} Biar Damai Bermedia Sosial - Bambang Irwanto Ripto

Biar Damai Bermedia Sosial



Biar Damai Bermedia SosialTidak bisa dipungkiri ya, kalau zaman now ini, media sosial sudah jadi bagian dari kehidupan kita. Mau tanya sesuatu, bisa dari postingan medsos, mau curhat, mau berbagi juga bisa. Termasuk promo jualan dan karya hehehe.

Dan sejujurnya sih, saya sangat diuntungkan dengan adanya media sosial. Selain menambah teman, bisa berbagi cerita, juga sekaligus ajang promo karya saya. Sstt... termasuk dapat rezeki dari media sosial. 

Iya, soalnya logikanya, kalau saya tidak ‘rajin menjual diri saya’, maka bagaimana saya akan “laku dan laris manis’ hehehe. Apa orang lain bisa tahu kalau saya ini penulis freelance, kalau tidak memperkenalkan dan posting karya-karya  saya?

Soalnya sekarang, para editor, juga pencari job yang berhubungan dengan menulis, itu wara-wari di media sosial. Jadi kemungkinan besar mereka membaca dan melihat promo kita. Makanya saya membuka untuk publik semua postingan promo saya.

Begitu juga dengan dunia pertemanan. Misalnya ada job menulis atau info penerimaan naskah cerita, antar teman bisa saling memberi kabar. Termasuk kabar pemuatan cerita kita. Jadi dijamin sekarang tidak ketinggalan info.

Begitulah... segala sesuatu itu ada sisi untungnya dan ruginya. Ibaratnya dua sisi mata uang yang satu, tapi berbeda. Termasuk media sosial. Yang untung, karena bisa memanfaatkan media sosial dengan bijak dan baik. Nah, yang rugi, kalau media sosialnya hanya digunakan untuk saling sindir, nyinyir, bahkan perang argumen, yang ujung-ujungnya semua jadi gerah.

Akhirnya, media sosial yang disalahkan. Padahal penggunanya yang tidak bijak memanfaatkan teknologi yang bisa membawa manfaat.
Nah, saya ada tips singkat nih, agar asyik bermedia sosial. Tapi ini sifatnya fleksibel, ya. Soalnya kan, tiap orang berbeda-beda karakternya. Jadi kalau berbeda, anggap saja warna-warni kehidupan hehehe.

1. Tambahkan Menurut Saya

Akun Facebook Saya

Paling aman, kalau di setiap status yang kita tulis, ditambahkan "Menurut saya". Jadi secara tersurat, tulisan itu ditulis memang dari sudut pandang kita sendiri atau buah pikiran kita sendiri atau pengalaman kita sendiri.

Jadi kalau ada yang komen berbeda, kita bisa langsung keluarkan senjata pamungkas, "Ini menurut saya ya, jadi kalau berbeda, ya tidak apa-apa!". Karena kan, memang logikanya segala sesuatu itu bisa berbeda, karena sudut pandang orang yang berbeda-beda. Misalnya, ada jijik dengan bekicok. Tapi ada juga yang suka makan bekicot. Bahkan bekicot itu banyak juga manfaatnya.

Makanya, kalau sudah keluar senjata ini, bisa meredakan perbedaan. Soalnya apapun itu, bila sudah dinilai, dicermati, dikomentari oleh dua orang, pasti akan berbeda. Dan biasanya kan, masing-masing mempertahankan pendapatnya. kalau sudah begini, pasti akan nyambung terus gencatan senjata di media sosial hehehe.


2. Jangan Dikomentari

Akun Instagram saya

Saat melihat sebuah postingan atau status yang berbeda, saya memilih tidak mengomentari. Kan sudah berbeda,  Apalagi kalau dia sudah menambah embel-embel "Menurut saya" hehehe. Kalau dikomentari pasti akan menimbulkan perdebatan.

Namun kebanyakan dari pengamatan saya, banyak orang yang justu tidak suka dengan perbedaan. Beda pendapat, komen. Beda calon pemimpin, komen. Beda selera komen hehehe. Padahal hidup ini kan memberikan banyak pilihan. Kalau misalnya semua orang suka roti selai, maka tidak ada yang membuat roti keju atau roti cokelat.

Nah, justru yang aneh, kalau tidak saling berteman, tidak saling mengenal, kok bisa berdebat, ya? Bahkan tuh, kadang yang komen di status orang, lebih galak dari yang punya akun. Akhirnya, lagi-lagi media sosial semakin gerah.


3. Cari Aman

Akun Twitter saya

Media sosial itu memberikan hak penuh pada pemilik akun, termasuk soal pertemanan. Dan di media sosial, kita bebas memilih teman. Kalau saya, yang sesuai saya pertahankan, yang tidak sesuai, selamat tinggal.

Begitu juga kalau ada yang tidak berteman, tapi sering bikin rusuh di postingan kita. Caranya gampang. Tidak perlu diladeni, karena hanya akan menguras hati dan jiwa, bahkan bisa airmata. Tinggal klik tombol blokir, selesai. Akun media kita kembali aman, damai, sentosa, selamanya hehehe.

Nah, demikian tips singkat dari saya. Jadi, Ini menurut saya ya, dan ditulis sesuai pengalaman saya. jadi kalau ada perbedaan, anggaplah warna-warni kehidupan hehehe.Pesan sponsor, jangan lupa follow akun-akun medsos saya, ya hahaha. Gaya benar saya ini.

Bambang Irwanto


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Biar Damai Bermedia Sosial"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.