} Pilih yang Sesuai untuk Diri Sendiri - Bambang Irwanto Ripto

Pilih yang Sesuai untuk Diri Sendiri

Pilih yang Sesuai untuk Diri Sendiri - Jadi ceritanya, kemarin itu pas sahur, saya hanya makan setangkup roti oles margarin tambah taburan gula pasir. Terus ditemani segelas teh manis. Saya  sengaja tidak makan nasi, karena merasa masih kenyang dan ingin variasi saja.

Desain Canva

Jadi pas buka itu, seperti biasa saya langsung makan nasi. Lauknya kebetulan ada soto ayam. Lalu usai salat isya, saya ngemil singkong goreng kesukaan saya. Nah menjelang tidur, saya iseng makan soto ayam lagi pakai singkong goreng, itu rasanya juara hahaha.

Tapi ternyata.. Menjelang salat subuh, perut saya mulai mules. Maka saya pun setor dulu. Eh.. Habis salat subuh.. Mules lagi dan setor lagi hahaha.

Kelar setor yang kedua, saya gosok perut saya dengan minyak angin. Lumayan agak enakan. Saya pun memilih rebahan sebentar. Siapa tau pas bangun perut sudah mendingan.

Eh.. Pas baru setengah jam terlelap, saya sudah terbangun. Bisa ditebak kan.. Perut saya mules dan harus setor hahaha. Waduh.. alamat booking kamar mandi nih hahaha. Dan benar, sampai menjelang salat dzuhur, saya masih 2 kali setor hehehe.

Dari kejadian sahur tadi, saya jadi belajar satu hal, saya tidak cocok sahur pakai roti hahaha. Jadi lebih baik saya memilih sahur nasi seperti biasa saja. Namun dari kejadian ini juga, saya menarik benang merah juga, dan mendapatkan banyak pelajaran.

Pilih yang Sesuai untuk Diri Sendiri


Beragam Pilihan

Dalam sepanjang hidup saya ini, pastinya saya banyak menemui beragam pilihan. Dari pilihan makanan, pilihan teman, pilihan mau ke suatu tempat dan lainnya. Beragam pilihan yang membuat saya punya banyak pilihan, sekaligus terkadang beragam pilihan yang membuat saya bingung terlalu nafsu.

Dan seperti kejadian sahur itu. Roti tawar itu makanan bagus dan bergizi, tapi ternyata saya tidak cocok sahur dengan roti tawar. Saya memang bagus memilih yang sesuai dengan diri saya atau yang cocok untuk saya saja. Misalnya saya tidak terlalu cocok dengan makanan super pedas. Dilanggar, maka konsekuensinya jadi harus booking kamar mandi seharian hahaha.

Misalnya lagi saat memilih pertemanan. Pastinya dalam kehidupan saya ditawarkan beragam pilihan teman. Pastinya kembali, saya harus menyesuaikan dengan diri saya. Misalnya teman yang sejalan dengan saya.


Hadirnya Sesuatu yang Positif

Karena memilih sesuatu yang sesuai diri sendiri, maka hal-hal positif akan bisa saya dapatkan. Dan rasakan. Sebaliknya, saat saya memilih hal tak sesuai, maka sesuatu yang tak  mengenakkan akan saya rasakan

Biar lebih mudah kembali ke sahur roti tawar tadi ya. Karena roti tawar kurang cocok bagi perut saya saat sahur, maka akhirnya perur saya mules. Bolak balik ke kamar mandi. Akhirnya tengah hari kok agak lemas hahaha.

Tapi sebaliknya kalau saya sahur makanannya pas dengan tubuh saya. Maka Insya Allah stamina saya berpuasa semakin joss. Waktu bolak-balik ke kamar mandi, bisa saya gunakan untuk hal-hal bermanfaat lainnya. Misalnya menyelesaikan tulisan.


Jauhi Energi Negatif. 

Sama kayaknya saat memilih pakaian. Ada beberapa baju yang sama bagusnya dan harganya sama. Tapi ternyata tidak semua baju itu pas dan nyaman untuk saya. Akhirnya saat memaksa memakainya, saya merasa tidak nyaman, tidak pede, malah bisa menimbulkan hal-hal yang tidak saya inginkan.

Kembali pada menjalankan hidup ini kita punya beragam pilihan. Pilih yang baik, dan hindari yang tak sesuai, agar energi negatif tidak menganggu kita. Misalnya saya bila ada teman yang ternyata tak sesuai lagi dengan saya, maka akan saya lepaskan.

Itulah, cerita saya kali ini. Tentunya cerita ini saya susun berdasarkan pengalaman hidup sendirinya, ya. Hanya sekadar berbagi cerita. Semoga bermanfaat. Aamin.
Jadi pilih yang sesuai untuk diri kita . Hidup adalah pilihan dan pilihan itu ada di tangan kita sendiri.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

20 Responses to "Pilih yang Sesuai untuk Diri Sendiri"

  1. Betul banget ya, biar nggak repot sendiri, mending pilih yang sesuai dengan diri sendiri, nggak perlu memaksakan sesuatu yang tidak sesuai, jadinya juga nggak bakal lebih baik, malah bikin nggak nyaman dan tersiksa sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Mbak Rey. Buat apa memaksa diri memilih tak sesuai dengan diri kita, tapi malah menyiksa diri ya, Mbak. Padahal pilihan ada di tangan kita sendiri.

      Delete
  2. Ha...ha... Lagian berani beeaninya makan roti saat sahur. Kayaknya bukan karena itu aja deh mas, bukanya kebanyakan itu. Satu porsi soto, satu porsi singkong, dan satu porsi singkong campur soto.

    Tapi apapun itu pilihlah apa yang sesuai dengan hati nurani kita. Dan saya setuju jauhi energi energi negatif, berita berita negatif. Agar hidup lebih banyak berkarya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... intinya pilih sesuai takaran perut juga ya, Mas. Dan kuncinya itu juga, Mas. Sesuaikan pilihan dengan ahti nurani, agar kita nyaman dan aman menjalani pilihan kita itu.

      Delete
  3. Kita sendiri yang tahu ya apa yang pas untuk kita. Kalau orang lain mau mempengaruhi, diabaikan saja ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali, Mbak Niar. Karena terkadang sebuah pilihan itu yang menjalankan diri sendiri, dan akan merasakan hasilnya ya diri sendiri juga.

      Delete
  4. Duuuh Mas Bambang, menderita sekali itu pastinya. Wkwkwk. Maaf ya mas, jadi ketawa aku baca ceritanya. Astaghfirullah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. jangan ketawa, Mbak Mutia. Timpuk bakso nih hahaha.
      Akhirnya saya kapok sahur pakai roti lagi, Mbak Mutia hehehe.

      Delete
  5. Saya juga tim harus makan nasi, Mas. Mau makan roti dan buah sebanyak apa juga kalau belum makan nasi perut rasanya nggak enak. Kalau sok-sokan mau diet dengan menghindari nasi, pasti ada aja jadinya masalah di perut saya. I love Nasi so much deh pokokny

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, tosss, Kak. Pokoknya kalau belum makan nasi, belum makan ya, kak hahaha.
      Dan memang, selain nasi, makanan lain itu saya jadikan pendamping saja.

      Delete
  6. Kalau kami pas buka jarang makan nasi pak. Tapi kalau sahur wajib harus makan nasi walupun sedikit. SAhur pake roti tawar aja? Waduh, perutku pasti bakal gak nyaman seharian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Dyah. saya justru buka wajib duluan nasi dulu, kemudian sahur pun selalu nasi. Hanya akrena merasa agak kenyang, jadi coba sahur roti saja. Ternyata... hahaha

      Delete
  7. Wah menu buka puasa sampai ngemil sebelum tidurnya enak banget, tapi buat perempuan pasti takut klo kebanyakan. Kalau saya suka makan bakso malamnya hahahha sama juga yaa penuh. Betul mas bambang saya pas sahur juga ga bisa banget kalau cuma roti, apa karena ada maag juga ya.

    Setuju banget kita emang harus memilih yang sesuai untuk diri sendiri, ga cuma pertemanan, dibidang pekerjaan juga ya. Karena sesuatu yang nyaman itu bisa buat happy dalam melakukan segala sesuatu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Lidia. Segala sesuatu dalam hidup ini memnag jadi pilihan kita ya, Mbak. jadi pilih sesuai dan pas untuk kita. Agar jadi nyaman menjalani atau menghadapi pilihan itu.

      Delete
  8. Semoga saat ini sudah sehat ya Mas...Tetap semangat dan setuju jauhi energi negatif di masa pandemi ini. Termasuk postingan, bacaan, teman yang bikin kita jadi berpikir negatif yang ujung-ujungnya loyo dan merusak pikiran. Biar kekebalan badan dan pikiran terjaga, banyak-banyak berpikir positif saja kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Mbak Dian. Pas buka puasa waktu itu, langsung segar dan sehat kembali hehehe.

      Benar, Mbak. Saya pun mengurangi membaca berita-berita seputar pandemi, karena kadang beritanya malah bikin kita tambah resah dan gelisah.

      Delete
  9. Wah kebayang deh nikmatnya makan soto ayam ya, diselingi singkong goreng lagi ya. Btw kl mas-mas makan berat sebelum tidur kok ya gak gendut ya, beda sama mbak-mbak nih, ahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Mia. dan di Makassar itu biasa makan bakso pakai singkong. Bahkan ada menu sop ubi (singkong) sendiri.
      Hehehe... punta metabolisme tubuh pria beda, Mbak. makanya makan ebrat tetap langsing kayak body model hahaha.

      Delete
  10. Wah setuju banget Kak pilihan hidup kita yang nentuin dan kita yang jalanin ngomong-ngomong kalau aku cuman makan roti doang puasa pas tengah hari pasti udah galau wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Kak. Yang akan merasakan dan menjalani pilihan itu kan kita sendiri. jadi pilih yang pas dan sesuai untuk diri sendiri.
      Kalau saya kemarin masih terbantu makan berat saat buka, Mbak. jadi walau setor mulu, tetap sampai puasanya hehehe.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.