} Jalan-Jalan Ke Wisata Alam Comal Karanggayam Kebumen Jawa Tengah yang ada Curug Kedondongnya - Bambang Irwanto Ripto

Jalan-Jalan Ke Wisata Alam Comal Karanggayam Kebumen Jawa Tengah yang ada Curug Kedondongnya

Jalan-Jalan Ke Wisata Alam Comal Karanggayam Kebumen Jawa Tengah yang ada Curug Kedondongnya - Saat iseng browsing seputar wisata Kebumen Jawa Tengah, saya menemukan lagi Curug Kedondong. Saya langsung jadi penasaran. Apalagi pas saya google Map, letaknya tidak terlalu jauh dari rumah saya. Hanya 39 menit.



Maka hari selasa, 25 Februari 2020, saya pun meluncur ke Curug Kedondong pukul 7 pagi. Karena merasa jaraknya dekat, maka saya celana pendek saja. Apalagi sudah musim hujan. Jadi pas pakai baju dan celana hujan lebih mudah hehehe.

Tapi ternyata permirsaaaaaah... jarak Curug Kedondong ini lumayan juga. Mungkin karena saya baru pertama kali ke sana, jadi tanya sana sini dulu ke warga. Terus walau masih pagi, itu matahari sudah puaaaanas pool. Lutut sampai betis saya panas kena matahari hahaha.



Walau begitu, saya tetap happy. Jalannya yang menanjak, membuat pemandangan sekitar sangat indah. Saya malah tidak sengaja menemukan sebuah monumen penting yang ada di daerah Karanggayam, yaitu monumen perjuangan. Monumen ini dibangun untuk memperingati pertempuran antara tentara Indonesia dengan tentara belanda tahun 1947.



Akhirnya, saya sampai juga di lokasi. Tapi pas mau masuk pintu gerbang, kok namanya Wisata Alam Comal? Saya browsing lagi. Ternyata, Wisata Alam Comal ini baru diresmikan oleh Wakil Bupati Kebumen, 28 Januari 2020. Nah, curug Kedondong, termasuk ada di dalamnya. Oh.. seperti itu (bacanya ala-ala inces Syahrini ya hahaha)



Setelah masuk gerbang, saya melewati jalan yang tidak terlalu lebar. Jalanan sedikit menanjak dan ada satu tikungan tajam, sampai akhirnya terlihat lokasi wisatanya. Jadi harus hati-hati.

Saya pun segera memarkir motor. Tampak sudah banyak pengunjung. Bahkan tampak juga tentara yang sedang kerja bakti membenahi jalanan masuk. Jadi lokasi Wisata Alam Comal ini masih ada tahap pembenahan. Tapi sudah bisa sekali sebagai tempat wisata.

Saya pun mulai menyusuri Wisata Alam Comal ini. Karena saya tidak menemukan loket tiket, maka saya langsung masuk saja. Tapi saya memperkirakan tiketnya tetap sesuai di hati dan kantong. Biasanya untuk wisata alam seperti ini, tiketnya berkisar 5 ribu.

Di depan pintu masuk, sudah terdapat beberapa warung. Pas nih, bagi yang datangnya pagi dan belum sempat sarapan. Atau yang datang pas jam makan siang. Langsung mampir saja. Biar kuat pas jalannya nanjak hehehe.

Dari jauh, tampak pemandangan Indah. Dan.. paling menonjol adalah curug Kedondong yang memang jadi primadona wisata alam Comal ini. Jadi memang, awalnya yang terkenal adalah Curug Kedondongnya. Makanya di google Map itu, ya Curug Kedondong. Nah hutan pinus  di sekitar namanya hutan comal. Makanya setelah dibenahi, namanya Wisata Alam Comal.



Saya pun langsung tertarik menuju atas Curug Kedondong. Jalanan sempit dan hanya bisa dilalui 1 orang. Curug yang tingginya sekitar 15 meter ini, terdiri dari beberapa tingkatan.



Nah, di bagian puncak ini, ada landasan dari batu-batu besar. Terus ada cekungan-cekungan seperti kolam kecil. Jadi bisa buat mandi.

Saya pun langsung jeprat-jepret. Karena ini di atas batu, jadi hawanya panas. Mengingatkan saya pas wisata ke Candi Borobudur. Untung saya bawa handuk kecil. Jadi handuk itu terus berkalung di leher saya hahaha.

Tidak lama, datang rombongan anak-anak remaja. Mereka pun langsung "menguasai" area curug dengan langsung mandi dan foto-foto cerah ceria hahaha. Saya pun langsung melipir mencari lokasi sekitar. Wong tua ngalah dulu hahaha. Tapi sebelumnya, pose lagi hahaha.



Saya lalu memilih turun ke tingkatan curug bawah. Nah di sini lebih adem, karena langsung berhubungan dengan aliran sungai. Air terjunnya walau rendah, tapi airnya deras. Pastinya, saya pose-pose tampan rupawan manjah di sini, dan tetap dengan bantuan Babang Ipot alias tripod hahaha.




Kelar pose-pose di curug, saya berniat ngadem dulu di gazebo yang disediakan. Saya pun berjalan ke atas. Ternyata, sebelum sampai ke tujuan, ada view bagus untuk foto dengan latar curug Kedondong. Saya pun mampir sejenak. Pose-pose tampan rupawan manjah lagi hahaha.



Sampai di gazebo, saya langsung duduk-duduk tampan rupawan manjah. Udara di sini sangat sejuk. Saya jadi pengin tidur hahaha. Daripada takut kebablasan tidur, saya memilih makan pastel yang kebetulan saya bawa dari rumah. Dan lihatlah fotonya. Juragan Bakso gayanya bebasa hahaha.



Tapi baru 10 menit ngasoh sambil menikmati semilir angin, saya melihat rombongan ibu-ibu berjalan naik ke tempat ini. Pastinya mereka akan “menguasai” gazebo ini hahaha. Saya pun bergerak cepat foto-foto pemandangan sekitar, lalu melipir lagi. Kali ini Ladies First hahaha.




Dan di sekitar sini, ada juga tulisan-tulisan keren. Saya pun tidak mau ketinggalan foto-foto di tulisan-tulisan itu. Bagus juga untuk keperluan postingan medsos, sekalian buat seru-seruan hehehe.




Saya bergerak sedikit ke atas. Saya tertarik dengan hamcok. Saya pun foto di sini. Foto pertama sukses. Foto kedua... hancock putus, pemirsah.. dan saya jatuh hahaha. Untung tidak tinggi. Masih untung ya, namanya juga orang jawa hahaha.

Jadi sepertinya hancock-nya sudah rapuh talinya. Dan pas saya lihat, sudah banyak sambungan. Jadi harus segera diganti yang baru, agar pengunjung aman.



Selesai di sini, saya pun memilih turun. Dari atas tampak kolam renang. Saya sedikit tergoda untuk berenang tampan rupawan manjah. Tapi kok kaki saya tak melangkah ke sana. Padahal tiketnya hanya 5 ribu.



Di Wisata Alam Comal ini ada juga kolam khusus anak-anak. Tiketnya hanya 3 ribu. Anak-anak pasti senang diajak berenang di sini.



O, iya. Di sini juga ada arena motor trail atau motor cross. Jadi bagi anaj motor-motoran, pas sekali ke sini. Arenanya saya lihat sangat seru dan menantang.



Menjelang siang, saya pun bergegas meninggalkan Wisata Alam Comal ini. Eh ada yang jual tea thailand  saya lun mampitnbeli yang original. Harga 10 ribu rupiah. Segaaaar... mata segar, kerongkongan segar.



Secara keseluruahan, Wisata Alam Comal.ini sangat memikat. Pas untuk wisata keluarga. Jadi jangan lupa mampirnke sini ya. Selamat jalan-jalan. Yuk, dolan nang Kebumen.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

20 Responses to "Jalan-Jalan Ke Wisata Alam Comal Karanggayam Kebumen Jawa Tengah yang ada Curug Kedondongnya"

  1. Masya Allah indahnya tempat itu. Btw ada yang jual makanan dan oleh2 gak didalamnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yang jual makanan dan oelh-oleh, Mbak. Hanya belum komplit oleh-olehnya. Jadi kalau mau, ke pasar Karanganyar. lengkap di sana.

      Delete
  2. bagus banget ini hawanya asik banget kalau di bawa galau apalagi kayak diputusin pacar weehh semilirr anginnya bikin makin bateh ada di curug. Btw kolamnnyaa jernih banget jd pengen nyeburr kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kalau lagi galau, datang ke sini, pulangnya galau langsung hilang, Mbak Vivi. Jadi semangat lagi beraktivitas hehehe.

      Delete
  3. Seru kayaknya kalau jalan-jalan kesini bareng pasangan. Serasa petualangan gitu yah. Eh kok endingnya beli thai tea. Minuman lokal ga ada yang jual kah disana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru, Mbak. Karena walau sudah dibenahi, tapi tetap tidak merusak alamnya.
      Kebetulan pengin coba thai tea racikan, Mbak Fira. Sebelumnya cobain sasetannya doang hahaha.

      Delete
  4. Pas baca judul tadi kirain Comal di Pemalang, hehehe. Ternyata Kebumen.
    Kalau lihay tracknya nih kayaknya bakal licin ya mas kalo musim hujan, banyak yang masih jalan setapak berupa tanah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya, Mbak. Di Pemalang ada daerah Comal juga ya. Saya pernah lewati karena Pemalang itu kampung Ibu saya hehehe.

      Delete
  5. Tempatnya banyak yang bisa dikunjungi ya, kirain curug aja hehehe. Bener nih bawa camilan biar tetep kenyang dan murah yak. Meskipun sendirian, tetep happy bahagia, pengin bisa kaya gitu enjoy banget ey :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Marfa. saya sengaja pergi sendiri dulu, sekalian survay wisatanya. kalau pas untuk keluarga, baru saya datang lagi wisata bersama keluarga hehehe

      Delete
  6. Masya Allah, keren banget pemandangannya mas.
    Masih asri ya. Mudah2n tetep pengunjung jg tetep bisa menjaga kelestarian tempat wisata ini ya.

    Cakeeep bgt soalnya, pan kapan klo ada rezeki mau ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Mbak Melly. Salah satunya tidak membuang sampah sembarangan. Perlu kesadaran seniri.

      Delete
  7. wkwkw wong tuo ngalah dulu. jangan gitu lah mas, kan mas masih muda. ikutan gabung lah sama mereka. eh ada kolam untuk anak, bersih ya. cm 3 rb lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Soalnya pasti kalah tampan rupawan manjah sama mereka, Mbak hahaha.
      Ada kolam anak, ada kolam dewasa juga dengan tarif 5 ribu, Mbak.

      Delete
  8. Replies
    1. Iya, bisa sekali buat berwisata bersama keluarga.

      Delete
  9. Pemandangannya masih adem banget begitu. Walau capek, tapi worth it dengan apa yang didapaktan di sana. Jadi pengen main ke Kebumen lagi. Sudah berapa lama nih aku gak main ke Kebumen, huhuhuhu.

    Kalau baca dari judulnya, awalnya aku kira Comal di Pemalang, ternyata di Kebumen. Hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. jadi perjalanan jauh terbayar.
      Nah, iya, beberapa komentar di atas juga mengira ini di Pemalang.

      Delete
  10. Wisatanya ada di Google Maps tapi ga pake tiket? Wah kalo di tempat saya sudah pasti bayar ini Mas. Hahaha.

    Curugnya jenis curug aliran kecil, tapi masih jernih euy. Alhamdulillah. Semoga ga kena libas tambang atau perkebunan sawit ya Mas...bisa2 lebih panas lagi nanti cuacanya

    Ohya, itu Hancock atau Hammock ya Mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Fika. Ini sebenarnya bayar, hanya pas saya ke sana, kok tidak ada loketnya. Mungkin sekarang sudah diterapkan.
      Yang benar Hammock, Mbak. Saya kalau bahasa inggris memang lemah hahaha

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.