} Cara Mengembangkan Ide Cerita Anak - Cerita Bambang Irwanto

Cara Mengembangkan Ide Cerita Anak


Cara mengembangkan ide cerita anak - Beberapa hari yang lalu, saya mengshare di akun medsos sebagian foto cerita-cerita anak yang saya tulis yang dimuat di majalah Bobo. Postingan itu lalu saya share ke akun medsos saya yang lain.


Ternyata tanggapannya bikin hati saya berbunga-bunga. Inilah postingan paling banyak dilike dan dikomentari. Tentu saja ini saya anggap sebagai apresiasi yang luar biasa yang harus saya balas dengan semangat menulis.

Nah, kebanyakan komentar bertanya, bagaimana cara mendapatkan ide cerita anak. Soalnya kata mereka, ide cerita saya unik-unik dan keren kayak penulisnya hahahha... gaya benar saya ini. Tapi itu memang kata mereka, lho.

Nah, kali ini saya mau sharing ide-ide cerita anak itu. Soalnya, pada dasarnya, ide cerita itu sudah ada di depan mata kita, bahkan sudah ada di depan mata kita. Jadi tinggal kita jeli saja menangkapnya.

Nah, biar lebih jelas, saya mulai bahas sesuai urutan arah jarum jam ya.


Sapu Terbang Nenek Pelipe


Idenya inli saya dapat saat saya melihat sapu ijuk yang tergantung manis manjah di dinding rumah saya. Imajinasi saya pun langsung berkenbang ke arah sapu terbang penyihir. Saya pandangi sapu itu. Kok keren juga kalau sapunya berwarna dan ada rumbai-rumbainya ya. Cliing... maka saya langsung terbayang tokohnya seorang nenek yang mempunyai sapu terbang. 

Karena soal sapu terbang memang masuk khayalan, maka memang cocoknya ditulis jadi dongeng. Maka saya pun menyesuaikan settingnya, baru menjalin alur-alur yang sesuai.


Toko Roti 3 + 3 


Ide ini saya dapat saat sedang makan roti. Spontan saja saya langsung membayangkan ada nama toko roti yang unik. Maka ketemulah judul itu. Toko Roti 3 +3.

Karena idenya dari judul, makanya saya pertahankan judulnya dan fokus mengembangkab alurnya sesuai judul. Saya fokusmencari hal-ahal apa saja yang sesuai dengan 3 hal dan nyambung dengan 3 + 3. Taraaaa... akhirnya saya ketemu Ramah, Murah, dan Jujur. Selainnya tokonya hanya menjual 3 jenis roti dan dikelola hanya 3 orang hehehe. Cerita lengkapnya mampir ke sini, ya!


Toko Mata Jeli


Ide ini hadir saat Bapak saya meminta mencarikan kacamatanya yang entah lupa simpan di mana. Lalu Ibu saya pun nyeletuk, “Cari yang jeli!”
Soalnya memang, barang kalau lagi dicari itu, kok tidak ketemu-ketemu, walau sudah ada di depan mata. Tapi kalau giliran tidak dicari, kok lihat saja hahaha.

Kalau saya tulis cerita soal sibuk cari kacamata, rasanya sudah biasa. Maka saya pun berimajinasi kira-kira apa yang beda dan unik. Maka terbayanglah tokoh Ibu yang sedang berada di sebuah tokoh dan harua jeli mencari bayang yang dia inginkan.


Gelang Perak Persahabatan


Cerita ini idenya saat Ibu saya dapat hadiah cincin perak oleh-oleh dari temannya yang dari Yogya. Lalu biar beda, saya mencari sesuatu yang unik dan tetap ada benang merahnya. Dan kayaknya tema persahabatan tetap masih abadi.

Biar nyambung dengan tokohnya, maka saya hadirkan dua orang anak perempuan. Logikanya sih, simpel saja, karena anak perempuan lebih suka pakai gelang hehehe.


Kacamata Ceria


Ini idenya saat anak tetangga kurang pede saat harus memakai kacamata. Memang soal kacamata ini, kadang membuat orang tidak pede. Katanya mengurangi penampilan. Tapi pilih mana, kece berkurang sedikit atau penglihatan tidak jelas? Hehehe. Tapi malah terkadang, memakai kacamata menambah penampilan, lho.

Kalau tokohnya seorang anak kan sudah biasa. Maka biar beda, saya memasukan tokoh peri dan menyesuaikan konfliknya dan settingnya.


Pangeran Pelik Tidak Sedih Lagi


Cerita ini saya tulis saat kuda milik tetangga tiba-tiba mati. Tapi kayaknya sebabnya karena kuda usia muda itu dipaksa kerja bolak-balik mengangkat padi. Kebetulan waktu itu memang musim panen.

Biar beda, saya memakai tokoh pangeran yang sedih kuda kesayangannya mati. Lalu saya mencari alur yang sesuai, sampai akhirnya ketemulah putri yang juga kudanya mati, tapi dengan cepat bisa kembali ceria.


Berbagi Keceriaan


Ide ini muncul saat menonton televisi. Saat itu lagi ditayangkan ada pengusaha bagi-bagi angpao. Saya lalu berpikir, aduh... kayaknya cuma orang kaya yang bisa berbagi. Tapi kemudian pikiran saya berubah. Ternyata tidak. Bukan hanya dengan uang, orang bisa berbagi.

Lalu saya sedikit menghubungkan dengan diri saya. Yess.. punya banyak buku kan, bisa juga dibilang berbagi. Jadi saat teman meminjam buku, lalu mendapat manfaat dari buku yang dia pinjam, maka saya pun ikut bahagia.


Bantal Tidur Nyenyak


Ini idenya saat saya sedang tidak bisa tidur. Sudah dibolak-balik bantalnya, kok belum bisa juga. Ternyata... ada beberapa tulisan yang belum selesai dan waktunya mepet hahaha. Tapi sebenarnya, kalau orang banyak pikiran juga tidak bisa tidur hahaha.

Biar beda, saya memasukan tokoh kurcaci dan menyesuaikan konfliknya. Bantal tetap saya pertahankan, jadi tinggal menjalin alur yang sesuai, sampai ending. Bahkan dari ide ini, saya bisa menulis cerita lain lho. Kalau yang ini bantal, cerita satunya saputangan hehehe.


Koki Rakani


Kalau ini, idenya dari cerita saudara sepupu saya yang kerja di luar negeri sebagai koki di sebuah hotel berbintang.  Saat menceritakan pengalamannya, dia cerita kalau teman-teman kerjanya itu pelit soal berbagi info memasak. Makanya harus jeli dan mencari tahu sendiri.

Jadi jangan bertanya langsung, tapi saat kerja curi-curi pandang, lirik sana-sini, sambil diingat-ingat. Oh, kalau bolu lembut harus dicampur ini. Atau takarannya yang pas bagaimana dan sebagainya.

Bagaimana, ide itu mudah didapat kan, karena sudah ada di sekitar kita. Begitu juga dengab cerita anak, lho. Jadi mulai sekarang, tidak ada yang mengeluh kesulitan ide lagi. Tipsnya... pasang antena tinggi-tinggi, atur posisinya yang pas, lalu tangkap ide-ide keren.

Sebagian cerita-cerita di atas sudah saya posting di blog ini, lho. Jadi kalau teman-teman mau membaca cerita-cerita, silakan mampir di sini Semoga menginspirasi.
Salam semangat menulis.

Bambang Irwanto


Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Cara Mengembangkan Ide Cerita Anak"

  1. Tulisan yang inspiratif. Lama tidak baca cerpennya,rupanya sekarang rajin di blog ya. Ngikutin ah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mang Yus.
      Masih tetap nulis cerita, Mang. Hanya sekarang nulis di blog juga.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.