Nikmatnya Berendam Sejenak di Pemandian Air Panas Krakal Kebumen – Kabupaten Kebumen Jawa Tengah tidak hanya mempunyai wisata alam yang memikat, tapi juga punya pemandian air panas, lho. Namanya Pemandian Air Panas (PAP) Krakal yang letaknya di desa Alian Kebumen. Sudah ada sejak 1905. Wow..
Pemandian air panas Krakal sudah lama saya dengar. Bahkan sudah sering saya kepoin foto-fotonya, dan saya langsung mupeng mau ke sana. Tapi baru sempat ke sana Rabu 25 Semptember 2019. Yang bertanya saya ke mana saja baru ke PAP Krakal? Jawabannya seperti biasa, Saya sibuk pemotretan dan syuting wkwkwkw.
Pemandian Air Panas Krakal ini sangat mudah dijangkau. Karena saya datangnya dari arah barat, maka saya patokannya alun-alun Kebumen, lalu saya belok kanan ke jalan Sarbini. Terus saja.. nanti ada papan petunjuk, belok kiri. Dari dari sana, saya ikuti jalan saja sejauh 7 Km. Walau sedikit berkelok, jalanan mulus beraspal dari lancar.
Sampai di lokasi, ternyata banyak anak sekolahan. Ternyata mereka itu berenang di kolan khusus anak-anak. Setelah memarkir motor, seorang Mas-Mas menghampiri saya. Lalu bertanya dalam bahasa jawa halus yang artinya apa saya mau mandi?
Karena saya tidak fasih bahasa jawa, maka saya jawab saya bahasa Indonesia, kalau saya memang mau berendam air panas hehehe. Mas itu langsung memberi petunjuk, kalau saya harus membeli tiket dulu di loket di dekat pintu gerbang tadi.
Saya pun bergegas ke loket. Seorang Bapak menyambut saya. Lagi-lagi saya ditanya pakai bahasa jawa hahaha. Tiket seharga 15 ribu yang terdiri dari tiket masuk 3 ribu, dan mandi 12 ribu. Sedangkan tiket motor nanti bayar sendiri 2 ribu.
Walau sudah pukul 9 tapi ternyata baru saya dan dua anak muda yang datang untuk mandi. Seorang Bapak dengan gesit memeriksa setiap kamar berendam. Tidak lama Bapak itu mempersilakan. Kami pun masuk kamar yang telah disediakan.
Jadi PAP Krakal ini bukan berbentuk kolam pemandian air panas seperti umumnya, tapi berupa kamar-kamar. Nah, di sini ada 7 kamar berendam. Dalam kamar terdiri dari bak mandi, ada meja, dan bangku kayu. Sebagian atapnya terbuka, sehingga terlihat langit. Tapi dijamin tidak ada yang ngintip hahaha.
Ruangan memang sederhana, tapi menurut saya tetap sesuai saja bagi saya. Tapi bagus juga nih, kalau kamar-kamarnya kembali dikonsep. Misalnya, karena ini air panasnya dari air alami, maka kamarnya dibuat suasana alami. Ada nuansa batu dan pohon-pohon. Jadi seperti berendam di bak di tengah alam hehehe.
Saya pun bergegas berendam. Soalnya waktunya hanya dibatasi 15 menit. Makanya saya sengaja datang hari biasa. Soalnya baca ulasannya, kalau weekend bisa ngantre. Apalagi pas libur lebaran. Mana enak sih, berendam tapi di luar sudah ditungguin orang hahaha.
Tapi jangan bertanya ya, kok foto Mas Bambangyang tampan rupawan, lucu, imut, dan mengemaskan, saat berendam tak ada? Kan, no foto - hoax. Jangan-jangan Mas Bambang ga berendam nih?
Ada kok.. hanya buat koleksi pribadi. Takut heboh wkwkwkw.. gaya benar saya ini.
Dan benar, karena sepi, saya bisa berendam dengan tenang dan nyaman. Air panas langsung menyegarkan sekujur tubuh saya. Hanya... air panas ini rasanya asin. Tapi justru itu khasiatnya. Soalnya saya sering melakukan kalau tangan atau kaki pegal, saya rendam saja di air panas-panas kuku yang sudah dicampur garam. Lumayan membantu.
Setelah saya rasa cukup 15 menit (kayaknya lebih deh hahaha) saya pun bergegas keluar. Sebelumnya, saya jeprat-jepret dulu buat kebutuhan tulisan. Dan pas saya keluar, ternyata pengunjung masih sepi. Bahkan dua kamar sebelumnya sudha kosong. Tau begitu, saya lamaan dikit berendamnya. Boleh lah hahaha.
Seperti yang saya tulis di opening, pemandian air panas ini sudah ada sejak tahun 1905. PAP Krakal ini termasuk Geosite dari Geopark Karangsambung-Karangbolong Kebumen. Makanya di depan tadi ada logo Geopark beserta sekelumit sejarah PAP Krakal.
Jadi Krakal itu dulunya merupakan sebuah desa yang mempunyai legenda yang terkait dengan Ki Ageng Sabdo Guno, salah satu kerabat Keraton Surakarta. Suatu ketika Ki Ageng Sabda Guno mencari lokasi untuk menyembuhkan penyakit kulit yang dideritanya. Sesuai mimpinya, Ki Ageng Sabdo menemukan sebuah sumur kecil di tengah hutan jati dengan rasa asin. Lalu di sekitarnya banyak dijumpai batu-batu kecil berukuran kerakal.. Makanya digunakan untuk penamaan Desa Krakal makam Ki Sabdo Guno yang berada di puncak gunung bagian selatan lokasi pemandian air panas.
Pada tahun 1905, pemerintah Belanda membangun Pemandian Air Panas Krakal sebagai tempat pengobatan penyakit kulit. Saat itu disekitar PAP, juga sudah tinggal masyarakat Tonghoa. Mereka menjadi tengkulak hasil bumi, khususnya gambir dari petani setempat.
Secara geoogis, mata air panas Krakal bukan merupakan mata air dari gunung, namun dihasilkan dri patahan yang berada di sebelah timurnya. Sumber air panas pada mata air diduga karena proses konduksi dari sumber batuan beku yang ebrada lebih dari 1 km di bawah tanah yang muncul dari zone patahan tersebut. Hal ini juga didukung oleh kandungan sulful rendah yang menandakan . Jadi buka karena pengaruh vulkanisme debit air yang mencapai 10 liter/menit. Posisi muka air tanah bebas sekitar 15 m dari permukaan tanah.
Setelah rapi semua, saya pun berjalan-jalan di sekitar sambil mencari angle yang bagus untuk foto. Salah satunya pastinya di nama pemandian air panas yang memang baru dibuat lebih moderen.
O iya, pas saya datang, banyak anak sekolah yang datang berenang. Saya pun penasaran dan melihat kolamnnya. Pintu masuknya juga termasuk moderen. Saya pun numpang foto di situ hehehe.
Ternyata ini termasuk Bangunan baru karena terlihat moderen. Dan ternyata di sini ada 6 kamar juga untuk berendam. Kemudian di sekitar, ada kios-kios makanan. Jadi pengunjung yang habis berendam atau anak-anak habis berenang, bisa langsung mengisi perut.
Tapi yang menarik hati saya di sini adalah nama PAP Krakal. Berbeda dari yang di luar tadi. Jadi wajib jeprat-jepret di sini juga. Lalu patung-patung di tiang bergaya romawi juga tidak saya lewatkan hehehe.
Selesai di bagian kolam anak-anak, saya bergegas keluar. Di bagian depan ada taman bermain yang lumayan luas. Bagus nih, jadi anak-anak habis berenang main dulu. Apalagi banyak penjual jajanan juga.
Setelah saya rasa puas, saya bergegas berjalan ke depan. Saya berniat ke Alian Butterfly Park. Kebetulan letaknya pas di depan PAP Krakal ini.. Jadi cerita lengkapnya langsung mampir sini, ya.
Selamat jalan-jalan, teman-teman...
Bambang Irwanto
Pemandian air panas Krakal sudah lama saya dengar. Bahkan sudah sering saya kepoin foto-fotonya, dan saya langsung mupeng mau ke sana. Tapi baru sempat ke sana Rabu 25 Semptember 2019. Yang bertanya saya ke mana saja baru ke PAP Krakal? Jawabannya seperti biasa, Saya sibuk pemotretan dan syuting wkwkwkw.
Pemandian Air Panas Krakal ini sangat mudah dijangkau. Karena saya datangnya dari arah barat, maka saya patokannya alun-alun Kebumen, lalu saya belok kanan ke jalan Sarbini. Terus saja.. nanti ada papan petunjuk, belok kiri. Dari dari sana, saya ikuti jalan saja sejauh 7 Km. Walau sedikit berkelok, jalanan mulus beraspal dari lancar.
Sampai di lokasi, ternyata banyak anak sekolahan. Ternyata mereka itu berenang di kolan khusus anak-anak. Setelah memarkir motor, seorang Mas-Mas menghampiri saya. Lalu bertanya dalam bahasa jawa halus yang artinya apa saya mau mandi?
Karena saya tidak fasih bahasa jawa, maka saya jawab saya bahasa Indonesia, kalau saya memang mau berendam air panas hehehe. Mas itu langsung memberi petunjuk, kalau saya harus membeli tiket dulu di loket di dekat pintu gerbang tadi.
Saya pun bergegas ke loket. Seorang Bapak menyambut saya. Lagi-lagi saya ditanya pakai bahasa jawa hahaha. Tiket seharga 15 ribu yang terdiri dari tiket masuk 3 ribu, dan mandi 12 ribu. Sedangkan tiket motor nanti bayar sendiri 2 ribu.
Walau sudah pukul 9 tapi ternyata baru saya dan dua anak muda yang datang untuk mandi. Seorang Bapak dengan gesit memeriksa setiap kamar berendam. Tidak lama Bapak itu mempersilakan. Kami pun masuk kamar yang telah disediakan.
Jadi PAP Krakal ini bukan berbentuk kolam pemandian air panas seperti umumnya, tapi berupa kamar-kamar. Nah, di sini ada 7 kamar berendam. Dalam kamar terdiri dari bak mandi, ada meja, dan bangku kayu. Sebagian atapnya terbuka, sehingga terlihat langit. Tapi dijamin tidak ada yang ngintip hahaha.
Ruangan memang sederhana, tapi menurut saya tetap sesuai saja bagi saya. Tapi bagus juga nih, kalau kamar-kamarnya kembali dikonsep. Misalnya, karena ini air panasnya dari air alami, maka kamarnya dibuat suasana alami. Ada nuansa batu dan pohon-pohon. Jadi seperti berendam di bak di tengah alam hehehe.
Saya pun bergegas berendam. Soalnya waktunya hanya dibatasi 15 menit. Makanya saya sengaja datang hari biasa. Soalnya baca ulasannya, kalau weekend bisa ngantre. Apalagi pas libur lebaran. Mana enak sih, berendam tapi di luar sudah ditungguin orang hahaha.
Tapi jangan bertanya ya, kok foto Mas Bambang
Ada kok.. hanya buat koleksi pribadi. Takut heboh wkwkwkw.. gaya benar saya ini.
Dan benar, karena sepi, saya bisa berendam dengan tenang dan nyaman. Air panas langsung menyegarkan sekujur tubuh saya. Hanya... air panas ini rasanya asin. Tapi justru itu khasiatnya. Soalnya saya sering melakukan kalau tangan atau kaki pegal, saya rendam saja di air panas-panas kuku yang sudah dicampur garam. Lumayan membantu.
Setelah saya rasa cukup 15 menit (kayaknya lebih deh hahaha) saya pun bergegas keluar. Sebelumnya, saya jeprat-jepret dulu buat kebutuhan tulisan. Dan pas saya keluar, ternyata pengunjung masih sepi. Bahkan dua kamar sebelumnya sudha kosong. Tau begitu, saya lamaan dikit berendamnya. Boleh lah hahaha.
Seperti yang saya tulis di opening, pemandian air panas ini sudah ada sejak tahun 1905. PAP Krakal ini termasuk Geosite dari Geopark Karangsambung-Karangbolong Kebumen. Makanya di depan tadi ada logo Geopark beserta sekelumit sejarah PAP Krakal.
Jadi Krakal itu dulunya merupakan sebuah desa yang mempunyai legenda yang terkait dengan Ki Ageng Sabdo Guno, salah satu kerabat Keraton Surakarta. Suatu ketika Ki Ageng Sabda Guno mencari lokasi untuk menyembuhkan penyakit kulit yang dideritanya. Sesuai mimpinya, Ki Ageng Sabdo menemukan sebuah sumur kecil di tengah hutan jati dengan rasa asin. Lalu di sekitarnya banyak dijumpai batu-batu kecil berukuran kerakal.. Makanya digunakan untuk penamaan Desa Krakal makam Ki Sabdo Guno yang berada di puncak gunung bagian selatan lokasi pemandian air panas.
Pada tahun 1905, pemerintah Belanda membangun Pemandian Air Panas Krakal sebagai tempat pengobatan penyakit kulit. Saat itu disekitar PAP, juga sudah tinggal masyarakat Tonghoa. Mereka menjadi tengkulak hasil bumi, khususnya gambir dari petani setempat.
Secara geoogis, mata air panas Krakal bukan merupakan mata air dari gunung, namun dihasilkan dri patahan yang berada di sebelah timurnya. Sumber air panas pada mata air diduga karena proses konduksi dari sumber batuan beku yang ebrada lebih dari 1 km di bawah tanah yang muncul dari zone patahan tersebut. Hal ini juga didukung oleh kandungan sulful rendah yang menandakan . Jadi buka karena pengaruh vulkanisme debit air yang mencapai 10 liter/menit. Posisi muka air tanah bebas sekitar 15 m dari permukaan tanah.
Setelah rapi semua, saya pun berjalan-jalan di sekitar sambil mencari angle yang bagus untuk foto. Salah satunya pastinya di nama pemandian air panas yang memang baru dibuat lebih moderen.
O iya, pas saya datang, banyak anak sekolah yang datang berenang. Saya pun penasaran dan melihat kolamnnya. Pintu masuknya juga termasuk moderen. Saya pun numpang foto di situ hehehe.
Ternyata ini termasuk Bangunan baru karena terlihat moderen. Dan ternyata di sini ada 6 kamar juga untuk berendam. Kemudian di sekitar, ada kios-kios makanan. Jadi pengunjung yang habis berendam atau anak-anak habis berenang, bisa langsung mengisi perut.
Tapi yang menarik hati saya di sini adalah nama PAP Krakal. Berbeda dari yang di luar tadi. Jadi wajib jeprat-jepret di sini juga. Lalu patung-patung di tiang bergaya romawi juga tidak saya lewatkan hehehe.
Selesai di bagian kolam anak-anak, saya bergegas keluar. Di bagian depan ada taman bermain yang lumayan luas. Bagus nih, jadi anak-anak habis berenang main dulu. Apalagi banyak penjual jajanan juga.
Setelah saya rasa puas, saya bergegas berjalan ke depan. Saya berniat ke Alian Butterfly Park. Kebetulan letaknya pas di depan PAP Krakal ini.. Jadi cerita lengkapnya langsung mampir sini, ya.
Selamat jalan-jalan, teman-teman...
Bambang Irwanto
Durasi mandinya kok cuma 15 menit ya Mas. Ndak bisa lamaan, gitu. Tp ya saya ngakak juga pas di bagian masa' lg berendam ditungguin banyak orang. Wkwk jelas gak nyaman banget itu, hihi.
ReplyDeleteIya, Mbak Mia. Mungkin mengantisipasi kalau antrean panjang. Tapi kalau sepi, boleh kok ditambah durasinya. Beli tiket lagi hehehe.
DeleteNah, itu, kalau berendam kan, harus santai ya, Mbak hehehe
Berendem 15 menit, buat anak-anak mah kurang. Xixixi.. Sebenernya emang ke tempat wisata itu enaknya weekday ya mas, lebih sepi jadi lebih menikmati.
ReplyDeleteIya, Mbak Dyah.
DeleteMakanya dibuat kolam renang anak-anak. Jadi mereka bisa lanjut berenang-renang ceria hehehe.
Tiket nya murah mas. Ada tapi nya, kok sebentar amatttt.
ReplyDeleteSecara kalo mandi air panas enaknya agak lamaan sampe kisut kulitnya, hahaha
Iya, Mbak. Makanya bagusnya ke sana hari biasa. jadi kalau masih kurang puas, bisa nambah beli tiket lagi.
DeleteAir panas gini biasanya berfaedah sembuhkan gatal2 pada kulit. aku biasanya berendam air panas di Pacitan. Sumbernya dari belerang, jadi aromanya memang agak "ganggu" tapi banyak khasiat
ReplyDelete--bukanbocahbiasa(dot)com--
Iya, Mbak Nurul. Dan ini sumbernya dari patahan lempengan bumi. Jadi rasanya asin. Tapi di situlah khasiatnya, Mbak.
DeleteOalah ternyata sdh didandani yaa, bukan alami lagi. Positifnya mungkin lebih steril ya hahaha biasanya kan campur aduk dan airnya gak jalan, parno nih hahaha
ReplyDeleteYang didandani itu hanya bagian-bagian luar saja, Mbak. Jadi ditambah dekorasi ala-ala romawi, biar terkesan moderen.
DeleteDan saya pikir juga begitu, kalau kamar, maka kebersihan lebih terjaga, dibandingkan satu kolam besar yang berendam bersama hehehe.
Kaget sudah ada sejak 1905..uwoo
ReplyDeleteIni bagus lho air panas alaminya, bermanfaat buat kesehatan. Kalau nambah 15 menit lagi tapi bayar enggak boleh ya Mas..hahaha
Cuma perlu dipoles aja tempatnya, seperti Mas, kamar mandinya diubah ke desain alami akan lebih baik lagi.
Iya, Mbak Dian. Sudah ada sejak zaman Belanda hehehe.
DeleteDan kalau misalnya sepi, mau nambah lagi, bisa kok Mbak. Yang dibatasi itu, kalau mungkin pas antre.
Setuju, Mbak. Kamarnya dibuat lebih nuansa alami.
Kebumen selain punya banyak pantai, ternyata pemandian air panas juga. Boleh juga neh, kalau ke sana lagi wajib dicoba.
ReplyDeleteBukit indah juga banyak, Kang Ali. Pokoknya banyak wisata memikat di sini, Kang. jadi wajib datang.
DeleteBagus, nih Mas. Bangunannya memang kelihatan masa kolonial dengan tipe Doria. Banyak bangunan baru yang merusak bangunan lama, sayangnya. Menurut saya, sih. Tapi memang begitu, risikonya jika jadi tempat umum.
ReplyDeleteIya, Mbak. Ini kamar berendamnya masih model lama. Hanya bair lebih moderen, dibangun ornamen lain, termasuk dibuat kolam renang untuk anak-anak.
DeleteGila aja ini pemandian, sudah ada sejak zaman Belanda. Terkesan horor gitu nggak sih mas? Aku pernah mandi di pemandian air panas di Bandung.Enak sih...
ReplyDeleteTidak dong, Mas. Karena suasana selalu ramai. Kalau sendirian datang malam-malam terus berendam, mungkin horor hahaha.
DeleteEnak berendam di air panas ya, Mas Erfano. Badan jadi segaaaaar hahaha.
Ooo jd karena khasiat airnya menyembuhkan penyakit ya pak makanya banyak yang tertarik utk datang mandi di sana? Lokasinya menarik. Takjub tiketnya murce dan udah termasuk asuransi jiwa pula ya...
ReplyDeleteIya, Mbak April. Khasiatnya itu yang diburu orang. Makanya saya pun tertarik mencobanya hehehe.
DeleteTiket wisata Kebumen memang sangat terjangkau, Mbak. Senang di hati dan kantong hahaha.
Selalu banyak cerita deh kalau berkunjung ke jalan2 Bambang ini.
ReplyDeleteCuma sayangnya, foto-foto mas Bambang yang tampan rupawan, imut, lucu, dan menggemaskan yang lagi rendaman tidak tampil ya karena kena sensor. hahahaha
Tidak kena sensor kok, Mas Maidy.
DeleteSengaja tidak dipajang. nanti fans makin banyak hahahaha.
Keren nih bangunan luarnya, tapi pas didalamnya kamar-kamarnya ga nuansa romawi juga, tapi seru juga nih bisa berendam air panas, di kebumen itu hawanya dingin ya? Maklum belum pernah kesana.
ReplyDeleteIya, Mbak. Kamarnya masih bangunan lama. Kalau saya sih, bayangannya bagus suasana pedesaan jawa saja. jadi lebih alami.
DeleteBaru tau kalau di Kebumen ada pemandian air panas. Wah sepertinya jadwal piknik ke Kebumen harus dipercepat karena ternyata banyak destinasi wisata yang keren.
ReplyDeleteHarus, Mas. Apalagi wisatanya saling berdekatan. Jadi sekali jalan, bisa banyak tempat wisata yang dikunjungi. Ditunggu ya, Mas.
Delete