} Ada Batu Tokek di Wasiat Bukit Putri Kebumen - Cerita Bambang Irwanto

Ada Batu Tokek di Wasiat Bukit Putri Kebumen


Ada Batu Tokek Wasiat Bukit Putri Kebumen - Pertama kali membaca namanya di media sosial, saya langsung berpikiran tentang sebuah wasiat. Wasiat Bukit Putri.. ehm apakah di sana dulu sebuah bukit yang diwasiatkan untuk seorang putri? Ataukah di sana dulu sebuah bukit yang dihuni oleh para putri-putri. Wih.. saya jadi teringat film Pulau Putri dulu hehehe.



Rasa penasaran inilah yang membuat saya bersemangat mendatangi Wasiat Bukit Putri. Kebetulan waktu itu, saya memang wisata ke bagian utara Kebumen tepatnya di wilayah Sadang. Dam Wasiat Bukit ini masih masuk wilayah Sadang.

Makanya, setelah dari embung Cangkring, saya pun memacu motor saya menuju Wasiat Bukit Putri. Saya sempat ragu, soalnya beberapa orang yang saya tanyain, mereka tidak tau di mana letak Wasiat Bukit Putri itu. Malah ada yang baru dengar namanya. Tapi untunglah setelah saya sebutkan nama daerahnya yaitu Kedunggong, barulah ditunjukkan arahnya. Tapi tetap, orang tidak tahu di mana tepatnya letak Wasiat Bukit Putri.


Akhirnya saya memutuskan lanjut saja, dengan mengikuti arah jalan yang ditunjukkan. Jadi dari embung cangkring, ikuti jalan saja. Nanti di pertigaan sungai Lukulo, itu belok kanan, sedangkan belok kiri menuju pusat Kebumen. Nah, ini jelas saya tandai saat pulang nanti.

Saya pun menyusuri jalanan berliku dan menanjak. Beberapa titik agak rusak sih, jadi harus berhati-hati. Tapi jangan salah ya, justru medan seperti ini yang disukai penggemar motor trail. Dan terbukti, saat saya sampai di sana, di sekitar bukit, kelompok motor trail sedang atraksi.


Akhirnya arah saya menemukan titik terang, sampai akhirnya saya bertemu seorang Bapak yang sedang beristirahat. Sepertinya Bapak itu habis menambang pasir di sebuah sungai kecil. Bapak itu langsung tahu Wasiat Bukit Putri. Saya pun diarahkan ikuti jalan saja. Alhamdulillah.





Akhirnya, saya sampai juga di Wasiat Bukit Putri. Benar kata Bapak itu. Wasiat Bykit Putri berada di sisi jalan. Tepatnya di jalan Raya Kedunggong, Hutan Kedunggong, Sadang Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Wih.. suasananya sangat asyik. Lelah saya langsung hilang. Di hadapan saja terpampan bukit dengan hutan pinus yang hijau dan sejuk.



Wasiat Bukit Putri ini memang wisata yang masih terbilang baru. Makanya tampak warga setempat sedang gotong royong membenahi jalan menuju bukit. Motor pun saya parkir di bawah, lalu nanti jalan kaki ke area wisatanya.



Saya pun menyusuri jalanan bertanah merah. Saya beruntung karena pas ke sana, tidak hujan. Kalau hujan kan, bakalan jalanan tanah merah bakal legok. Debu sedikit tiidak masalah lah. Saat melintas, para warga menyapa saya dengan ramah. Saya sempat celingak-celinguk mencari loket tiketnya. Kok tidak ada ya? Akhirnya saya masuk tanpa tiket hehehe. Tapi saya yakin, tiketnya sangat terjangkau. Mungkin dikisaran 5000 rupiah.


Yang saya suka, di sini ada juga tempat-tempat duduk dengan atap bundar di atasnya. Pastinya asyik sekali bersantai sambil memandang alam sekitar. Dan.. seru juga nih, datang bersama keluarga, gelar tikar, keluarkan makanan, setel musik, mantap... hehehe.





Waktu saya datang, pengunjung sepi. Sepertinya hanya saya dan keluarga kecil yang terdiri Ayah, Ibu, dan seorang anak. Lalu ada beberapa anak warga yang bermain di sekitar. Tapi tidak masalah sih, mungkin karena wisatanya masih baru. Lagian kalau ramai, bisa saja bertemu banyak fans hahaha.. gaya benar saya ini.



Sampai di area, pemandangan memang lebih indah. Hutan pinus langsung memanjakan mata dan hati saya. Yang paling menyedot perhatian saya adalah adalahnya sebuah batu besar. Jelas terpampang namanya Watu Tokek.

Watu Tokek di Wasiat Bukit Putri


Saya pun langsung memeriksa sekitar batu besar itu. Saya cari apa coba? Cari tokek hahaha. Siapa tahu kan, di dalamnya ada tokek besar, atau mungkin sarang tokek, makanya dinamakan waktu tokek. Tapi ternyata kosong. Ora ono tokeknya hahaha.

Jadi sesuai namanya, Watu Tokek ini memang tekstur batunya mirip kulit kulit tokek. Dan saya rasa, ini yang menjadi ikon Wasiat Bukit Putri. Soalnya, selama saya menjelajah bukit-bukit di Kebumen, saya baru lihat batu bermotif seperti kulit tokek. Makanya wajib ya, buat selfie-selfie di sekitar Watu Tokek.

Tampak Depan Watu Tokek

Tampak Belakang Watu Tokek


Saya pun melanjutkan perjalanan menyusuri Wasiat Bukit Putri. Tidak jauh dari Watu Tokek ada menara buat selfie dengan latar alam sekitar. Jadi angle fotonya itu adalah high angle. Hanya karena agak tinggi dan saya pakai tripod, jadi lumayan juga goyang-goyang dan tidak fokus hehehe.



Kelar selfie, saya jalan lagi. Wah.. ada pintu gerbangnya. Ternyata lokasi yang ada Watu Tokek dan Menara Selfie itu, seperti lobinya Wasiat Bukit Putri Ini. Nah, lokasi intinya Wasiat Bukit Putri ya setelah melewati gerbang.



Di pintu gerbang sudah diinfokan kalau di Wasiat Bukit Putri ada apa saja. Dari Jembatan Hoki, Rumah Pohon, Sungai, Pohon Khayangan, Bilik Cinta dan Sunrise. Jadi di Wasiat Bukit Putri ini sunrisenya katanya keren. Jadi teman-teman bisa sekali kalau mau camping.




Hanya sayangnya, saya tidak bisa menjelajah semuanya. Soalnya hari sudah sore. Saya memperhitungkan juga waktu perjalanan saya yang jauh dan melewati banyak bukit kecil. Kalau kemalaman kan gawat hahaha. Insya Allah saya akan ke sini lagi lebih pagi. Jadi bisa puas menikmati Wasiat Bukit Putri.

Yuk, dolan ke Kebumen, karena banyak tempat wisata seru dan menyenangkan. Kalau teman-teman mau melihat vlognya, silakan mampir ke channel saya ya, walau masih amburadul hehehe. 
Selamat berwisata. Salam...




Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

45 Responses to "Ada Batu Tokek di Wasiat Bukit Putri Kebumen"

  1. Pemandangannya apik, udaranya pasti sejuk, tempat ini bisa jadi ide cerita anak nih di tangan Daeng hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apik tenan, Mbake Dedew.
      Masih sanat alami sekali.
      Dan.. di sini banyak dapat ide cerita, Mbake hehehe.

      Delete
  2. Geli gitu ya mas mirip kulit tokek. Tapi unik juga sih jadinya. Saya juga baru dengar tentang wasiat bukit putri, kalau dibuatkan outbond mungkin jadi terkenal ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Aini. Ini tempatnya berpotensi sekali dibuat outbond. Dan karena masih baru, makanya perlu sekali terus dipromosikan, agar orang semakin tahu dan berkunjung ke Wasiat Bukit Putri ini.

      Delete
  3. hutan pinus ini kayaknay jenisnya beda ya, adem lihatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini yang bisa diambil getahnya, Mbak Tira.
      Dan memang bukit Kebumen rata-rata ada hutan pinusnya. Jadi adem banget hehehe

      Delete
  4. Pas pertama kali baca judulnya, aku tadinya berpikir pasti di sekitaran batu itu jadi tempat tinggalnya para tokek. Ternyata sama kayak Mas Bambang ceritakan, watu tokek cuma sebutan untuk batu yang mirip dengan kulit tokek.

    Sampeyan nulis tentang tempat wisata keren di Kebumen beberapa tulisan, bikin aku jadi pengen main ke Kebumen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas Erfano. Jadi mungkin sekilas tekstur batunya mirip kulit tokek hehehe.
      Yuk, dolan ke Kebumen, Mas. Dijamin happy hahaha.

      Delete
  5. Asri tempatnya ya Mas, apalagi berfoto dengan background Watu Tokek, aku malah berpikir jangan-jangan Tokek berubah jadi batu karna tidak nurut atas wasiat putri. Hahahaha. Ngarang bebas bisa kan Mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren imajinasi, Mbak Yanti.
      Bisa, Mbak. Dan itu bisa saja jadi cerita legenda. Misalnya ada orang yang membunuh pangeran tokek. Makanya dia dikutuk hahaha.

      Delete
  6. Masnya iseng banget ya sampai telusuri di mana tokeknya, hahaha ... Kalau ternyata ujug-ujug keluar tokek gede gimana, hayooo?

    Wisata alam begini memang nyenengin, ya. Paling kalau bawa anak-anak jadi sedikit berat karena pasti harus bawain baju ganti. Meskipun kondisi nggak hujan, suka pada main tanah atau perosotan gitu. Aku belum pernah ke Kebumen, next time mesti mampir nih, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penasaran, Mbak Melina. Siapa tau dapat wangsit hahaha.

      Tempat ini pas untuk anak-anak, Mbak. Dan rencananya nanti kendaraan parkir di atas. Matanya jalannya dibenahi. Tempatnya berpotensi sih, jadi salut dengan warga yang mengembangkan.

      Yuk, dolan ke Kebumen, Mbak.

      Delete
  7. Wisata baru yang patut semakin diperkenalkan. Apalagi ada ikonnya watu tokek. Udara di sana pasti sejuk dengan pohon pinus. Etapi penasaran juga sih sama jembatan hoki, bilik cinta, dan pohon khayangan seperti apa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banar sekali, Mbak. tempatnya berpotensi, jadi harus terus diperkenalkan. Apalagi masyaratnya sangat mendukung juga. Saya yakin, ke depannya akan jadi salah satu wisata favorit di Kebumen.

      Delete
  8. Dikebumen seru juga ya ada bukit yang asik buat dijelajahi, apalagi jalanannya menuju kebukit mudah untuk dilewati. Dan memang indah banget pemandangannya, apalagi kalau sepi begitu seperti milik sendiri hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Mbak Selvi.
      Di Kebumen sangat banyak bukit indah. Dan memang Kebumen itu dominasi wisata alam, Mbak.

      Delete

  9. Hihi, samaan mas. Saya juga pertama kirain ada wasiat nya. Ternyata cuma nama. Tempatnya indah sekali. Tapi kalo jalan bersolo traveling ke sini, kok saya merasa serem sendiri. Hehehe
    berasa kayak ada mistik2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang, Mbak. Namanya tempat baru dikunjungi dan alam bebas. jadi saya "permisi-permisi juga, Mbak hehehe.
      Tapi ke sini ramai-ramai atau sendiri, tetap seru, Mbak. Masing-masing ada kesenangan tersendiri hehehe.

      Delete
  10. Jadi inget kata mbahku dulu, kalau rumah ada tokek itu adalah titisan yang jaga kita. hehehe.. ga tahu b.ener atau gak? btw pemandangannya asri dan adem ya bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, rumah saya di Makassar itu ada tokek besarnya, Mbak. Di waktu tertentu dia muncul dan bersuara. Tapi ga ganggu sih.
      Eh, pas di jawa, ada juga tokek besar di rumah nenek saya hehehe

      Delete
  11. Seru ya wisata alamnya di kebumen, dan kok lucu ya namanya wasiat batu putri, kirain ada bekas kerajaan di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Maliha. Namanya Wasiat Bukit Putri. Biasaya kan nama bukitnya dulu. Misalnya Bukit Wasiat Putri atau Bukit Putri Wasiat.
      Mungki maksudnya bukit indah yang diberikan kepada masyarakat untuk terus dijaga, Mbak hehehe.

      Delete
  12. Untuk jalanan masih terjang yac, masih belum tertata untuk wisata. Sepertinya kalo untuk wisata keluarga belum bisa yac mas hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya tidak terlalu terjal, Mbak. Dan ini tidak terlalu mendaki. Bahkan nantinya, parkir kendaraan akan di atas. Hanya kemarin itu memang jalanan masih dibenahi, jadi parkirnya sementara di bawah dulu.

      Delete
  13. Pas baca batu tokek kupikir ada sarang tokek juga mas hehe. Lumayan tuh kalau bisa dapat tokek segede kucing. Puluhan atau ratusan juta ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.. memang kabarnya tokek itu mahal ya, Mas Pring. Soalnya buat obat.
      Dan dulu rumah saya di Makassar ada tokek besar, Mas.
      Di waktu-waktu tertentu tokeknya muncul dan bersuara keras hehehe.

      Delete
  14. Kok keren² sih tempat wisata di Kebumen. Jadi nambah referensi nih kl suatu saat ada langkah ke Kebumen. Izin intip² blognya ya Mas. Thank you for sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang, Mbak. Makanya harus terus dipromosikan. Apalagi semua wisatanya indah. Sesuai hati dan kantong.
      Silakan, Mbak Mia. Sama-sama.

      Delete
  15. bagus buat take video konten ini pak. Lokasinya penuh pohon pinus juga tuh, pasti viewnya keren banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali, Mas Ilham.
      Saya juga coba buat vlog, walau masih amatiran hahaha.
      Dukungan pohon pinus memang sangat bagus diambil dari berbagai angle.

      Delete
  16. Semangat terus mas Bam explore Kebumennya. Kayaknya ga pernah habis-habis yak wisata di kebumen, termasuk wisata batu tokek ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat, Mas Andik.
      Dan ini belum semuanya, Mas. Makanya semoga saya sehat terus, dan ada waktu. Jadi saya bisa terus jalan-jalan hehehe.

      Delete
  17. Hahaha.. kirain ketemu tokek putri yg kalau di kiss menjelma jadi putri cantik nan ayu. Jadi kalau main ke watu tokek, Mas Bambang sudah bersama keluarga kecil.. eeaaa..

    Habis ini saya diblacklist sama Mas Bambang. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. keren sekali idenya, Mbak Ade.
      Ini bisa jadi dongeng juga buat anak-anak. Pastinya disisipin pesan moral yang pas.

      Delete
  18. Kalau wisata di hutan begini aku suka takut banget dengan serangga. Pernah trauma sih digigit serangga aneh di tempat wisata yang touch dengan alam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang, Mbak Tika. Namanya alam bebas, maka kadang serangga banyak.
      Tapi kemarin di sini aman, sih.
      Hanya saya memag selalu bawa kantung obat, Mbak. Untuk antisipasi kalau kena gigitan serangga.

      Delete
  19. Mas Bambang kacamatanya nggak dilepas nih selama di Bukti Putri. Itu memang silau atau karena mau gaya aja. Tapi, tetep kece kok posenya ☺

    ReplyDelete
  20. Hahaha.. dilepas, Mas Maidy. Sengaja dipakai kalau pas foto. Biar tambah keceh hahaha.
    Di sini teduh, Mas. Jadi ga silau.

    ReplyDelete
  21. Tempat wisatanya masih baru ya mas. Ternyata masih banyak daerah di kebumen yang masih bisa di explore, terutama utk wisata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat banyak, Mbak. Dan karena semua emnarik dan memesona, maka harus terus dieksplor, agar semakin dikenal lebih luas.

      Delete
    2. Sangat banyak, Mbak. Dan karena semua emnarik dan memesona, maka harus terus dieksplor, agar semakin dikenal lebih luas.

      Delete
  22. Kirain tadinya tokek yang jadi batu
    Atau batu yang mirip tokek
    eh ternyata hanya bentuk kulit batunya saja.
    Dan bertiket pula :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas Djangkaru.
      Tapi ini mungkin ada legendanya juga ya, Mas hehehe.
      besok kalau ke sana saya tanya lagi.

      Delete
  23. Adem banget ngeliat warna hijau hijau. Sebelum melahirkan,minimal banget 1 bulan sekali cuci oaru oaru. Sekarang, huft.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Cuci mata perlu sekali. Jadi refreshing juga. Jadi semakin semangat menulis hehehe.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.