Antara Menulis dan Membaca



Bagi seorang penulis, membaca itu tidak bisa dipisahkan. Ibaratnya seperti pancing dan kail, bunga dan kumbang, kamu dan aku dan kamu eeeeaaaa... sedap...
Makanya, orang yang suka menulis, sudah pasti suka membaca. Tapi orang yang suka membaca, belum tentu suka atau bisa menulis.
begitu juga orang yang suka menulis, tanpa disuruh juga akan membaca. Tapi orang yang suka membaca, walau dipaksa menulis juga, belum tentu bisa atau mau menulis.

Makanya agak aneh, kalau orang ingin menulis, tapi tidak suka membaca. Ini seperti, ingin makan bakso sapi, tapi tidak suka daging sapi hahaha... apaaan sih, maksa benar hubungannya. Seperti orang mau berperang, tapi tidak mempunyai senjata kali yaa..
Pernah ada teman yang inbox saya. "Mas Baim, saya ingin menulis. Tapi saya kok tidak suka membaca, ya?"
Maka saya jawab, "Berarti cintai membaca dulu. Menulis itu harus membaca. karena karya yang kita tulis, butuh referensi juga. Dan tidak hanya itu, dari membaca, maka referensi kita akan bertambah, termasuk ide-ide akan berdatangan."
Kalau memang sudah dilakukan tapi tidak bisa, berarti jangan menulis. Setiap orang memang bisa menulis, tapi tidak semua bisa jadi penulis. Sama saja, setiap orang bisa menyanyi, tapi tidak semua bisa jadi penyanyi.
Jadi pembaca saja. Jadi penikmat karya orang lain. karena menulis itu (menurut saya) sesuatu yang enjoy dan menyenangkan. Sesuatu yang dipaksakan, kan hasilnya tidak baik. kecuali, kalau saya dipaksa ditarktir makan bakso, masa saya tidak akan menolak hahaha

Hampir sama dengan sebuah inbox yang mampir juga. "Mas Baim, saya ingin menulis cerita anak. Tapi saya tidak suka anak-anak atau dunia anak?"
Dan jawaban saya, "Jangan menulis cerita anak. Tulis apa yang disukai. Misalnya suka cerita remaja atau dewasa, maka tulis itu saja. Kalau memang tetap ingin menulis cerita anak, cintai dan kenali dulu dunia anak. Bahkan saat menulis cerita anak, kita wajib bermetamorfosis menjadi anak-anak."

Jadi sudah sangat jelas, mambaca dan menulis bagi penulis itu, sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Makanya, penulis, pasti memiliki koleksi buku yang sangat banyak. Mustahil kalau suka menulis, bukunya satu dua biji hehehe. Kapan penulis berhenti membaca, maka tulisannya akan hambar dan garing (ini menurut saya, ya...) Kapan penulis berhenti membaca, maka imajiansinya tidak akan berkembang. Soalnya saat menulis, kita kan perlu baca apa yang kita tulis. Selesai ditulis, kita harus baca lagi, biar ketahuan bagian mana yang perlu diedit. Saat merevisi, bahkan selesai direvisi, kita baca naskah lagi. Saat mau kirim naskah, ya bagusnya dibaca lagi. Saat diterima naskah, ya kita baca lagi naskahnya, termasuk saat ditolak.

Makanya jangan heran, penulis itu akan lapar mata bila melihat tumpukan buku-buku bagus. Diskon baju, sepatu, dan lainnya, bisa dilewatkan saja. Tapi kalau ada postingan buku bagus di facebook, dijamin akan lomba-lomba komen dan pesan. Termasuk kalau ada kuis berhadiah buku gratis hahaha.
Berburu buku itu termasuk sesuatu yang seru dan menyenangkan. Rasanya ada kepuasan saat mendapatkan buku yang diinginkan. Lagi diskon atau tidak, tidak jadi masalah. Bahkan sudah ada dana sendiri untuk membeli buku. Dan memang, harta karun penulis itu adalah buku hehehe..

Beli buku terus apa tidak pemborosan, ya?
Tentu saja tidak. Bagi penulis, membeli buku itu sama saja menimbun harta. Saya pribadi tidak mau rugi saat membeli buku. Misalnya saya membeli buku seharga 100 ribu. Maka saya harus bisa menghasilkan uang 1 juta dari buku itu. Karena dari buku itu, banyak yang bisa saya pelajari, termasuk banyak ide-ide keren bertebaran.
Buku-buku itu juga sumber amunisi penulis. Misalnya penulis dapat orderan menulis sesuatu. Kalau sudah punya buku yang berkaitan, kan memudahkan dalam hal menulis.
Jadi sudah jelas kan, hubungan antara menulis dan membaca itu bagi penulis. Kalau ingin menulis, maka harus banyak membaca. Kalau sudah banyak membaca, tapi tidak ingin menulis, tidak apa-apa. Karena sudah banyak yang didapat dari membaca.
Salam semangat menulis.

Bambang Irwanto


Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Terima kasih. Salam semangat menulis.