} Singkong Si Tanaman Serba Bisa dan Sumber Pangan dari Hutan - Cerita Bambang Irwanto

Singkong Si Tanaman Serba Bisa dan Sumber Pangan dari Hutan

Singkong Si Tanaman Serba Bisa dan Sumber Pangan dari  Hutan - Pagi itu, setelah salat subuh, saya sudah bersiap mau keluar rumah. Tujuan saya akan ke pasar Wonokriyo Gombong. Kebetulan saya suka sesekali ke pasar. Sekalian buat cari stok bahan lauk dan sayuran, saya juga suka cari jajanan pasar.



Nah, salah satu yang tidak pernah lupa saya beli adalah singkong. Saya memang sangat suka dengan singkong. Mau direbus, digoreng, dikukus, dikolak enak. Mau diolah jadi kue kayak combro, misro, getuk, kroket, sampai masayu, juga tape, kripik, bisa. Dan saya suka semuanya. Istilahnya.. Aku Anak Singkong hahaha.

Getuk Singkong 2 warna rasa manis dan gurih (Foto : Bambang Irwanto)

Singkong atau kalau di Makassar disebut ubi kayu ini, menurut saya merupakan sumber pangan serba bisa yang berasal dari hutan.  Dan seperti kita ketahui, Hutan Sumber Makanan bagi semua mahluk hidup. Makanya singkong ini termasuk salah satu bahan makanan pokok selain nasi. Makanya, orang mungkin berusaha mengolahnya jadi beragam makanan agar tidak bosan, ya.



Misalnya di Gombong Kebumen, Coto Gombong merupakan salah kuliner khas, itu mengunakan perkedel. Tapi uniknya, perkedelnya bukan dari kentang seperti pada umumnya, tapi dari singkong. Proses membuat perkedel singkong  itu pertama direbus sampai empuk. Setelah itu, dihaluskan bersama bumbu, dan telur sebagai pengikat. Jadilah perkedel singkong sebagai pelengkap coto Gombong.

Coto Gombong dengan Perkedel Singkong (Foto : Bambang Irwanto)


Begitu juga dengan camilan Lanting khas Kebumen. Jajanan khas Kebumen berbentuk angka 8, bulat, ada juga yang cincin ini, bahan dasarnya dari singkong juga. Jadi singkong direndam lalu dihaluskan. Kemudian dicampurkan dengan bumbu-bumbu. Lalu dibentuklah angka 8. Dijemur sampai kering, lalu digoreng. Untuk aneka rasa, menggunakan bubuk rasa.

Lanting Khas Kebumen (Foto : Bambang Irwanto)


Saat saya tinggal di Makassar, singkong juga banyak dijadikan makanan enak, tentunya selain digoreng lalu dicocol dengan sambal. Singkong goreng itu, dijadikan juga campuran pada Sop Ubi makassar. Lalu banyak yang membuat kroket singkong. Dan tidak ketinggalan, dibuat tape singkong atau poteng. Nanti disantap dengan serutan es dan sirop pisang ambon khas makassar. Ehm.. yummi pokoknya.

Sayur Daun Singkong campur Teri (Foto Bambang Irwanto)

Saat masih tinggal  di kota Makassar, bila ingin membeli Singkong, saya tinggal menunggu saja depan rumah. Itu para penjual Singkong naik sepeda atau sering disebuat pagandeng (penjual) akan lewat depan rumah saya. Mereka rata-rata tinggalnya jauh dari kota Makassar. Bisa di daerah Gowa, Galesong atau Takalar. Saya pun berpikir, ehm.. jauh juga mereka membawa singkong dari ke kota Makassar.

Nah begitu juga saat saya tinggal di Gombong Kebumen. Singkong yang dijual di pasar tadi, ternyata banyak yang didatang dari daerah-daerah lain di luar kecamatan Gombong. Katanya, singkong banyak ditanam di hutan. Mungkin karena tanahnya subur ya. Nah, untuk mendapatkan singkong bagus, saya harus ke pasar hehehe.

Singkong Goreng Temannya si sambal (Foto Bambang Irwanto)


Dan seiring waktu saya suka menjelajah wisata kebumen, saya sering menemukan singkong ditanam di pelosok juga. Misalnya saat saya menjelajah curug Silangit di daerah Sidoagung Karanggayam. Itu sepanjang jalan menuju curug, saya menemukan tanaman singkong yang ditanam warga setempat. Bahkan ada tanaman singkong di dekat curug. Pastinya tidak untuk dikonsumsi sendiri, tapi dijual. Selain daunnya juga bisa dijual. Ini membuktikan ya, sumber bahan pangan itu berasal dari hutan.

Termasuk juga soal kripik singkong kegemaran saya yang didatangkan dari Magelang. Pokoknya secara berkala, saya pasti ke pasar membeli kripik singkong juga satu bal. Dengan harga hanya 30 ribu, kripik singkong itu jadi camilan saya saat menulis. Jadi tambah semangat hehehe.

Kripik singkong pun jadi camilan favorit (Foto : Bambang Irwanto)


Tanaman singkong ini, termasuk mudah ditanam. Bahkan mungkin tidak perlu perawatan khusus. Soalnya kata Paklik saya yang terkadang memanam singkong di sela menunggu tanam sawahnya. Itu hanya ditancapkan saja batangnya. Dan memang, saat saya menjelajah wisata alam yang agak pelosok, warga desa banyaj yang menanam singkong di pinggir jalan.

Singkong Mudah Tumbuh di mana saja, termasuk halaman rumah (Dokpri)


Nah, kebetulan nih. Kemarin saya iseng minta batang singkong ke lilik saya. Coba ditanam di halaman. Eh.. ternyata tumbuh. Jadi tidak sabar menunggu singkong saya panen hehehe.



Singkong Si Tanaman Serba Bisa 


Singkong dan Keju Akhirnya Bisa Bersatu

Saya tidak ragu memberi label tanaman serba bisa pada singkong ini. Selain singkongnya sendiri.  daun singkong bisa dimanfaatkan sebagai sayuran. Beragam sayuran bisa dibuat. Dari sayur santan, daun singkong tumbuk, buntil, sampai bahan urap.

Bahkan, Bulik saya di Bekasi, pernah memasak sayur tumis dari kulit singkong. Rasnya krenyes-krenyes kayak rebung. Tapi sebelum diolah, harus diremas-remas dulu pakai air garam, agar getah pada kulit singkong keluar. Pastinya ya, singkong bisa diolah berbagai makanan juga, seperti yang saya sudah tuliskan di atas.

Kulit Singkong pun Bisa diolah Jadi Sayur (Foto : Bambang Irwanto)



Beragam Manfaat Singkong
Kenapa saya suka singkong? Jawabannya, selain enak diolah jadi makanan apa saja, singkong itu banyak sekali manfaatnya yang baik untuk tubuh. Apalagi bila diolah dengan baik dan benar.
Berikut beragam manfaat dari singkong :

Singkong si Roti Sumbu (Foto Bambang Irwanto)


  • Karbohidrat : Singkong ini sebagai penambah energi. Ini karena di setiap 100 gram singkong, terkandung 38 gram karbohidrat. Makanya singkong ini bisa sebagai pengganti nasi, ya. Saat menjalani aktivitas berat pun, singkong masih bisa mengkaver.
    Seperti yang kita tahu, bila aktivitas fisik itu, akan menguras glikogen yang merupakan bentuk glukosa yang disimpan di otot. Dengan makan singkong, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa, yang kemudian  menjadi glikogen.
  • Serat : Singkong ini tidak hanya sumber karbohidrat, tapi juga mengandung serat pangat yang cukup tinggi. Makanya nih, bagi teman-teman yang sedang program menurunkan berat badan, boleh makan singkong. Sebabnya, singkon bisa membuat kenyang lebih lama.
    Serat yang terkandung dalam singkong ini ternyata manfaatnya sangat banyak. Selain bisa menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar koleterol, menurunkan risiko obersitas, juga menurunkan risiko penyakit jantung.
    Nah, bagi teman-teman yang menderita diabetes, singkon dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Soalnya serat singkong bisa memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.
  • Mineral : Untuk perkembangan, pertumbuhan, menjalankan fungsi jaringan tubuh, pastinya membutuhkan sumber mineral. Nah, dalam singkong banyak terdapat sumber mineral seperti kalisum untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, forfor, mangan untuk pembentukan tulang , jaringan ikat, dan hormon seks, zat besi yang membanti pembetukan protein, dan kalium untuk sintesis protein dan membantu dalam pemecahan karbohidrat.
    Selain itu, singkong juga mengandung magnesium dan tembaga yang vukup tinggi yang dapat menurunkan tekanan darah, dan mengurangi resiko osteoporosis. Tembaga menjaga fungsi saraf tetap sehat.
  • Vitamin : Singkong mengandung vitamin c, E, dan folat yang berlimpah dan memberikan banyak manfaat. Melindungi kanker usus besar dan mengurnago komplikasi kehamilan. Vitamin C melindungi dari penyakit jantung koroner, dan beberapa jenis kanker.

Yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Singkong
Selain mempunyai beragam manfaat, ternyata pada singkong juga ada hal-hal yang kurang baik bagi kesehatan tubuh. Makanya teman-teman harus memperhatikan hal-hal tersebut sebelum mengonsusmsi singkong.



Nah, singkong mengandung zat kimia yang disebut glikosida dan sianogen yang melepas sianida dalam tubuh. Makanya singkong harus diolah dengan benar sebelum dikonsumsi. Tujuannya jelasK untuk mencegah keracunan sianida.

Kemudian bagi Ibu di masa kehamilan atau menyusui, maka tidak aman mengonsumsi singkong terlalu banyak, karena diduga meningkatkan risiko bayi mengalami cacat bawaan lahir dan kelainan tiroid. Wah.. ini jelas harus dihindari, ya.

Terlalu banyak mengkonsumsi singkong, bisa juga berpotensi menyebabkan kekurangan yodium. Ini karena singkong itu dapat menurunkan jumlah yodium yang diserap tubuh. Padahal, yodium juga sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang pas.

Bagi teman-teman yang sedang menjalani terapi penggantian hormon tiroid, maka sebaiknya tidak mengkonsumsi singkong. Sebabnya, singkong dapat menurunkan kadar hormon tiroid dalam tubuh. Kalau nekat banyak makan singkong, maka hormon tiroid tidak terganti, ya.


Mengolah Singkong dengan Benar
Agar segala manfaat singkong bisa kita dapatkan, dan terbebas dari gangguan, maka wajib sekali mengelolah singkong dengan benar. Nah, dulu itu, saya agak salah mengolah singkong. Jadi, begitu singkong dikupas, langsung diolah.



Ternyata, setelah kulit singkong dikupas, maka singkong harus direndam dalam air bersih selama 48-60 jam. Ini untuk menhilangkan zat sianida yang berbahaya pada singkong. Teman-teman pasti tahu kan, betapa berbahayanya zat sianida itu.

Nah, setelah proses perendaman selesai, baru dilanjut dengan proses emmasak singkong hingga matang sempurna. Bisa digoreng, dikukus, atau direbus minimal 25 menit. Baru kemudian bisa diolah lagi menjadi aneka makanan. Seperti getuk, perkedel, dan lainnya.

Nah, itu cerita Singkong Si Tanaman Serba Bisa dan Sumber Pangan dari  Hutan . Makanya hutan itu harus dijaga ya. Soalnya bukan hanya singkong saja yang terdapat dari hutan. Banyak.. misalnya madu hutan, jagung, buah-buahan dan lainya.

Singkong yang mudah tumbuh di mana saja, termasuk di tepi waduk (Foto Bambang Irwanto)


Makanya WALHI atau Wahana Lingkungan Hidup Indonesia terus berusaha mengkampanyekan tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan. Soalnya bukan hanya buat kelangsungan sumber pangan, tapi juga banyak hal. Mulai dari kelangsungan hidup hewan hutan juga. Dan pastinya nih, menjaga kelestarian.

Yuk, kita sama-sama menjaga hutan, agar terus letari. Kelangsungan hidup bisa berjalan seimbang. Hutan hadir memberikan manfaat banyak bagi kita, jadi tinggal kita menjaga dan memanfaatkan dengan bijak. Agar hutan terus ada, dan dinikmati anak cucu kita.

Bambang Irwanto.





Subscribe to receive free email updates:

62 Responses to "Singkong Si Tanaman Serba Bisa dan Sumber Pangan dari Hutan "

  1. Oalah.. Baru2 ini saya dpt oleh2 lanting cemilan khas Kebumen dari teman kantor dan saya suka citarasanya.. Btw, ternyata alam kita banyak menghasilkan tanaman yg menjadi sumber pangan kita ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lanting sekarang beragam rasa, Mbak Rita.
      Ada bawang, balado, sapi panggang, keju, balado.
      benar, Mbak. Alam banyak memberi manfaat.

      Delete
  2. Singkong ini mudah ditanam dimana aja, sampe ada istilah tanam tongkat jadinya tanaman,

    Kami juga tanam singkong di perkarangan rumah mas, kalau di medan daunnya bisa diolah jadi gulai daun ubi tumbuk, masakan ini terkenal sekali disini.

    Kalau opahan panganan pasti banyak macemnya, ngomongin singkong kok saya jad pengen makan sambal singkong + teri medan ya, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Makassar, sayur gulau daun ubi tumbuk juga favorit, Kak. Apalagi kalau dicampur teri medan ya hehehe.
      Dan olahan apapun dari singkong, saya suka semua hehehe

      Delete
  3. Saya juga suka banget singkong mas. Terutama yang dikukus/rebus. Dimakan begitu saja nikmat sekali, kadang saya taburin sedikit garam, dicocol serundeng kelapa juga enak.

    Dari kecil saya nyangka singkong itu makanan nusantara sejak jaman kuno. Makanya saya kaget pas belum lama ini baca kalau singkong asalnya dari amerika selatan, dibawa orang portugis ke nusantara. Syukurlah, mereka bawa tanaman pangan yang enak, dan jadi solusi saya saat susah beli beras.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tosss dulu, Kak Pur. Saya juga suka singkong dikukus atau direbus. itu diparutin kelapa muda juga enak sekali. Bahkan kadang saya celupin ke gulai ikan hehehe.

      Delete
  4. sekarang sudah banyak olahan singkong yang beraneka ragam. potensi petani untuk bisa menanam singkong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali, Mbak Tira. Jadi walau bahannya singkong, tapi karena sudah bisa diolah berbagai macam, tidak akan bosan hehehe.

      Delete
  5. Dari SD dulu sampe sekarang singkong tetap populer ya, apalagi semakin banyak variannya. Jadi ga bosen

    ReplyDelete
    Replies
    1. selama diolah terus menjadi beragam makanan, maka singkong akan terus jadi sumber pangan favorit.

      Delete
  6. Mas hebat ikh tiap aku dateng ke sini suka dapet bagian makanan seringnya. Kayaknua itu pengetahuan tentang makanannya banyak ya hihihi. Terakhir tentang kacang merah hihihi. Itu ya aku penasaran ama coto perkedel dari singkong itu. Kyaknya enak banget dan unik kata aku karena ga semua ada ya makanan ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu yang pakai perkedel singkong adalah soto gombong, Mbak Yeni. Dan itulah ciri khasnya. Pastinya enak, Mbak. Rasa nambah pula hahaha.

      Delete
  7. Dan aku jadi lapar saat baca
    Begitu banyak olahan singkong ternyata ya...dan semua anak, toss kita Mas Bambang, sesama anak singkong
    Dan baru tahu ternyata proses perendaman singkong untuk menghilangkan zat sianida yang dikandungnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan semua makanan difoto itu saya yang buat, Mbak Dian hahaha.
      Iya, Mbak. soalnya justru zat sianida dalam singkong itulah yang berbahaya.

      Delete
  8. Kalo di Medan bilang lanting ini "alen-alen"

    Enak...
    Di Medan juga sama kayak di Makassar, bilang singkong juga ini kayu. Trus daun singkong juga enak banget di tumbuk. Jadilah makanan, daun ubi tumbuk. Hehe
    Khas sekali bagi suku Mandailing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, jadi di Medan ada lanting juga ya, Mbak hehehe.
      Nah, sayur daun ubi tumbuk itu enak sekali, Mbak. Apalagi pakai parutan kelapa muda dan teri. Makannya pakai nasi panas dan sambal. Mantap hahaha.

      Delete
  9. Mau pizza seenak apa, mau cheese stick seenak apa, yg namnya singkong goreng tetap juaranya. Hehehe. Tanaman hutan yang sudah didomestikasi menjadi tanaman pekarangan, mulai dari pangkal sampai ujungnya berguna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Mbak. Apalagi kalau diolah dengan baik dan benar, maka singkong tidak saja enak, tapi juga memberi banyak manfaat bagi tubuh juga.

      Delete
  10. kesukaan nih, singkong. mau di buat apapun tetep suka. tapi kadang baru direbus aja sudah habis duluan. meski kandungan manfaat nya banyak ternyata makan singkong juga ga baik ya klo kebanyakan, duh gmn ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tosss dulu, Kak sesama anak singkong hahaha.
      Iya, apapun kalau berlebihan tidak bagus. Kalau kebanyakan makan singkong juga bisa bosan hehehe.

      Delete
  11. Menanam singkong memang mudah sekali ya. Aku pun sering memasak daun singkong. Sering juga memberi makan si kambing dengan daun singkong karena si kambing suka makan daun singkong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya yang tanam singkong di sini, wanti-wanti pada si Kambing, Mbak. Soalnya belum panen, kok daunnya sudah habis hehehe.

      Delete
  12. Yaoloh gulai daun singkong pake terinya itu ngak kuat marake ngeces mas. Produk olahan singkong emang juara banget yak. Fleksibel banget bisa dijadikan makanan penganti nasi atau buat cemilan.harganya juga nyaman di kantong.Hidup anak singkong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang, Mbak Dona. Apalagi disantapnya dengan sambal terasi, nasinya panas, wuih.. itu rasa nambah, Mbah hahaha.

      Delete
  13. Ternyata singkong bisa diolah menjadi berbagai macam jenis makanan ya Mas? kalau saya sukanya singkong goreng dibumbui balado pedas.. Apalagi as hangat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, saya juga suka itu, Kang. Awalnya pas jalan-jalan saya beli. Lalu saya suka buat di rumah juga. Bubuk rasanya kan banyak, jadi saya juga suka rasa lain. Keju, sapi panggang, jagung bakar dan lainnya.

      Delete
  14. Betul, singkong memang bisa diolah aneka rupa. Baik makanan tradisional maupun modifikasi makanan kekinian. Di jogja dulu ada oleh-oleh cake dari singkong, diberi nama telo cake. Rasanya tidak kalah dengan kue dari terigu lho..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu dia, Mbak Sapti. Singkong kalau bisa diolah dengan baik dan benar, lalu dikreasikan, akan jadi makanan enak. apalagi kandungan gizi singkong juga sangat banyak.

      Delete
  15. Singkong atau ubi emang bisa dibuat berbagai macam olahan,termasuk daun nya.
    Paling sering itu di tape,atau dibuat keripik. Dan kalau biasa pergi ke pasar suka beli jajanan khas jawa yang terbuat dari ubi namanya gethuk yang ditaburi parutan kelapa. Maknyussss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga suka suka getuk, Mbak. Jadi ada du macam di sini. Ada yang dibuat dalam bentuk besar lalu dipotong-potong warna cokleat putih, ada yang digiling warna merah jambu, hijau, putih, dan cokelat.

      Delete
  16. SIngkong adalah bahan makanan ter dan terfavorit saya!
    Baca ini dan lihat gambarnya bikin saya ingin terbang ke warung tuk beli singkong.
    Eh iya, di sini juga ada perkedel singkong. Ada juga yangversi sederhana dengan gula merah saja. Enaaaak!
    Kalau terfavorit saya sih dikukus lalu digoreng.
    Duh... lapar banget jadinya.

    Oh ya, yang direndam sampai berhari-hari itu untuk jenis singkong markonah. Ga cuma direndam sih, tapi juga diganti terus airnya. Kalau warga sini, dimasukkan ke karung lalu direndam di sungai. Ada tali yang diikat di pohon terdekat agar karung singkong tidak hanyut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Mbak Susi. Singkong juga bahan makanan faorit saya. Dan kalau di Makassar, sering juga dibuat kroket.
      Nah, cara tradisional merendam singkong itu keren ya, Mbak.

      Delete
  17. ooh kayaknya aku ngerti deh perkedel singkong yang di coto gombong
    tapi kalau di sini... sepertinya dibuat barengan untuk kikil
    ya rasanya rasa singkong
    tapi aku gak tau namanya apa
    nanti coba kucari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kalau yang diampur kikil iitu saya belum pernah coba, Mbak Rhos. Nanti coba saya cari apa itu olahan.

      Delete
  18. Saya paling suka sama singkong goreng keju :D baru denger nih ada perkedel dari singkong, seperti apa yaa rasanya? Jadi penasaran mau cobain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biar tidak penasaran, bisa langsung dicoba Mbak seperti apa perkedel singkong itu hehehe.

      Delete
  19. Saya suka Ubi, dan saya bahagia betul ubi bisa di tanam di hampir seluruh tanah di Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya, Mbak. Karena mudah ditanam dan bisa tumbuh di mana saja, maka singkong bisa terus dinikmati.

      Delete
  20. Ternyata olahan makanan dari singkong banyak juga yaaa.. aku malah br tau kalo coto gombong itu dr singkong. Kirain kaya olahan soto yg biasa dimakan aja... hehehe.


    Btw.. aku jg suka lho beli singkong. 2 hr sekali pasti aku beli singkong. Tp cari yg kuning karena aku jual Singkong Thailand. Tp sayang singkong kuning agak jarang. Lebih banyak singkong putih. Entah kenapa ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sotonya hampir sama dengan soto ayam biasa Mbak. Hanya perkedelnya saja yang beda. Biasanya kan dari kentang. Kalau ini dari Singkong.

      Delete
  21. Kalo orang tuaku bilang singkong itu tanaman serba guna. Semuanya bisa dimakan euy. Olahan daun dan umbinya cocok sebagai masakan khas Indonesia. 💪

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa Mas Bimo. Tanam 1 tanaman, tapi bisa didapat semuanyya ya. Untung besar kita hehehe.

      Delete
  22. Singkong memang enak diolah jadi apa saja. Tapi kalau kulitnya bisa jadi sayur aku baru tahu. Btw, jadi kangen lantingnya Kebumen. Suka yang Rasa manis dan pedas selain yang Ori tentunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa, Mbak Marita. Soalnya saya pernah makan. Rasanya krenyes-krenyes.
      Kalau mau sini saya belikan dan kirimkan, Mbak. hehehe

      Delete
  23. Saya juga penyuka olahan singkong mas....pokoknya singkong is the best lah buat camilan atau makanan. Cuma begitu baca mengolah singkong ini jangan sembarangan, saya pun merasa salah mengolahnya. Harusnya setelah dikupas direndam dulu ya maksimal 60 menit. Ini yang harus saya ingat2 agar zat sianida dalam singkong hilang. TFS ya mas....mari kita sama-sama menjaga kelestarian hutan agar kehidupan makhluk di bumi ini dapat semakin nyaman dan terpenuhi kebutuhannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 60 jam, Mbak Yuni. Makanya kata teman, para petani itu merendam singkong di aliran sungai. Singkongnya dimasukkan ke karung, lalu diikat. Nanti setelah jamnya cukup, baru diangkat.

      Delete
  24. Baca post ini jelang makan siang, auto lapar akut.^^

    Di Lombok, olahan singkong masih yg serba umum. Daunnya jd sayur, singkongnya direbus atau digoreng. Kapan-kapan, ikutan nyoba buat perkedel singkongnya ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajib, Kakak yang duluan mengolahnya. Terus dipamerin ke orang-orang. Jadi semua nanti semangat mengolah singkong aneka ragam makanan. jadinya tidak bosan hehehe.

      Delete
  25. Aku juga suka banget sama singkong, apalagi kalau bentukannya dijadiin kripik. Krenyes-krenyes dan bikin kenyang lebih lama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sana, Mbak Fira. Makanya saya itu secara rutin, pasti beli kripik singkong satu bal teman menulis hehehe.

      Delete
  26. Malam-malam baca artikelnya Kak Bambang Irwanto ini langsung perutku bunyi euy, secara aku suka banget berbagai makanan berbahan singkong, mulai singkong goreng, singkong rebus, kripik singkong, perkedel singkong dan sebagainya. Memang sih singkong ini sudah jadi salah satu bahan pangan yang sebenarnya juga bisa jadi pengganti karbohidrat ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau baca artikel yang penuh foto makanan memang galau, Mbak Monica. Kalau pengin, mau nyari di mana malam-malam? hahaha.
      Apalagi singkong ini kalau pintar ngolahnya, akan jadi makanan yang tidak enak, tapi juga bermanfaat bagi tubuh kita ya, Mbak.

      Delete
  27. Singkong bisa diolah jadi banyak panganan ya Mas, sayang musim kemarau yang panjang ini bikin hasil panen Singkong jadi kurang baik, jarang menemukan singkong yang pulen saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Makanya tidak membuat bosan, Mbak Anisa.
      Dan saya happy karena di pasar singkongnya mulai bagus-bagus, Mbak. Mempur. Jadi enak pas diolah.

      Delete
  28. Wah baca tulisan ini jadi kangen Singkong. Udah lama banget gak makan singkong :( . Besok pas kepasar mau beli ahkk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, Mbak Ria. Rasakan kembali kenikmati singkong hahaha.

      Delete
  29. Jadi pengin makan cotonya deh. Iya emang singkong dijadiin apa2 enak wkwkwk dan sering jadi lomba bahan masakan dr singkong XD eh perkedel singkong itu kayagimana? Atau kalau di sini namanya "gebleg", semacam combro tanpa isian kah? :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda, Mbak. Kalau combro dan misro kan diparut, langsung diolah. Nah, kalau perkedel singkong dikukus atau direbus dulu, Mbak. Baru dihaluskan. Sama kayak buat perkedel kentang.

      Delete
  30. aku suka banget nih singkong karena murah dan terjangkau apalagi khasiatnya pengganti karbohidrat jenis nasi.. biasanya aku buat untuk jadikan singkng goreng hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tosss dulu, Kak. Saya juga suka sekali dengan olahan singkong apa saja. termasuk singkong goreng, disantap pakai cocolan sambal, mamntap... hehehe.

      Delete
  31. Wah baru tahu sayaternyata Mas Bambang ini pernah tinggal di Makassar ya iya kalau di sana singkong ini lebih terkenal dengan nama ubi dan yes saya juga suka dengan semua makanan yang terbuat dari olahan singkung. Eh tapi saya baru tahu juga nih ternyata singkong juga bisa dibuat jadi perkedel ya , jadi pengen coba bikin perkedel singkong selama ini tahunya perkedel kentang saja hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Siska. Saya bahkan lahir dan besar di sana hehehe.
      Dan Ubi kayu atau singkong memang enak dibuat apa saja, Mbak.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.