} Belajar SEO On Page dengan Mudah dan Cepat - Bambang Irwanto Ripto

Belajar SEO On Page dengan Mudah dan Cepat

Belajar SEO On Page dengan mudah dan cepat itu dulunya hanya angan-angan bagi saya. Soalnya, dalam bayangan saya, SEO itu ribet. Pastinya saya membutuhkan waktu yang lama. Butuh berapa mangkuk bakso tuh hahaha.
belajar seo on page dengan mudah dan cepat
Belajar Seo On Page dengan Mudah dan Cepat

Tapi setelah berteman dengan banyak teman blogger yang keren-keren, akhirnya perlahan pemikiran saya mulai terbuka. Ternyata SEO memang sangat penting dan wajib  diterapkan pada postingan blog.

Nah, belum lama ini, saya belajar SEO On Page dengan mudah dan cepat. Kelasnya seru dengan mentor Mas Irwin Andriyanto (bukan Irwinsyah ya heheh), dan Mas Punwo Wicaksono atau dipanggil juga Mas Pewe. Kelasnya seru dan santai tapi serius. Dan kebetulan ada kelas baru nih. klik saja fotonya untuk mendaftar.

 Jago SEO On Page dalam 2 minggu


Nah, lanjut lagi, bagaimana penerapan belajar Seo dengan mudah dan cepat yang saya dapatkan kemarin? Nih, saya share kepada teman-teman. Biar mudah diterapkan dalam postingan teman-teman di blog.

Apa SEO On Page?

SEO On Page adalah sebuah sebuah teknik untuk mengoptimalkan website kita dari dalam. Dan itu optimasinya dari tulisan-tulisan yang kita posting di blog. Kata Mas Irwin, kalau istilah cewek-cewek, SEO On Page itu sama dengan Inner Beuty. Kekuatan dari dalam.

Dan menurut saya perumpamaan ini memang tepat. Saya mengibarat postingan kita di blog adalah seorang perempuan cantik yang akan ikut kontes Miss-Miss atau putri. Jadi untuk bisa bersaing dengan perempuan cantik lainnya, dan akhirnya jadi pemenang, maka harus membekali diri sebaik mungkin.

Begitu juga dengan tulisan kita. Agar bisa bersaing di pencarian, dan muncul di halaman-halaman muda, tulisan kita harus kuat dalamnya atau optimasinya. Biar saat orang mengetik sebuah kata pencarian, dan kata kunci itu sesuai punya, kita, maka tulisan kita ikut muncul.

Konten yang Menarik 

Sebelum masuk ke penerapan SEO On Page maka hal penting yang harus diperhatikan dan dilakukan adalah menulis tulisan menarik untuk dibaca, dan pastinya bermanfaat. Karena tulisan inilah jadi kekuatan awal. Nah, beberapa hal ini, perlu diperhatikan dalam tulisan kita :

1. Jumlah Kata Dalam Postingan

Saya amati, banyak teman-teman yang sering bertanya, berapa ya, jumlah kata yang bagus dalam tulisan? Dan jujur, saya pun menanyakan hal itu. Biar saya sudah ada patokan saat menulis.

Ternyata saat saya serch dan juga menurut Mas Irwin, tidak ada patokan jumlah kata. Hanya memang sekarang ini minimal 500 kata. Tapi yang harus dilakukan juga adalah, melihat kompetitor.

Misalnya tadi saya menulis seputar Sup Kacang Merah. Nah, saya harus mengecek tulisan-tulisan bertema sup kacang merah yang bertengger manis di pejwan. Misalnya mereka menulisnya 500 kata, maka saya harus bisa menulis 1000 bahkan 2000 kata. Intinya saya harus lengkap menulis soal

Misalnya lagi ada tulisan mengenai Wisata Kebumen. Si A menulis wisata pantai, si B menulis wisata bukit, si C menulis wisata benteng. Maka saya harus menulis wisata kebumen secara lengkap. Dari wisata pantai, bukit, benteng, gua, curug, waduk dan lainnya.

2. Paragraf Tidak Perlu Panjang 

Ini tips keren juga dari Mas Irwin. Paragraf itu tidak usah terlalu panjang dari Sabang sampai merauke. Dari Karawan sampai Muara Angke hehehe. Mas Irwin menyarankan 1 paragraf cukup 1-2 kalimat. Kalau saya mungkin bisa 3 kalimat dalam 1 paragraf. Yang penting tidak buang buang kata,, Singkat, Ringkas, Padat, Berisi.



Sebar-Sebar Keyword atau Kata Kunci

Nah, setelah tulisan selesai, saatnya sebar-sebar kata kunci dalam tulisan. Pastinya keyword yang dimasukan adalah Keyword yang kita bidik. Misalnya target saya adalah Sup Kacang merah.
Nah, agar optimasi SEO On Page semakin maksimal, maka keyword tidak sembarang diletakkan. Harus pada bagian-bagian tertentu. Berikut bagian-bagian yang harus teman-teman masukan kata kunci.

1. Judul

Pertama, perhatikan judul. Jadi di dalam judul, wajib ada keyword. Misalnya keyword tulisan saya adalah Belajar Menulis Cerita Anak. Maka dalam judul bisa saya tuliskan Belajar Menulis Cerita Anak dengan Mudah. Atau bisa juga judulnya Cara Mudah Belajar Menulis Cerita Anak. Atau 7 tips Belajar Menulis Cerita Anak.

Tapi perhatikan juga jumlah karakternya pada judul, ya. Sebenarnya maksimal bisa 60 katakter. Tapi Mas Irwin menyarankan, judul itu maksimal 55 karakter saja untuk menghindari kata tanggung. Biar lebih pas, teman-teman bisa cek langsung berapa jumlah karakternya di word.

Caranya, tulis saja judulnya, lalu klik word, maka akan tampil jumlah karakternya. Ingat ya, jumlah karakter, bukan jumlah kata. Kalau judul sampai 55 kata, itu judul apa kereta api hahaha. Soal perbedaan jumlah kata, jumlah karakter dan halaman, saya sudah tuliskan kok. Mampir saja.

2. Permalink 

Selain pada judul, kata kunci juga harus ada di permalink atau link postingan kita. Jangan lupa perhatikan jumlah maksimalnya yang hanya 75 karakter. Terus mulai dihitung dari huruf “H”. Misalnya kalau pakai Https, itu sudah dihitung 5 karakter.

Biar lebih jelas, saya mengecek salah satu link postingan di blog saya  di word.  Nah, setelah saya menghitung, ternyata jumlah hanya 68 karakter. Jadi masih aman dan bisa saya terapkan di permalink.

https://www.bambangirwantoripto.com/2019/12/sup-kacang-merah.html

Jadi permalink dicek setelah tulisan terpublish ya?
Bukan... justru sebelum terpublish, kita harus cek dulu. Karena saya menggunakan platform Blogspot atau BS, maka saya menggunakan link manual bukan permanen.

3. Deskripsi  

Selanjutnya, keyword itu harus ada di deskripsi. Jumlah maksimalnya hanya 155 karakter. Jangan kayak saya dulu yang copas paragraf pertama. Akhirnya sepanjang jalan kenangan hahaha.

Jadi teman-teman kembali menulis dulu dan mengeceknya di word. Meta deskripsi yang bagus itu ada 2x penyebutan keyword yang natural. Misalnya keyword saya tadi Sup Kacang Merah. Maka saya menuliskan Sup Kacang Merah sebanyak 2 kali.

Misalnya Sup kacang merah makanan khas dari Manado, dengan campuran wortel, kol, juga daging sapi. Biasanya saya menyantap sup kacang merah dengan tempe goreng dan sambal

4. 150 karakter Pertama

Selanjutnya, keyword juga kita sisipkan di paragraf pertama atau opening. Jadi kata kuncinya harus ada di 150 karakter pertama. Ini penting, karena kadang-kadang yang muncul di deskripsi di google itu bukan meta deskripsi melainkan isi artikelnya.

Dulu itu, saya agak kurang pas. Jadi saya selalu meletakkan keyword di bagian depan. Walau memang kata kynci tetap masuk di 150 karakter pertama, tapi terasa dipaksakan.

Misalnya seperti ini :
Wisata Kebumen yang Memikat – Liburan akhir tahun sebentar lagi, nih? Apa teman-teman sudah punya rencana mau liburan ke mana? Kalau saya sudah susun sejak beberapa bulan lalu.

Jadi yang masuk, keyword menyatu dalam paragraf, lebih terkesan natural. Misalnya :
Liburan akhir tahun ini, saya berencana ke jawa tengah, tepatnya di wisata kebumen yang memikat. Di sana ada pantai, gua, bukit dan lainnya. Sepertinya saya butuh seminggu nih, hehehe.

5. Paragraf Akhir 

Ini yang juga tidak boleh dilewatkan. Jadi kata kunci harus ada di paragraf terakhir atau penutup. Ibaratnya, tulisan diawali dengan keyword, dan ditutup juga denga keyword. Jadi tulisan kita seakan dibentengi kata kunci ya hehehe.

Alhamdulillah saya sudah menerapkan hal ini. Jadi saya gunakan paragraf sederhana saja. Misalnya, Nah itu dia 7 cara belajar menulis cerita anak dengan mudah. Semoga bermanfaat ya. Terus semangat menulis.

Pastinya, paragraf akhir bisa teman-teman sesuaikan sendiri dengan gaya tulisannya. Yang penting natural, dan kata kunci masuk ke dalam paragraf.


Keyword tidak perlu di Bold, Italic, Underline 

Ini termasuk kesalahan saya di masa lalu. Halah.. hahaha. Jadi dulu itu, keyword selalu saya tebalin. Ternyata malah terkesan tidak natural. Seakan memaksa pengunjung untuk memperhatikan keyword yang saya sisipkan. Padahal tujuan saya, biar terlihat jelas saja kata kuncinya.

Padahal tidak perlu.  Menurut Mas Irwin, sekarang google sudah pintar. Google sudah bia mendeteksi kata kunci yang kita sebar dalam postingan. Dan saya rasa, kalau kebanyakan kata ditebalin dalam sebuah tulisan, itu malah menganggu pengunjung saat membacanya.


Menerapkan Heading

Awalnya, saya tidak tahu apa Heading itu. Pokoknya saya tulis saja. Ternyata Heading membuat tulisan lebih bersturuktur enak dibaca. Ibaratnya tulisan kita ada sub-sub pembahasan yang jelas.

Nah, penerapan Heading tidak boleh asal saja. Harus berurutan dari H1, H2 dan H3, dan seterusnya. Pengunaannya wajib urut. Tidak boleh loncat dari H1 langsung H3, dari H2 loncat ke H 4, atau dari H2, naik ke H1, lalu H3.

Untuk H1, itu sudah merupakan judul. Jadi saat kita menulis, maka otomatis H1 sudah menjadi judul, jadi teman-teman jangan pakai H1 lagi, langsung H2 yang merupakan sub, lalu lanjut H3 yang merupakan penjelasan dari sub lagi. Pemakaian Heading ini biasanya sampai H4 saja, walau di wordpress itu heading sampai H6.

Biar lebih jelas, saya berikan contoh penggunaan Heading ya :
H1 : Warung Makan Pak Bambang (judul)
H2 : Sejarah Warung Pak Bambang (Sub Judul)
H2 : Lokasi Warung Pak Bambang (Sub Judul)
H2 : Aneka Menu Warung Pak Bambang (Sub Judul)
H3 : Bakso (Penjelasan Sub Judul)
H4 : Bakso Telur
H4 : Bakso urat
H4 : Bakso Tulang Rusuk
H4 : Bakso Mercon
H3 : Tempe Aneka Rasa
H4 : Tempe Mendoan
H4 : Semur Tempe
H4 : Sambal goreng tempe

Pastinya susunan heading ini bisa teman-teman otak-atik dan sesuaikan dengan kebutuhan tulisan. Hanya sekali lagi, penerapannya sesuai urutan ya. Nah, ternyata keyword juga harus ada di heading. Kalau H1, kan memang judul dan sudah dibahas di atas.

Selanjutnya masukan juga kata kunci di H2 dan H3. Tapi tidak semuanya, minimal 1 saja. Jadi jangan H2 ada 3 dan H3 ada 4 dimasukin keyword semua.

Tittle & Alt Image/Video

Yang tidak kalah pentingnya dan sangat menunjang dalam penerapan Seo On Page adalah foto yang digunakan dalam postingan. Jadi Jangan lupakan Title dan Alternatif Text itu harus ada. Dan setelah saya tahu hal ini, saya tepot jidat. Selama ini, nama foto saya asal saja hahaha.

Mas Irwin mengilustrasikan saat kita masuk ke sebuah galeri lukisan. Saat melihat-lihat lukisan, kan pasti bingung kalau di bawah lukisan, tidak ada keterangan lukisannya. Atau kalau pun ada, semua lukisan sama keterangan. Misalnya Lukisan Pemandangan.

Padahal, nama foto termasuk video yanga dalam tulisan kita itu sangat membantu. Jadi saat orang mengetik pencarian ddi google, maka yang muncul tidak hanya link, tapi juga gambar. Nah, bila nama image kita sesuai keyword yang dicari, maka image kita akan muncul. Jadi kemungkinan besar orang akan klik dan mengarah ke blog kita.

Tidak lupa Mas Irwin mengingatkan, image atau video harus beda. Namanya juga alternatif teks. Misalnya Nama Foto sup kacang merah. Alternatif teks sup kacang merah khas manado. Jadi saat orang mengetik sup kacang merah, atau sup kacang merah khas manado, maka foto kita akan muncul

Sisipkan link

Untuk menambah kekuatan optimasi SEO On Page, maka jangan lupa sisipkan link dalam tulisan. Mas Irwin menyarankan harus 1 link keluar, dan 3 link ke dalam. Pastinya semua link harus relevan atau berhubungan dengan konten yang sedang kita bahas.

Misalnya saya menulis tentang jalan-jalan saya ke Bukit Pentulu Indah. Nah, 1 link saya arahkan ke website pariwisata kabupaten Kebumen, sedangkan 3 link saya arahkan ke wisata lainnya di kebumen. Misalnya saat saya jalan-jalan ke pantai Menganti, Goa Jatijajar, dan Curud Sindaro.

Gunakan LSI Keyword

Biar kata kunci lebih bervariasi, maka gunakan LSI keyword atau padanan kata. Jadi kalau misalnya keyword kita “JOKOWI”, maka tidak terus menerus ditulis JOKOWI dalam tulisan.

Mas Irwin pun memberi contoh LSI keyword dari JOKOWI ini, misalnya bisa digunakan, presiden RI, Mantan Gubernur Jakarta, Mantan Walikota Solo, Ayah, Kaesang, Mertuanya Boby Nasution, dan lainnya.

Tapi Mas Irwin mengingkat, saat akan memakai LSI, cek juga. Misalnya padanan kata dimasukkan dan tidak keluar, maka bukan LSI dan harus dicari yang lain. Soalnya di Google banyak kata jebakan juga.

Misalnya, HP Ada yang mengira itu handphone ada yang mengira itu merk HP (laptop, printer), Apple Ada yang mengira buah apel ada pun yang mengira merek Smartphone. Terus Jatinegara itu, ada di Jakarta Timur, ada juga di Jatinegara di Sempor Kebumen.

Langkah Pendukung  

Tulisan sudah beres dengan optimasi SEO On Page, saatnya untuk dipublish. Tapi jangan berhenti dulu. Soalnya 3 hal berikut juga sangat dianjurkan untuk dilakukan. Dan Alhamdulillah saya selalu melakukan.

1. Inspect URL di Google Search Console

Setelah tulisan terposting, maka saya langsung masuk ke Google Search Console.  Soalnya postingan baru wajib inspect URL di GSC. Tujuannya, biar tulisan kita keindeks, dan akhirnya muncul di pencarian.

2. Share Tulisan di Media Sosial

Langkah selanjutnya adalah share tulisan ke media sosial. Kalau saya, saya maksimalkan smeua medsos saya. Mulai dari Facebook, Instagram, twitter, linkend. Khusus di Facebook, saya share juga di grup-grup sesuai isi konten tulisan saya. Misalnya artikel wisata, saya share di grup Backpecker Indoensia. Kalau tips menulsi cerita anak, saya share di grup Forum Penulis Cerita Anak. Kalau tulisan umum saya share di Warung Blogger.

Terus, saya share tidak hanya sekali, tapi berkala. Soalnya media sosial itu ibaratnya jalanan dan saya pemilik toko. Jadi bisa saja hari ini yang lewat depan toko saya dan melihat promosi adalah si A sampai K. Besok yang lewat si L sampai Z. Atau bisa saja, kemarin si A lewat hanya sekilas lihat promosi saja. Pas si A lewat lagi, dia mampir ke toko saya. Intinya terus semangat share di media sosial.

3. Blogwalking

Saya juga rajin melakukan Blogwalking atau BW. Pokoknya saya mengharuskan diri saya, setiap ada tulisan baru, wajib setidaknya BW sekali di satu grup. Kalau lagi ada waktu, bisa 1 tulisan saya ikutkan di 3 grup BW. Dan Saya merasakan banyak manfaat dari BW ini.

Nah, itu dia Belajar SEO On Page dengan Mudah dan Cepat. Jangan lewatkan ikut kelas Mas Irwin dan Mas Pewe. Apalagi hanya tersedia 10 kursi saja.



Nantinya, teman-teman bisa mulai terapkan, dan rasakan manfaatnya. Dan Alhamdulillah, sekarang sudah beberapa tulisan saya yang nangkring di halaman mudah. Pastinya ini menambah semangat menulis saya. Salam semangat ngeblog.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

16 Responses to "Belajar SEO On Page dengan Mudah dan Cepat "

  1. Wah keren artikelnya sangat informatif. Selama ini saya memahami SEO hanya setengahnya saja. Setelah baca artikel ini saya jadinya lebih banyak paham mengenai SEO. Terimakasih sudah berbagi tentang ini ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mbak Rita.
      Saya awalnya juga soal SEO On Page sedikit saja. Karena saya menganggap susah. ternyata memang harus dipelajari dan dipahami pelan-pelan hehehe.

      Delete
  2. Kompliiit Pak Bambang... Selain materinya yang nampol, coach dan teman2nya kece2 Juga ya Pak.. jadi tambah semangat belajar. Pengen lanjut belajar yang off page nih. Ada nggak yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Marita. Alhamdulillah ikut kelasnya Mas Irwin dan Mas Punto semua komplit. Saya mau lanjut kelas naik DA PA, Nbak hehehe

      Delete
  3. Baru paham ni mas optimalisasi seo di artikel, terutama untuk pemakaian heading,,,, Selama ini, gk beraturan, kadang duluan h4 baru ditengah artikel pake h2. Mesti diedit lagi artikel blog saya mas.

    Makasih ilmunya y mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Mas Eman. Saya juga dulu ga apaham soal heading. Malah dulu H1 sering saya buat beberapa kali. padahal judul cukup sekali saja hehehe.

      Delete
  4. Wah memang asyik nih belajar SEO aku malah pengen belajar trik trik di Offpage nya link link nya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga mau lanjut pelajari SEO Off Page Mbak Ida. Karena katanya kalau diterapkan, performa blog semakin bagus, Mbak Ida.

      Delete
  5. waaa terima kasih info dan sharingnya sangat bermanfaaat banget iniii, ijin share ke temen temen yaaaa hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mbak Demia. Silakan dishare, Mbak. Karena memang soal SEO On Page Wajib diterapkan.

      Delete
  6. Makasih banyak mas, huhu jujur aja mengenai SEO ini saya masih banyak yang harus dipelajari. Btw aku juga baru tau nih kalau paragraf itu ga perlu panjang-panjang banyet ya, 3 kalimat juga cukup. Thank for sharing mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mbak Kurnia.
      Belajar SEO itu kalau belum dijalani memang terasa sulit. Tapi pas sudah masuk dan dipelajari, wow... seru dan mengasikkan Mbak hehehe.

      Delete
  7. Yang paling sering lupa diterapkan itu keyword klo di aku, mas. Sering nulisnya ngalir gitu aja, lupa naruh kata kunci. Ok, thks utk ilmunga yg sangat bermanfaat ini. Mau diterapkan aaahhh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal Keyword itu salah satu hal utama yang harus diterapkan, Mak Uniek. Soalnya saat orang mengetik pencarian, itu kan sebenarnya pakai kata kunci juga. jadi saat kata kuncinya pas, maka blog kita akan muncul di pencarian.

      Delete
  8. Aq tuh blm paham mengenai SEO mas, jangankan seo otak atik untuk google analytics aja aq blm paham. Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa sambil jalan, sambil dipelajari, Mbak Farah. Saya pun begitu. Sambil belajar SEO, belajat Google Analytics dan google console serch

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.