} Kalau di Makassar, Kita Itu Bukan Aku dan Kamu, Lho... - Bambang Irwanto Ripto

Kalau di Makassar, Kita Itu Bukan Aku dan Kamu, Lho...

Kalau di Makassar, Kita Itu Bukan Aku dan Kamu, Lho... - Seorang teman pernah bercerita. Saat suatu waktu dia berada di Makassar, dia sering salah tanggap dengan ucapan yang ada kata KITA. Apalagi kebetulan dia baru pertama kali ke Makassar.

Desain Canva

Misalnya saat dia selesai seminar dan mengajak temannya sama-sama menuju kamar hotel. “Yuk, sama-sama ke kamar hotel!”. Terus temannya jawab, "Kita duluan saja! Nanti saya menyusul.”
Teman saya bingung, katanya kita yang artinya saya dan dia, atau aku dan kamu. Kok  disuruh duluan?  Sedangkan dia masih ingin tinggal di lobi?

Hal yang sama dialami oleh teman lain. Saat berada dalam suatu acara, ada sesi memberi kata sambutan. Nah, teman saya pun bertanya pada panitia lokal. “Nanti siapa ya, yang akan memberikan kata sambutan?”. Nah, dijawab oleh panitia itu, “Kita saja yang memberi sambutan.”

Nah, dalam pikiran dan pengertian teman saya itu, kita ini maksudnya dia dan panitia itu yang akan memberi sambutan. Dan dia makin bingung, kok pas acara, hanya dia yang memberi sambutan seorang diri. Katanya kita?

Memang dalam bahasa sehari-hari, penggunaan kata Kita di Makassar, itu berbeda dengan arti Kita sebenarnya dalam penggunaan kata Bahasa Indonesia secara umum. Nah, biar lebih paham soal kata Kita dalam obrolan sehari-hari, maka saya akan sharing sedikit.  Karena....

Kalau di Makassar, Kita itu Bukan Aku dan Kamu, Lho...


Di Makassar Kita adalah...

Dalam kamus Bahasa Indonesia, Kita itu berarti pronomina persona pertama jamak, yang berbicara bersama dengan orang lain, termasuk yang diajak bicara. Jadi ada si A dan si B, maka mereka saat membahasakan mereka, ya menyebutkan kita.

Kita jangan sampai terlambat ke stasiun. Sebaiknya kita lewat jalan kiri saja. Saat sampai di tempat terminal, kita harus bergegas mencari bus menuju semarang dan lainnya. Contoh paling terkenal itu dalam lagu Shela On Seven yang berjudul kita. Dilirik awal saja sudah tertulis.. di saat kita bersama... Jadi jelas, kita adalah aku dan kamu.

Tapi dalam penerapan percakapan sehari-hari di Makassar, Kita itu berarti sapaan yang lebih halus dan sopan untuk orang lain. Berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Sama seperti penyebutan Anda, Kakak, Mas, Mbak dan sebagainya.

Misalnya saat saya melihat seseorang, dan sepertinya saya pernah melihatnya di suatu tempat. Maka saya menyapanya, “Maaf, kita bukan Pak Burhan yang pernah mengajar di SMP 1 Makassar?”
Lalu orang itu menjawab, “O, iya! Kita siapa, ya? Saya lupa. Apa  kita pernah mengajar di SMP 1 Makassar juga?”

Contoh lain saat Ibu pergi ke pasar, lalu membeli ikan lele. Maka saya bertanya, “Berapa kilo kita beli ikan lele?”. Nah kita itu sapaan untuk Ibu saya. Bukan kita, saya dan ibu saya yang membeli ikan lele di pasar.

Jadi saya ulang ya, Kita itu berarti sapaan untuk orang lain yang lebih halus. Karena untuk sapaan bagi teman sebaya itu, biasa pakai KO yang artinya kamu, bukan orang itu bernama Koko, Joko, atau Moko. Misalnya :

"Darimana saja, Ko? Namanya baru muncul?”
“Jangan Ko sembarang bicara. Buktikan dulu!"
“Ko jadi ikut buka puasa bersama nanti sore?”

Untuk Siapa Sapaan Kita?

Biasanya, penerapan kata sapaan kita itu untuk orang yang lebih tua. Sebagai bentuk penghormatan juga berbicara dengan orang yang lebih tua. Dan kata kita ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Sama seperti penyebutan Anda, Kakak, Mas, Mbak dan sebagainya.

Misalnya usia saya 18 tahun (misalnya, ya hahaha). Maka saat mengobrol dengan orang yang usianya di atas saya, maka saya menyapa dengan Kita. Begitu juga sebaliknya. Saat mengobrol dengan orang yang lebih muda dari saya, maka dia menyapa saya dengan kata Kita.

Biar lebih jelas, saya berikan contohnya. Misalnya saya baru sampai di Bandara Hasanuddin Makassar, dan kebetulan ada teman, yaitu Pak Pangerang yang menjemput saya. Maka saya biasa bertanya :
"Kita sudah lama menunggu? " Tanya saya pada Pak Pangerang. Kita di sini berarti Pak Pangerang.
Pak Pangerang pun menjawab, “Baru sebentar kok. Jam berapa kita berangkat dari Surabaya?”

Tapi kata kita ini bisa sangat fleksibel. Karena merupakan sapaan halus kepada orang kedua tunggal. Maka tidak hanya berlaku untuk menyapa orang yang lebih tua saja. Dan ini bisa berlaku juga kepada anak-anak untuk membahasa haluskan anak-anak. Misalnya :

"Jangan main api, Nak!  Nanti tangan kita terbakar."
“Kita harus rajin belajar, biar nilainya bagus!”
“Bagusnya kerajinan tangan ini. Berapa lama kita kerjakan?”


Penerapan Sapaan Kita  yang Berbeda-Beda

Kata sapaan Kita ini, penerapannya bisa berbeda-beda. Tergantung sikonnya. Jadi tidak hanya terus menyapa dengan kata kita, tapi bisa juga pakai KI atau TA. Sesuai kebutuhan percakapannya, juga sesuai orang yang mengucapkannya. 

Biar lebih jelasnya, simak contoh berikut :
Ucapan si A, "Berapa lama Kita tinggal di Makassar?”
Ucapan si B, “Berapa lama, Ki, tinggal di Makassar?”

kata sapaan Ta, biasanya hadir di pertanyaan. Misalnya :
"Berapa usia anak, Ta?”
“Apa rencana menu buka puasa, Ta?”

Kadang juga, semua sapaan dipakai dalam satu kalimat. Jadi Kita, Ta, dan Ki masuk semua. Misalnya : “Kemarin saya ke rumah, Ta! Tapi Kita Ndak ada. Saya mau konfirmasi, berapa banyak Ki pesan paket buka puasa.”

Nah, itu dia pembahasan singkat seputar penggunaan kata sapaan KITA. Semoga bermanfaat ya, ajdi kalau pas teman-teman ke Makassar sudah paham. Karena kalau di Makassar, kita itu bukan aku dan kamu hehehe.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

20 Responses to "Kalau di Makassar, Kita Itu Bukan Aku dan Kamu, Lho..."

  1. Padahal cuma satu kata ya, KITA. Tapi penerapannya bisa memiliki arti banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas. jadi pas jalan-jalan ke Makassar sudah paham ya, dan tidak bingung lagi hehehe.

      Delete
  2. Hahaha ada-ada aja ya. Ternyata kita itu bukan aku dan kamu. Tapi kata sapaan yang digunakan ke orang yang lebih tua atau kata yang halus ya. Untung aku baca kalau nggak ntar bisa bikin salah paham wkwkwkw 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Yeni. Dan itulah keunikan Indoensia yang sangat beragam bahasanya. Makanya saya share, biar teman-teman pas ke Makassar sudah paham hehehe.

      Delete
  3. Uniknya Indonesia ya pak. Saya yang sudah merasakan tinggal dibeberapa kota di SUmatera aja kadang tercengang. AWAK di medan dengan di PADANG aja beda. begitupun dengan di palembang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Dyah. Itulah keunikan dari keragaman Indonesia. Misalnya, Jangang itu di Makassar ayam, nah, kalau di Gombong, Jangang itu sayur hehehe.

      Delete
  4. Kalo belum baca ini, saya pasti bingung juga kalo sampe di Makassar. Memang kebiasaan di masing-masing daerah di Indonesia berbeda. Kayak kalo di Medan, kereta itu bukan kereta api atau KRL, hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di Jawa ya nyebut kereta api itu sepur, Mbak hehehe

      Delete
  5. Tengkyu mas Bambang, jadi tau kita, Ki dan ta itu sama. Oya, orang Makassar suka potong-potong kata kayaknya ya mas .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbbak. Misalnya Kamu Jangan Begitu, disebut jang'ki begitu atau Kamu mau kemana, ducapkan Komo ke mana? hehehe

      Delete
  6. Walah aku juga baru tau, apalagi belum pernah ke Makassar. Dan kalau biasanya ada juga penyebutan kita itu adalah aku (sendiri).
    Kadang kalau ga mengenal lebih jauh bahasa tiap daerah, jadi banyak salah pahamnya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Selvie. Kalau Kita itu di Bahasa Indonesia ya aku dan kamu, atau aku dan beerapa orang.

      Delete
  7. Mirip² dikit ama Medan, Mas... Mungkin ada juga pengaruh orang Makassar yg merantau sampe ke Medan ya. Soalnya sering jg sy denger begini,"Eh, dia itu orang kita apa ya?" Untuk menanyakan suku bangsa. "Owh,, dia orang kita Jawa itu,, kl sebelahnya orang kita Melayu".

    Di kesempatan lain,
    "Aku gak tau cemana (macem mana) harus bersikap sama dia"
    "Harusnya kitalah yang pengertian....gak harus dibilangin, lho"

    Nah, demikian laporan pendengaran telinga dari Medan ya Mas Bambang, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi, Mbak Mia. Soalnya intonasi orang Medan dan Makassar hampir mirip. suaranya besar hehehe. Makanya saya suka juga dikira oang medan hehehe.

      Delete
  8. Hahaha, benar benget ini mas. Saya pertama kali ke Makassar itu pas ada ekspedisi bareng teman-teman 2 minggu di Maros. Jadi, pas lagi beli keperluan logistik di pasarnya, itu rata-rata penjualnya panggil saya dengan 'kita' dan 'ko.' Awalnya saya dan teman-teman bingung sendiri. Untungnya ada teman kita yang juga ikut ekspedisi, kebetulan dia dari Baubau, bilang bahwa 'kita' dan 'ko' di Makassar itu artinya 'kamu.'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ingat Maros, ingat Bantimurung dan roti maros, Mbak Mutia hahaha.
      Nah, iya, Mbak. Kalau daerah Bau-Bau kan masih Sulawesi. jadi dialeknya rata-rata sama.
      Mungkin bisa Ko itu kamu, Kita itu Anda hehehe

      Delete
  9. wah jadi nambah perbendaharaan kata nih. Lain padang lain belalang ya..setiap daerah pnya penyebutan unik yg kata-kata nya bisa aja secara ucapan dan tulisan sama tapi didaerah lain artinya bisa beda..unik ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang Mbak Fitri. Indoenesia sangat beragam dan unik. makanya perlu kita pelajari juga. Soalnya, kadang ada kata juga, di daerah lain biasa saja, tapi daerah lain itu kata saru atau kotor hehehe.

      Delete
  10. Aku baru rahu lho mas, tentang penggunaan kata kita di Makassar. Kalau di Lampung untuk mengatakan mereka itu biasanya dengan dia orang. Dan aku pernah diketawain pas ngomong dia orang di Bogor. Lucu kejadiannya...

    Ragam bahasa daerah di Indonesia memang kaya sekali ya mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas Erfano. Indonesia unik dengan keragaman budaya, adat, juga bahasanya.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.