} Semaraknya Pesta Kriya 2019 di Roemah Martha Tilaar Gombong Kebumen - Cerita Bambang Irwanto

Semaraknya Pesta Kriya 2019 di Roemah Martha Tilaar Gombong Kebumen

Semaraknya Pesta  Kriya 2019 di Roemah Martha Tilaar Gombong Kebumen - Roemah Martha Tilaar Gombong kembali mengadakan Pesta Kriya 2019. Berlangsung selama 3 hari. Mulai dari Jumat, 11 Oktober 2019, sampai Minggu, 13 Oktober. Dan Pastinya, berbagai kerajinan dan produk unggulan dari UKM seputar Kebumen pun  ditampilkan. Serunya lagi, banyak kegiatan seru yang diadakan.



Seperti halnya tahun lalu, saya pun tidak melewatkan Pesta Kriya yang menampilkan kerajinan dan produk lokal ini. Hanya sayangnya, tahun lalu saya kok luoa menulis di blog (padahal ingatnya sudah hahaha). Makanya pas saya cari tulisannya, ternyata ora ono alias zonk hehehe.

Saya ternyata.. hanya menulis soal Sate Ambal Kebumen dalam kemasan. Kebetulan sate ambal merupakan kuliner khas Kebumen. Dengan adanya sate ambal dalam kemasan, maka akan lebih tahan lama, dan bisa dibawa ke mana-mana.

Baca Juga : Sate Ambal Kini Dalam Kemasan

Saya ke Pesta Kriya 2019 ini pas hari minggu. Tepat pukul 9 pagi, saya sudah sampai di Roemah Martha Tilaar di jalan Sempor Lama no. 28 Gombong. Ternyata sudah ramai. Motor, juga sepeda sudah terparkir. Saya pun bergegas memarkir motor.



Sekedar info, Roemah Martha Tilaar ini rumah masa kecil Ibu Martha Tilaar, salah satu pakar kosmetik Indonesia. Selain museum keluarga yang menyimpan barang-barang keluarga besar, Roemah Martha Tilaar juga biasa digunakan untuk acara-acara. Baik acara sendiri yang diprakarsai oleh Roemah Martha Tilaar sendiri. Misalnya workshop-worshor seputar kosmetik produk dari Sari Ayu Marthatilaar atau Pesta Kriya ini dan Pesta Dolanan Anak.

Selain itu, Roemah Martha Tilaar bisa digunakan untuk acara-acara umum. Misalnya pesta pernikahan, acara keluarga, reuni, termasuk termpat foto pra pernikahan. Di sini juga shop yang menjual produk Martha Tilaar. Bisa juga facial.

Kita lanjut ya...

Setelah memarkir motor, saya bergegas masuk. Pintu gerbangnya sangat menarik, terbuat dari anyaman daun pandan yang merupakan kerajinan khas Kebumen. Sebenarnya saya ingin foto di gerbang ini. Tapinya sangat ramai. Apalagi tripod andalan saya, ternyata ketinggalan. Mati gayanya saya hahaha.



Melewati pintu gerbang, ada meja panitia tempat membeli tiket masuk. Sebenarnya, pas saya datang, Mbak penjaga tiketnya lagi tidak ada (ternyata beli gorengan hehehe), jadi isa saja, saya melenggang masuk tanpa beli tiket. Tapi sebagai pria tampan rupawan wajib lah beli hahaha. Jangan kaget saat tahu harga tiketnya. Berapa.. memang? Hanya 2 ribu. Dan ini sama dengan tiket Pesta  Kriya tahun lalu.



Tiket sudah dikantungi, saatnya saya menyusuri Pesta Kriya 2019 Roemah Martha Tilaar Gombong Kebumen. Saya pun berjalan ke sisi kiri Roemah Marta Tilaar. Tapi tidak jauh dari meja penjualan tiket, ada beberapa stand. Seperti stand buah, celengan, dan bunga.



Di sisi kiri Roemah Martha Tilaar ini merupakan ruang serba guna. Nah biasanya ruang ini digunakan untuk workshop dan acara lainnya. Khusus Pesta Kriya, diisi oleh beberapa stand. Seperti anyaman pandan dan anyaman bambu.

Kerajinan anyaman pandan menampilkan berbagai produk. Dari tas, topi, tempat tissue, gantungan kuncil, dompet, dan lainnya. Pokoknya komplit. Modelnya juga disesuaikan modern dan kekinian. Jadi tinggal pilih saja. Harga juga sangat ramah di kantong.



Untuk kerjainan bambu, inti lebih menyasar pada produk-produk rumah tangga. Seperti meja kursi, gantungan lampu, pigura, tudung saji, baki dan lainnya. Ini sangat pas sekali, bagi teman-teman yang ingin menata satu ruangan di rumahnya bernuansa tradisional. Pasti keren sekali.



Puas melihat aneka produk dari anyaman pandan dan bambu, saya pun keluar yang langsung menuju bagian belakang Roemah Martha Tilaar. Di teras belakang, tampak beberapa stand. Saya pun bergegas ke sana.

Pertama saya melihat produk aksesoris. Bagus-bagus. Dan yang kenarik perhatian saya ada produk gelang Jimitri yang merupakan salah satu kerajinan Kebumen juga. Lainnya yang menarik hati saya adalah blankon khas Kebumen dengan dominasi warna orange bergambar burung lawet. Saya pengin beli, tapi stok tinggal satu dan ukurannya kurang pas.



Saya lanjut bergeser ke sisi lain area teras belakang. Nah, ada produk unggulan Kebumen lainnya nih, yaitu gula semut. Kemasannya juga sudah sangat menarik dan kekinian.



Yang menarik perhatian saya juga adalah.. kemasan Oyek. Ini apa ya? Seumur-umur baru dengan selama saya domisi di Kebumen. Ternyata setelah saya tanya, Oyek adalah bahan dasar nasi yang terbuat dari ketela pohon singkong atau ubi kayu. Jadi nanti masaknya kayaknya menanak nasi. Setelah itu disantap dengan kelapa muda.



Jreeeeng.. saya langsung tersadar. Oh.. ini mah putu yang tetangga saya juga jual. Jadi memang dijual saat pagi hari, dan disantapnya dengan kelapa muda. Makin mantap juga dengan gorengan tempe tepung. Harganya juga murah. Putunya 1000 + gorengan tempe 1000 = 2000 sudah kenyang hahaha.

Selesai di teras belakang Roemah Martha Tilaar, saya pun bergegas ke area halaman. Khusus dihalaman belakang diisi stan makanan. Ada jamur cripsy. Lalu di sampingnya ada aneka makanan. Jadi kalau pengunjung belum sempat mengisi perut, bisa mampir dulu sambil bersantai.





Kelar menjelajah area belakang, saya pun bergerak ke sisi kanan Roemah Marta Tilaar. Di sini ada stand yang tidak kalah menarik yaitu kerajinan dari pilinan kertas koran. Berbagai hasil kerjainan ditampilkan. Seperti tas, vas, hiasan dan lainnya. Tampak juga 2 ibu sedang membuat. Jadi pengunjung bisa melihat dan belajar langsung cara membuatnya.



Selanjut saya berjalan menuju ke halaman depat. Eits... sebelum sampai halaman depan, ada stand Kelompok Pemuda Peduli Wisata “Wahana Tirta Lestari” Tanjung Seto, Sempor. Aneka kerajinan kayu dan bambu dan kayu ditampilkan. Tapi yang kenarik nih. Seni lukisan  wajah yang sepertinya terbuat dari pasir pantai. Keren sekali dan beda dari lainnya.






Area selanjutnya yang wajib dijelajah adalah bagian teras depan roemah Martha Tilaar. Nah, di sini Nyinom Rumah Teh. Wah.. baru tahu saya di sini ada rumah teh. Sebagai pencinta teh, wajib disambangin nih.   Menariknya lagi, berbagi kemasan teh ditampilkan, Rasanya oengin tuh, dicoba semua hahaha. Apalagi nih, kalau ditemani dengan sepiring pisang goreng. Wih.. mantap hahaha.





Bergeser ke sisi kirnya, ternyata ada stand kopi produk Kebumen. Wih.. kompakan ni yeee. Di mana ada Teh, di situ ada kopi hehehe. Bagusnya, karena ditampilkan juga bibit kopinya. Jadi pengunjung bisa.langsung lihat.



Kayaknya semua sudah dijelajah nih, maka saya bergegas ke area halaman depan Roemah Martha Tilaar, ingib santai sejenak, sebelum pulang. Tapi eits.. ternyata ada stan lagi di sisi kanan halaman. Kali ini ditampilkan aneka rempah-rempah.



Kemudian tidak jauh, ternyata ada workshop membuat kerajinan anyaman bambu. Tampak beberapa orang sedang asyik menganyam bambu. Saya pun sejenak ikutan untuk belajar. Ternyata susah.. hahaha.



Selesai sudah menjelalah Pesta Kriya Roemah Martha Tilaar Gombong Kebumen ini. Sebelum pulang, saya ingin menikmati dulu hiburan di panggung utama. Kebetulana da lomba dance anak-anak. Wih.. kebanyakan lagu pengiringnya adalah.. Entah apa.. yang merasukimu..



Keren sekali Pesta Kriya ini. Semoga Roemah Martha Tilaar terus mengadakan, agar UKM-UKM di Kebumen dengan berbagai kerajinan dan produk unggulan terus maju dan berkembang. Semakin dikenal luas, dan nantinya akan semakin meningkatkan perekonomian. Aaamin.
Sampai jumpa di Pesta Kriya 2020....

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

44 Responses to "Semaraknya Pesta Kriya 2019 di Roemah Martha Tilaar Gombong Kebumen"

  1. Seru acarnya ya mas, Martha tilaar emang komestik yang selalu berinovasi namun tetap mempertahankan kekhasan sebagai komestik Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Dan lewat Roemah Martha Tilaar ini, banyak memberi kontrubusi bagi perkembangan seni budaya dan wirausaha di Kebumen.

      Delete
  2. Mahalan ilmu pengetahuan yang di dapat daripada harga tiketnya sih ini. Keren banget deh baca baca artikel aja berasa ada di tempatnya langsung hhi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang, Mbak. Makanya acara Pesta Kriya ini tidak boleh dilewatkan.

      Delete
  3. aku tuh paling suka kalau lihat hasil kerajinan tangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar-benar nilai seninya sangat memikat ya, Mbak.

      Delete
  4. Produk lokal buatan asli orang Indonesia memang harus selalu didukung dan dilestarikan seperti ini ya kak. Seru banget lihat foto-fotonya, banyak produk yang baru ku tau juga.. yg favorit sih produk anyaman :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Makanya sangat bagus Pesta Kriya ini. Dan kerajinan anyaman pandan memang salah satu produk unggulan, Mbak.

      Delete
  5. Satu termpat menyajikan banyak hal menarik, seandainya saya berada di sana bakal betah berlama-lama, terutama mengamati cara membuat anyaman bambu. Susah banget, memang.
    Saya acungi jempol karena Martha Tilaar peduli pada UMKM yang ada di kotanya. Semoga kian banyak perusahaan besar yang memberikan sumbangsih kepada masyarakat sekitar melakui pameran yang mengenalkan produk lokal. Itu bisa membantu pengrajin dan pelaku usaha mikro lainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, Mbak. Makanya acara ini sudah jadi agenda tahunan, Mbak.

      Delete
  6. Mas Bambang, murah amat tiket 2 ribu perak. Belum lagi jajajan juga modal 2 ribu udah kenyang. Saya liat kumpulan teh, beberapa saya pernah minum meskipun saya di Medan. Ada juga di sini. Tapi beberapa aja ya mas.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Makanya sayang kalau sampai dilewatkan acara keren ini.
      Nah, sebagai pecinta teh, memang langsung suprais kalau lihat deretan teh ya, Mbak hahaha.

      Delete
  7. Seneng yaa klo UKM nya soal makanan hahaha puas mas icip2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puas banget, Mbak. Makanya rasanya semua pengin diborong hahaha.

      Delete
  8. Ulalaaaa kebumen seruuu bgt ada acars kayak gini.
    Thn dpn mau ikutan aahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, Mbak Nurul. Nanti saya colek kalau acaranya akan berlangsung, Mbak.
      Siap-siap borong ya, Mbak hehehe.

      Delete
  9. asli keren ini pak, disini terlihat kalau ternyata banyak yang kreatif dengan memunculkan barang-barang hasil inovasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali, Mas Ilham.
      Saya saja sampai.. wow.. ternyata produk dan kerajinan di Kebumen banyak sekali. Dan ini hanya sebagian yang ikut.
      Saya pun jadi dapat banyak inspirasi, Mas.

      Delete
  10. Aamiin aamiin ya robbal alamin. Semoga produk UKM di manapun bisa semakin berkembang ya mas . Pasti seru banget liat produk produk nya ya . Aku tuh pengen belajar nganyam tapi Ra iso iso .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, Mbak Yulis.
      UKM di seluruh Indonesia semakin maju dan berkembang, maka meningkatkan taraf hidup dan perekonomian juga.

      Delete
  11. Aduuh... Kenapa sih bikin mupeng terus tulisannya. Acara Pesta Kriya ini lengkap banget, banyak hal yang bisa diambil dari acara begini. Dan dari tulisan ini aku jadi tahu kalau Martha Tilaar itu lahir di Kebumen toh. Aku kira daerah Solo atau Yogya.

    Btw, kok ada yang janggal ya dari postingan ini. Mas Bambang yang biasanya jadi model di foto, kok gak ada sih. Jangan gitu dong... Itu kan kayak udah jadi ciri khasmu. He..he...

    Semoga tahun depan aku bisa datang ke Pesta Kriya. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. ini pas sudah di jalan, baru ngeh kalau tripod ketinggalan, Mas Erfano.
      Jadi tau sendiri kan, tripod ketinggalan, saya mati gaya. untung memang yang mau disorot produk dan kerajinannya.
      Daripada lupa hape, bisa nangis saja hahaha.

      Delete
  12. Berarti tahun lalu kekenyangan Sate Ambal jadi lupa nulis Pesta Kriya 2018 ya Mas hahah
    Oh ya, aku terpana lihat foto dan baca infonya, bisa-bisa belanja-belanji aku di sini.
    Penasaran sama oyek...dan semua, wah keren-keren UKM Kebumen!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, bisa jadi, Mbak Dian. Soalnya baru tau sate ambal dalam kemasan. Makanya, saya kok hanya nulis itu saja.

      Kalau oyek itu agak kenyel-kenyel, Mbak. Enaknya pas masih hangat, pakai parutan kelapa, dan tempe mendoan hehehe.

      Delete
  13. Seru ya ada acara kayak gini di Kebumen. Jadi bisa belanja-belanja, sambil cuci mata, sambil main-main juga. Kalau aku disana pasti langsung bingung sendiri nih mau beli yang mana karena banyak produk lokal menarik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya acaranya 3 hari, Mbak Annisa.
      Jadi dijamin tidak bingung mau beli apa. hari pertama lupa beli barang, besok datang lagi hahaha.

      Delete
  14. wah mba tinggal di kebumen? nenekku juga di kebumen hihi suka kesana kalo lagi pulang kampung dan baru tau kalo disana ada acara seperti ini. keren bangettt untuk memajukan ukm disanaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Putri... foto profil saya sudah saya usahakan macho maksimal, Mbak hahaha

      Nah, kalau ke Kebumen dan pas acara, wajib mampir, Mbak.

      Delete
  15. Wah, senang sekali bisa berkesempatan menghadiri event-event lokal yang menyajikan berbagai atraksi daerah serta hasil kerajinan tangan otentik yang jarang bisa ditemukan didaerah lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, makanya saya memang sudah rencanakan mau ke acara ini. Sekalian mengenalkan acaranya, produk dan kerajinan lokal Kebumen.
      keren memang Roemah Martha Tilaar.

      Delete
  16. Oalah, saya baru tahu oyek itu bahan dasar nasi yang terbuat dari sngkong, nice sharing mase, kapan-kapan semoga bisa mampir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas. Makanya agak kenyel-kenyel juga.
      Yuk, nanti dolan ke Kebumen, biar bisa nyobain nasi oyek hehehe.

      Delete
  17. Saya salfok sama koleksi tehnya, itu teh dari jaman nenek saya sampai ibu saya ada , secara keluarga saya pencinta teh tubruk 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Mbak Idah. Rasanya pengin saya coba semua.
      Hanya saya maunya disaring. Kalau saya teh tubruk, suka nyelip di sela bibir hahaha.

      Delete
  18. Oo jadi kerajinan khas kota kebumen itu anyaman dari daun pandan ya, Pak? Waaah... Baru tau saya. Seru ya bisa datang dan hadir dalam momen ini. Adik saya yang nomor dua suka sekali dengan kerajinan. Kayanya bakal seharian atau sampai 3 ahri berturut dia datang kalo di sana. Hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Alma. Dan beragam produk telah dibuat. Jadi tinggal dipilih sesuai selera, Mbak Alma.

      Delete
  19. saya paling suka kalo ada acara seperti ini, selain menghadiri acara pastinya menemukan hal yang baru di pesta yang diselenggarakannya. banyak kerajinan dan keterampilan yang di pamerkan dalam acara tersebut, sehingga menjadi keingintahuan buat mencari tahu informasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga suka sekali. Makanya saya usahakan selalu hadir bila diadakan lagi. Banyak sekali hal menarik yang bisa saya lihat dan pelajari.

      Delete
  20. Seru banget ya kak acaranya, seluruh kerajinan kebumen ditampilkan. Oh ya sate ambal itu seperti apa.ya.kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sate ambal seperti sate ayam, Mbak Yessi. Hanya bumbu cocolannya bukan dari kacang, tapi dari tempe.
      Mbak bisa lihat di postingan saya lainnya soal Sate Ambal, Mbak

      Delete
  21. belajar menganyam bambu itu menarik sekali ya
    apalagi untuk generasi saat ini yang minim pengetahuannya tentang menganyam
    klu dekat saya pasti hadir nih
    soalnya saya suka dengan hal hal seperti ni

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Dan ini harus terus diajarkan pada generasi penerus, agar kerajinan anyaman pandan tidak punah.

      Delete
  22. Roemah Martha Tilaar ini kalo pas nggak ada acara seperti ini dipakai apa ya? Apa juga sebagai tempat wisata gitu ya ... maaf belum tau soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Sugi.
      Jadi pengunjung bisa melihat barang-barang keluarga besar Ibu Martha Tilaar. Kemudian ada juga tempat perawatan wajah di sini. Bisa juga untuk lokasi pemotretan, atau acara lain. Termasuk reunian.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.