Menulis itu adalah sebuah proses. Jadi nikmati semua proses menulis dengan senang hati. Jangan langsung ingin sampai ke anak tangga teratas. Bila semua proses menulis sudah bisa dilalui, maka menulis itu akan lebih mudah, cepat, dan menyenangkan. menulis akan membawa kebahagian untuk kita. Jadi... terus semangat Menulis. (Bambang Irwanto - Si Kurcaci Pos)

Cara Unik Nasruddin Hoja Menyelesaikan Setiap Masalah

Judul Buku    :   Kisah-kisah Nasruddin Hoja (seri 1 & Seri  2)
Penulis          :    Cengiz Demir
Penerbit         :    alif (Lini Anak – Penerbit Republika)
Harga            :    Seri 1 Rp. 45.000 & Seri 2 Rp.40.000,-
Cetakan 1      :    Maret 2016



             
                      Cara Unik Nasruddin Hoja Menyelesaikan Setiap Masalah

      Nasruddin Hoja adalah seorang sufi yang dipercaya hidup sekitar abad ke-13 di Turki. Ia bisanya tampil dengan keledainya. Nasruddin Hoja juga seorang guru, hakim, dan imam.
     Suatu hari, Nasruddin Hoja hendak ke pasar. Beberapa anak-anak desa menghampirinya. Mereka meminta agar Nasruddin Hoja membawakan mereka pluit. Lalu salah seorang anak memberikan uang pada Nasruddin Hoja sambil berkata, “Ini uangnya. Tolong belikan aku pluit, ya!”.
     Cukup lama anak-anak menanti Nasruddin Hoja pulang dari pasar. Akhirnya menjelang malam, Nasruddin Hoja baru datang. Anak-anak segera mengerumuninya di tepi desa. Nasruddin Hoja segera memberikan sebuah pluit pada anak yang tadi memberikannya uang. Hoja pun berlalu sambil berkata, “Siapa yang membayar untuk membeli pluit, maka dia yang akan mendapat peluit.”


   


      Lain hari, Nasruddin Hoja meminjam periuk pada tetangganya. Saat mengembalikan periuk itu, ia memasukkan periuk kecil ke dalamnya. Tentu saja sang tetangga pemilik periuk sangat terkejut. Tetangga itu bertanya, apa yang telah terjadi. Hoja tersenyum sambil menjawab,”Periukmu melahirkan.” Tetangganya itu tersenyum senang.
    Beberapa hari kemudian, Nasruddin Hoja meminjam lagi periuk tetangganya itu. Tapi sudah lama meminjam, Nasruddin Hoja tidak mengembalikan. Tetangganya lalu mendatangi rumah Nasruddin Hoja untuk meminta periuknya kembali.
     Nasruddin Hoja lalu menjelaskan dengan nada sedih, kalau periuk tetangganya itu sudah mati. Tentu saja tetangganya kaget. Bagaimana mungkin, sebuah periuk bisa mati. Dengan santai Nasruddin Hoja berkata,” Kalau Periukmu bisa melahirkan, tentu saja periukmu bisa mati.”


      


        Dua cerita di atas adalah termasuk dari cerita-cerita dalam buku ‘Kisah-kisah Nasruddin Hoja seri 1 & 2. Tentunya masih banyak cerita lainnya. Semuanya sangat menarik dan memberi banyak pelajaran. Nasruddin Hoja menyelesaikan setiap masalahnya dengan bijak. Ia mampu menyampaikan nilai-nilai kehidupan secara santai, ringan, kocak, tetapi penuh makna.





  
 
         
      Seri buku ini pas sekali untuk anak-anak dari umur 7- 12 tahun, lalu remaja umur 13-15 tahun. Karena itu, setiap cerita tidak terlalu panjang, langsung masuk ke inti cerita, lalu disertai ilustrasi yang menarik. Pembacanya pasti suka, apalagi tampilan bukunya sangat menarik.
       Yuk, segera meluncur ke toko buku. Ingin beli langsung ke website Penerbit Republika juga bisa. klik saja di sini. Ada diskonnya, lho.. Selamat menikmati kisah-kisah Nasruddin Hoja, ya.

Bambang Irwanto

     

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Unik Nasruddin Hoja Menyelesaikan Setiap Masalah "

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Terima kasih. Salam semangat menulis.