} Format Standar Penulisan Naskah - Bambang Irwanto Ripto

Format Standar Penulisan Naskah

Untuk teman-teman yang baru mulai terjun menulis, terkadang format standar penulisan naskah yang ditulis belum pas. Ini banyak saya teman di kelas menulis cerita anak Kurcaci Pos yang saya adakan. Jadi tampilan naskah dari awal sampai akhir rata. Tidak ketahuan mana paragraf baru. Dan ini jelas sangat mengganggu kenyamanan membaca.

Penampilan naskah yang kurang rapi

Makanya, koreksian pertama yang saya terapkan adalah memperbaiki penampilan naskah dulu. Tujuannya, selain tampilan naskahnya jadi rapi, enak dibaca, tentu saja agar jelas paragraf-paragrafnya.

Tapi sebenarnya, penampilan naskah ini pun jadi penilaian awal di media atau di penerbit. Ibaratnya, kesan pertama harus mengoda hehehe. Walau sebenarnya isi naskahnya bagus, tapi penampilan naskahnya amburadul, bisa saja langsung disisihkan, dan beralih ke naskah lainnya. Sayang sekali, kan?

Nah, berikut saya bagi tips sederhana format standar penulisan naskah.

Margin

Pertama, tentukan dulu margin yang akan digunakan. Margin adalah ukuran atas-bawah dan kanan-kiri naskah. Dan untuk mengetahui margin, bisa klik page layout, lalu klik margins. Dan untuk pengetikan naskah yang biasa digunakan adalah last costum setting dan normal.

Margin yang bisa digunakan

Paragraf

Sebagai penanda paragaf, awal pengetikan harus menjorok sedikit ke dalam. Format ini sudah diberlakukan sejak masih mengetik naskah pakai mesin tik. Bedanya, kalau mesin tik dulu, kita mengaturnya secara manual. Setiap paragraf baru, kita beri 4-5 ketukan, baru mulai menulis.

Mengetik menggunakan komputer atau laptop, tentu sangat mempermudah kita. Tidak perlu lagi mengatur secara manual. Tinggal diatur jarak sejak awal kita menulis. Caranya, dengan mengatur yang tadinya rata, lau digeser atasnya.

Mengatur  penanda Pragraf

Jenis Huruf

Saat menulis naskah, saya menggunakan 2 jenis huruf standar. Bisa Times New Roman ukuran 12 atau Arial ukuran 11. Tapi untuk jenis huruf ini, bisa disesuaikan dengan ketentukan media atau penerbit. Kalau penerbit atau media minta jenis hurufnya Times New Roman, maka jangan pakai Arial. Demikian pula sebaliknya. Ukurannya pun bisa disesuaikan lagi.

Jenis dan ukuran huruf


Kerataan Naskah

Ada 4 format yang bisa dipilih. Hanya untuk penulisan, biasanya saya hanya menggunakan dua, yaitu setiap baris tidak rata karena disesuaikan dengan kata terakhirnya, dan barisnya rata. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada gambar di bawah ini :

Pengatur kerataan naskah

Naskah dengan ujung sisi kanan tidak rata
                     
 
Naskah dengan ujung sisi kanan rata

Spasi

Untuk spasi yang sering digunakan adalah 1, 1,5 atau 2. Tapi tetap harus diperhatikan syarat yang diberikan penerbit atau media, ya. Jadi kalau mereka minta pakai spasi 1,5, maka jangan gunakan spasi 1 atau 2.

Untuk spasi, bisa diatur di bagian ini :

Spasi yang bisa dipilih

Nah, demikian format penulisan standar naskah. Silakan diterapkan, dan lihatlah tampilan naskah teman-teman. Lebih rapi tampilannya dan enak dibaca, kan? Terus semangat menulis, ya.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Format Standar Penulisan Naskah"

  1. Terimakasih, uraian langkah-langkah menulis "renyah", sistematis, mudah dipahami, in syaa Allah mudah diikuti. Mudah-mudahan saya segera dapatmenerapkan dengan baik, dan mewujudkan impian menulis buku yang sejak dulu timbul-tenggelam dalam impian. Terimakasih.

    ReplyDelete
  2. Sama-sama, Mbak Titi.
    Ayo, terus semangat menulis, Mbak.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.