} Jangan Langsung Memberi Pertolongan Pertama pada Korban Kecelakaan - Bambang Irwanto Ripto

Jangan Langsung Memberi Pertolongan Pertama pada Korban Kecelakaan

Bila suatu ketika, saat berada di jalanan, tiba-tiba ada pengendara motor yang terjatuh. Bagaimana perasaaan kita? Dan apa yang akan kita lakukan? Biasanya kan, kita akan langsung ingin memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan atau P3K untuk korban. Tapi ternyata, hal itu tidak boleh kita lakukan. 



Secara manusiawi, saat ada orang lain mengalami kesulitan dan itu terjadi di depan mata kita, pastinya kita respon ingin membantu, ya. Dan ternyata itu tidak dianjurkan. Lho, kenapa? Lalu apa yang harus kita lakukan?

Saya pun agak terkejut mengetahui kenyataan ini, saat mendapat pemaparan dari Dokter Lini Gumilang, saat mengikuti Jurnalis Siap Bencana di Sukabumi bersama DMC Dompet Dhuafa. Acara ini berlangsung jumat-sabtu 16-Desember 2022 di Jay Advanture Sukabumi. Kebetulan materi yang kami dapatkan adalah Bagaimana memberikan pertolongan pertama  pada kecelakaan secara baik dan benar. 

Lalu bagaimana tahapan yang harus kita lakukan?

Dokpri


Menjaga Diri sendiri

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menjaga diri kita sendiri. Kita amankan diri kita dengan tidak langsung memberi pertolongan pada korban kecelakaan. Salah satunya jangan memegang korban dengan tujuan menolongnya. Karena pada dasarnya kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi korban yang sebenarnya. Bisa saja kita hanya bermaksud menolong, namun kebetulan korban sudah meregang nyawa lalu meninggal. Bisa saja kita yang ingin menolong malah disalahkan.

Jadi sesuaikan dengan kemampuan diri sendiri. Dan ini berlaku dalam kondisi di mana saja saat kita melihat adsa korban kecelakaan. Misalnya nih, saat kita berenang di kolam renang, kita melihat ada yang tenggelam. Maka jangan buru-buru terjun untuk menolong. Pertama perhatikan dulu tubuh korban dengan tubuh kita. Jangan sampai tubuh korban lebih besar dari tubuh kita. Alih-alih mau menolong, malah kita yang celaka. Korban selamat, malah kita yang tidak selamat.

Makanya Bu Lini menegaskan kembali hal ini, untuk menolong sesuai kemampuan kita. Dan yang bisa kitga lakukan adalah, dengan terus membuat korban sadar, dengan cara terus memanggil-manggilnya. 


Segera Mencari bantuan

Langkah selanjutnya adalah mencari pertolongan yang berwenang. Dokter Lini menegaskan lebih baik kita menghubungi ambulan di nomor 118 atau polisi di nomor telepon 110, agar bisa memberikan pertolongan dengan cepat.

Bila kebetulan ada tenaga medis di dekat lokasi kejadian, lebih baik diserahkan kepada mereka. Karena tenaga medis lebih bisa mendeteksi luka pada korban. Bisa saja dari luar terlihat baik-baik saja, namun sebenarnya korban mengalami luka dalam.

Bu Lini lalu berbagi pengalamannya. Suatu ketika, Bu Lini dan seorang rekan medis melintas di sebuah jalan. Kebetulan, afa seorang pengendara motor yang terjatuh. Bu Lini dan rekannya segera mengambil tindakab cepat. Salah satunya dengan tidak membuka helm si pengendara karena justru si pengendara mengalami luka dalam.

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Dokter Lini dan rekannya terus mempertahankan posisi kepala korban agar tidak bergeser. Namun apa yang terjadi  sampai di rumah sakit, satpam langsung membuka helm si korban. Seketika korban pun meninggal. Maka perjuangan Dokter Lini dan rekan medis selama perjalanan jadi sia-sia. Namun begitu, dokter Lini tetap menukaskan, walau ajal di tangan Tuhan, tapi manusia patut maksimal berusaha.


Luka yang Menyebabkan Kematian

Salah satu faktor utama kita tidak boleh langsung memberi pertolongan pertama pada korban kecelakaan adalah karena kita tidak tahu kondisi yang dialami oleh si korban. Dan kebanyakan mengalami patah tulang dan luka.

Patah tulang sendiri terbagi atas dua. Ada patah tulang terbuka dan patah tulang tertutup. Patah tulang terbuka adalah saat bagian ujung dari yang patah sampai merobek kulit, sehingga jaringa di bawah kulit dan tulang yang patah menjadi terlihat. Sedangkan tulang patah tertutup adalah jenis patah tulang tapi tidak sampai merobek kulit.

Luka juga terbagi atas dua, yaitu luka terbuka dan luka tertutup. Luka terbuka adalah cedera yangmelibatkan kerusakan eksternal atau internal dalam jaringan kulit yang biasanya melibatkan kulit. Sedangkan luka tertutup adalah luka yanh biasanya berasal dari benturan benda tumpul. Luka tertutup ditandai dengan munculnya memar, tanpa mengeluarkan darah.

Itulah uraian singkat kenapa kita tidak boleh langsung memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Intinya kita yang ingin menolong harus memperhatikan kondiri diri kita sendiri dulu, baru memberikan pertolongan bagi orang lain. Semoga bermanfaat. Terus jaga kesehatan dan semangat...

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

13 Responses to "Jangan Langsung Memberi Pertolongan Pertama pada Korban Kecelakaan"

  1. ah iya pak, kalau kita ga tau malah salah langkah ya.. sebaiknya memang segera menghubungi aja pihak yang tepat. mungkin ada baiknya juga mengikuti semacam program pertolongan pertama gitu ya

    ReplyDelete
  2. Saya dan suami justru gak pernah "mampir" alias berhenti kalau tidak sengaja ada kecelakaan meski depan mata. Bukan ga mau tolong, tapi suami saya justru dia tak kuat melihat darah dan luka. Hehehe.... Jadi benar, alih alih bisa menolong, yang ad dia sudah pusing duluan. Karena itu kami lebih baik berdoa semoga semua diberikan yang terbaik dan kami pun melaju melanjutkan perjalanan

    ReplyDelete
  3. Bermanfaat banget infonya pak Bambang. Bener banget kebanyakan kita kalau ada kecelakaan ya langsung auto nolong. Tapi ternyata nggak boleh ya ternyata. Mesti liat sikon korban dan diri sendiri dulu.😊

    ReplyDelete
  4. Ngeri kalau melihat ada Lakalantas. Bagi kita yg kebetulan melihat sudah sepatutnya memberikan pertolongan tapi dgn cara yg tepat. Benar seperti yg ditulis Mas Bams, jangan langsung didekati atau disentuh takutnya korban sudah meninggal. Lebih baik menghubungi tenaga medis agar bisa segera dpt pertolongan.

    ReplyDelete
  5. Mengenai kita yang nggak tahu gimana kondisi sebenarnya orang yang kecelakaan itu benar adanya. Jangan sampai kita disalahkan atas niat awal yang ingin menolong. Berabe malah.
    Makanya, kalau lihat di drama korea yang temanya medis tuh gitu ya. Kalau kecelakaan, orang-orang tuh malah cuma ngeliatin doang.
    Terus ada yang gercep nelpon ambulan gitu. Penontonnya udah gemes banget. Kok nggak ditolongin segala macem.
    Padahal prosedur yang benar malah begitu itu. Yang bikin gemes penonton. Hehehe

    ReplyDelete
  6. Noted nih, jadi emang gak boleh langsung ya gegabah memberi pertolongan kepada korban, apalagi kalau kita gak punya ilmu khusus.
    sudah paling benar emang langsung menghubungi pihak yang terkait untuk memberi pertolongan pertama dengan baik dan benar.

    ReplyDelete
  7. Sungguh panik pasti jika berada di kondisi kecelakaan begini.
    Saat kuliah dulu cukup sering mengalami kecelakaan dalam berkendara. Dan ada yang beneran bantu, bahkan ada pula yang memaki.

    Memang sebaiknya kalau melihat kecelakaan sebaiknya lekas membantu apa yang bisa kita bantu, jika kondisi kita sendiri dalam keadaan baik. Karena setidaknya, ada dukungan dalam bentuk psikologis terhadap korban.

    ReplyDelete
  8. Kalau pengen segera menolong korban kecelakaan memang sebaiknya kita hubungi bantuan medis, ya.

    Betul banget, kita menolong harus sesuai dg kemampuan kita. Jangan sampai kita yg ikut disalahkan atau malah ikut celaka juga.

    ReplyDelete
  9. Sangat sangat bermanfaat baruu saja aku hbs priksa ke IGD eeeh ada korban kecelakaan juga kakinya kurang tau kejepit atau apa sampai berdarah darah jd ngerii.

    3 anak cowok boncengan motor bertiga, mamanya datang nangis2 sedihhh smg lekas membaik.

    ReplyDelete
  10. Patah tulang dan benturan di kepala bisa menjadi semakin fatal ketika pertolongan pertama setelah kecelakaan dilakukan dengan cara yang salah. Makanya lebih baik kalau terjadi kecelakaan, tunggu para medis datang. Jangan main angkat saja, karena bisa fatal akibatnya. Yah, walaupun yang menolong pun sebenarnya niatnya pasti baik ya

    ReplyDelete
  11. tapi mirisnya sekarang kalo ada kecelakaan malah kebanyakan sibuk merekam korban daripada mencari pertolongan. kadang aku merasa kasihan sering melihat video2 kecelakaan yang korbannya sebenarnya sangat butuh P3K :(

    ReplyDelete
  12. Semenjak tahu kalau ada kecelakaan jangan langsung "bantuin", aku jadi suka ngeri lihat orang lain yang repot angkut-angkut korban. Takutnya malah semakin parah lukanya..

    ReplyDelete
  13. Gak berani saya mas, nolongi orang kecelakaan di jalan raya yang terluka parah, mending langsung telpon pak polantas yang biasa ngurusi hal begitu biar segera ditangani.. Kondisi di lapangan itu belum tentu sesuai dengan maksud kita

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.