Aah.. Aku langsung menghirup udara bebas, saat Bambang membuka dompetnya lalu mengeluarkan aku. Kemudian aku diserahkan ke Mbak manis karyawan mini market. Lalu aku dimasukkan ke mesin EDC (Electronic Data Capture) BCA. Pencet sana sini, lalu keluar struk.
“Saldonya masih ada 9 ribu ya, Pak!" Kata Mbak
kasir sambil menyerah aku kembali ke Bambang .
“Alhamdulillah.. Saldonya ternyata masih ada. Jadi dapat
sabun cuci nih,” ujar pria 50 tahun itu yang seorang penulis cerita anak
dan juga blogger itu.
Aku lalu dimasukkan kembali ke dalam dompet. Ehm.. saatnya
aku bobok lagi, dan entah kapan aku dibangunkan lagi untuk digunakan . Tapi
biasa sih, saat akhir-akhir bulan. Kalau kata Bambang sih saat terdesak oleh
kebutuhan. Halah… hahaha.
Aku si Tipis Serba Guna
Aku lupa, sejak kapan jadi milik Bambang. Yang pasti. Aku
adalah kartu elektronik pertama yang dimiliki Bambang sejak dikenalkan di Indonesia tahun 2009 berbasis e-money. Aku ingat banget sih, aku dibeli di mini market seharga 30 ribu . Terus aku diisi 10 ribu dan digunakan
pertama kali naik transjakarta.
Begitulah gais, sejak saat itu, aku selalu dibawa pergi dan
digunakan Bambang yang kadang ngaku-
ngaku mantan cover boy itu. Aku tidak hanya dipakai buat naik transjakarta, Tapi juga buat naik KRL, MRT, bayar parkir, termasuk
buat belanja di Indomaret dengan catatan saldo masih banyak hehehe.
Dengan aku, Bambang bisa sat set saat mau ke mana saja. Termasuk
ga usah antre di loket. Pastinya jadi hemat waktu dan tenaga.
Aku Tetap yang Pertama
Nah, Seiring waktu, ternyata bukan aku sorangan wae kartu
elektronik yang menghuni dompet Bambang. Selama ini sudah ada 4 kartu lainnya. Semua
dapat gratisan hehehe. Ada pas pameran perbankan, ada gooedie bag ikut acara
blogger, termasuk ada dapat paket hampers lebaran.
Tapi aku tetap bangga kok. Soalnya hanya aku yang dimiliki
Bambang dengan membeli. Sementara lainnya dapat gratis. Setidaknya saya punya
harga diri dibandingkan yang lainnnya kan? Hehehe.
Saking banyaknya, kartu Bambang diminta satu adiknya buat
bayar tol. Awalnya Bambang akan memberikan aku. Tapi adiknya menolakm katanya…
”wah plastiknya sudah mengelupas Mas. Ganti yang baru!”
Duh... Hatiku sedikit hancur. Sungguh teganya... Tega... Teganya. Tidak tahu
saja dia. Kalau akulah yang pertama yang dimiliki Bambang. Lainnya pelakor.
Eh... Hahaha
Terus Bambang juga adil kok dengan cara bergantian
menggunakan kami. Jadi setidaknya kami terus memberi manfaat. Aku dan
teman-teman juga kadang digunakan menolong orang lain. MIsalnya saat ada satu
keluarga mau naik Bus Wisata gratis dan kartunya kurang, Bambng dengan senang
hati memnjamkan.
Kalau lagi Kaya Jangan Lupakan Aku
selama menjadi milik Bambang, jujur aku sangat bahagia.
Setidaknya aku bisa membantu dan membuat Bambang Senang. Bayangkan Saja, dulu
dengan modal 3500 saya, doi bisa
refreshing mutar Jakarta naik Transjakarta. Kalau isiku lebih banyak, dia bisa
sampai cikampek, Bogor, Tangerang. Dia paling girang kalau ada bayar 1 rupiah.
Makanya semboyan, selamat ada isi kartu elektronik, ayo kita jalan
Makanya psankundan harapanku pada Bambang yang asli Jawa
tapi lahir dan besar di Makassar itu, kalau lagi kaya, jangan lupakan aku..
Jangan lupTop. Up aku. Toh aku ga akan kadaluarsa. Aku juga tak akan hangus.
Dan bisa membantu untuk urusan tak terduga.
Apalagi Bambang itu kan freelance dengan penghasilan tak
menentu. Jadi Langkah tepat memang, kalau dia ada rezeki, segera isi aku dan
teman-temanku. Jadi kapan dibutuhkan, sudah ada saldo. Ga bakalan pusing tujuh
keliling kayak kuda makan beling hahaha.
Eh.. Tiba-tiba dompet bambang terbuka lagi. Lalu tangannya
menarikku.
“Wih untung saldo kartu ini masih ada. Besok urusan nyuci
tetap lancar Jaya,” Cerita bimbang pada orang rumahnya lalu mengecup kau
dengan sayang. Wi... Co cuwit, deh AKu juga makin sayang juga Bambang. Tapi jangan
lupa pesanku hahaha.





0 Response to "Kalau lagi Kaya, Jangan Lupakan Aku"
Post a Comment
Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.