4 Hal Terpenting Untuk Memulai Sebuah Usaha Sendiri

Memulai sebuah usaha dari nol merupakan hal yang tidak selalu mudah. Ada banyak sekali rintangan yang akan menghampiri. Meskipun begitu, tentunya hal ini tidak akan pernah memutuskan keinginan teman-teman kan, untuk tetap menjalankan sebuah usaha sendiri.

Berbagai jenis usaha bisa kita lakukan (Foto : japan-guide.com)

         Untuk itu, sebelum menjalankan sebuah bisnis atau usaha, sangat penting untuk merencakanan bisnis tersebut secara matang. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan.
        Ada juga beberapa hal yang harus dipertimbangkan dengan matang. Dengan perhitungan dan pertimbangan matang, maka bisnis teman-teman memiliki kemungkinan untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi. Tidak hanya sekedar menanam modal lalu menjalankan begitu saja, sebuah bisnis yang benar adalah bisnis yang berdasarkan perencanaan dan perhitungan yang matang.

Langkah Tepat untuk Memulai Usaha Sendiri
         Memulai memang tidak akan semudah meneruskan. Hal ini menjadi sebuah pertimbangan utama dan kendala awal yang harus teman-teman lewati. Dengan sebuah perencanaan yang matang, tentunya hal ini bukan lagi menjadi sebuah masalah besar.

Harus berani melakukan langkah awal usaha (Foto : flickr. com)

         Sebagian dari pemula akan membutuhkan sebuah jasa konsultan bisnis, agar mendapatkan sebuah perencanaan yang matang. Namun, tentunya teman-teman akan mengeluarkan biaya tambahan untuk menggunakan jasa ini.
          Untuk itu, jika teman-teman memiliki dana yang menipis,  maka teman-teman bisa melakukan perencanaan secara mandiri namun tetap matang.
          Apa saja ya, yang harus dilakukan untuk memulai sebuah bisnis baru? Berikut adalah langkah tepat untuk merencanakan usaha baru yang akan teman-teman jalani:

Apa Jenis Usaha yang Akan Dijalankan?
         Hal pertama dan yang paling utama untuk memulai sebuah bisnis baru adalah menentukan jenis usaha yang akan dijalankan. Mungkin sudah ada beberapa ide di kepala teman-teman, namun ide-ide tersebut hanya sekelebatan saja.
         Untuk itu, teman-teman harus benar-benar menuangkannya secara matang dan mengelompokan beberapa ide tersebut ke dalam jenis-jenis usaha. Lalu, teman-teman bisa langsung menyortir sebuah usaha yang memiliki peluang yang lebih besar dan prospek yang snagat menjanjikan di antara yang lainnya.

Toko roti salah satu usaha yang bisa dijalankan (Foto : TripAdvisor)

         Langkah awal ini memang bukanlah hal yang sangat mudah. Untuk itu, pertimbangkan secara matang tentang jenis usaha yang akan dijalankan.
        Jangan lupa untuk menyesuaikan keahlian bidang, minat, atau bakat teman-teman dalam menjalankan usaha baru ini. Akan terasa sia-sia jika teman-teman menjalankan sebuah usaha yang bukan termasuk dalam bidang keinginan sendiri. Karena biasanya sesuatu akan lebih mudah jika kita sudah mulai menguasai atau menyukainya.

Apakah Persaingan, Lokasi, dan Target Konsumen Telah Sesuai?
       Jika teman-teman sudah menentukan jenis usaha apa yang akan dijalankan, maka teman-teman bisa menyesuaikan jenis usaha tersebut dengan beberapa hal.
        Pertama, sesuaikan jenis usaha yang teman-teman miliki dengan tingkat persaingan yang ada. Teman-teman bisa melakukan survey terlebih dahulu untuk melihat seberapa banyak usaha yang memiliki jenis yang sama dengan usaha yang teman-teman miliki. 
      Dengan demikian, teman-teman bisa menghitung perencanaan tentang harga, prosedur pelayanan,kualitas, dan bahkan ciri khas produk yang dimiliki. Setelah itu, teman-teman bisa mengambil strategi tersebut dengan nilai persaingan yang tepat dan akurat.
       Kedua, jangan lupa mempertimbangkan lokasi di mana usaha teman-teman akan berada nantinya. Bisa dikatakan bahwa lokasi mempengaruhi hampir 60% kesuksesan dari sebuah usaha yang dijalankan. Untuk itu, teman-teman bisa melakukan survei ke beberapa lokasi yang akan menjadi target penjualan teman-teman nantinya.

Toko di pinggir jalan adalah salah satu lokasi straegis (Foto : abu nora alica - AgenProp)

       Langkah jitu untuk menyesuaikan lokasi yakni memilih lokasi yang strategis. Lokasi strategis tidak hanya berarti memiliki tempat yang mudah dijangkau.
       Strategis juga memiliki makna bahwa usaha yang teman-teman miliki sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Sebagai contoh, jika teman-teman ingin mendirikan sebuah usaha kuliner, maka teman-teman harus mendapatkan lokasi yang padat penduduk atau di dekat gedung-gedung perkantoran. Dengan demikian, kemungkinan untuk berkembangnya sebuah usaha akan semakin tinggi.
        Ketiga, teman-teman juga harus membaca perilaku konsumen di lokasi di mana teman-teman akan menjalankan sebuah usaha. Tidak hanya sesuai dengan target, namun teman-teman juga harus memperhatikan perilaku konsumen. Lokasi yang memiliki daya beli konsumen yang rendah berkemungkinan akan merugikan teman-teman.   
       Untuk itu, hal ini tentunya harus dihindari. Pilihlah sebuah lokasi yang memang memiliki konsumen dengan daya beli dan minat yang cukup tinggi. Tentunya teman-teman tidak mau gulung tikar di awal perintisan usaha ini, bukan? Untuk itu lakukan survei secara mendalam dan teliti untuk mendapatkan target yang sesuai dan membawa keuntungan lebih.

Apa Keunikan Dari Produk yang Ditawarkan?
          Setelah menjalankan langkah-langkah eksternal, ada baiknya teman-teman juga memperhitungan langkah internal. Hal yang harus diutamakan dalam menjalankan sebuah usaha adalah keunikan produk yang teman-teman miliki.
        Saat ini, menjual sebuah produk dengan kualitas tinggi namun dengan packaging  yang biasa saja tidak akan menarik datanganya konsumen. Belakangan, jenis usaha apapun akan semakin menarik dengan kretivitas yang tinggi. Untuk menarik lebih banyak konsumen, teman-teman bisa menungakan ide-ide menarik untuk produk yang ditawarkan.

Salah satu contoh kemasan yang menarik (Foto : Mitra Kemasan)

       Sebagai contohnya, jika teman-teman ingin menjalankan sebuah usaha kuliner,  maka teman-teman bisa menggunkan sebuah tema yang menarik. Selanjutnya, gunakan nama-nama yang unik sesuai dengan tema yang digunakan untuk setiap menu makanan dan minuman yang disajikan. Dekorasi dan pelayanan merupakan nilai tambahan untuk selalu menarik konsumen untuk selalu berdatangan ke tempat usaha yang teman-teman jalankan.

Apakah Modal yang Dimiliki Sudah Sangat Mencukupi?
        Setelah seluruh perencanaan telah matang, teman-teman bisa langsung memperhitungkan segala kebutuhan sebagai modal usaha yang akan teman-teman jalankan.
       Dari sini, teman-teman bisa menentukan apakah ingin memulai dengan modal kecil atau modal yang sudah diperhitungkan sebelumnya. Dengan demikian, hal ini akan mempermudah teman-teman untuk menjalankan sebuah bisnis.
       Dalam mempersiapkan sebuah modal usaha, tentunya teman-teman tidak hanya semata-mata menggunakan seluruh modal untuk dibelanjakan kebutuhan awal. Teman-teman harus menyisihkan sekitar 40% dari total modal awal untuk disisihkan sebagai dana cadangan.

Uang sebagai modal usaha (Foto : Vebma. com)

         Beberapa orang mungkin lupa akan hal ini sehingga jika adanya kerugian mereka akan secara telak gulung tikar. Untuk menghindari hal ini, maka teman-teman bisa menyiapkan dana cadangan sebagai langkah antisipasi.
        Lalu, bagaimana jika modal awal teman-teman ternyata tidak mencukupi dana perancanaan?
-         Pertama, teman-teman bisa memotong segala kebutuhan dan mendapatkan minimal pembiayaan.
-         Kedua, teman-teman bisa menambahkan modal yang dimiliki dengan bantuan drrupiah. Mendapatkan sebuah modal usaha memang bukan sebuah langkah yang mudah. Bahkan beberapa orang melakukan pinjaman ke beberapa tempat agar dapat menjalankan usahanya dengan lancar.

       Langkah pinjaman modal ini bukanlah hal yang aneh dalam dunia bisnis. Namun, dalam hal ini teman-teman harus benar-benar memperhitungkan seluruh dana pinjaman yang dimiliki.
       Agar lebih mudahnya, teman-teman bisa melakukan pinjaman uang online cepat tanpa jaminanHati-hati dalam menentukan angka pinjaman. Jangan sampai teman-teman terlilit utang yang menumpuk, sehingga akan memaksa teman-teman untuk gulung tikar lebih awal. Rencanakan pinjaman modal ini secara matang. Selamat memulai usaha, teman-teman.


Subscribe to receive free email updates:

8 Responses to "4 Hal Terpenting Untuk Memulai Sebuah Usaha Sendiri"

  1. Kalo modal blm cukup carilah pinjaman yang tidak pakai riba. Boleh pinjam teman atau sodara. Tp yang amanah. Jangan pas pinjem keliatan melas, giliran ditagih berubah menjadi garang hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, benar, Mbak Noer Ima.
      Istilahnya, kalau pinjam cepat, giliran ditagih susah. Malah galakan yang punya utang hehehe.

      Delete
  2. Saya moody an nih, Pak, kalau mau mulai usaha. Saran Bapak di atas lengkap banget. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, mulai, Mbak Lisa.
      Jadi harus mulai dengan langkah awwal, Mbak.
      Semangat, Mbak Lisa.

      Delete
  3. Kayaknya sekarang ini hampir semua jenis usaha banyak peminatnya. Kata penjual kue di pasar, sekarang ini semua orang jualan, Bu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Lita. Yang penting kita jeli melihat peluang. Dan memang, kalau usaha itu dari sesuatu yang kita sukai. Jadi enjoy menjalankannya.

      Delete
  4. Aaah, aku belum mulai jualan lagi. Baca ini jd semangat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, semangat jualan lagi, Mbak Dyah.
      Apalagi possionnya sangat pas kan, Mbak.
      Jadi enjoy menjalankannya hehehe.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.