} Antara Terima kasih dan Sama-Sama - Cerita Bambang Irwanto

Antara Terima kasih dan Sama-Sama




"Terima kasih, ya!"
"Sama-sama"

Sepasang ucapan itu sudah biasa diucapkan. Saat seseorang mendapatkan atau menerima bantuan atau sesuatu dari seseorang, hendaknya dia mengucapkan terima kasih. Dan biasanya dijawab, sama-sama.

Ucapan terima kasih jadi semacam penghargaan yang diberikan orang kepada orang lain yang telah menolong atau membantunya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terima kasih artinya rasa syukur. kata terima kasih juga ditulis terpisah 'Terima Kasih' bukan 'Terimakasih'.  Terima Kasih bagi saya juga berarti menerima kasih (bantuan, sesuatu) dari orang lain.

Namun zaman now, ucapan balasan terima kasih, yaitu sama-sama, mulai ada malas mengucapkan. Terutama anak-anak zaman now. Misalnya, saat seorang anak membeli pulsa yang saya jual, dan saya mengucapkan terima kasih, anak itu menjawab : YOI

Bahkan, ini juga bergeser di media sosial. orang-orang banyak yang mengetik kata sama-sama. mereka lebih suka mengganti dengan emotion jempol yang berarti oke. Bahkan saat saya menuliskan terima kasih, banyak yang tidak merespon dalam pesannya. Dan ini membuat saya merasa... bagaimana gitu hahaha.

Bahkan zaman now, orang lebih suka mengganti terima kasih dengan emotion gambar seorang anak laki-laki membungkuk dengan kedua tangan seperti memberi sembah.  Kalau saya sih, sering juga menggunakan emotion itu, tapi tetap disertai kata terima kasih.

Bagi saya (ini bagi saya, ya) ucapan terima kasih atau penulisan kata terima kasih tidak bisa diganti dengan emotion. termasuk kata balasannya yaitu, sama-sama. Soalnya maknanya berbeda. Lagipula mengetik kata terima kasih atau sama-sama itu tidak lama. Paling beberapa detik.

Makanya saya paling kurang sreg, kalau ucapan terima kasih saya dibalas dengan emotion jempol. Saya lebih suka dibalas sama-sama. lebih nyaman dan membuat hati senang. berarti ucapan terima kasih dari saya, disambut juga oleh orang itu.

Dalam urusan sharing dunia menulis, saya sangat welcome. Saat teman menyapa saya di inbox dan bertanya seputar menulis, dan saya kebetulan tahu, Insya Allah akan saya bagikan. Karena bila kita memudahkan urusan orang lain, maka urusan kita pun akan diperlancar.

Hanya sayangnya, banyak teman yang lupa mengucapkan terima kasih. setelah bertanya panjang lebar kali tinggi, sepanjang tol Suramadu, dari Sabang sampai merauke, mereka tidak berterima kasih. Paling mentok kasih jempol. Padahal jempol buat apa? Saya kan sudah punya jempol hahaha.

Sebagai orang yang sudah meluangkan waktu menjawab pertanyaan mereka, boleh dong, saya mendapatkan sedikit penghargaan, yaitu terima kasih.  Makanya kalau ada yang tidak mengucapkan terima kasih, lalu dia datang lagi bertanya, am sorry, god bye hahaha... gaya benar saya ini.


Makanya banyak teman yang mengeluh. Wih, penulis itu sombong ya, ditanya ini itu tidak balas?
Eits.. jangan buru-buru menduga dulu. Siapa tahu penulis itu juga suka dicuekin di inbox. Sudah tanya banyak, main tinggal saja dan lupa berterima kasih. Akhirnya lama-lama teman penulis itu malas juga. Apalagi kalau sudah menyita banyak waktunya. Akibatnya semua kena getahnya.

Jadi berterima kasih itu perlu. membalasnya pun perlu. Agar yang memberi dan menerima kasih sama-sama senang dan bahagia.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Antara Terima kasih dan Sama-Sama"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.