Hari Selasa 20 Januari 2026, sejak pukul 7 pagi saya sudah meninggalkan rumah. Kali ini tujuan saya ke Istora Senayan untuk nonton Indonesia Master 2026 yang digelar 20-25 Januari 2025 . Memang sudah jadi agenda tahunan saya, untuk menyempatkan diri nonton Indonesia Master yang berlangsung di bulan Januari dan Indonesia Open yang berlangsung bulan Juli. Saya memang suka nonton bulutangkis. Padahal saya ga bisa mainnya hahaha.
Dan saya orangnya ga mau rugi hahaha. Saya selalu sengaja datang pagi saat baru dimulai pertandingan dan baru pulang setelah selesai pertandingan atau selesai semua para pemain Indonesia bertanding. Apalagi transportasi di Jakarta sangat memudahkan.
Saya juga sengaja libur menulis. Terus hanya sesekali cek ponsel. Siapa tahu ada info penting. Pokoknya fokus nonton tiap pertandingan. Maka heran aja. Banyak yang ke Istora, tapi kok di sana malah asyik lihat hape terus. Hehehe.
Ternyata Ada Kabar Tak Baik
Menjelang pukul 9 malam, saya baru meninggalkan Istora. Itu karena semua pemain Indonesia sudah selesai bermain. Saatnya pulang dengan hati senang heheh.
Dari Istora saya naik Transjakarta dulu dari Halte Polda Metrojaya, lalu turun di halte Monas. Kemudian lanjut 5C, lalu turun di halte Juanda. Saya lanjut berjalan kaki menuju stasiun Juanda. Next saya akan lanjut perjalanan naik KRL menuju stasiun Pondok Cina Depok.
Saat menunggu kereta tujuan Bogor datang, saya menyempatkan diri cek whatsapp. Wah ternyata banyak pesan masuk. Nah banyak yang bertanya, apa saya punya nomor baru?
Saya pun heran karena sampai sekarang nomor utama saya 08176936xxx masih aktif. Nomor yang saya pakai sejak tahun 2003. Dulu nomor XL yang saya itu namanya masih pro XL. saya ingat perdananya saja masih 75 ribu. Tempatnya masih kotak. Kertas petunjuknya panjang hehehe. Tarif SMS masih mahal hahaha.
Ternyata ada nomor asing yang memakai foto dan nama saya. Waduh, saya kena usil, nih. Saya harus segera melakukan antisipasi.
Tindakan Cepat Saat Kena Impersonation Scam
Saat daya cari info, ternyata saya kena Impersonation Scam. Dimana pelaku meniru identitas visual (logo, nama, tampilan) dan gaya komunikasi resmi agar terlihat menyakinkan.
Saya pun langsung bertindak cepat untuk mengantisipasi. Soalnya bahaya juga bagi teman-teman yang ad di kontak saya. Mereka pasti akan dikirimin juga pesan seperti itu. Lalu ujungnya pinjam duit.
Alhamdulillah sejak naik KRL dari stasiun Juanda, saya sudah dpat tempat duduk. Jadi sebelum kereta penuh di stasiun Manggarai, saya masih nyaman dan memanfaatkan untuk segera bertindak cepat antisipasi.
Pertama saya posting status dulu di Facebook. Lalu saya share juga di beberapa grup. Saya juga buat status di WhatsApp.
Eh, Pakai Nomor Baru Lagi
Esok paginya, ada teman yang japri saya. Kebetulan kami sangat akrab. Komunikasi juga hampir tiap hari Dia tanya juga apa saya punya nomor baru. Dia pun mengirim screen shoot
Ehm, kok nomornya beda dari semalam, ya. Tapi foto yang digunakan tetap sama. Hanya kali ini dia belum mengubah nama di bawahnya. Masih Boropobara.
Saya pun minta tolong untuk segera diblokir saja atau diabaikan. Apalagi klau penipu ini sudah mengarah mau pinjam uang.
Dua jam kemudian teman saya mengabari lagi. Katanya dia ditelepon. Pas dia tanya kok logatnya berbeda, telepon langsung dimatiin dan nomor teman saya langsung diblokir.
Saya pun Kembali membuat postingan terbaru di Facebook. Saya juga membuat status di whatsapp. Saya
Nah, ada teman yang komen, kalau di postingan Instagram saya, kali dia juga dijapri oleh penipu. Tapi untung dia sudah melihat postingan saya. Makanya dia langsung skak mat hehe.
Terus katanya 4 jam kemudian, saat dia lihat chat lagi, kok foto saya sudah berganti dengan foto orang lain. Mungkin foto oang yang jadi incaran penipu selanjutnya.
Langkah aman dan cepat mengatasi Impersonation Scam
Dari kejadian ini. Saya jadi belajar juha bagaimana teman-teman mengatasi Peluang penipuan yang terjadi dengan memakai foto dan atas nama saya. Dan Tindakan dari teman-teman sya ini, sangat membantu.
Langsung cek
Saat penipu mengirim pesan ke teman-teman saya, pastinya nomornya tidak dikenali dan belum berada di kontak. Selain itu, juga tidak satu komunitas atau grup. Alhamdulillah teman-teman langsung tanggap dan langsung segera japri saya di nomor saya yang asli untuk konformasi, maka saya pun segera tahu dn menjelaskan.
Pembuka pesan penuh basa basi
Gaya bahasa uang kaku, formil dan basa basi ini dipaksi sang penipu. Dari bertanya, tanya kabar, baru kemudian intinya pinjam uang.
Alhamdulillah temani sudah paham gaya bahasa uang saya gunakan
Logat Bicara
Saat ada teman yang ditelepon penipu, Alhamdulillah mereka langsung mengenali logat si penelpon. Temn-teman yang berteman dengn saya, pasti sudah paham, kalau logat bicara say yaitu logat makassar. Soalnya sya lahir dan sampai usia 22 tahun tinggal I Makassar. Jadi walau sya suah lama merantau, logat sya ini masih kental dn tidak bisa hilang hehehe.
Kalau pun yang belum pernah bertemu langsung, mereka paham karena saya banyak juga upload video.
Siapapun Bisa Kena Impernasition Scam
Esok harinya, Kamis 22 Januari 2026, saya om mengecek akun WA penipu. Satu nomor susah tidak ada foto dan nama saya lagi.
Nomor lainya sudah berganti foto profil. Dan kemungkinan foto orang ini yang akan menjadi target selanjutnya.
Akhirnya saya berharap tidak ada teman-teman saya yang sampai ken tipu. Buat bantuan teman-teman semua. Saya ucapkan banyak terima kasih. Terus waspada ya, teman-teman. Karena kejahatan mengintai kita.
.png)









0 Response to "Waduh, Saya Kena Impersonation Scam"
Post a Comment
Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.