} Serunya Dua Hari menyusuri 6 Wisata Kebumen (Bagian 2) - Cerita Bambang Irwanto

Serunya Dua Hari menyusuri 6 Wisata Kebumen (Bagian 2)

Serunya Dua Hari menyusuri 6 Wisata Kebumen - Setelah kemarin menjelajah 3 wisata kebumen, yaitu Bukit Jerit, Pantai Surumanis, dan Pantai Menganti, maka rencananya hari ini saya akan mengajak Bang Doel menjelajah 3 wisata kota yang termasuk dekat dari kota Gombong, yaitu Waduk Sempor, Benteng Van Der Wijck dan Roemah Martha Tilaar.



Makanya biar teman-teman bisa menikmati cerita kemarin, dan merasakan Serunya Dua Hari Ini Menyusurui 6 Wisata Kebumen, wajin membaca bagian 1 dulu, ya. Baru mampir ke sini hehehe. Jadi biasa tahu keseruan di Bukit Jerit, Pantai Surumanis, dan Pantai Menganti.



Pukul 7 pagi, saya sudah meluncur ke hotel Bang Doel menginap. Saya happy karena cuaca cerah. Prediksi saya sih, tidak akan hujan, karena sejak sore kemarin sampai malam kan sudah hujan. Sok tahu banget saya ya hahaha.

Sampai di Hotel Gombong Baru, ternyata Bang Doel lagi-lagi belum mandi. Makanya saya becandain agar bergegas mandi, biar tidak kehujanan lagi hahaha.

Sambil menunggu Bang Doel, saya sempatkan selesaikan BW list dulu. Lumayan kan kalau dapat 2-3 link blog. Selain itu disambil minum teh dan makan roti isi yang disediakan hotel. Jadi mungkin pas cek in kan, kelihatan kami berdua. Jadi porsi teh dan kuenya juga dua hahaha. Lumayan, buat ganjel perut.

Setelah Bang Doel siap, saatnya berangkat. Karena Bang Doel dari wisata langsung ke terminal, maka sekalian cek out dan bawa ranselnya.

Selesai cek out, saya menawari Bang Doel mau sarapan apa. Soalnya sarapan khas sini saya tahunua cuma Nasi Penggel. Ada sih, nasi kuning, nasi uduk, sampai bubur ayam. Tapi itu sudah umum.

Akhirnya setelah berpikir walau tak sampai 7 hari 7 malam, saya memutuskan mengajak Bang Doel makan gudeg saja. Hanya kami kurang cepat. Ayamnya sudah habis hehehe.



Selesai sarapan, sata mengusulkan agar ke terminal dulu mencari tiket bus. Soalnya di sini memang kalah berangkat sore, maka harus pesannya pagi. Tapi ini berlaku hari biasa ya. Kalau musim liburan atau hari raya, pesannya jauh-jauh hari.

Sebelum pukul 8 pagi, kami sudah sampai di terminal.Gombong. ternyata loketnya belum buka. Pas saya tanya, katanya buka pukul 8. Ya nunggu sebentar tidak apa-apa. Kalau sudah ada tiket bus di tangan, kan sudah tenang.

Ternyata, loket baru buka pukul setengah 9. Bang Doel segera mengantre. Hanya... yang mau berangkat pagi uang dilayani duluan. Tidak apa mengantre sebentar ya, Bang Doel. Anak sabar disayang Tuhan hahaha.

setelah tiket bus dikantong, saatnya menjelajah wisata Kebumen. Sesuai rencana, saya melajukan motor ke arah Waduk Sempor. Hanya sekitar 15 menit, kami sudah sampai di sana. Tiket masuknya 5 ribu.

Suasana cukup ramai, karena hari sabtu, dan sudah masuk weekend. tampak mobil-mobil dari luar Kebumen terparkir. Dan kalau pas kalau hari minggu pagi, maka semakin ramai, karena banyak yang berolahraga.

Saya pun memarkir motor saya. Bang Doel tampak antusias, karena dengan semangatnya dia mengajak saya turun ke wajah. "Wah,, awannya keren!" pekik Bang Doel. Pastinya kami tdak mau melewatkan pose-pose tampan rupawan manjah di sini hahaha.




Puas mengekplors sisi kanan Waduk Sempor, saya memgajak Bang Doel untuk kembali nai ke atas, lalu berjalan sedikit ke barat. Di sana spot bagus juga menurut saya. Tapi ternyata agak ramai, dan Bang Doel agak segan ke sana. Akhirnya, kami pose-pose saja di sekitarnya.




Selesai mengeksplor sisi kanan, saya mengajak Bang Doel ke sisi kiri waduk Sempor. Kebetulan di sana ada tulisan SEMPOR. Jadi wajib foto di sana. Apalagi di sana juga, ada warung tempe mendoan langganan saya hehehe.

Saat melewati sisi depan waduk,  saya berhenti. Kelihatannya wajib juga foto dari sisi depan. Bang Doel pun setuju. Kami pun kembali mengeluarkan pose-pose andalan kami. Dan Voilaa... hasil fotonya keren sekali kan.. hehehe.



Saya pun kembali melajukan motor saya menuju sisi kiri Waduk Sempor. Di sini belum terlalu banyak pengunjung. Kami pun segera berfoto di tulisan SEMPOR yang sengaja dibuat. Dari sini juga bisa naik perahu menyusuri waduk. Hanya Bang Dole tidak mau, saat saya tawarin naik perahu hehehe.



Akhirnya saya memutuskan mengajak Bang Doel duduk santai sambil menikmati tempe mendoan. Saya memesan 4 tempe mendoan. Dan ternyata... itu tempenya besar dan lebar hahaha. Makan satu saja kenyang. Makanya 2 tempe mendoan lagi, bungkus buat Bang Doel hahaha.



Setelah kenyang makan tempe mendoan, saya mengajak Bang Doel ke sisi lain waduk Sempor. Kali ini tempatnya agak di atas. Dari sana, bisa melihat pemandangan dari atas ke bawah. Di sana juga ada tugu yang dibangun untuk mengenang korban yang meninggal saat pembangunan waduk Sempor ini.



Di sini cukup ramai juga. Apalagi ada tembok rendah yang asyik untuk duduk-duduk sambil menikmati pemandangan waduk. Kami pun pose-pose di sini. Kami pun sempat berjalan-jalan menyusuri jembatan waduk. Hanya karena lumayan panas, baru setengah jalan, kami memutuskan balik saja hehehe.

Setelah dirasa cukup, saya pun mengajak Bang Doel untuk ke Benteng Van Der Wijck. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Jadi saya dan Bang Doel harus bergegas, karena masih ada dua tempat yang harus didatangi.

Saat menuju Benteng Van Der Wijck, saya sengaja melewati jalan yang ada Kerkof atau Makam Belanda. Maksud saya hanya ingin menunjukkan saja pada Bang Doel. Tapi pas saya tawari Bang Doel apa mau mampir? Eh, Bang Doel mau. Kalau malam berani tidak? Hahaha.

Kami pun sejenak menyusuri makam Belanda itu. Kebanyakan makam-makam orang Belanda sudah banyak yang rusak dimakan usia. Hanya sebagian saja yang masih jelas tulisannya. Bahkan ada makam yang dekat pinggir kali amblas. Tapi saya sudah posting di blog ini, tentang Mencari Cerita Orang-Orang Belanda yang Telah Bersemanyam di Kerkof Gombong



Tidak lama kami berada di kerkof Belanda itu. Saya pun kembali melajukan motor menuju Benteng Van Der Wijck. Mungkin hanya 5 menit sudah sampai tujuan. Soalnya jarak Kerkof dan benteng memang sangat dekat.

Setelah parkir motor dan membayar 3 ribu, kami mengajak menuju loket. Tiketnya 25 ribu rupiah, tapi sudah termasuk naik kereta dan water park. Jadi sangat murah bila sekalian ingin berenang bersama anak-anak.

Saya dan Bang Doel mulai memasuki halaman Benteng Van Der Wijck. Ini kesekian kalinya saya ke Benteng Kolonial Belanda berbentuk segi delapan ini. Sebelum sampai ke bentengnya, kami melewati hotel wisata yang ada di kawasan benteng.



Setelah berjalan kaki, sampai juga kami di depan benteng Van Der Wijck. Pastinya, kami tidak ingin melewatkankesempatan pose-pose di sini. Benteng merah dengan paduan langit biru dan awan putih, itu keren sekali. Apalagi dipermanis dengan mantan model remajanya wkwkwkw.




Kami pun menyusuri seluk Benteng Van Der Wijck. Dari bagian tengah benteng, juga dalam benteng. Jadi karena bentuknya segi delapan, maka saat mulai titik jelajah, maka nanti akan sampainya dan berakhir di titik itu juga hehehe.



Dan seru sih menyusuri Benteng Van Der Wijck. Selain melihat langsung keadaan di dalamnya, dan dipakai apa saja zaman dulu, teman-teman juga dapat foto-foto bagus dengan angle menarik. Termasuk dari bingkai-bingkai jendela dengan latar Benteng Van Der Wijck.



Endingnya, Bang Doel mengajak saya naik kereta di atas benteng. Dan karena tadi tiketnya sudah termasuk naik kereta, maka tidak perlu bayar lagi. Seru.. dari atas, kami bisa melihat pemandangan kota Gombong dari atas.



Selesai naik kereta, Bang Doel mengajak saya turun. Sebenarnya kami ingin naik kereta yang di bawah yang menyusuri area benteng. Tapi ternyata belum ada pengunjung lain yang ingin nak kereta. Akhirnya, kami memutuskan keluar dari benteng, dan selanjutnya menuju ke Roemah Martha Tilaar.

Nah, pas keluar dari Benteng Van Der Wijck, panaaaaaaad banget. Dan kayaknya asyik minum yang segar-segar nih. Nah, kebetulan, saya ada langganan es dawet ireng. Makanya saya ajak Bang Doel ke sana.

Dan memang segar. Saya saja habis dua mangkuk. Bang Doel saya paksa nambah. Harganya semangkuk hanya 3 ribu rupiah.



Kelar menikmati es dawet ireng, saya melajukan motor ke Roemah Martha Tilaar. Hanya 10 menit, saya dan Bang Doel sudah sampai di Roemah Martha Tilaar. Jadi memang, letak antara waduk Sempor, Benteng Van Der Wijck dan Roemah Martha Tilaar ini saling berdekatan. Jadi bisa sekali teman-teman berwisata dalam sehari.

Tiba di Roemha Martha Tilaar, ternyata waktu sudha menunjukkan pukul setengah 2. Kami pun bergegas untuk membeli tiket seharga 15 ribu. Ada bonus kartu Roemah Martha Tilaar. Keren... Bisa buat kenang-kenangan kartu posnya.



Saya dan Bang Doel pun mulai menyusuri rumah yang dibangun tahun 1920 ini. Sungguh Begitu Banyak Cerita di Roemah Martha Tilaar Gombong Kebumen ini. Mulai dari riwayat rumah, silsilah keluarga besar, masa kecil Bu Martha, sampai soal simetris yang diterapkan hampir di seluruh rumah.




Pastinya, Saya dan Bang Doel tidak ingin melewati foto-foto di Roemah Martha Tilaar ini. Dan untuk melengkapi cerita, kami pun bertanya pada Mbak Alona. Semakin jelas sudah. Makanya saya memutuskan kembali mengajak Bang Doel sekali lagi menyusuri Roemah Martha Tilaar.



Akhirnya pukul 3 kurang, saya dan Bang Doel selesai menyusuri Roemah Martha Tilaar. Sebelum jalan kembali, Bang Doel bertanya, apakah alun-alun Gombong jauh, saya jawab dekat. Ternyata Bang Doel ingin melihat alun-alun Gombong yang bernama alun-alun Manunggal. Oke Kakak, kita berangkat.

Sebelum ke alun-alun Manunggal, saya mengajak bang Doel mencoba soto Gombong dulu. Jadi hampir sama dengan soto ayam pada umumnya. Isiannya pun kecamba, kol, dan sohun. Hanya yang membedakan perkedelnya dari singkong dan kerupuknya merah putih.



Selesai icip-icip soto Gombong, saya melajukan motor ke alun-alun Manunggal yang hanya berjarak 200 meter dari warung soto gombong tadi. Karena sedang ada Gombong Expo jadi lumayan ramai. Sejenak Bang Doel asyik syut-syut sekitar alun-alun.

Waktu sudah menjukkan pukul setengah 4 sore. Saatnya bergegas ke terminal bus Gombong. Soalnya rencanaya, bus Bang Doel akan jalan pukul 4 sore. Saya pun melajukan motor saya ke terminal bus. 15 menit, kami sudah sampai di sana.

Ternyata oh ternyata... bus berangkatnya pukul setengah 5 sore hahaha. Jadi pukul 4 sore itu adalah titik kumpul. Masih ada 45 menit  untuk duduk-duduk tampan rupawan manjah.

Tapi tak apalah. Bang Doel juga masih bisa atur napas. Masih bisa numpang chas hape juga di warung. Kami pun masih bisa ngobrol lagi.

Akhirnya saatnya Bang Doel naik bus. Sebelum masuk bus, Bang Doel mengajak saya selfie. Tapi tunggu dulu, saya pakai kacamata hitam andalan dulu. Gaya sih dapat, tapi banyak orang apda ngelihatin hahaha. Tapi mental seleb kan sudah terlatih wkwkwk.



Selamat jalan Bang Doel. Sampai jumpa lagi. Jangan kapok main ke Kebumen... Dan bagi teman-teman lain, dolan nang ke Kebumen, yuk! Serunya Dua Hari Menyusuri 6 Wisata Kebumen. Wisata Kebumen sangat beragam dan memikat. Selamat jalan-jalan...

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

28 Responses to "Serunya Dua Hari menyusuri 6 Wisata Kebumen (Bagian 2)"

  1. Benteng van der wijk ini masih jadi wishlist yang pengen aku datengin. Tapi ke sananya maunya rame rame. Biar ga sepi 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, segera ke benteng Van Der Wijck, Kak. Mau sekalian nginap di hotel wisatanya juga bisa. Apalagi rame-rame. Seru...

      Delete
  2. wah asik bangt mas liat nya.. pengen ke sana jg jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, Kak main ke Kebumen. Banyak tempat wisata asyik dan seru.

      Delete
  3. Wah wah, kayaknya kalau mau jalan-jalan ke Kebumen wajib nih buat jadiin bang irwan jadi tour guide. Ini mas doel aja asyik banget kayaknya nyusurin banyak tempat wisata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, Mas Rifqi. Nanti saya mau buka open trip. Jadi semakin banyak teman yang datang untuk berwisata di Kebumen.

      Delete
  4. Dimana-mana pokoknya tetap BW ya bang, wkwk. Aku penasaran, di rumah martha tilaar ada sekalian booth yang jualan produk martha tilaar gitu nggak bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pokoknya kalau ada sela, wajib BW, Mbak Fira hahaha.
      Di Roemah Martha Tilaar ada khusus sho, Mbak. Jadi ada jual produk plus perawatan juga.
      Cerita lengkapnya ada di postingan lain, Mbak. jadi silakan mampir.

      Delete
  5. Wah serius nih jadi pengen ke Kebumen. Btw di Kebumen udah bisa dilalui via udara belum ya pak kalau dari sumsel?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau lewat udara, dari Palembang ke Yogya, Mas. Nanti dari Yogya bisa naik kereta atau bus ke Kebumen. Paling kereta 1,5 jam, sedangkan bus 3 jam, Mas.
      Yuk, dolan ke sini, Mas.

      Delete
  6. Benteng Van Der Wijk mengingatkan aku sama film Tenggelamnya kapal Van Der Wijk yang beberapa waktu lalu akhirnya aku tonton juga di TV. Keren ya. Asik kalo ke sana. Andai ke sana, aku mau foto foto pakai gaun putih gitu biar kayak none belanda.

    Btw, Mendoannya huwaaaa bikin mauuuu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang Mbak, banyak yang mengaitkan Kapal dan benteng Van Der Wijck ini. Makanya daripada penasaran, mampir.. hahaha.

      Delete
  7. Gokil seru banget kaya duo traveler ini maaah, aku baru tauuu lho kalau rumah martha tilaar sama kerkof belanda ini deketan sm benteng huhu next time kudu ke sini sama sekalian ke wadok sempor. Ke sini mentoknya ke menganti atau jetis aja yaampun wkwk ::(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, ampun, Mbak Marfa. Padahal di sini banyak sekali tempat seru hahaha.
      Iya, Mbak. tempat ini saling berdekatan. jadi bisa sehari jalan. Sekalian wisata kuliner juga hehehe.

      Delete
  8. Wah...Kebumen ternyata pariwisatanya banyak pilihan yah. Pernah lewat sih dari Bandung ke Yogya, lewat jalur Selatan, tetapi engga mampir. Cuma tahu dekat pantai aja. Baru tahu ada benteng dan Rumah Martha Tilaar. Kukira bu Martha orang Menado, bukan ya? Eh...tapi pantes sih beliau ngerti herbal, karena orang Jawa ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang orang Manado itu suaminya, Mbak Hani. Makanya Bu Martha pakai nama marga suaminya. Tapi aslinya memang Kebumen. Kakek buyutnya, bahkan canggah-nya yang di atas buyut, memang asli Gombong.

      Delete
  9. Uwu, seru banget keliling wisata di Kebumen. Aku belum pernah kesana sih, berharap suatu saat bisa melipir juga kesini. Eh ada bang Doel juga ya, mau dong diajak kulineran. Kemarin pengen ketemu pas di Jakarta, etapi gak kesampaian 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Siti. kebetulan Bang Doel dari Semarang ke Kebumen, jadi sekalian saya ajak saja wisata dan kulineran hehehe.

      Delete
  10. seru juga ya ms wisata di kebumen. keliatan asek banget dan semua tersedia lengkap. Apalagi soal menu makanan di tempat wisata ms bambang sepertinya tidak mau ketinggalan untuk selalu dibahas dlm setiap artikelnya. Jadi ikutan ngiler dah ini liat mendoanya, ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, segera dolan ke Kebumen, Mas. sesama Irwanto, wajib wisata bareng hahaha.

      Delete
  11. Seru banget ih. Penasaran sama benteng wan der wijk! Belum pernah menginjakkan kaki ke kebumen. 😭 Semoga ada rezeki! Nice review, mas!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, ke sini, Mas Bimo. Pastinya, selain bisa ke Benteng Van Dewr Wijck, Mas Bimo bisa ke tempat lainnya juga.

      Delete
  12. waah ibuku wong bumen, mas hahaha... aku paling suka ke pantai petanahan makan mendoan yang lebarnya kaya kipas. Terakhir kesana cuma mampir ke benteng van der wijck dan gua jatijajar, istirahat di hotel candisari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang sudah banyak pantai indah dan menarik, Mbak. Dari pantaiMenganti, Lampon, Surumanis, Pedalen, terus sampai Laguna Lembu Purwo.
      Ayo, dolan ke sini lagim Mbak Irena. Nanti mangan mendoan maning hahaha

      Delete
  13. Ada aura mistis ga Mas ke benteng gitu? Di tempatku kan ga terkenal benteng tuh, cuma ada 1 di atas bukit daerah Meratus... Nah pas nyampe sana berasa banget auranya, huhuhu. Apa karena ga dirawat ya jadi terlihat mistis

    Aku udah mampir ke tulisan ttg rumah Martha Tilaar karena penasaran gimana simetrisnnya, hihihi. Baru tau banget loh beliau ternyata keturunan Chinesse

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya, Mbak Latfika. Sudah jadi rahasia umum, kalau bangunan tua, apalagi usianya sudah ratusan tahun, pasti ada aura-aura mistiknya, Mbak. Tapi jangan fokus ke arah sana, fokus mau jalan-jalan lihat keindahan bentengnya hehehe.

      Delete
  14. Sebagai tuan rumah, aku iri gak diajak jalan2 hiks. Wkwkw tapi masih di Rantau sih..

    Paling mantep tuh mas, duduk santuy di sempor sambil makan mendoan yanh segede piring ituuuuhhh. Tambah sambel kecappp. Aduhaiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang, Mbak Rin. Walau hampir di setiap wisata Kebumen ada yang jual tempe mendoan, tapi ya paling mantap di waduk sempor ya hahaha.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.