} Tips Beli Meterai Digital dan Cara Menggunakannya - Bambang Irwanto Ripto

Tips Beli Meterai Digital dan Cara Menggunakannya

Alhamdulillah minggu ini saya mendapatkan kesempatan dan pengalaman baru. Pada tanggal 18-19 Maret 2024, saya menjadi juri Lomba Dongeng Pusat Penguatan Karakter atau Puspeka 2024. Pastinya senang, seru, sekaligus deg degan hehe.



Jadi walau sudah biasa mengoreksi tugas menulis di kelas kurcaci Pos, tapi saat menjadi juri dan menilai naskah cerita peserta jelas berbeda. Apalagi kan, tidak saya sendiri. Jadi saat penentuan pemenang ada saling adu argumen juga hehe.


Catatan Kecil dari Lomba Dongeng

Setelah menentukan pemenang, pastinya ada kelegaan juga. Dan ada beberapa catatan pastinya. Dan salah satu catatan paling utama adalah banyak peserta yang tidak lolos seleksi administrasi dan lanjut ke tahap kurasi, karena banyak peserta yang menggunakan meterai bodong. Iya, mereka meng crop gambar atau foto meterai dari google, lalu diletakkan di naskah mereka. Makanya banyak hasil crop yang nomor meterainya sama.

kurasi lomba dongeng puspeka 2024
Suasana Penentuan Pemenang 


Alhamdulillah jurinya jeli. Jadi kecurang ini bisa diatasi. Hanya disayangkan saja, kenapa mereka melakukan kecurangan itu. Padahal justru merugikan diri sendiri. Misalnya sudah setengah mati menulis cerita dan bisa berpeluang lolos, akhirnya jadi sia-sia.

Berbagai hal pun muncul di pikiran para kurator naskah. Kenapa mereka melakukan hal itu? Apa karena meterai mahal? Jauh membelinya? Atau karena faktor kemalasan.

Meterai dan Kegunaannya

Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, meterai adalah cap tanda berupa gambar yang tercantum pada kertas atau terukir pada kayu, besi, dan sebagainya. Namun di Indonesia Meterai itu tercantum di kertas dan merupakan meterai basah atau manual.

meterai basah
Penggunaan Meterai Basah (Foto Dokpri)


Fungsi meterai secara garis besarnya adalah alat untuk membayar pajak dokumen yang dapat digunakan sebagai alat bukti atau keterangan.

Dan di dunia tulis menulis, penggunaan meterai ini sudah lumrah. Sesuai pengalaman saya pribadi, saat saya ada Surat Perjanjian Penerbitan dengan sebuah penerbit, maka wajib mencantumkan meterai. Saat saya mendapat pekerjaan sebagai blogger dengan nominal yang lumayan, ada suara tertera meterai juga.


Meterai Elektronik

Dunia terus bergulir, dan perkembangan dan perubahan untuk kebaikan terus hadir. Salah satunya dari segi meterai. Saat ini sudah ada e-meterai yang pastinya akan sangat membantu dan memudahkan kita. Jadi tidak akan ada lagi aksi kecurangan dalam soal meterai ini.

meterai digital
Tampilan e-meterai (foto : paper id)


Nah, makanya saya heran. Bila kesulitan mendapatkan meterai basah, kenapa tidak menggunakan meterai elektronik saja, ya. Apalagi cara membelinya juga mudah.

E-meterai adalah fitur baru di Privy. Kegunaannya tentu saja membubuhi meterai elektronik yang diterbitkan oleh Peruri pada dokumen digital. Jadi lebih praktis dan mudah ya. Kalau sebelumnya, saya harus print dulu dokumennya, terus tempelkan meterai dan tandatangan. Lalu scan dokumen baru dikirim secara digital. Sekarang langsung tempel e-materai pada dokumen digital kita.

Keunggulan e-Materai

Kehadiran e-meterai ini pastinya mempunyai keunggulan juga. Apalagi kedudukan meterai elektrik ini sama dengan meterai basah/manual adalah sah secara hukum dan diatur pada undang-undang Nomor 10 Tahun 2000 tentang Bea Materai. 

Kenali e-meterai dengan Baik (Foto : Kompas TV)



Nah, berikut keunggulan e-meterai :

Lebih mudah dan cepat digunakan

e-Meterai lebih praktis dan cepat saat akan digunakan. Apalagi kalau dalam keadaan segera harus digunakan. Teman-teman tidak perlu keluar rumah untuk membeli. Selain itu tidak khawatir akan hilang. Terus bisa digunakan di mana saja kita berada.

Mencegah Pemalsuan

e-meterai mencegah dari pemalsuan. Ini karena e-Meterai dilengkapi teknologi tanda tangan digital dan fitur keamanan serta segel khusus Peruri yang hanya dapat dibaca dengan aplikasi khusus.

Tidak Mudah Rusak

Meterai basah atau manual yang itu ukurannya kecil, jadi bisa mudah hilang atau keselip. Selain itu juga mudah robek. Nah, e-meterai dijamin aman. Jadi malah lebih menghemat.

Fitur e-meterai di Privy

Mungkin karena e-meterai belum familiar di masyarakat umum, maka masih banyak teman-teman yang kesulitan menggunakanya. Tenang saja, teman-teman bisa mampir ke Privy.




Nah, E-meterai adalah fitur baru di Privy. Kegunaannya tentu saja membubuhi meterai elektronik yang diterbitkan oleh Peruri pada dokumen digital. Jadi lebih praktis dan mudah ya. Kalau sebelumnya, saya harus print dulu dokumennya, terus tempelkan meterai dan tandatangan. Lalu scan dokumen baru dikirim secara digital. Sekarang langsung tempel e-materai pada dokumen digital kita.

Cara Menggunakan e-Meterai 

Cara membubuhkan meterai dengan aplikasi e-meterai di Privy sangat mudah. Hanya dengan 4 langkah saja. 

  • Pertama, temen-teman buka Privy teman-teman melalui web mobile/web app, switch ke akun perusahaan.

  • Pilih jenis workflow yang diinginkan dan unggah dokumen yang ingin dibubuhkan e-meterai.

  • Pilih menu tanda tangani dengan e-meterai lalu pilih jenis dokumen.lalu tempatkan meterai pada posisi yang diinginkan.

  • Klik lanjutkan dan e-materai berhasil ditempelkan.

Nah, sekarang semakin dimudahkan dengan kehadiran e-meterai ini kan. Jadi tidak ada alasan lagi menggunakan meterai bodong lagi.

Bambang Irwanto





Subscribe to receive free email updates:

66 Responses to "Tips Beli Meterai Digital dan Cara Menggunakannya"

  1. kemudahan beli materai karena nggak perlu repot nempelin dan scan kalau butuh kirim dokumen lewat surel, praktis beli di privy sekaligus aman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga takut kelupaan lagi selama bawa smartphone ya
      Bisa beli e materai langsung dan dokumen langsung diproses

      Delete
    2. Bener Mba. Apalagi berkas yang sudah ditempel meterai begini dikirim ke klien. Deg degan banget sepanjang si dokumen belum diterima. Misalnya hilang di perjalanan kan jadinya harus bikin yang baru dan modal lagi.

      Delete
  2. Sekarang dengan teknologi semua bisa lebih mudah dan praktis ya. Kalau butuh materai gak perlu beli jauh-jauh dulu. Tinggal beli online aja dapet ya...
    Btw, baru tau ada yang nge-crop materai dari google, duh sayang ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betull sekarang kita haris ngikutin Jaman ya kak. Serba digital dan memang memudahkan manusia dalam urusan dokumen

      Delete
    2. Itulah sisi positif dan negatifnya dunia digital
      Selain praktis dan memudahkan ada juga celah negatif yang dimanfaatkan oknum untuk kepentingan sendiri
      Tapi udah ketahuan gitu mestinya malu ya

      Delete
    3. asiknya teknologi digital sekarang ini memang bikin simple ya kak
      sehingga urusan dokumentasi pun jauh lebih cepat dan gak belibet pula

      Delete
  3. Saya juga udah nyobain pake e-materai pak. Ternyata mudah banget ya, ngga perlu beli materai fisik dan harus scan ulang. Ternyata Privy juga udah ada fitur baru buat materai digital. Pokoknya jangan sampai deh kena materai bodong. Karena materai digital juga gampang banget aplikasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman Mbak Lintang bikin saya penasaran pengen juga segera bisa menggunakan materi digital ini. Hehe ... Semoga ada invoice bernilai besar yang memerlukan e digital. Haha... Aamiin...

      Delete
  4. Lah...kenapa gitu ya? Pakai materai bodong. Saya pernah baca juga nih ttg ini untuk melamar sebagai ASN. Sayang banget kalau kayak gini...
    Sekarang dimudahkan banget yah bisa pakai e-materai kayak gini. Harganya juga udah pasti. Kalau di gerai, selain kantor pos, harganya jadi naik...hehe... Mana di kantor pos sering kosong pula...

    ReplyDelete
  5. Duh, sayang banget ya, Mas. Mereka sudah mengeluarkan banyak energi untuk menyelesaikan karya, malah berujung gagal akibat tindakan sendiri yang mengambil foto materai di peramban biar gratis. Senang banget dengan adanya e-Meterai yang bisa didapat lewat Privy begini. Membantu banget. Karena jadi nggak perlu mondar-mandir beli meterai dulu, atau meterai-nya robeklah, hilanglah. Kecuali dokumen fisik ya. Kalau dokumen digtal, ya lebih baik pakai e-meterai sih. Lebih satset pengerjaannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah kepikiran kalo naskah bermeterai hasil ngambil di internet itu, bukan naskah ori karya ybs. Ibarat pepatah, sekali lancung ke ujian seumur hidup orang tak percaya.

      Delete
    2. Loh? Emg bisa pake e-meterai dr mesin peramban? Emg ga ada verifikasi keaslian? Kalo udh kyk gini mah fatal. Mending kan yang pasti2 aja tuh. Kyk beli di Privy. Mudah, cepat, praktis

      Delete
  6. Ya Allaaaah, penulis ikut lomba tapi pakai meterai bodooong? Jadi pengen tahu alasan mereka sebelum pikiranku keburu traveling bahwa naskah yang mereka ikutkan itu nggak asli :(

    Betul, Mas. Kalau susah dapat meterai fisik, bisa pakai yang digital. Pastinya yang legal seperti di Privy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin kebiasaan instan dan gak mau repot ya Teh Eno?
      juga sembrono, akhirnya main tabrak aja.
      Tapi masa sih gak tau pentingnya bertanggungjawab ya?

      Delete
  7. ada kondisi di mana urusan administratif membutuhkan materai.
    nah kalau pas lagi urusan tersebut lewat online, jadinya kan materai online ini lebih praktis buat digunakan
    yang penting tetap bijak menggunakannya dan kondisi privacy penggunanya terjaga

    ReplyDelete
  8. Aku sempat ada pengalaman memakai meterai digital pas pendaftaran cpns kemarin. Memang d jaman yg serba digital ini kita harus mengikuti kecanggihan teknologi. Jadi sekarang lebih sompel dan mudah tinggal topup dan beli e-meterai

    ReplyDelete
  9. Jadi ingat kalau masih zmaan meterai basah, kalau dah sore atau malam hari butuh meterai jadi bingung. Apalagi kalau di tempat biasa beli ga ada stok. Jadi bingung.
    Beruntung sekarang sudah ga perlu bingung lagi dengan adanya e meterai

    ReplyDelete
  10. Makin praktis dgn kehadiran e-meterai. Kita ga perlu ke sana ke mari beli. Cukup bayar via online. Pengurusan dokumen yang perlu materai pun lbh gampang.

    Aku udah 3x ini ngurus bkin tabungan dan deposito. Dan perlu materai buat pengurusannya. Syukurlah dgn kehadiran Privy, pengurusan dokumenku pun cpt selesai. Bahkan hitungan menit dan ga perlu keluar rumah. Bener2 memudahkan nih Privy.

    ReplyDelete
  11. Baru tahu kalau ada materai digital, jadi belum pernah beli dan pakai.

    Ternyata cara kerjanya, kita harus unggah berkas yang ingin dibubuhi materai ya. Harga apakah sama dengan yang di kantor pos?

    ReplyDelete
  12. Nah enak gini daripada kudu beli materai dulu, print lembar pengesahan atau yang butuh materai, ditempel materainya, baru discan atau foto. Ribet dan bikin males. Alhamdulillah ada e- materai ini ya jadi sangat membantu

    ReplyDelete
  13. Baru ngeh ternyata ada materai digital atau materai elektronik. Zaman makin modern, jd mempermudah banyak hal, termasuk urusan materai.

    ReplyDelete
  14. Bener juga sih, dengan teknologi yang semakin canggih, kayaknya udah saatnya beralih ke e-meterai buat hindarin kecurangan dan lebih praktis. Gak sabar buat nyoba juga nih, pasti bakal ngirit waktu dan tenaga banget! 👍📑

    ReplyDelete
  15. MasyaAllah, wes ada materai digital, ya. Gak kepikiran loh saya. Tapi keren sih. Apalagi kedudukannya sama dengan materai basah. Jadi kan mendapatkan materai jadi lebih mudah.

    ReplyDelete
  16. Materai digital baru tau nih, ini memudahkan sekali ketika dapat dokumen yang harus dikasih materai jadi gak usah print dulu, tinggal bubuhi dengan materai digital. Noted nih belinya di Privy ya

    ReplyDelete
  17. Berani banget ya itu peserta yg pakai materai bodong. Padahal ini lomba setingkat pusat kan?
    Kasihan dan sayang kalau kandidat pemenang tapi harus cancel karena ada kesalahan di bagian administrasi seperti penggunaan materai bodong ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kok berani-beraninya ya peserta pakai yang tidak asli. Sebaiknya sih langsung gugur peserta seperti itu 😁

      Delete
  18. E-meterai dari Privy ini membantu banget dalam proses legalisasi ya, Kak. Apalagi untuk profesi editor seperti saya, yang kontrak kerjanya sering via online, pas banget memang pakenya e-meterai dari Privy.

    ReplyDelete
  19. E-materai ini membuat pekerjaan yang membutuhkan materai jadi lebih mudah ya? Soalnya aku pernah harus bolak balik kirim berkas karena ada berkas yang harus ditanda tangan diatas materai. Kalau udah digital gini prosesnya jadi lebih praktis

    ReplyDelete
  20. Cukup kaget dengan penggunaan materi palsu ini..
    Rasanya kalau sedang diburu waktu, menggunakan e-materai dari Privy jadi cukup memudahkan yaa.. Tinggal memanfaatkan teknologi.

    Mungkin si peserta tersebut belum kenalan sama Privy yaa, mas Bams.

    ReplyDelete
  21. Jujur seumur-umur sering pakai materai, baru tahu kalau fungsinya untuk membayar pajak dokumen. Beneran selama ini kayak nganggepnya cuma alat pengesahan aja. e-Meterai itu lucu ya dominan warnanya pink udah gitu bisa mencegah pemalsuan meterai dibanding yg fisik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Kak, saya juga baru tahu. Dan mikirnya juga cuma buat menandakan kalau dokumen itu asli dan sah gitu. Untung baca tulisan Pak Bambang, jadi tahu.

      Delete
  22. Kehadiran meterai digital ini pastinya semakin mempermudah proses dalam pembuatan dokumen dan pastinya juga sangat aman dan tidak rawan hilang dokumennya, saya pernah menggunakannya pada saat ada ttd lamaran pekerjaan

    ReplyDelete
  23. Waah berani-beraninya ada yang pakai materai bodong. Ngga takut apa kalau urusannya nanti bakalan panjang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia kak, padahal harusnya dipikirkan efek sampingnya ya. Jangan dikira juriny gak bakal ceki² lebih lanjut. Apalagi di era digital seperti sekarang yang gampang buat meriksanya

      Delete
  24. Aku jg pake Privy lho untuk urusan dokumen kerja. Soalnya praktis banget, beli meterainya bisa langsung secara online, lalu bisa langsung juga ditempelkan di dokumennya tanpa harus print dokumen dulu. Proses transaksi digital jadi lebih cepat juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya, nambahin dikit. Identitas digital juga bisa bikin di Privy lho, jadi klo buat transaksi bisnis bisa lebih terjamin keamanannya

      Delete
  25. Keren mashaAllah pa jd juri.. Btw, adaaa ya yg pakai materai bodong.. Sekrg udah solusinya dong ya pakai ematerai jd lebih mudah dan praktis dan tentu terhindr dr materai palsu

    ReplyDelete
  26. Sebagai pegiat digital, aku juga udah sering banget nih mas beli si e-materai ini.. tidak hanya lebih ringkas, tapi juga super duper easy to use!

    ReplyDelete
  27. Kok kepikiran gitu ya materainya bukan pakai yang asli. Kalau dokumennya soft copy kudu jeli banget itu melihatnya. Alhamdulillah nya pada teliti dan semoga kedepannya ndak ada lagi kejadian tersebut

    ReplyDelete
  28. Baru tahu ada materai digital. Lebih praktis ya pak. Gak bikin sampah kertas juga, jadi lebih ramah lingkungan. Sekarang semuanya serba digital.

    ReplyDelete
  29. Baru tauu soal e-materai ini. Makasih banyak infonya Mas, selama ini kalau harus tandatangan surat perjanjian ribet. Abis di-print mesti tempel materai, lalu discan lagi. Kalau ada e-materai kan enak, ga perlu print dan scan.

    ReplyDelete
  30. Saya dulu nih pernah make 1 materai di 2 dokumen. Gak tau kalo materai itu ada nomornya🤣🤣 tpi itu dulu waktu blum ada e-materai. Itu begitu juga karena butuh cepat dan tempat beli matrainya jauh.

    Untung sekarang udah ada e-materai, jd lebih mudah buat dapet materai klo butuh dadakan

    ReplyDelete
  31. sekarang penggunaan materai jadi lebih fleksibel, aman, otentik dan ramah lingkungan sejak adanya e-materai. dan menggunakan e-materai juga bisa dengan mudah melalui Privy

    ReplyDelete
  32. Saya termasuk yang sering menggunakan meterai, sampai-sampai nyetok banyak meterai di cashbox. Pengin deh nyobain pakai e-meterai.

    ReplyDelete
  33. Zaman semakin modern dan bertahap segala sesuatu mulai digitalisasi, termasuk meterai. Kita harus bersiap adaptasi secepat mungkin dengan perubahan yang tak bisa kita tolak, yang ada adalah menyesuaikan dan memahami sistem baru dalam dunia digitalisasi seperti penggunaan meterai elektronik ini ya

    ReplyDelete
  34. Praktis banget pakai e-materai, nggak perlu keluar rumah buat beli materai, eh, dapet yang palsu lagi. Nggak kuatir lagi ketipu materai palsu. Tinggal tanda tangan saja.

    ReplyDelete
  35. cukup dimudahkan ya dengan adanya e-materai ini. belum pernah coba sih dan jujur baru tau aku. astaga. Padahal berguna sekali di era digital ini ya

    ReplyDelete
  36. Wah aku belum pernah menggunakan e-materai karena belum ada kebutuhan menggunakannya, hehe. Mudah caranya ya, tinggal dekatkan e-materai pada posisi yg diinginkan. Alhamdulillah nanti nggak bingung kalau suatu saat membutuhkan.

    ReplyDelete
  37. Saya baru tau loh, kalau ada yang nge-crop gambar atau foto materai dari google untuk bikin surat pernyataan. Kok bisa kepikiran ke sana ya? Dan kok gak kepikiran sama saya, ya? Hahaha...
    Saya sih selama ini masih pakai materai basah. Next, mau coba pakai materai digital supaya lebih praktis.

    ReplyDelete
  38. Kok bisa ya ada yg makai materai palsu. Padahal harga materai gak seberapa.

    Matetai elektronik ini lebih praktis dan sulit dipalsukan nih. Jadi buat kita yang perlu tanda tangan bermaterai, bisa beli materai digital aja.

    ReplyDelete
  39. sangat Praktis karena E-meterai dapat dibeli dan digunakan secara online tanpa harus keluar rumah. juga Efisien karena Proses pembelian dan penggunaan e-meterai lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan materai fisik. yang paling penting ramah lingkungan

    ReplyDelete
  40. E meterai ini beli juga ya, mas di privy itu? Saya belum pernah pakai sih selama ini masih pakai cara manual juga hehe. Membantu banget kalau pakai e meterai ini ya

    ReplyDelete
  41. Mau nggak mau harus belajar dan mengikiti zaman ya, termasuk untuk urusan materia digital ini. Kalau udah paham caranya pasti malah terbantu..

    ReplyDelete
  42. Baca tulisan ini, langaung coba download Privy. Abis tuh cobain fitur-fiturnya. Bikin tanda tangan dan masukin meterai gampang banget dengan beebekal aplikasi ini. Bisa bikin id personal juga, yang bisa digunakan dengan mudah saat dibutuhkan

    ReplyDelete
  43. Keren yaa..
    Gak pernah terbayang sebelumnya kalau kini ada solusi paperless yang tepat yakni menggantikan semuanya secara digital. Termasuk penggunaan e-materai dalam sebuah dokumen agar tetap sah di mata hukum.

    ReplyDelete
  44. Lebih praktis penggunaan e-meterai ya. Saya pernah menggunakan Privy juga, tapi baru sebatas untuk tanda tangan digital.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kak aku juga pernah pakai privy buat tanda tangan digital aja ternyata bisa buat e meterai juga ya

      Delete
  45. Oh e-meterai ini sudah diatur penggunaannya oleh undang-undang no 10 tahun 2000. Terus gampang banget cara penggunaannya ya apalagi lewat aplikasi privy

    ReplyDelete
  46. Bener nggak ribet ya kalau ada e-meterai, nggak perlu repot cetak-tempel-scan gitu :-D Beneran hemat waktu dan biaya...

    ReplyDelete
  47. Pernah dengar soal e-materai ini Tapi sampai sekarang belum pernah pakai. Bisa lebih praktis karena tidak usah nyari-nyari toko atau warung yang jual materai fisika lagi.

    ReplyDelete
  48. Pembelian e-meterai tidaklah sulit. Syukurlah, bisa melalui Privy! Nanti perlu saya coba.

    ReplyDelete
  49. Meterai digital atau e-meterai benar-benar sebuah inovasi yang bagus dan tentunya makin bikin mudah mengurus kebutuhan meterai.

    ReplyDelete
  50. Beberapa teman memang merekomendasikan beli ematerai lewat aplikasi privy lebih terpercaya

    ReplyDelete
  51. Makin praktis aja ya pake materai digital. Waktu itu aku juga kerjasama dengan klien pake e-materai ini. Ga usah tempel-tempel lagi deh.

    ReplyDelete
  52. Sayang banget, calon penulis tapi nggak pakai meterai asli. Saya baru tahu e-meterai ini, bisa pakai Privy. Praktis banget, biasanya ribet harus print dulu, tempel, terus scan. Terima kasih infonya, Kak

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.