} Berburu Sunrise di Bukit Pentulu Indah - Cerita Bambang Irwanto

Berburu Sunrise di Bukit Pentulu Indah

Berburu Sunrise di Bukit Pentulu Indah - Wisata kabupaten Kebumen Jawa Tengah, tidak hanya jejeran pantai-pantai yang memesona,  tapi sangat banyak wisata lain.  Mulai dari benteng Van Der Wijck,  rumah Martha Tilaar, waduk Sempor dan bukit-bukit yang menyajikan panorama indah. Salah satunya adalah Bukit Pentulu Indah.

Bukit Pentulu Indah Kebumen

Bukit Pentulu Indah yang berada di desa Karang Sambung ini,  berhasil memikat hati saya,  saat saya membaca artikel, dan melihat foto-fotonya di beberapa blog. Tiba-tiba saja saya ingin ke sana. Apalagi wisata sebelumnya, saya banyak ke pantai. Makanya ingin ganti suasana hehehe.

Baca juga : Pantai Karang Bolong Kebumen, Karangnya Memang Bolong

Esok hari dengan rencana dadakan,  saya memutuskan ke Bukit Pentulu Indah. Tujuan utama saya sudah pasti, ingin mengejar sunrise. Maka selepas subuh, tepatnya pukul 5, saya segera memacu motor saya menuju Kebumen. Brrr dingin dan masih gelap.

Sepanjang perjalanan, hati saya deg-degan, antara apakah saya berhasil dapat sunrise atau tidak. Apalagi di ufuk timur, langit sudah tampak kemerahan. Firasat saya, kayaknya saya telat berangkat. Harusnya lebih awal, karena waktu salat subuh itu cepat sekitar setengah 5. Pasti terbit matahari juga sebelum pukul 6.

Karena memang saya belum pernah ke Bukit Pentulu Indah sama sekali,  maka patokan saya adalah alun-alun Kebumen. Sambil mampir membeli nasi kuning dan kue basah buat bekal, saya bertanya pada Mas penjual kue,  arah ke Bukit Pentulu Indah. Mas-nya bilang masih jauh, dan yakin kalau saya tidak akan dapat sunrise. Tapi sudah kepalang tanggung, maka saya lanjut.

Baca juga : Serunya Menjelajah Benteng Van Der Wijck Gombong Kebumen

Ternyata,  dari alun-alun Kebumen itu menuju ke jalan H Sarbini.  Lalu di pertigaan,  belok kiri.  Sebenarnya sebelum pertigaan,  ada plang besar petunjuk arah,  kalau ke Karang Sambung itu belok kiri dan sekitar 20 kilometer lagi. Lalu selepas belok kiri, di depan Alpamart,  belok kanan.  Selanjutnya terus ikutin jalan.

Perjalanan ke Bukit Pentulu Indah sangat lancar.  Ini karena jalan menuju ke sana walau tidak terlalu lebar dan dua arah, tapi sudah beraspal mulus,  walau ada beberapa titik yang berlubang.  Sepanjang perjalanan, banyak pemandangan yang indah tersajikan.  Dari sawah,  gunung,  dan sungai.  Apalagi udara masih segar. Hanya sesekali saya berhenti bertanya,  bila ada jalanan bercabang.

Pemandangan indah tersaji sepanjang perjalanan ke Bukiit pentulu Indah


Jalanan asyik.  Saya seperti lagi bermain game motor.  Jalanan kadang lurus,  lalu berkelok-kelok.  Jalanan menanjak baru akan terasa saat akan mendekati Bukit Pentulu Indah. Tapi tetap konsentrasi dan fokus.

Akhirnya saya sampai juga di Bukit Pentulu Indah.  Wih...  Saya langsung disambut oleh hutan pinus dengan kabut. Suasana seperti ini mengingatkan saya pada kawasan wisata Hutan Pinus yang ada di Malino kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.  Saya terakhir ke Malino sekitar tahun 1992.

Setelah memarkir motor,  saya pun menuju pintu masuk.  Agak ragu sih,  sudah buka apa belum,  soalnya masih sepi. Namun seorang Bapak petugas langsung menyambut saya.  Dengan tiket hanya 5000 rupiah,  maka saya sudah bisa masuk ke kawasan Bukit Pentulu Indah.

Gerbang masuk ke Bukit Pentulu Indah

Jujur begitu melangkah masuk,  saya langsung happy.  Pemandangannya sangat bagus dan tertata rapi. Udara sangat segar. Ini karena Bukit Pentulu Indah masih dalam naungan Perhutani yang dikelola bersama warga. Bagi teman-teman yang tinggal di perkotaan, pasti akan happy saat mendapat suasana seperti ini.

Saya pun bersemangat melangkah menyusuri Bukit Pentulu Indah.  Namun saya harus hati-hati,  karena semalam hujan dan jalanan agak licin. Tanah merah jadi belok dan nempel di sandal gunung saya. Kabut tetap menyambut saya.  Sebelum naik ke Bukit,  saya sempat foto dulu di beberapa spot.





Pas sampai di atas Bukit,  ternyata masih berkabut.  Yah..  Sepertinya saya gagal dapat sunrise. Tapi tidak apa-apa, sih. Soalnya mengejar sunrise memang untung-untungan. Makanya, tadi saya sempat ngobrol dengan Bapak petugas tiket, banyak yang menginap di dalam kawasan, hanya untuk sekedar mendapatkan sunrise.

Ternyata, di atas bukit sudah ada beberapa orang. Saya pun berkenalan dengan Mas Arief dan adiknya,  Mas Surdi. Ternyata mereka sudah berada di atas Bukit sebelum pukul 6, namun kabut tetap tebal.  Padahal matahari sudah semakin tinggi. Tapi untungnya Mas Surdi berkenan meminjamkan saya fotonya yang ada sunrise-nya. Kebetulan beberapa waktu lalu dia juga ke sini.

Bukit Pentulu Indah yang diselimuti kabut

Walau harapan mendapatkan sunrise sudah pupus,  namun saya tidak kecewa.  Saya pun mengobrol dengan Mas Arief dan Surdi,  sambil menunggu kabut pergi. Harapan saya mendapat foto bagus dari rumah pohon pinus.  O,  iya,  di atas Bukit ini banyak spot asyik buat foto.  Selain rumah pohon,  ada juga hammock, dan bangku-bangku untuk duduk. Baca buku juga asyik, lho hehehe.

Seru baca buku sambil menikmati udara sejuk di Bukit Pentulu Indah



Aneka fasilitas di Bukit Indah Pentulu


Ber lahan-lahan kabut mulai menipis.  Pemandangan indah mulai tampak,  termasuk gunung kembar yaitu gunung Sumbing dan gunung Sindoro. Saya pun minta tolong Mas Arief untuk menjepret saya dari atas rumah pohon.  Dan suprise,  fotonya bagus walau hanya pakai kamera ponsel.  Saat saya posting di Instagram saya,  banyak yang suka.  Katanya,  kabutnya itu justru membuat bagus.

Asyik.. dapat juga foto keren di Bukit Pentulu Indah

Pemandangan memsona Bukit Pendulu Indah

Puas berada di atas Bukit,  saya pun memutuskan turun.  Kebetulan Mas Arief dan Mas Surdi juga mau pulang.  Kami pun turun bersama. Kembali harus berhati-hati, karena tanah masih baca. Tampak cawan-cawan dari batok kelapa di setiap pohon pinus untuk menampung getah pinus.

Eh.. Kayaknya ada spot wajib foto nih, dan tidak boleh saya lewatkan, yaitu spot dengan tulisan 'Pentulu Indah'.  Maka saya lagi-lagi minta tolong pada Mas Arief untuk mengambil foto.  Kayaknya kali ini saya beruntung sekali dibantu.  Maturnuwun Mas Arief dan Mas Surdi.



Spot foto wajib di Bukit Pentulu Indah


Selesai jepret foto di spot 'Pentulu Indah", Kami pun berpisah. Mas Arief dan Mas Surdi menuju keluar, sedangkan saya memutuskan untuk duduk sejenak menikmat pemandangan.  Apalagi hari masih pagi. Tapi sebenarnya,  tujuan saya mau sarapan hahaha.  Tadi saya sempat tawarin Mas Arief dan Mas Surdi,  tapi mereka menolak.

Sambil sarapan,  saya menikmati pemandangan indah sekitar. Tampak warga sekitar sedang mengarap sawahnya. Jadi Bukit Pentulu Indah ini memang cocok untuk wisata keluarga juga.  Bisa piknik bawa makanan.  Apalagi ada arena baru permainan anak juga. Ruang musala dan WC umum juga tersedia. Termasuk warung-warung yang menjajakan makanan di dekat gerbang masuk.

Taman bermain anak di Bukit Pentulu Indah

Warung di Bukit Pentulu Indah

Setelah sarapan, saya kembali menyusuri kawasan Bukit Pentulu Indah. Beberapa kali saya juga menjepret dengan bantuan tripod ponsel. Matahari mulai tinggi. Sinarnya mulai menembus sela-sela pohon pinus. Puas menjelajah, saya pun bergegas meninggalkan Bukit Pentulu Indah.

Bukit Pentulu Indah yang memesona

Jadi kapan teman-teman akan ke Bukit Pentulu Indah?  Yuk,  segerakan,  dan nikmati pemandangan indahnya. Pastinya masih banyak tempat wisata asyik lainnya di Kebumen.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berburu Sunrise di Bukit Pentulu Indah"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.