} Pesona Lokawisata Baturraden Purwokerto Jawa Tengah - Bambang Irwanto Ripto

Pesona Lokawisata Baturraden Purwokerto Jawa Tengah

Pesona Lokawisata Baturraden Purwokerto Jawa Tengah - Saya sudah sering ke Purwokerto. Tapi tidak permah untuk berwisata. Biasanya hanya ada urusan di sana. Misalnya memperbaiki laptop atau hape saya di servis centre. Soalnya di Kebumen tidak ada hahaha. Pulangnya paling mampir beli getuk goreng di daerah Sokaraja.



Makanya rabu 19 Februari 2020 itu, saya ada urusan ke Purwokerto. Nah, ternyata, urusan saya itu cepat selesainya. Makanya saya langsung kepikiran mau menjelajahi wisata sekitar Purwokerto. Dan setelah browsing, taraaaa... saya memutuskan ke Baturaden.

Saya pun menuju jalan Bunyamin yang menhubungkan Purwokerto dengan Baturaden. Jadi lurus saja. Jalanan mulus lancar. Apalagi pemandangan sekitar sangat memikat.

Pas sampai Baturaden saya terkejut, saudara-saudara. Saya kira Baturraden itu hanya sebuah atau 1 tempat wisata saja. Terus wisatanya itu berdasarkan legenda Baturaden yaitu batur atau pembantu seorang raden yang sebelumnya pernah saya baca di cerita legenda.

Soalnya belasan tahun lalu, sepupu saya pas mudik lebaran ke Baturraden sama pacarnya yang sekarang jadi suaminya hehehe. Katanya dari wisata ke Baturraden. Jadi pikir saya, oh Wisata itu namanya Baturraden. Soalnya di sini tidak ada tempat wisata yang namanya Kebumen hehehe.

Ternyata saya salah, pemirsa. Jadi Baturraden itu adalah sebuah kecamatan hahaha. Dan di sini sangat banyak tempat wisata. Karena kecamatan Baturraden sangat berkembang wisatanya, maka sangat banyak hotel dan penginapan.



Nah, wisata pilihan saya adalah Lokawisata Baturraden. Selain penasaran dengan tempat wisatanya, saya memang belum pernah ke sana. Saat browsing, Likawisata Baturraden ini perpaduan wisata alam dan moderen, Ehm.. jadi semakin penasaran saya.

Sampai di sana, ternyata pengunjung sudah  ramai. Padahal hari biasa. Saya pun langsung parkir motor di dekat toko-toko souvenir.

Di pelataran depan Wisata Baturraden, sudah tampak pemandangan yang memikat. Ini karena Wisata Baturaden terletak di dekat gunung Slamet. Sebuah pesawat tampak juga di depan. Lalu nama Baturaden ikut menghiasi bagian depan ini.

Setelah berfoto sejenak di bagian nama Baturraden, saya pun bergegas menuju loket. Tidak mengamtre, dan dalam semenit, tiket sudah di tangan. Tiketnya seharga 14 ribu. Kerennya lagi, tiketnya sudah pakai kartu, bukan kertas. Jadi lebih hemat kertas. Mantap.




Tanpa membuang waktu, saya pun langsung menuju pintu masuk. Begitu masuk, wow.. wisata yang apik langsung terpampang. Gunung, air terjun, air mancur, jembatan merah dan lainnya berada dalam satu lokasi. Nama Baturraden pun terpampang di beberapa titik.



Kemudian sisi moderennya tampak kolam renang. Lalu arena memacu adrenaline pun sudah ada. Bahkan pemutaran film 4 D juga sudah tersedia.  Termasuk patung dan deorama legenda Baturaden juga.




Saya pun mulai menyusuri Wisata Baturraden ini. Tujuan pertama saya adalah ke curug yang tampak menggoda. Tempatnya yang aman, jadi membuat banyak anak-anak kecil juga bermain air di sekitar sini. Tapi tetap dengan pengawasan orang tua.



Dengan bantuan Babang Ipot, saya pun selfie-selfie. Air terjun yang berpadu dengan batu-batuan, memang sangat eksotis. Beberapa pengunjung memperhatikan saya. Mungkin pikirn mereka, seleb dari mana ini? Ya.. seleb Kebumen lah hahaha.





Selesai selfie di air terjun, saya sempat berbasa-basi pada Bapak petugas kebersihan. Ternyata di sini ada pemandian air panas belerang. Bapak itu menunjuk ke atas pada sebuah bangunan bercat krem. “Gratis kok, Pak!” ucap Bapak petugas kebersihan itu.

Wah, boleh dicoba nih, apalagi gratis hahaha. Lumayan kan, bisa menyegarkan tubuh saya setelah naik motor sekitar kurang lebih 50 km dari Gombong Kebumen menuju Baturraden. Apa mungkin sama nikmatnya dengan Pemandian Air Panas di Krakal Alian Kebumen.

Saya pun bergegas naik ke atas. Tapi sebelum sampai ke sana, melewati jembatan merah yang terdiri dari 2 jalur. Jadi dijamin tidak akan macet hehehe. Makanya ada peingatan, Dilarang Berhenti di Tengah Jembatan. Padahal selfie dari jembatan merah ini keren juga hehehe.


Ternyata, kamar-kamar pemandian air panas belerang ini ada beberapa. Bangunannya sudah moderen. Dan saya beruntung, ternyata masih banyak kamar yang kosong. Jadi saya tidak perlu mengantre. Kemudian lantai kamar juga belum basah. Wah.. rezeki Mas Baim nih hahaha.



Dalam kamarnya cukup luas dan nyaman. Ada bak untuk berendam. Ada wastafel dan cermin. Nah, bagian belakang ada shower untuk bilasan. Ini kalau bak berendam diganti tempat tidur, pas jadi kamar hotel hehehe.

Saya pun menutup bak mandi dengan bekas sandal karet yang telah disediakan. Selanjutnya kran air dibuka, dan cuuuur... air langsung mengucur ke bak mandi. Airnya panas dengan warna agak kecokelatan. Pastinya, saya langsung mencium bau belerang.



Setelah air bak penuh, saya pun langsung masuk ke bak. Segar... dan rileks. Berendam di bak mandi memang menyenangkan. Sambil tiduran, mata terpejam, dan mendengarkan musik alunan lembut, pasti semakin mantan. Kayaknya saya harus segera buat bak berendam di rumah hahaha.

Walau menyenangkan berendam di bak air panas belerang, tapi demi kesehatan, cukup maksimal 15 menit saja. Dan itu sudah diperjelas dengan tulisan yang ditempel di dinding kamar. Oke.. Kakak.. berendam tampan rupawan manjah pun saya akhiri. Bilas, pakaian lagi,  siap jalan-jalan lagi.

Selanjutnya saya tertarik dengan tulisan pijat lulur elerang dan terapi ikan. Maka saya pun bergegas ke sana. Eh, ternyata ada air terjun mini alami. Selfie.. selfie dulu  Babang Ipot hahaha.



Setelah itu, saya langsung ke lokasi luluran dan pijat belerang, juga terapi ikan. Ternyata, tempatnya lumayan luas. Saya lihat ada 2 kolam ikan terapi. Saya pun memilih kolam yang beratap. Biar kulit tidak makin gelap hahaha.



Kolam ikan terapinya sangat jernih dan bersih. Ikan yang berada di kolam jumlahnya banyak. Sangat berbeda dengan beberapa kolam terapi ikan yang pernah saya cobain di sebuah tempat. Misalnya di sebuah tempat makan atau wisata yang air kolamnya hijau. Sambil terapi, bisa ngopi-ngopi juga hehehe.

Setelah membayar tiket seharga 5 ribu untuk durasi 30 menit. Saya pun mencelupkan kedua kaki saya ke kolam. Karena saya hanya sendiri, itu ikan langsung menyerbu. Awalnya geli sekali. Saya berkali-kali mencelap-celupkan kaki saya. Tapi lama-lama kok enak. Saya pun bertahan selama 30 menit.



Selesai terapi kolam ikan, saya kok tertarik mencoba luluran dan pijat belerang, ya? Seperti apa rasanya? Padahal selama ini, saya tidak pernah. Bahkan dipijat biasa saja jarang, kecuali pas kurang enak badan hahaha. Saya kurang suka, tubuh saya digerayangi orang lain.. hahahaha.. halah gaya benar saya ini.

O, iya. Tarif luluran ini 50 ribu dengan durasi 30 menit. Dan lumayan enak. Selain mengeluarkan daki-daki untuk kulit, saya, juga badan saya jadi enakan. Soalnya dipijat daru ujung rambut sampai ujung kaki. Kalau teman-teman penasaran, ceritanya, langsung mampir ke Mencoba Pijat Lulur Belerang di Lokawisata Baturraden Purwokerto.




Selesai luluran dan pijat belerang, saya meneruskan jalan-jalan. Nah, kali ingin melihat air mancur. Boleh lah foto-foto di sini. Apalagi jarang-jarang ada tempat wisata yang punya air mancur tinggi hehehe.



Seru sekali wisata di Lokawisata Baturraden ini. Sangat komplit dan bisa wisata keluarga. Makanya pas saya datang, banyak rombongan anak TK dan SD. Soalnya di sini ada kolam renangnya. Nah, yang pesawat di depan tadi itu, ternyata bisa dinaiki. Jadi selama 20 menit, serasa naik pesawat. Tiketnya 10 ribu.

Selain itu, Lokawisata ini pas untuk piknik keluarga. Dengan menyewa tikar, bisa duduk-duduk makan bersama sambil menikmati suasana. Mau sambil jalan-jalan juga bisa.



Pas tengah hari, saya pun sudah selesai menjelajah Lokawisata Baturraden ini. Sebelum pulang, saya kok tertarik membeli blankon khas Banyumas. Biar harganya pas, saya tanya dulu seorang Bapak yang habis membeli. Harganya 25 ribu. Deal setelah tawar  menawar. Jadi pas saya beli, saya patokan harga 25 ribu. Sedangkan ukuran anak-anak 20 ribu.

Karena masih tengah hari, saya memutuskan mencari tempat wisata lain di sekitar Baturraden ini. Dan setelah menyusuri jalan, saya tertarik untuk mengunjungi Telaga Sunyi. Cukuplah waktunya, sebelum sore hari, saat saya kembali ke Gombong Kebumen.

Bambang Irwanto



Subscribe to receive free email updates:

32 Responses to "Pesona Lokawisata Baturraden Purwokerto Jawa Tengah"

  1. Replies
    1. Makanya wajib mampir ke sini, Kak. Pokoknya happy.

      Delete
  2. Keren... Ada permandian air panasnya. Pemandangannya juga sangat menarik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Pone. Cocok wisata bersama keluarga. Mau nginap di sekitar juga bisa, karena banyak hotel dan penginapan.

      Delete
  3. Mas bambang aku ngakak pas baca
    "Orang pada lihatin, siapa seleb ya, ialah seleb kebumen" wkwkwk
    Khas mas Bambang tampan rupawan manjah
    Pemandian belerangnya bagus ya pake bath up gitu,jadi dipake nya sendiri,
    Soale kalau di Medan tuh di daerah pengunungan Berastagi, air belerangnya kaya di kolam-kolam renang gitu hehe, tapi jadinya ramean, dan kalau dibilang untuk obat tapi pake samaan gitu, kan jadi gimana gitu yak hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, makanya lebih nyaman juga berendamnya. Khasiatnya lebih terasa, soalnya kan tiap ganti orang, ganti air juga.

      Delete
  4. Jadi Baturraden itu satu kompleks ya mas. Lengkap juga wisatanya ya, mulai dari berenang di Curug, mandi air panas, sampe ada pijit segala. Murah loh mas 50 ribu dari ujung kepala sampe kaki..
    Enak banget ya..

    Btw, 50 km dari Baturraden ke kebumen berapa jam ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Jadi ini wisataya sudah dikelola dengan baik sekali. Jadi komplit dan nyaman wisata di sana. Misalnya mau ke wisata sekitar juga ada.
      Sekitar kurang lebih 2 jam, Mbak.

      Delete
  5. Saya belum pernah ke sini. Jika suatu saat ada kesempatan ke daerah Purwokerto tempat ini perlu dikunjungi juga. Seru wisata ke Baturraden ya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, wajib mampir ke sini, Mbak Helen. Apalagi ini kayaknya wisata pertama di Baturraden.

      Delete
  6. Pulang dari Lokawisata Baturraden bisa seger bener nih..Sudah main air yang bersih dan alami, mandi air panas belerang, terapi ikan dan luluran..Wow!!
    Jadi satu kecamatan ternyata Baturraden ini. Pantesan ibu-ibu arisan RT saya di Jakarta kalau wisata pilihnya rombongan ke sana. Hiks, saya belum pernah ikut, karena perginya pas hari sekolah. Semoga lain waktu. Baca ini pengin banget ke sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Dian. Cuci mata yang hijau-hijau dan indah-indah dapat. Badan segar karena sudah dipijat dna mandi air belerang, plus daki-daki hilang, Mbak. Jadi glowing kulitnya hahaha.
      Ayo, ke sini, Mbak Dian.

      Delete
  7. Terapi ikan itu berasa kayak dipijat begitukah? Kaki berasa nyaman setelahnya?

    Kayaknya sudah se-Jawa Tengah kita' kitari ya Mas Bambang? :D Bisa mi bikin buku traveling seru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi awalnya geli, Mbak Mugniar. Soalnya itu ikan-ikan memamakan kulit mati kita. Dan setelahnya enak sekali, Mbak. Kan kaki itu bagian refleksi juga.

      Belum pi, Mbak. Masih banyak kota yang belum pernah saya datangi. Tapi masih ingin ke Makassar lagi hahaha.

      Delete
  8. Loh, ternyata Kebumen tuh kalau mau urus apa-apa, kota besar terdekatnya Purwokerto tho, Mas? Saya kira Semarang, hahaha ... Ampuuun ... Geografinya jaman sekolah ketahuan dapat berapa.

    Aku pernah ke Purwokerto tapi lewat aja karena turun di Stasiun Purwokerto tapi tujuannya ke Cilacap. Jadi, samaaa ... Baru tahu juga kalau Baturraden itu bukan nama satu tempat wisata. Tapi bener ya Mas, udara di sana masih sejuk gitu? Teman-teman banyak cerita sih Baturraden itu bagus di hijau alam dan sejuk udaranya.

    Moga-moga nanti bisa jelajah Baturraden juga, nggak lupa bawa tripod biar nggak kalah sama Mas Seleb Baim.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Melina. Purwokerto kota terdekat yang paling lengkap dari Kebumen. Setelah itu Yogya, sekitar 2,5 jam. Kalau Semarang, saya naik motornya 5 jam, Mbak. Jadi bagus juga sekalian wisata hehehe.

      Delete
  9. Waah bisa berendem dengan air belerang di bak mandi itu keren banget yaa idenya untuk menarik wisatawan. Tidak perlu naik gunung nyari sumber belerangnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Dan di Kebumen ada juga. Namanya pemandian air panas Krakal.

      Delete
  10. Seru banget mas tempatnya. Komplit di satu kawasan. Saya tertarik dengan terapi ikan itu. Pasti geli-geli gimanaaa gitu. Wishlist nih kalo ada kesempatan ke purwokerto.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Awalnya geli banget. Tapi lama-lama enak, Mbak. Pas selesai, badan jadi enakan. soalnya bagian kaki kan, bagian refleksi juga.

      Delete
  11. Wuah kereeeeeen, jadi pengen ke sanaaaa. Hahaha. Saya malah tahunya Baturraden itu tempat Jambore Nasional Pramuka doang mas, zaman saya pas SMP SMA dulu. Hihihi. Ternyata indah bangetttt dan kayaknya sejuk yaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya, Mbak. Karena alamnya bagus, maka cocok untuk Jambore juga. Jadi wajib ke Baturraden, Mbak Mutia.

      Delete
  12. Aku pernah kesni juga si bang,cantik banget emang air terjunnya,suasananya ah jadi pengen berkunjung ket4 saudara sekaligus kesni ,btw kayanya ini dah hanya direnovasi deh jadi lebih cantik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajin ke sini, Mbak UUt. Soalnya memang komplit sekali. Sangat memanjakan mata dan hati. Mau coba berendam air belerang juga bisa. Mau lulur dan pijat belerang juga bisa.

      Delete
  13. Indah ya pesona wisata alam Baturaden ini,dan banyak spot cantikk buat swafoto, dan lumayan banget fasilitas mandi air belerangnya ada bathup nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Wisatanya sangat memikat. Pas untuk keluarga juga. Anak-anak pun happy ke sini, karena ada kolam renang.

      Delete
  14. Saya inget dulu juga pernah diajak temen ke Lokawisata mBaturraden ini... Lha nyesel kok gak mau dulu itu... Sampe sekarang meski belasan tahun, wisata Baturraden tetap diminati pengunjung yaa Mas Bambang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daripada menyesal terus, mending segera ke sini, Mbak Mia. Jadi penyesallan masa lalu segera terobati hahaha.

      Delete
  15. Aku penasaran deh sama pesawatnya hehehe. Pantesan anak anakn suka ya, jadi bisa terasa naik pesawat beneran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi nanti pesawatnya bergerak-gerak, Mbak Annisa. Seperti naik pesawat hehehe.

      Delete
  16. Berendam belerangnya nyaman ya, dibuatkan kamar tersendiri begitu.
    Semoga satu hari nanti, bisa dapet rezeki main ke Batu Raden Purwokerto.
    Aamiin.

    Salam siang dari Lombok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, makanya wajib dicoba saat wisata ke Baturraden.
      Salam kembali dari Kebumen.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.