} Tripod Attanta TVT-224 MT yang Bisa Jadi Monopod atau Tongsis - Cerita Bambang Irwanto

Tripod Attanta TVT-224 MT yang Bisa Jadi Monopod atau Tongsis

Tripod Attanta TVT-224 MT yang Bisa Jadi Monopod atau Tongsis -  Beberapa bulan terakhir ini, yang namanya tripod, sudah jadi barang penting bagi saya. Khususnya kalau saya jalan-jalan nih, maka tripod barang wajib yang harus saya bawa. Lupa bawa tripod, dijamin saya bisa mati gaya. Tidak bisa selfie dan stok foto-foto buat instagram bisa kurang hahaha.



Yess... saat ngebolang dan pergi ke suatu tempat wisata, saya memang suka selfie dan jepret foto. Buakn saja keperluan bahan pelengkap tulisan di blog, tapi saya juga ingin memperkenalkan wisata. Jadi kalau ada foto diri saja kan, lebih afdol. Sudah sah.. pernah ke wisata ke tempat itu. Halah... gayane hahaha.

Dan tripod itu sangat membantu saya. Dengan tripod, saya lebih bebas mengambil sudut foto sesuai yang saya inginkan. Apalagi foto-foto saya itu kebanyakan lanscape, secara saya banyak wisata ke pantai dan bukit di seputar kebumen. Tinggal pasang tripod, atur angle, set timer... jepret hehehe. Walau hasilnya memang standar hahaha. Sesekali bisa sih, minta difotokan oleh pengunjung lain. Tapi sekadarnya saja. Kalau kebanyakan, pengunjung bisa manyun hahaha.

Foto jalan-jalan menggunakan tripod

Selama ini, saya pakai tripod kecil dan ringan. Ringkas sih, bisa dimasukkan ke tas ransel saya, termasuk di jok motor saya. Cara pakainya juga cepat dan tidak ribet. Harganya saya beli di sebuah toko (bukan online). Harganya 120 ribu. Padahal pas saya cek di toko online, alamak.. harganya jauh di bawah itu hahaha.

Sejujurnya sih, tripod itu sangat membantu saya. Hanya saja... tripod saya ini ringkih. Kurang pas di medan pantai dan bukit. Makanya beberapa kali saya mengalami tragedi hahaha. Tripod selalu jatuh. Entah diterpa angin atau kena hempasan ombak di tepi pantai hahaha.

Baca juga : Tips Selfie Pakai Smartphone Saat Solo Traveling

Dan puncaknya, saat saya ke pantai Pecaron Indah. Waktu itu, saya pas foto di aliran sungai buatan yang berguna memecah ombak di tepian. Perasaan saya sudha jauh dari tepi pantai. Namun tiba-tiba, ombak datang dan menghempaskan tripod yang dipasang hape.  Untungnya sih, tidak sampai hanyut, karena saya siap mengambil. Tapi... hape langsung mati dan kena LCD-nya. Duh, itulah foto termahal selama ini. Soalnya ganti LCD 750 ribu hahaha

Setelah pikir-pikir, khirnya saya memutuskan membeli tripod baru. Sebabnya, tripod saya juga sudah rusak, dan kalau digunakan tidak maksimal. Satu kakinya hilang, pencepit hapenya patah, sampai penyangga tengah juga hilang. Dan terpenting, saya tidak mau ada tradegi lagi pakai tripod itu hahaha.



Tipod Attanta TVT-224 MT yang Bisa Jadi Mono Pod - Maka setelah saya browsing, nonton youtube sana sini. Akhirnya saya memutuskanmembeli tripod baru. Namanya tripod Attanta tipe TVT-224 MT. Harganya 565 ribu. Saya belinya di toko online. Nah, toko online itu, kebetulan punya channel youtube dan dia merevie tripod ini. Saya jadi tertarik.

Kenapa akhirnya saya memutuskan membeli tripod Attanta TVT-224 MT ini dibandingkan tripod lainnya? Nah, berikut alasan saya.

Tripod Attanta TVT-224 MT yang Bisa Jadi Monopod atau Tongsis


Kuat dan Kokoh


Tripod Attanta TVT-224 MT  terbuat dari .metal.  Memang mencari tripod yang kokoh dan kuat. Dan tripod Attanta TVT-224 MT ini masuk kriteria saya, karena pertimbangan saya, saya banyak pakai di outdoor, termasuk pantai dan bukit. Pertimbangan lain, kalau tripodnya kokoh dan kuat, maka bisa tahan lama. Dan pas saya lihat dan pegang langsung fisik tripodnya, cihuuuuuy... sesuai dengan harapan saya.



Ssst, ini rahasia ya. Sebenarnya, saya sudah dua kali membeli tripod dengan tipe dan model yang sama. Sebabnya ya, itu tadi, karena tripodnya tidak sesuai medan pantai dan bukit, maka banyak tardegi hahaha. Jadi pertimbangannya 200 ribu dibandingkan 565 ribu, lebih murah.


Kaki-kaki Tripod Lebih Fleksibel

Dalam posisi terlipat, tripod Attanta panjang TVT-224 MT ini adalah 43 cm. Setelah kaki dibuka, dan diturunkan ke posisi bawah, maka panjangnya menjadi dua kali lipat, yaitu 86 cm.

Tripod Attanta TVT-224 MT ini mempunya 4 pengaturan kaki. Jadi bisa pendek tingginya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Saat posisi berdiri, tinggi minimum adalah 86 cm, sedangkan posisi tertinggi adalah 151 cm.

Tinggi maksimal tripod Attanta TVT-224 MT



Kaki-kaki tripod Attanta TVT-224 MT ini, bisa diatur dengan 4 sudut. Mulai dari posisi high angle, minimum angle, sampai low angle. Tentu saja ditambah saat posisi kakinya terlipat.

Posisi high angle ripod Attanta TVT-224 MT


Posisi Medium angle ripod Attanta TVT-224 MT


Posisi low angle ripod Attanta TVT-224 MT


Ball Head dengan Fungsi Komplit

Keunggulan lain Attanta TVT-224 MT adalah di bold headnya yang terdapat 3 pemutar. Pertama yang paling atas digunakan untuk memasang dudukan. Yang kedua mengatur posisi dan ketiga untuk posisi menutar.

O, iya, tripod Attanta TVT-224 MT ini bisa buat kamera dan hape. Tapi untuk Hape, perlu ditambah holder U sebagai penjepit hape. Kemudian berat maksimal beban juga 6 kg. Jadi kalau teman-teman punya kamera besar,  maka ripod Attanta TVT-224 MT  masih bisa sangat diandalkan.

Kita juga mengatur posisi kamera atau hape sesuai keingin dan keprluan foto. Baik posisi horisontal atau vertikal.





Dilengkapi Tas

Ynag saya suka dari tripod Attanta TVT-224 MT ini, karena sudah dilengkapi tas. Jadi kalau mau dibawa ke mana-mana lebih mudah. Apalagi beratnya hanya 1,16 kg. Tinggal diselempanhkan di pundak beres. Kalau punya tas ransel ukuran besar, bisa dimasukkan di dalamnya.



Bisa jadi Mono Pod atau Tongsis

Yang saya suka, tripod Attanta TVT-224 MT  ini bisa dijadikan mono pod atau tongsis. Caranya sangat mudah. Jadi bisa dikondisikan saja, apakah mau pakai tripod atau mono pod.

Pertama, buka dulu kuncinya yang terdapat di bawah batang pipa utama. Putar berlawanan searah jarum jjam, sampai terbuka. O, iya, bagian ini juga berfingsi untuk mengantung tas atau sesuatu sebagai pemberat ya. Jdi posisi tripod akan semakin kokoh.





Serelah terbuka, buka pengunci Pipa di bagian tengah. putar berlawanan arah jarum jam.




Setelah itu, lepaskan batang pipa dari pijakan 3 kaki.




Sekarang lepaskan salah satu kaki tripod. Tidak usah bingung, karena kaki yang dilepas itu yanga da busanya. Itulah yang jadi pembedanya. Putar berlawanan arah jam jam.







Setelah lepas, pasanggkan kaki tripot ke batang pipa utama tadi. Pasang searah jarum jam ya.



Dan tadaaaa.... jadilah mono pod atau tongsis. Bisa buat Vlog juga.




Untuk memasang dan merangkainya kembali jadi tripod, caranya dengan kebalikannya tadi, ya. Hanya saat memasang kuncinya, pipa utamanya dibuat nongol dulu. Setelah itu ditarik ke atas, lalu dikunci pipa utama. selesai. Bisa diginakan kembali sebagai tripod.




Nah, itu sedikit ulasan tripod Attanta TVT-224 MT yang keren dan bisa jadi monopod. Semoga bermanaat dan bisa jadi reerensi bagi teman-teman yang ingin membeli tripod ya. Selamat jalan-jalan dan salam motret.
Bambang irwanto

Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "Tripod Attanta TVT-224 MT yang Bisa Jadi Monopod atau Tongsis"

  1. Ihhhh kok asik sih ini. Selama ini kalo jalan hobinya minta tolong difotoin. Boljug nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, lebih asyik selfie sendiri. Soalnya kalau minta tolong orang, kadang ada yang terpaksa mau. Jadi hasilnya juga kurang sesuai harapan hehehe.

      Delete
  2. aku rencana mau beli
    biar pas traveling sendiri gak miring2 fotonya
    makasih sharingnya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tripod ini memang cocok buat traeling juga Mak Ikrom. Bisa bandel di medan berat, seperti pantai hehehe.
      Sama-sama, Mas.

      Delete
  3. Mas Baiiiiim, yakin foto termahal itu 750rebu? Lah honor foto cover di majalah berapaaaaa? Sebutin dong :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... maksudnya foto pas di pantai Pecaron itu harus saya bayar mahal, Mbak Eno, dengan ganti LCD sekaligus beli batterai cadangan hahaha.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.