Dalam hidup ini, banyak hal baik dan bermanfaat. Dan hal-hal
ini banyak dilakukan orang. Tapi entahlah, ternyata tak cocok bagi saya. Saya
sudah beberapa kali mencoba, tapi hasilnya tak maksimal. Sering dipaksakan,
malah ga nyaman. Nah hal apa saja itu?
1. Menulis di luar rumah
Banyak orang yang
sengaja mencari tempat menulis di luar rumah. Dan itu juga banyak dilakukan
teman-teman saya, baik teman blogger mau teman penulis cerita anak. Mereka
sengaja pergi ke kafe, suatu tempat, termasuk perpustakaan untuk menulis.
Katanya selain Ganti suasana, pindah tempat bisa sumber inspirasi.
Saya pun tak mau ketinggalan untuk ikutan menulis di luar
rumah. Biar paket hemat, saya pilih perpustakaan saja. Hitungan saya, bisa
sekalian pinjam buku. Apalagi banyak perpustakaan asyik dan menyenangkan di
seputaran Jakarta. Misalnya perpustakaan Nasional di Balai kota, perpustakaan
Jakarta di Taman Ismail Marzuki, atau perpustakaan Nyi Ageng Serang di
Kuningan.
Tapi ternyata saya tidak bisa menulis di luar rumah. Saya
malah mati gaya. Ide tidak lancar menulis. Saya terbiasa menulis di rumah
sambil ngemil, sampai putar music. Paling penting bisa sambil angkat kaki satu
hahah
2. Membaca di Transportasi
Saya jujur suka iri melihat orang yang bisa membaca buku di
alam transportasi selam perjalanan. Baik di kereta, bus atau angkot.
Kelihatannya keren sekali. Tak membuang waktu percuma selama di perjalanan.
Sampai tujuan, dapat ilmu atau sesuatu bermanfaat setelah membaca buku.
Pastinya saya pun tak mau ketinggalan ikut aktivitas keren
ini. Saya pun sengaja membawa buku saat pergi untuk dibaca.
Tapi nyatanya, baru membaca sebentar, kedua mata saya sudah
tak bersahabat, pas kepala diangkat. Eh kok terasa pusing. Coba baca lagi ,
mala tambah pusing. Akhir tutup buku masukan tas.
Pikir saya, mungkin bukunya harus mendukung. Makanya
perjalananan selanjutnya sya bawa buku yang lebih tipis lagi. Terus isi bukanya
lebih ringan. Tapi nyatanya sama saja hehhe
3. Mendengarkan musik di perjalanan
Sudah pemandangan lumrah ya, orang mendengarkan music selama
di perjalanan. Dari pakai headset kabel, headset gede sampai sekarang tws.
Kelihatannya asyik gitu. Dan memang mendengarkan music saat perjalanan, bikin
perjalanan ga terasa. Apalagi kalau perjalanan macet.
Saya juga ga mau ketinggalan. Apalagi saya juga punya
headset. Jadi apa salahnya dicoba ya.
Tapi ternyata saya malah ga nyaman. Baru sebentar
mendengarkan music telinga saya sakit, kesannya norak ya. Tapi itulah
kenyataannya hehehe. Dari zaman Walkman sampai dengerin music pake hape, saya
tak cocok hahaha.
4. Tidur selama perjalanan
Karl baru sampai di sebuah stasiun. Orang bergegas masuk.
Dapat tempat duduk, langsung pejamkan mata. Apalagi kalau headset sudah
dipasang juga, ini kombinasi yang sempurna. Dan menurut saya ini keren, bisa
memanfaatkan waktu dengan chas energi walau sebentar. Walau hanya
sebentar, pasti sedikitnya memulihkan
kondisi tubuh juga.
Dan saya harus bisa sekali melakukan hal ini. Sering naik
krl dari depok ke Jakarta. Membuat saya punya banyak waktu untu tidur. Apalagi
saya seringnya naik dari stasiun Jakarta kota , stasiun awal yang membuat saya
pasti dapat tempat duduk.
Begitu juga saat naik busway dari Jakarta. Selain jam
pulang kerja, saaya pasti dapat tempat duduk dari halte cawang sentral menuju
depok. Apalagi duduk di kursi belakang dekat jendela. Mantap…
Tapi kenyataannya, saya tidak pernah bisa melakukan. Secapek
apap pun sat naik transportasi, saya yak bisa tidur. Sst.. kalau memejamkan
mata, itu pura-pura tidur biar tak perlu kasih kursi ke orang lain.
Dan memang saya tak pernah bisa tidur selama di perjalanan.
Mau naik apapun, bus, kereta apa atau mobil pribadi. Padahal kalau bisa tidur kan,
pulas dikit, tiba-tiba sudah dekat sampai tujuan.
5. Makan pedas Tingkat dewa
Teman-teman pasti pernah lihat orang makan sesuatu dan
sambalnya ampun-ampunan kok. Itu sambal satu tempat dituang semua. Selalu minta
cabe yang banyak.
Nah, kalau saya tidak bisa hal ini. Bergaya sedikit saja
makan pedas, otomatis booking kamar mandi hahaha
Makanya say aini kesayangan para penjual makanan. Bayangkan
saja, pembeli lain minta ketoprak cabe 10 biji, saya Cuma minta 1. Bahkan
kadang tak pakai cabe
6. Ngopi tampan rupawan
Saat lihat orang posting kalau lagi ngopi di suatu tempat,
kayaknya itu keren sekali. Apalagi kalau lagi hits dan kekinian. Rasanya pengin…
Tapi..
Kalau hal-hal diatas tidak bisa saya lakukan karena berkaitan dengan diri saya yang tak sesuai. Kalau hal satu ini beda. Saya tak bisa nongkrong tampan sambil ngopi karena dompet saya yang tak sesuai wkwkwk.
Sebagai penulis freelance yang hasilnya tak menentu, saya harus berpatokan teguh dengan utamakan kebutuhan bukan keinginan. Makanya bukan pelit, saya mengeluarkan uang karena kebutuhan. Mau gaya sedikit, dijamin keteteran hahaha.
Nah itu dia hal-hal yang keren, tapi tidak cocok bagi saya.
Intinya, saya tak boleh mengukur baju orang di badan saya. Apa yang bagus bagi
orag lain, belum tentu cocok bagi saya. Happy nice day ya, teman-teman.







Cocok dengan saya Pak
ReplyDeleteNomor satu dan nomor terakhir saya pun gak bisa mengikuti trend tersebut
Saya malah berani jamin bisa kelar artikel beberapa puluh menit kalau di rumah sambil dasteran, rebahan atau bahkan sambil nunggu kukusan di dapur. Maklum saya kan nulis pakai ponsel jadi bebas aja...
Ngopi cantik (karena saya cewek) bukan saya gak bisa tapi emang gak punya uang nya. Haha...
Mending beli kopi sachet an dan sedih di rumah. Wareg, bebas. Tanpa biaya parkir. Haha...
Kalau baca di transportasi, denger musik, atau tidur di perjalanan itu saya bisa banget. Malah yg saya ga bisa itu ponsel tanpa baterai di perjalanan... Bikin bete banget itu mah
Haha aku senyam senyum baca tulisan ini. Di beberapa poin, kita sama banget mas Bambang *tos dulu, kayak nulis di luar rumah itu aku nggak bisa. Sebab aku gak punya laptop/tab dan selama ini nulisnya di komputer. Tapi, jika punya laptop pun kayaknya aku tipe yang gak bisa mikir kl nulisnya di tempat lain. Soal baca buku di perjalanan aku juga gak bisa hiks, bawaanya mabok perjalanan. Makanya salut sama orang yang punya kemampuan baca saat di kendaraan terutama bus. Kalau kereta dan pesawat sih aku masih bisa.
ReplyDeleteTapi soal tidur, wah aku pelor. Penerbangan 1 jam aja bisa aku lalui dengan tidur dari sejak take off hingga landing haha, apalagi kl udah capek banget dari perjalanan panjang. Di pesawat/kereta/bus bawaannya pengen merem mulu.
Sering ngebayangin betapa estetiknya nulis di kafe atau baca buku di perjalanan, tapi pas dicoba sendiri malah mati gaya dan pusing. Apalagi cerita Pak Bams soal tidur di jalan dan makan pedas level dewa, kalau dipaksakan bukannya segar atau nikmat malah bolak balik kamar mandi.
ReplyDeleteObrolan terakhir soal ngopi tampan juga paling bikin tersenyum humoris. Memang benar kata Pak Bams, gak perlu maksain ukur baju orang di badan sendiri.
Yang penting tetap nyaman jadi diri sendiri walau lebih suka suasana rumah.
Kalau menulis di luar rumah akh juga ga cocok. Ga bisa masuk. Kecuali hanya menulis draft yaaa, yg nanti bakal aku edit lagi di rumah. Kalau untuk menukis yg proper, aku butuh di rumah, dan sepi.
ReplyDeleteBaca ketika sedang naik mobil, bus atau kapal, aku juga ga bisa mas 😂😂😂. Ya Allah, baru baca 1 paragraf aja udh kliyengan 😂😂
Tapi kalau naik pesawat dan kereta api ga masalah. Mungkin Krn goncangan di dalam pesawat dan kereta api ga terlalu berasa yaaa.
Tp no 3 dengerin musik, itu memang aku wajiiib. Apalagi dlm perjalanan 🤭. Sampe bikin list lagu di Spotify yg berbeda2. Ada lagu utk nge gym, lagi untuk road trip, lagu untuk nemenin nulis etc. tanpa musik, hambar rasanya.
Tidur dalam perjalanan, aku susah juga. Palingan tidur2 ayam doang. Yg ga bener2 nyenyak. Aku tuh kalau tidur harus di tempat yg tenang, gelap, jadi kalau sambil duduk begitu wassalam lah 😂.
Makan pedas, itu fav ku bangeeeet hahahah. Tp pedas yg nikmat yaa. Krn aku pernah juga coba makanan yg pedas, yg pedasnya itu pedas thok. Ga ada rasa gurih, asin manis, yg mana ga enak lah 😂. Kalau gitu doang aku ga doyan.
Kalau minum kopi di luaran, aku sukaaa, tp ga mungkin sering2 juga . Mending bikin sendiri di rumah 🤭
Tulisanya ringan dan relate sekali. Tapi yang mau saya bahas tuh saya salut sama orang yang ikut komunitas yang mengadakan kegiatan baca di transum. Hebat banget loh orang-orang demikian, masih bisa fokus dan tenang plus nangkep poin apa yang dibaca meski terdengar suara annoucement. Saya kalau udah denger suara dikit saja, fokus membaca saya jadi hilang, nikmat baca jadi hilang. Mending baca di dalam rumah saja, hehehe
ReplyDeleteTulisannya ringan dan relate sekali. Tapi satu poin yang mau saya bahas ialah saya suka amaze sama orang yang bisa baca buku di transum. Terlebih sekarang banyak komunitas yang ngadain baca di transum. Terus mereka yang baca masih bisa tenang dan santai tanpa terganggu meski ada suara announcement. Saya prefer baca di rumah, lebih tenang dan lebih nyangkut poinnya.
ReplyDeleteTidak semua hal yang lancar dilakukan orang lain, bisa kita lakukan. Intinya jadilah be yourself. Kalau standar mengikuti orang lain, kita kan punya standar sendiri. Entah itu standar samping maupun standar tengah. Ya kan?
ReplyDeleteBaca ini malah bikin rindu masa-masa single dulu. Wkwk. Saya suka banget-banget mulai dari baca buku di transportasi umum (terutama kereta api jarak jauh), mendengarkan musik di perjalanan, dan tidur selama perjalanan. Haha.. Old memories but gold dah itu!
ReplyDeleteSoal menulis di luar rumah, memang nggak semua orang cocok ya. Saya pernah juga beberapa kali bawa laptop buat nulis di luar rumah, cukup lama buat bisa sampai ke titik fokusnya, ide juga nggak selancar kalo di rumah ya. Entahlah, aneh juga..
Nomor 2,3,4,6 pernah daku lakukan dan terbilang aman.
ReplyDeleteKalau makan pedas, daku ndak bisa, Pak, karena punya gangguan lambung. Yang ada bisa teriak itu mag daku haha.
Sedangkan yang menulis di luar rumah, juga ga oke buat daku, karena terlalu bising dan bukannya pengen nulis yang ada malah bengong dan menikmati suasana di tempat itu wkwkwk.
Kecuali, kalau menulis di luar rumah itu adalah halaman atau teras rumah, nah bisa dah nih
Nah, ternyata nomor satu sampe nomor empat. Saya bisa melakukannya dengan sangat lancar jaya. Bahkan menulis di dalam KRL pakai handphone pun sering dilakukan maklum, waktu saya banyak habis di kendaraan umum. Jadi mau tidak mau di KRL mesti tetap beraktivitas. Entah baca atau menulis di google doc via handphone. Tapiii, soal makanan pedas duhhh nggak cocok deh, nyerah. Nah, poin akhir pun jujur udah mulai di tahan-tahan soalnya yaaa freelance era sekarang miris kantongnya hehehe. Intinya sih nggak semua hal yang menurut kita keren beneran harus dilakukan kalau nggak nyaman yaudah skip aja. Jadi diri sendiri dan nikmati.
ReplyDeleteEnam itu kok juga saya nggak bisa ya Mas Bams. Pertama tuh emang saya tidak cantik-cantik kayak selebriti juga, kedua juga waktu dan uangnya seringkali numpang lewat aja. Huehehe...
ReplyDeleteTapi meski nggak setampan atau secantik para influencer gitu, kita tetep bisa bergaya di dalam rumah kok. Tentu aja pake kopi sachet yang tinggal seduh sambil sun bathing di depan teras. hihihihi.. :D
Disesuaikan dgn kebutuhan aja mas Bams. Emg ga semua aktivitas org lain bs cocok dgn kita kok. Meski aku sih oke2 aja ngetik di luar asal isi dompetnya tebeeel. Wkwk
ReplyDeleteDulu pernah budget ngopi ku di gerai kopi sampe 3jt. Sampe ada reward dpt buku agenda cantik. Wkwkwk dan tentu saja bonus ngopi beberapa cup.
Tp semenjak covid lalu, kebiasaan nongkiku berkurang. Lbh enak ngetik di rumah. Bukan krn ga ada duit sih tp lbh ngejaga ortu yg lagi sakit.
Kalo ngetik di rumah gini kan bs bebas ngelihat ortu. Kalo dibutuhin, bs lgsg satset ngebantu. Ngetiknya ya dipinggirin dulu. Hehe. Pokoknya bs kelar aja sesuai deadline. Wkwk
Wah kok hampir semuanya berkebalikan sama saya nih Pak, kecuali nomor 4, hihihi. Kalo perkara tidur di transportasi, emang saya pun ndak biasa pak. Naik kereta tuh ya, biar sekosong apapun.. saya pasti terjaga sepanjang perjalanan.
ReplyDeleteTapi lain halnya dengan nomor-nomor yang lain. Nulis, itu kadang saya lebih nyaman di cafe karena suasananya mendukung. Di rumah malah suka suntuk, karena kondisinya berantankan. Mau beberes rumah, malah capek sendiri dan energinya habis, heuheu.
Baca buku di kendaraan juga sebenernya gak buat semua orang. Tapi seiring waktu, saya mencoba membiasakan kegiatan ini. Soalnya ya sayang weh, waktunya terbuang percuma begitu aja.
aku juga nggak bisa baca buku kalau di mobil, mas Bam soalnya bikin mabuk tapi kalau di kereta atau pesawat masih bisa. Trus kalau urusan tidur di perjalanan aku termasuk yang selalu ketiduran kalau naik mobil. pokoknya begitu masuk mobil nggak sampai beberapa puluh menit aku ketiduran heu
ReplyDeleteDari tulisan ini bikin sadar kalau yang keren buat orang lain belum tentu buat kita juga ya mas. Wkwkwk.. Dan memang nggak perlu ngikutin orang lain, lakuin yang buat kita nyaman aja nggak, sih.. Aku tuh hampir semua poinnya sama, lho, aku juga nggak bisa ngelakuin itu, kecuali nomor 4 dan 6. Hehe...
ReplyDeleteKalau tidur di perjalanan wah aku mah pelor, nempel molor... :D Dari kecil kalau diajak ke mana-mana pasti tidur. Sampai sekarang juga gitu.. Nah, kalau ngopi tergantung situasi. Biasanya suka ngopi kalau pas lagi ngumpul-ngumpul atau aku bawa pulang ke rumah kopinya hehe..
Aduh Mas Bambang, aku jadi senyum-senyum sendiri nih baca tulisannya. Apalagi pas ngopi tampan rupawan. Hahahaha... Aku juga masuk itu, gak bisa ngopi cantik berseri setiap hari. Susah ih walopun diri ngerasa cantik. Hehehhee....
ReplyDeleteBtw, sama nih beberapa poin juga aku gak cocok sama aktivitas yang dituliskan. Dengerin musik di transport umum, baca, dan juga tidur. Gak enjoy. Aku lebih suka merhatiin sekitar dan melihat2 pemandangan di luar. Makan pedes tingkat dewa juga udah gak bisa. Enak di mulut, menyiksa di perut. 🤭🤭🤭
Mas Baaammmss..
ReplyDeleteSukaa iih.. konten beginii.. aku jadi pingin bikin jugaa..
Akuuu apa yaa.. yang gak bisa kulakuin?
Bener yang ditulis mas Bams kecuali bobok. Hahaha.. akutu tipe orang yang kena panas, tidur.
Kebayang doonk.. Jekarda panasnya kayaa apaa.. dan aku naik tije... langsung kesirep. ALhamdulillaahnyaa.. karena tujuan Blok M terakhir, uda pasti kebangun aja yaak... lumayan dapet 13 pemberhentian buat bobok syantikk~
Pak bams, kalau saya tipe pelor, nempel langsung molor apalagi kalau naik transum yang rute jauh, wah dijamin saya langsung tidur, lumayan charge energi sejenak, tapi kalau jadi kernetnya pak suami ya ga boleh tidur wkwkwk
ReplyDeleteMakan pedas pun saya ga bisa, karena sakit perutnya kalau makan pedas, paling hanya sedikit pedes saja, inipun sesekali aja sih
Ngopi keren hampir ga pernah kecuali ditraktir wkwkwk
Hahaha ada beberapa yang relate sama saya. Antara lain nggak terlalu bisa nulis di luar rumah. Sesekali boleh sih. Tapi lebih nyaman di rumah. Saya juga nggak begitu bisa makan pedas. Rasanya lidah dan telinga kaya terbakar kalau makan pedas. Kopi juga sekarang nggak bisa karena masalah kambung padahal dari SD saya suka kopi hehhehe...
ReplyDeleteKalau yang lain saya biasa melakukan. Tapi tergantung situasi dan kondisi juga.
Jujur pak, jangankan nulis di luar rumah, aku buat buka hp di luar rumah aja enggan. Karena emang kalau udah di luar tuh modenya lain. Seperti sedang dalam mode waspada terus. Sementara buat nulis harus mode chill santai baru ide bertebaran
ReplyDeleteWaaahh Pak Bambang nggak suka pedas, saya kebalikannya, nggak bisa makan kalau nggak pedas haha.
ReplyDeleteDi antara beberapa aktivitas yang nggak bisa saya lakukan hmmm keknya mendengarkan musik, saya nggak terlalu nyaman dan jaga2 kuping kalau pakai headset gitu =))
Kalau menulis di luar rumah emang kadang suka kedistraksi yaa, saya juga lebih suka di dalam rumah.
Trus kalau ngopi, in this economy emang sebaiknya dikurang2i sih biar lebih hemat lagi. tapi kalau sesekali menghibur diri keluar rumah, ngopi, nggak masalah.
Kalau di transum jujur beberapa kali ketiduran wkwk, tapi alhamdulillah nggak sampai bablas. Makanya saya biasanya pakai masker sama jaket buat nutupin muka di tansum =))
Hmm.. yang relate sama aku itu membaca di transportasi umum karena aku anaknya gampang mabuk darat, mual dikit dahlah nggak bisa diselamatkan perutnya. Sama ngopi tampan juga, ya karena aku kan cewek mana bisa tampan. HAHAHA!
ReplyDelete