yang dikunjungi. Sudah berada di sana, maka tidak boleh lupa memburu oleh-oleh hehehe. Dan biasanya, sebelum liburan, banyak orang yang sudah menyiapkan dana khusus untuk membeli oleh-oleh. Tidak ketinggalan juga menyiapkan dana kelebihan bagasi. Ini bagi yang liburan menggunakan transportasi umum, ya.

Sumber : Batik Keris
        Berburu oleh-oleh khas Indonesia ini, bisa dilakukan dengan 2 cara. Cara pertama langsung membeli di tempat lokasi wisata. Misalnya saat ke kawasan batik, bisa langsung membeli batik. Saat mengunjungi kota gede, bisa membeli kerajinan perak.
       Cara kedua, langsung menuju pusat penjualan oleh-oleh. Ini biasanya dilakukan, saat kita lupa, atau tidak sempat membeli saat di lokasi wisata. Setiap daerah, pasti ada kawasan khusus pusat penjualan oleh-oleh. Misalnya di Makassar, ada jalan Somba Opu. Di jalan ini, sepanjang jalan banyak tokoh menjual oleh-oleh. Kalau tidak ada kawasan khusus, pasti banyak toko-toko yang khusus menjual oleh-oleh khas.

Menitip
        Kedua, dengan cara menitip pada saudara atau teman atau kerabat yang kebetulan mengunjungi daerah tersebut. Hanya jangan lupa, perjalas detailnya, barang apa yang akan dititip.

Sumber : Batik Keris
        Kalau makanan atau minuman, perjelas mereknya apa. Karena biasanya kan banyak merek. Misalnya bakpia, sirup markisa, dan lainnya. Kalau perlu bisa kasih luhat fotonya. Hal ini sering saya lakukan. Misalnya saat saudara ke Solo, saya titip batik. Saat teman ke Makassar, saya titip sarung sutera.
        Nah, jangan lupa siapkan uang jasa titip atau jastip. Kalau memang ada, tanyakan jelas berapa jastipnya. Jangan main titip-titip saja. Agar tak ada dusta diantara kita. Halah.. hahaha

Membeli online
        Bila teman-teman belum sempat liburan atau menitip, Maka bisa kok membeli secara online. Sekarang sudah banyak toko online menjual oleh-oleh khas Indonesia. Jadi teman-teman bisa memilih. Tapi tentu saja harus siapkan juga ongkirnya. Walau ada juga yang gratis ongkos kirim.

Salah satu Olshop oleh-oleh khas Indonesia
       Pilih Olshop yang terpercaya, karena biasanya produknya terjamin kualitasnya, harga sesuai barang. Juga paket dikemas rapi dan pengiriman sesuai.
Bisa kok, membanding-banding harga. Karena biasanya ada dua toko yang menjual barang yang sama, tapi harga berbeda. Tapi ada juga, barang itu hanya dijual di satu  toko saja.
     Nah, demikian tips dari saya, cara memburu oleh-oleh khas Indonesia. Semoga bermanfaat, ya. Selamat berburu oleh-oleh khas Indonesia, teman-teman. Jangan lupa kirim-kirim ke saya, ya.. hehehe.


Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Cara Berburu Oleh-oleh Khas Indonesia "

  1. membeli sendiri dan online yang enak mah , kl nitip kayaknya memberatkan yg dititipin ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin nitipnya jangan banyak dan berat, Mbak. Kalau saya nitip, kadang satu macam barang dan jumlahnya 1 saja, Mbak hehehe.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.