} Serunya Menyusuri Lima Keistimewaan Pantai Laguna Lemburpurwo Mirit Kebumen - Cerita Bambang Irwanto

Serunya Menyusuri Lima Keistimewaan Pantai Laguna Lemburpurwo Mirit Kebumen

Serunya Menyusuri Lima Keistimewaan Pantai Laguna Lemburpurwo Mirit Kebumen– Sebenarnya, minggu kemarin itu (8/9/2019) saya tidak ada rencana jalan-jalan. Saya ingin leyeh-leyeh di rumah saja, biar pas seninnya sudah fresh dan semangat aktivitas. Ssst.. tapi sebanrnya, karena dompet dompet lagi kurus hahaha.



Makanya, setelah berburu buntil dan serabi, saya pun selonjoran depan televisi sambil cek-cek instagram. Malah saya sempat nonton film kartun Doraemon hahaha. Sampai akhinya... saya terpaku melihat foto-foto seputar pantai Laguna Lembupurwo yang berada di kecamatan Mirit Kebumen. Wow.. keren-keren.



Jiwa ngebolang dan pose-pose saya langsung bergejolak hahaha. Terjadi perang di hati saya. Antara mau jalan-jalan dan pose-pose, melawan letaknnya jauh dan dompet menipis. Tapi akhirnya setelah menimbang-nimbang, maju mundur tampan rupawan.. maju tampan rupawan, akhirnya saya memutuskan berangkaaaaat... Kalau sudah pulang jalan-jalan kan, hati senang dan fresh lagi. Akan semangat cari uang hehehe.

Baca Juga : 12 Pantai di Kebumen yang Wajib dikunjungi

Akhirnya, saya pun berkemas. Saya berangkat pukul 9, padahal pas pikir-pikir itu sejak pukul 7 pagi hahaha. Karena belum pernah ke sana, maka saya ancer-ancernya kecamtan Mirit saja. Kebetulan saya pernah ke Desa Winong. Jadi nanti dari sana bisa tanya-tanya dulu.

Ternyata... jalan menuju ke Mirit itu ditutup, karena ada perbaikan jalan di bawah jembatan rel kereta api. Saya pun akhirnya harus mencari jalan lain. Setelah bertanya ke sana kemari mencari jalan, akhirnya saya kembali lagi ke jalan raya Mirit. Nah, dari situ terus ikuti jalan sampai pertigaan lalu belok kiri. Dari jalan Dendelas terus ikuti jalan. Nanti ada plang nama pantai Laguna Lembupurwo, belok kanan, lalu lurus ikuti jalan. Sampai lokasi.

Baca Juga : 5 Alasan Saya Berwisata ke Kebumen

Padahal... pas pulangnya, itu saya ikuti saja jalan Dendelas. Ternyata... ketemunya jalan menuju pantai Setrojenar. Saya jadi tertawa. Kalau tahu, ya lewat jalan itu saja. Tidak terkenal macet lagi, karena banyak jalanan yang sedang diperbaiki di beberapa titik.

Tepat pukul 11 siang, saya baru sampai di pantai Laguna Lembupurwo. Lumayan sudah panas hehehe. Begitu masuk, seorang pemuda langsung menyodori tiket masuk. Wow.. tiket masuknya Cuma 3000 rupiah saja. Bikin saya sumringah, nih. Senang di hati, senang di kantong hehehe.



Begitu masuk parkir, seorang Bapak tua langsung menyambut. Tiket parkir ini 2000 rupiah, dan nanti bisa dibayar pas pulang. Tapi ditungguin sampai kita pulang kok. Dan karena saya sudah tampan rupawan, baik hati, dan tidak sombong, saya kasih 5000 ribu saja. Sombooong hahaha.

Setelah parkir, saya pun bergegas menuju pantai. Gumuk pasir langsung menyambut saya. Wih, selama saya menjelajah pantai-pantai di Kebumen, baru kali ini ada gumuk pasir. Dan inilah yang jadi keistimewaan pantai Laguna Lembupurwo. Mantap nih, buat foto-foto.

Karena cuaca sudah sangat panas, maka saya melewati dulu gumuk pasir, dan terus berjalan ke arah pantai. Saya mengikuti pengunjung lain melewati jembatan bambu. Satu kali lewat, dikenai biaya 2000 rupiah. Tapi sebenarnya, bisa sih, kalau mau lewat bawah melalui hutan mangarove dan laguna.

Tapi tidak apa-apa sih, soalnya jembatan bambunya sangat bagus. Cocok untuk foto-foto. Hanya karena pengunjung lumayan banyak yang melewati jembatan, maka saya memutuskan melewatkan dulu mengambil foto di jembatan bambu. Bisa macet nanti hahaha.




Selepas jembatan bambu, pohon-pohon cemara laut langsung menyambut saya. Lalu di kejauhan, pantai sudah terlihat. Saya langsung celigukan melihat suasana sekitar. Dan.. saya langsung tertarik dengan hutan cemara yang berada di sisi kiri pantai. Sepertinya lebih eksotis di sana. Selain itu, pengunjung juga sepi.

Saya pun bergegas ke sana. Dan benar feeling saya, di area itu, hutan cemaranya lebih memikat. Suasananya juga lebih adem. Tidak butuh lama untuk menentukan angle-angle foto yang memikat. Saya pun segera pasang tripod, pasang hape, lalu ganti kostum. Siap pose-pose hahaha.



Agak lama saya berada di area hutan cemara ini. Soalnya hampir semua sudut bagus untuk anglenya. Apalagi cuaca masih sangat panas untuk main air di pantai. Makanya saya pun memutuskan mengeksplor juga di area yang dekat dengan laguna.




Voila.. eksotis. Dengan latar laguna, tanaman liar, sampai dahan jatuh pun semua keceh. Saya membayangkan, akan bagus sekali kalau dijadikan tempat pemotretan. Apalagi mata seorang fotografer pasti lebih tajam, dan akan menghasilkan foto-foto keren.





Sayangnya.... masih banyak bertebaran sampah-sampah plastik. Dan ini jelas sangat menganggu keindahan lokasi. Jadi kayaknya, perlu ada kegiatan bersih-bersih pantai dari sampah plastik. Agar pantai Laguna Lembupurwo semakin cantik.




Setelah puas mengeksplor area hutan cemara, saya pun berniat pindah ke area pantai. Kebetulan sudah pukul 2 siang lebih, dan cuaca tidak terlalu panas lagi. Apalagi tampak pengunjung mulai banyak yang main air di tepi pantai. Saya pun in action... hahaha. Biar tidak black light, posisi saya di kanan pantai.





Sebenarnya, karakter pantai Laguna Lembupurwo ini sama dengan pantai-pantai Kebumen lainnya. Soalnya masih sama, terusan pantai laut selatan. Seperti pantai Suwuk, pantai Sawangan Indah, Pantai Bopong atau pantai Setrojenar. Murni pantai, tanpa ada tambahan ornamen batu karang atau bersanding dengan bukit.



Makanya nih, kalau misalnya saya pakai baju yang sama di dua pantai, kama mungkin orang akan mengira itu foto di satu pantai. Atau saya berada di satu pantai, lalu pakai dua baju berbeda, bisa saja saya tulis berada di pantai lain hehehe.

Saya pun tidak mau ketinggalan. Selain tepi pantai, saya juga tertarik dengan perahu-perahu nelayan yang terdapat di tepi pantai. Ini bisa masuk satu frame, antara pantai, perahu, pohon cemara dan modelnya hahaha.




Setelah hampir sejam di area pantai, saya pun memutuskan pindah area. Hari mulai sore, dan saya memutuskan tidak menunggu sunset, takut kemalaman. Apalagi kan perjalanan ke Gombong lumayan jauh.

Tujuan selanjutnya, pastinya ambil foto di jembatan bambu. Sayangnya, saya hanya bisa selfie pakai tangan. Sangat riskan pasang tripod di jembatan bambu yang pijakannya tidak rata. Bisa-bisa tripod dan hape jatuh ke Laguna. Nangis bombay saya hahaha. Mau pakai gorilla pod juga riskan.




Usai melewati jembatan bambu, mata saya langsung melirik arah laguna. Wih, itu kalau saya fotonya masuk ke air lumayan juga hahaha. Maka saya pun langsung mengambil beberapa foto. Lumayan sih, apalagi matahari yang jatuh ke laguna juga.




Lanjut, saya pindah ke hutan mangorove. Tanaman bakau yang hijau rowo-rowo, bikin mata saya segar... Apalagi kaki saya ikut masuk ke laguna. Jadi semangat nih, pose-posenya hahaha.




Kelar di Laguna dan hutan Mangorove, endingnya adalah gumuk pasir. Jujur saja, saya agak kesulitan mengambil foto di sini. Walau kamera sudah saya setting waktunya 10 detik, tetap tidak dapat angle yang pas. Soalnya harus lari ke atas itu... lumayan susah dan bikin saya ngos-ngosan hahaha. Tapi yang penting saya sudah berusaha hahaha.. menghibur diri sendiri.



Namun hati saya terhibur saat naik ke atas. Ada angle yang memikat hati saya. Sebuah pohon cemara dengan latar gumuk pasir, tidak saya sia-siakan. Dan inilah jadi foto pamungkas saya di pantai Laguna Lembupurwo Mirit Kebumen.



Menurut saya, pantai Laguna Lembupurwo Mirit ini sangat.. sangat.. berpotensi menjadi salah satu pariwisata andalan Kebumen. Selain pantai yang indah, pantai Laguna Lemburpurwo memiliki hutan cemara, hutan bakau, dan laguna dalam satu wilayah. Dan... makin istimewa karena pantai Laguna Lembupurwo memiliki gumuk pasir yang tidak dimiliki pantai-pantai lain.



Jadi.. kalau teman-teman ke Kebumen, jalan lupa mengunjungi pantai Laguna Lembupurwo Kebumen. Pastinya wisata-wisata lain di Kebumen juga sangat memikatnya. Apalagi tiket masuknya sangat terjangkau. pas di hati, pas di kantong hehehe. Makanya dolan ke Kebumen yuk...!

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

42 Responses to "Serunya Menyusuri Lima Keistimewaan Pantai Laguna Lemburpurwo Mirit Kebumen"

  1. Jalan jalan di Kebumennya enggak pernah habis habis. Pas baca dari awal masih belum penasaran tapi begitu sampsi di pantainya dan lihat ombaknya, langsung deh jatuh cinta. ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. pengantar ceritanya dulu, Mas. Baru masuk ke cerita pantainya. Dan ombak pantai kebumen memang lumayan besar, tapi sayang tidak boleh berenang hehehe.

      Delete
  2. Aaaaakkk, aku lamaaa banget ngga main2 ke pantai.
    Kayaknya bisa dijadwalkan deh main ke siniii
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, segera dijadwalkan, Mbak Nurul. Soalnya pantai-pantai Kebumen sangat banyak dan memikat.

      Delete
  3. Hwaa.. walaupun awalnya maju-mundur tampan-rupawan, akhirnya jadi juga melangkah ke Pantai Lembur purwo yg tampaknya masih perawan. Blm ada sentuhan industri pariwisata ya, Mas. Worth it-lah capek² ke sana, terbyr dengan pemandangan yg indah menawan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Ini masih dikelola secara alami saja. Makanya pantainya masih sangat alami. Dan semua perjalanan jauh terbayarkan hehehe.

      Delete
  4. Kalau saya pulang kampung ke Tambak lagi, fix saya akan kontak mas bambang buat ngeguide jalanjalan di sekitaran kebumen. Spot ini asik banget difoto kalau pagi nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow.. Mas Adi wong Tambak ya? Saya sering lewati kalau pas ke Purwokerto.
      Pokoknya kalau mudik harus jalan keliling Kebumen, Mas hehehe.

      Delete
  5. Kalau aku Terakhir ke pantai tahun 2014 😂 jaman masih single. Kalau sekarang ya mikir mikir kalau mau pergi jauh kl gk punya kendaraan sndri apalagi bawa anak 🤔. Tp keren sih ini pantainya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Makanya saya juga menentukan tempat yang pas mana pergi sendiri, mana yang bisa bareng krucil atau keluarga. Soalnya kadang tempat wisata, medannha beratdan tidak terlalu pas buat semua anggota keluarga.

      Delete
  6. duh, saya tuh ga kenal sama sekali kebumen. semoga ada kesempatan berkunjung. kalau dari stasiun jauh ga? penginapan gimana, masih ada pilihan yg murah meriah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas mampir ke sini, Mbak. Soalnya banyak tulisan seputar Kebumen hehehe.
      Kalau dari stasiun Kebumen, paling wisata ke kota saja, Mbak. kalau stasiun Gombong dekat Roemah Martha Tilaar, benteng Van Der Wicjk dan waduk Sempor.
      Jadi mending naik kendaraan pribadi atau agen wisata Mbak.

      Delete
  7. Selalu seneng yaa klo main ke pantai. Apalagi siang hari dimana cagaya matahari jadi andalan banget saat foto2. Pokoke gak bakal mengecewakan deh pantai itu. Dan aku dasarnya emang anak pantai sih hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Dan kalau wisata pantai mending pas cuaca panas, dipandingkan mendung bahkan hujan. ga apa hitam dikit hahaha.
      Tapi memang bagusnya sekalian pagi atau sekalian sore, Mbak.

      Delete
  8. Mas, pas saya liat foto pertama di dekat cemara laut, saya langsung nangkep "pesan" dari sampah plastik.
    Setelah 2 foto, baru deh dibahas.
    Memang payah bener ya warga bisa tertib. Padahal kan kalo bersih, indah banget itu lembupurwo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang sengaja tidak saya edit fotonya, Mbak. Apa adanya saja. jadi pesan tersirat, duh.. sayang banget pantainya sudah indah, kok masih ada sampah plastik. Jadi semoga bisa ada program pembenahan sampah, agar pantainya semakin bersih, cantik, indah, dan menyenangkan.

      Delete
  9. Pantainya kaya ya, ada hutan cemara, dan hutan mangrovenya juga. Itu jembatan bambunya kuat kan, kok rada horror saya kalau lewat di atasnya. Hihi. Btw saya tadi sepintas baca tentang buntil. Buntil tu kesukaan saya, buntil dari daun lumbu (semacam talas air) rasanya lembut, lumer di mulut. Enak dimakan bareng nasi anget. Sama ga buntil Jogja dengan Kebumen?

    ReplyDelete
  10. Iya, Mbak. Jadi pantai Laguna Lembuurwo ini komplit. Dan jembatan bambunya kuat, Mbak. makanya ada biaya nyebrang untuk perawatan jembatan.

    Buntil di sini beragam, Mbak. Kadang daun talas, kadang daun pepaya, kadang daun singkong. Tapi yang kemarin saya beli, buntil daun pepaya. Enak dan menambah nafsu makan hahaha.

    ReplyDelete
  11. Aku salfok sama buntil..duh kangen makanan itu.
    Pantai ini lengkap ya, surga buat rehat plus pepotoan. Tapi baca aksesnya kok ribet ya, Mas
    Semoga nantinya makin mudah jalan menuju ke sini.
    Duh, mupeng sama indahnya pantai Laguna Lemburwo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya memang pantas diburu, Mbak Dian. Stok cuma sedikit, dan peminat buntil banyak hahaha.

      Sebenarnya tidak ribet, Mbak. jalanan sampai lokasi mulus beraspal. Hanya kebetulan, ada perbaikan jalan saja.
      Dan sebenarnya, bisa lewat jalan Dendelas, hanya kebetulan kemarin saya belum tau pas berangkat. Maka pas pulangnya.. lancaaaar hahaha

      Delete
  12. Maju mundur tampaaan rupawaaan, entah kenapa saya bacanya ala-ala Incess, hihi
    Sayang banget sampahnya ituloh, padahal tempatnya duh udah Instagramable bgttt
    jadi pengen jalan-jalan sambil bawa karung, buat nyomotin sampahnya gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Makanya harus ada kegiatan khusus untuk mengurangi sampah. Soalnya sayang pantainya sudah sangat cantik dan komplit.

      Delete
  13. pantainya keren tapi jembatannya itu... ngeri2 sedap haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jembatan bambunya sangat aman. malah ada dua jalur. jadi tidak terjadi macet di tengah hehehe.

      Delete
  14. Belum pernah saya ke Kebumen. Ngeliat pantainya Laguna kecek ya ..... Itu pantainya emang sepi ya mas. Saya ngeliat pas melewati jembatan bambu juga nggak terlihat ada orang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini pantainya ramai, Mbak. Apalagi saya perginya pas hari minggu. hanya lokasi foto sengaja saya pilih yang sepi, agar foto tidak bocor hehehe.
      Kalau jembatan itu, saya nunggu sepi dulu, baru jepret hehehe.

      Delete
  15. Kalimat 'Ganti kostum'nya si mas selalu bikin saya senyum senyum 😄

    Tapi mas Bambang ini emang paling pinter cari enggel poto ya...
    Jempol de

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.. sebenarnya sudah banyak spot bagus, Mbak. Makanya tidak sulit cari enggel yang bagus.

      Delete
  16. jembatannya agak menakutkan ya untuk disebrangi dan pohon2 meranggas itu cantik jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jembatannya aman, Mbak Tira dan sangat dijaga perawatannya. Makanya ada biaya nyebrang. Tapi kalau mau lewat bawah juga bisa. Tapi justru jembatan bambunya yang jadi daya tariknya, Mbak.

      Delete
  17. Jembatan bambunya cukup bikin kaki lemas ya ka hahaha. Pantainya tapi kurang aman untuk bermain anak-anak ya ka?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jembatan bambunya aman, Mbak Desy.
      Dan memang tidak disarankan anak-anak main di tepi pantai. kalau mau, di Laguna saja yang lebih aman, Mbak.

      Delete
  18. Murah banget tiket masuknya. Nyaaamm ketemu buntil dimakan ma nasei anget enak ya pak.
    Tapi sayang jembatannya tengahnya bolong kalau bawa anak kecil kudu ekstra hati2 hehe :D
    Btw emang pantainya masih sepi gtu kah pak? Padahal lengkap ya view-nya mulai pantai, gumuk pasir, sampai hutan mangrove :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Memang mengajak anak-anak wisata harus ekstra ketat dijaga. Dan ini sebenarnya ramai, Mbak April. Apalagi saya perginya minggu. Hanya saja, saya sengaja cari lokasi sepi, agar foto tidak bocor hahaha.

      Delete
  19. Masih kurang terawat ya mas. Sayang sekali padahal bagus. Aku termasuk yang selalu suka dengan pantai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya terawat, Mbak Dyah.
      Hanya memang sayang soal sampahnya itu. Semoga nanti akan lebih bersih lagi.

      Delete
  20. Suka bgt sama blognya, jalan2 mulu, jadi mupeng, hahaaa viewnya itu lho kece2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya diuntungkan, karena wisata sini dekat-dekat semua, Mbak Belgie.
      jadi bisa wisata pas di hati dan kantong hahaha.

      Delete
  21. Waahh cantik bgt itu tempatnya , mulai dari laguna nya , efek pepohonannya cantik bgt pasti buat pepotoan. cuma bayr 3000 pulak.. btw buntilnya itu nikmat bgt kayaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya wajib ke sini, Mbak Desi.
      Apalagi sambil duduk di pantai dan makan buntil sama nasi hangat, makan mantap hahaha

      Delete
  22. Tiket masuk murah, pemandangan luar biasa, tingal dikelola dengan baik agar selalu asri dan bersih dari sampah aja ya pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali Mas Ilham.
      Harussemakin ditingkat, terutama soal sampahnya. Pasti akan jadi wisata pantai yang sangat memikat.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.