Sayur Jantung Pisang

        Hari ini, di rumah saya masak sayur Jantung Pisang. Kebetulan di belakang rumah saya, banyak tumbuh pohon pisang kepok. Jadi Selain buahnya bisa saya goreng atai bikin kripik, jantungnya juga bisa dimasak sayur. Apalagi Jantung pisang kepok itu sangat enak.
       Ternyata setelah saya browsing,  Jantung Pisang itu kaya dengan manfaat. Antara lain mencegah stroke, mencegah kolestrol, menyehatkan perut, makanan penderita diabetes, kaya serat, makanan diet, melancarkan sirkul darah dan sebagainya. Juga mengantung protein, fosfor, kalsium, viatamin B1, vitamin C, serta kandungan serat.





       

        Nah, kali ini, saya akan membagi resep keluarga saya, sayur Jantung Pisang. Kebanyakan tetangga saya, Jantung Pisang itu ditumis. Tetapi saya dan keluarga lebih suka disantan. Apalagi tadi lauknya ada tumis ikang teri. Wah... mantap tenan. Pasti pads ngecas kan? hehehe.
       Berhubung di halaman sendiri, maka jantung pisang saya petik beberapa menit sebelum diolah. Makanya kalau mau masak Jantung Pisang, memang sudah diancer-ancer, kapan Jantung Pisang sudah jauh dari buahnya, dna bisa dipetik. Jadi masih segar dan rasanya enak.
      Nah, sebelum Jantung Pisang diolah, sebaiknya disiapkan dan diracik dulu bumbu-bumbunya, juga santannya. Jangan Jantung Pisangnya dulu dikupas lalu dipotong, baru menyiapkan bumbunya. Karena Jantung Pisangnya akan hitam.
       
      Bumbu-bumbunya sih, standar saja. Untuk  jantung pisang ukuran sedang, dibutuhkan :
·         4 siung Bawang merah
·         4 siung Bawang Putih
·         10 cabe merah
·         Ketumbar satu sendok teh
·         Kunyit secukupnya
·         Terasi secukupnya  
·         Garam secukupnya
·         Gula pasir secukupnya
·         Penyedap rasa (bila suka)
·         Daun salam, laos, sereh dikeprek
·         Cabe Ijo untuk pemanis tampilan.
·         Santan kental dari setengah butir kelapa
        
            Cara masaknya juga mudah dan cepat. Pertama ulek bawang merah, bawang putih, ketumbar, cabe merah, kunyit, dan terasi setelah halus sisihkan.
Selanjutnya kupas Jantung Pisang, lalu potong atau rajang. Kemudian remas di air garam. Setelah itu cuci sekali.



        
Saatnya memasak. Tumis bumbu sampai harum. Masukkan daun salam, laos, dan serai. Beri gula dan penyebab rasa. Masukkan garam secukupnya dulu. Kalaumkurang bisa ditambah.
Setelah itu masukkan Jantung Pisang. Aduk-aduk sebentar. Setelah rata, masukkan santan.     Masak dengan api besar sampai mendidih. Setelah mendidih, kecilkan api, lalu tunggu beberapa saat sebelum mematikan kompor.
          O iya, sekedar tips, memasak jantung pisang jangan terlalu matang. Lebih enak sedang saja, karena kres-kres saat dimakan. Selainnya vitaminnya akan tetap terjaga. Jadi manfaat bagi tubuh akan lebih terasa.
        Selamat mencoba. Kalau saya sih suka. Selain enak, kaya gizi dan manfaat, juga jantung pisangnya gratis hehehhe
          O iya, ada juga resep yang unik dari Jantung Pisang. Namanya Lawar. Jadi ada campuran ikannya. Ibu saya suka sekali membuatnya. Itu makanan khas dsri Sulawesi selatan. Saya minta resepnya dulu, ya. Nanti saya posting hehehe.


Bambang Irwanto

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

7 komentar:

  1. saya sukanya dimasak botok. tapi yg masak ibu saya ha ha.. saya masak yg gampag2 saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi jantung Pisang bisa diapakan saja, Mbak Lia.
      Bahkan Mbak Nia bikin isi lumpia. lalu saya pernah lihat dibikin abon juga.
      Tapi paling enak dan segar yang baru dipetik.

      Delete
  2. Belum pernah bikin yg pakai santan. Suami sukanya ditumis. Kapan-kapan saya coba. Makasih resepnya yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain, Mbak Erlita.
      Ini akan mantap kalau dimasukkan tetelan dan telur rebus, Mbak.
      Bisa buat dua hari hehehe....

      Delete
  3. aku juga suka, disantan juga kayak gini loh Mas Baim :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mbak Naqiyyah.
      Bikin nafsu makan bertambah.
      Kalau makan ada kuahnya, lebih mantap ya, Mbak hehehe

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Terima kasih. Salam semangat menulis.