} Berhentilah Menulis Saat Mengalami 5 Hal Ini - Cerita Bambang Irwanto

Berhentilah Menulis Saat Mengalami 5 Hal Ini

Berhentilah Menulis Saat Mengalami 5 Hal Ini - Menulis itu bagi saya adalah aktivitas yang menyenangkan. Banyak sekali manfaat yang didapat dari menulis. Bukan hanya kepuasan batin, tapi juga uang bakso hahaha. Dan pastinya saya bisa berbagi cerita dan ceria lewat tulisan. Apalagi kalau tulisan yang saya bagikan bermanfaat, maka itu kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan apapun.



Namun terkadang, saat menulis, saya  juga mengalami fase-fase tertentu yang membuat saya harus berhenti menulis. Tapi perlu digaris bawahi ya, berhenti menulis di sini maksudnya berhenti sejenak. Bukan selamanya. Dan itu hal wajar sih, karena apapun aktivitas yang dilakukan, semua ada masa-masa harus berhenti.

Nah, kira-kira hal-hal apa saja ya, yang membuat harus berhenti menulis. Ikuti ulasan saya yang disusun berdasarkan pengalaman menulis saya yang masih seuprit, ya! Semoga bermanfaat.

Berhentilah Menulis Saat Mengalami 5 Hal Ini :


Jenuh

Yang sering dialami oleh seorang  penulis dalam menulis adalah jenuh. Dan ini hal wajar sih. Apapun aktivitas yang dilakukan setiap hari dan berulang, maka akan membuat jenuh. Makan bakso saja tiap hari bosan hahaha. Makanya perlu dijeda hehehe.

Saya pun sering mengalami kejenuhan dalam menulis. Walau selalu mengaku-ngaku penulis tampan rupawan, lucu, imut, dan menggemaskan, dan terus semangat menulis sepanjang masa. Namanya saja saya ini hanyalah insan biasa, punya naluri yang sama.. halah kok malah nyanyi hahaha.

Maka saat jenuh, saya akan tutup laptop, lalu siapkan ransel. Jalan-jalan hahaha. Dan itulah kuncinya, lakukan hal-hal yang menyenangkan. Selain jalan-jalan, bisa membaca buku, nonton, naik sepeda, masak, membersihkan taman, dan lainnya.

Aktivitas lain yang dilakukan ini, tidak saja ampuh mengusir rasa jenuh lho, tapi juga ada mendatangkan ekstra lain untuk kebutuhan menulis. Misalnya saat jalan-jalan menyusuri wisata kebumen, saya tidak hanya rereshing, tapi juga mendapatkan banyak ide dan bahan untuk tulisan lain. Pulangnya kembali semangat menulis, dan akhirnya banyak dapat tulisan.

Soalnya kalau dalam keadaan jenuh dipaksa menulis, itu malah akan semakin jenuh alias bete... bete.. ah.. bosan.. bosan.. bosan ah.. (bacanya sambil nyanyi hehehe). Apa yang akan atau sedang ditulis akan garing.

Tidak Menguasai Bahan Tulisan

Sudah lama duduk manis depan laptop, kok tulisan belum ada? Ngetik sedikit dihapus, ngetik sedikit dihapus. Kenapa? Soalnya tidak menguasai bahan.

Padahal salah satu yang membuat menulis jadi mudah, cepat dan meyenangkan itu adalah karena menguasai bahan yang akan tulis. Kalau kita sudah menguasai bahan, maka tinggal menuangkan dalam tulisan saja. Berbeda kalau menulis sesuai yang belum dikuasai. Seperti meraba-raba dalam kegelapan hehehe.

Makanya, salah satu hal mudah menulis adalah hal yang sudah dialami. Misalnya teman-teman sudha pernah ke Bali. Maka saat menulisnya akan lebih cepat dan mudah. Berbeda kalau ingin menulis tentang Kebumen, padahal belum pernah ke Kebumen.

Sama saja sih, saat hendak buat kue. Kalau bahan sudah lengkap, maka proses bikin kuenya cepat. Kalau terigu kurang, magarine belum beli, telur ternyata ada yang pecah, dan lainnya, kan bikin ribet sendiri.

Dan saya pribadi, kalau menulis tulisan yang sudah saya alami, misalnya seperti jalan-jalan atau tips menulis, itu hanya sekali duduk. Karena itu tadi, saya tinggal menuangkan saja dalam tulisan. Saya tulis saja yang ada di kepala saya, lalu diedit sebentar, selesai.

Solusinya, berhenti menulis, lalu cari referensi yang sesuai kebutuhan tulisan. Bisa cari di internet, baca buku atau sekalian saja survey langsung. Setelah bahan lengkap, baru kembali menulis.

Tidak Suka dengan Apa yang Ditulis

Poin utama saat memutuskan menulis adalah karena  suka menulis. Jadi akan bertambah suka dan semangat menulis saat menulis apa yang disukai. Lalu bagaimana saat menulis sesuatu yang tidak disukai?

Segera berhenti menulis. Buat apa memaksakan diri. Karena terpaksa menulis, maka hasilnya tidak maksimal. Apalagi kalau yang ditulis itu bukan job. Tinggalkan saja dan jangan buang-buang waktu. Fokus menulis tulisan yang disukai.

Ibaratnya nih, saya suka bakso. Disuruh makan bakso, ya saya semangat. Bahkan minta tambah hahaha. Beda kalau misalnya saya disuruh makan sesuatu yang tidak saya sukai. Walau dibayar mahal, dan akhirnya saya mau, pasti saya mungkin tidak bisa menghabiskan makanan itu. Sesuai perjanjian, makanan tak habis, bayaran tak dapat. Malah rugi saya hehehe.

Saya pribadi, hanya menulis hal-hal yang saya sukai. Saya tidak mau memaksa diri. Bahkan sekali pun ada tawaran menulis dan saya tidak suka dengan temanya maka saya tidak menerima. Berbeda ya, kalau ada tawaran menulis, tapi belum pernah ditulis. Nah itu bisa sambil dipelajari.

Badan Kurang Fit

Salah satu modal utama seorang penulis adalah sehat. Jadi teman-teman jangan lupa jaga kesehatan. Karena kalau sakit, maka percuma sejuta ide keren. Kalau saya sih, endingnya harus tiduran, berjaket, berkaos kaki dan berselimut tebal hahaha.

Makanya, berhenti saja menulis saat kondisi badan tidak fit. Memaksakan diri percuma, karena hasilnya tidak maksimal, malah bisa tambah sakit.  Sebaiknya istirahat dulu, pulihkan kesehatan, baru kembali menulis.

Soalnya jangan salah, lho. Menulis itu kelihatan pekerjaan simpel. Cuma duduk sambil tak tik.. tak tik... Padahal yang pernah saya baca, menulis itu pekerjaan yang menguras energi juga. Jadi kuncinya kembali menjaga kesehatan saat lagi sehat ya, teman-teman. Dan masing-masing pasti tau hal-hal apa yang bisa menyebabkan kurang fit. Kan badan, badan sendiri hehehe.

Misalnya saya tuh, paling tidak bisa behadang. Tidur harus paling telat di bawha pukul 12 malam.lewat dikit, besok bangun kepala puyeng. Lainnya saya menghindari makanan yang sangat pedas. Makanya penjual gado-gado melongo, saat saya minta cabenya 1 satu saja hahaha. Bergaya makan pedas sedikit saja, urusannya langganan setiap kamar mandi hahaha.

Saat Ada Urusan Lain

Dalam hidup ini kan, tidak hanya  berkutat dengan urusan menulis.. menulis.. dan menulis. Menulis itu harus berbarengan dalam aktivitas lainnya. Jadi berhentilah menulis saat ada urusan yang harus diselesaikan. Kelar urusan, hati tenang adem ayem, tentram, menulis pun jadi semangat dan anteng kembali hehehe.

Soalnya kan, menulis itu harus ada targetnya, baik bukan job maupun job. Kalau yang bukan job, bisalah, kita langgar targetnya 1-2 kali. Apalagi kalau urusan itu datangnya dadakan ya. Nah, bagaimana kalau tulisan yang job. Deadline sudah mepet, urusan harus segera diselesaikan. Aduh.. Biyung.. pusing pala beibe hahaha.

Kalau saya, selalu usahakan menyelesaikan tulisan sesegera mungkin. Jadi kalau ada urusan mendadak, tidak menganggu aktivitas menulis. Atau kalaupun tulisan belum selesai, masih ada jeda. Misalnya, dapat job 1 Agusuts dan Deadline menulis sampai tanggal 30 Agustus 2019. Maka saya kerjakan. Misalnya di tanggal 15 Agustus ada urusan mendadak, masih bisa ditinggalkan.

Nah, itu dia 5 ulasan singkat saya. Jadi saat teman-teman mengalami 5 hal di atas, maka segeralah berhenti menulis. Dan agar terhindar, bisa lakukan trik dan tipsnya. Semoga bermanfaat ya, teman-teman. Salam semangat menulis.

Bambang Irwanto


Subscribe to receive free email updates:

34 Responses to "Berhentilah Menulis Saat Mengalami 5 Hal Ini"

  1. Terkadang dalam melakukan sesuatu yang kita senangi memang butuh jeda atau berhenti sejenak. Seperti menulis pun ada waktu kita harus menghentikannya, agar tidak jenuh, karena kejenuhan yang dipaksakan terus menerua bisa menyebabkan kita kehilangan rasa dalam membuat tulisan2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali, Mbak Andi.
      Jadi buat menulis itu enjoy dan menyenangkan, tapi membawa hasil maksimal.

      Delete
  2. Saya mau share boleh ya. Buat saya, nulis itu buat "ngebuang" pikiran yang seliweran di kepala. Kalau sudah dituliskan, seliweran itu hilang. Berganti topik lain yang berseliweran. he..he..he..

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali, Mas Irpan.
      Menulis itu salah satu terapi juga. Rasa marah dan sedih misalnya, bisa dituangkan dalam tulisan. Jadi hati lega. Makanya zaman dulu itu banyak Dear.. Diary hehehe. Sekarang diary-nya bisa di blog hehehe

      Delete
  3. Wah bener banget nih, meskipun aku cuma nulis blog, tapi kerasa bgt kalau lg badmood. Harus bener2 mood untuk memulai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Aini. Dan itu hal biasa. Jaid berhenti sejanak, lalu lakukan aktivitas lainnya yang menyenangkan, Mbak.

      Delete
  4. Pernah aku merasakan hal seperti diatas, tapi memang menulis jadi ga nyaman dan apa yang mau ditulis pun langsung blank, dan kalau udah begitu ya lebih baik istirahat dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Selvi. Dan sebenarnya, pekerjaan apapun, kalau lagi tidak fit, maka hasilnya tidak maksimal, Mbak. jadi fokus pulihkan kesehatan.

      Delete
  5. kalau waktu mau nulis itu malas gimana mbak? duuuh,,,,,, memang mengumpulkan energi buat nulis itu sungguh sangat membuat dilema

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. saya langsung bercermin dipanggil, Mbak ini, Mbak Rosa hahaha.

      Jadi malas itu harus dilawan, Jadi lebih dikobarkan semangat menulisnya. Karena kalau malas dibiarkan, akhirnya tidak menulis-menulis.
      Semangat, Mbak Rosa.

      Delete
    2. Tidak apa-apa, Mbak.
      Tapi sekali lagi, denda semangkuk bakso ya, Mbak hahaha

      Delete
  6. aku benar-benar berhenti menulis sampai 3 bulan nggak ngeblog karena baru punya bayi. Secara, anak pertama jadi masih sedikit bingung dalam menjaganya. Satu lagi, berhenti menulis kalau enggak menguasai bahan. Biasanya cari data data dulu, baru deh mulai menulis...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali, Mas Erfano.
      Soalnya punya baby pertama antara senang dan repot juga hehehe.
      Nah, sudah pas itu, Mas. Berhenti sejenak untuk mencari bahan yang lengkap dulu, baru nulis lagi.

      Delete
  7. Selalu suka dengan tulisan Mas Bambang ini. Saya tambahkan satu lagi boleh ya, bagi buibu yg punya anak batita kayak saya, berhentilah menulis kl anaknya udah nangis minta diperhatikan, wkwk

    Nice share, Mas. Tulisannya mantul.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, betul sekali, Mbak Mia. Kalau sedang nulis, anak nangis, yakin akan membuyarkan kosentrasi. Jadi utamakan anak dulu. Salam semangat menulis, Mbak.

      Delete
  8. Wah iya mas, kadang kalau lagi jenuh aku juga ga nulis dulu. Karena kalau di paksa nulis malah tulisan yang kita tulis jd berantakan dan bahkan nga nyambung gitu.. hehehe nah kalo udah Kya gitu aku biasanya take rest sejenak deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Mbak Idah. Karena kalau sudah jenuh, itu akan blank, Mbak. Jadi mending berhenti sejenak, lalu cari aktivitas lain yang menyenangkan yang nantinya akan membuat semangat menulis.

      Delete
  9. Kalau menulis yang gak kusukai seringnya kutolak dari awal jd terhindar dr gtu2 haha. Seringnya jenuuuhhh ya ampun deh :D
    Hahaha maunya gtu pak, angkat ransel dan cus jalan, apa daya jd emak2 udah gak bisa sebebas merpati HAHAHAHA. Paling banter tutup leptop taruh hp dan nonton drama jepang/ korea ajaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mbak April. Makanya saya heran, ada teman curhat, dia susah menulis, karena yang ditulis tidak dia sukai. Jadi solusinya berhenti saja menulis apa yang tidak dia sukai hehehe.

      Tapi itu nonton drama Jepang atau Korea juga seru, Mbak. Soalnya banyak ide yang bisa didapat. Saya juga sering, untuk mempelajari alur ceritanya.

      Delete
  10. benar banget pak, aku selalu pending nulis kalau udah nemu problem ini. Karena hasilnya malah menjadi amburadul tulisanku, bukannya bernyawa malah seperti ngalor ngidul gitu tulisannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas Ilham. Soalnya menulis itu kelihatannya enak ya, tinggal duduk ngetik. padahal butuh konsen tinggi. Jadi kalau sudah tidak fokus, tinggalkan sejenak.

      Delete
  11. Saat ini pun saya sedang jenuh menulis. Lagi kehabisan bahan.
    Eh sama gak ya hi hi hi

    Jadi sekarang bw aja de.. Sapa tau dengan baca2 tulisan temen2 jadi dapat wangsit mau nulis apa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu sudah pas, Mbak. Karena BW itu banyak sekali manfaatnya. nambah pengetahuan juga, dapat bahan tulisan juga.

      Delete
  12. Sepakat mas... Karena kalau salah satu dari 5 hal di atas kita alami, dipaksa menulis juga percuma. Yang ada malah migrennya kumat hihi, kalau saya ini... Memang perlu sejenak melepaskan beban menulis, untuk bisa menulis lagi. Tfs mas. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Mbak Sapti. Yang ditulis juga tidak maksimal.
      Jdi tinggalkan sejenak, lakukan hal-hal menyenangkan, lalu kembali menulis hehehe

      Delete
  13. Toss kita, Mas..kalau jenuh jalan-jalan hehe
    Pulangnya segar lagi pikiran, punya bahan tulisan dan inspirasi penuh minta dituangkan..
    Siip, makasih tipsnya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss, Mbak Dian. Dan saya memang paling suka solusi jalan-jalan ini hahaha.
      Dan saya beruntung, Kebumen ini banyak wisata seru dan tidak terlalu jauh dari rumah saya. Pulang pergi juga bisa. Bahkan sehari bisa 2-3 tempat wisata yang bisa didatangin hehehe.

      Delete
  14. Kalau aku lagi gak moodie biasanya aku nonton drama korea dulu mas buat penyemangat. Eeeaaaa... Soalnya kalau udah nonton suka muncul idea kreatif langsung deh menulis.

    ReplyDelete
  15. Memang, Mbak Tika.
    Saya juga sesekali nonton drama korea. soalnya banyak dapat ide, bisa dipelajari alurnya. Hanya kalau nonton harus tahan godaan juga. Soalnya pasti maunya lanjut mulu, lanjut mulu. Eh tau-tau sudah subuh hahaha.

    ReplyDelete
  16. saya biasanya kalo berenti nulis,, pas denger suara adzan pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... itu memang harus, Mas Irwin.
      Jadi habis salat, berdoa, menulis semakin lancar hehehe.

      Delete
  17. Kalau badan kurang fit atau lagi sakit. ya harus berhenti menulis. Jangan memaksakan diri.
    Tidak menguasai apa yang mau ditulis itu memang repot. Waktu terbuang didepan komputer.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali, Mas Djangkaru. Tidak menguasai bahan jadi tulisan juga jadi garing, Mas. Dan akhirnya pasti harus direvisi lagi hehehe.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.