} Pantai Pedalen, Dulu hanya Tempat Observasi Bulan Sekarang Jadi Tempat Wisata Menarik di Kebumen - Cerita Bambang Irwanto

Pantai Pedalen, Dulu hanya Tempat Observasi Bulan Sekarang Jadi Tempat Wisata Menarik di Kebumen

Pantai Pedalen, Dulu hanya Tempat Observasi Bulan Sekarang Jadi Tempat Wisata Menarik di Kebumen - Sabtu 9 November 2019 itu, sebenarnya saya tidak ada rencana sama sekali ke pantai Pedalen ini. Jujur saja, saya malah tidak tahu kalau ada pantai menarik ini yang letaknya di jajaran pantai-pantai di wilayah selatan Kebumen.



Jadi kemarin itu, saya memang niatnya mau cari lokasi menarik untuk photoshoot saja (ciyeee photoshoot hahaha). Biasanya kan, saja carinya di wilayah Gombong dan Sempor. Nah ini ndilalah motor saya  melaju ke arah Karangbolong.

Tapi ternyata.. Sampai memasuki pertigaan jalan menuju pantai suwuk dan pantai Karangbolong, saya belum juga menemukan tempat yang sesuai hati dan jiwa (gaya benar hahaha) buat pemotretan. Akhirnya saya berbelok saja ke arah menuju Karangbolong. Pikir saya kalau tidak dapat tempat cocok ya, tidak apa-apa. Minimal saya sudah cuci mata hehehe.

Pas di pertigaan jalan yang salah satunya menuju pantai Karangbolong tepatnya dekat alun-alun, saya melihat sesuatu yang baru yaitu tugu Geopark. Beberapa bulan pas lewat sini, mungkin sekitar bulan Juli-Agustus, tugu Geopark ini belum ada. Langsung jiwa narsis selfie saya bergejolak. Makanya tanpa disuruh, saya langsung mampir hahaha. Cerita lengkapnya tentang saya yang langsung terpikat selfie di Tugu Geopark Karangsambung-Karangbolong, bisa meluncur ke postingannya.



Selesai jeprat-jepret di tugu Geopark Karangbolong, saya sempat Bimbang. Tepatnya Bambang Bimbang Marhambang hahaha. Saya tercenung sejenak, sambil bergumam, Ehm... saya selanjutnya mau ke mana ya? Ke pantai Karangbolong sudah. Ke Bukit Hud di dekat situ juga sudah. Ke wisata lainnya yang sejalur juga sudah, dari pantai Watu Bale, Bukit Jerit, Pantai Lampon,  Pantai Surumanis sampai Pantai Menganti juga sudah.

Akhirnya saya putuskan jalan-jalan saja menyusuri jalan. Nantinya saya pulangnya akan lewat jalur lain yaitu yang melewati gua Jatijajar ke arah Ijo. Selain itu, medan jalannya seru dan berkelok. Walau tidak berwisata, setidaknya saya sudah jalan-jalan dan cuci mata. Mana tahu nanti pas lewat dapat tempat bagus buat pemotretan.

Ternyata.. sampai melewati jalan menuju pantai Menganti, saya belum juga menemukan lokasi. Kemarau panjang membuat pohon merangas, kering kerontang, dan sungai juga pada kering. Ditambahh lagi cuaca memang sedang panas sekali, walau beberapa hari lalu sempat turun hujan.

Baca juga : 12 Pantai di Kebumen yang Wajib Dikunjungi

Sampai akhirnya saya melihat gerbang bertulis Pantai Pedalen. Hei.. Kok saya baru tahu ada pantai Pedalen ini. Padahal saya sudah beberapa kali lewat jalan jalur selatan ini. Akhirnya saya masuk mengikuti jalan.

Hati saya mulai girang. Feeling saya, pasti nih banyak tempat bagus di sana buat pemotretan. Apalagi jalan menuju saja sudah mulus beraspal. Dan lokasinya ternyata tidak jauh dari jalan raya tadi. Saya pun makin bersemangat, karena akan mengunjungi tempat baru.

Baca juga : 5 Alasan Saya Berwisata di Kebumen

Ternyata di baguan depan itu ada TPI atau Tempat Pelelangan Ikan Argopeni. Lalu di dekat bibir pantai, banyak perahu nelayan yang bersandar. Warnanya seragam, dominasi warna biru. Ini mengingatkan saya pada perahu-perahu nelayan di pantai Menganti.

Tapi saya lewatkan dulu lokasi ini,  dan bergegas ke loket penjualan tiket.  Seorang Mas-Mas usia sekitar di atas 20 tahun penjaga loket langsung menghadapi menghampiri saya. Harga tiket 5 ribu saja. Sangat pas di hati dan kantong saya hahaha.



Pas saya bertanya, apa Pantai Pedalen ini wisata baru,  kata Mas penjaga loket tidak. Pantai pedalen sudah dibuka sejak sudah 2 tahun yang lalu. Awalnya tempat ini hanya dijadikan observasi bulan. Ya termasuk melihat hilal saat masuk dan akhir puasa. Wih berarti kemarin saya saja yang tidak lihat.

Setelah membeli tiket, saya kembali memajukan motor ke atas. Tapi cuma beberapa meter sudah sampai lokasi. Ini beda dengan jalan masuk ke pantai Lampion dan pantai Surumanis. Jadi dari TPI nanjak lagi ke atas dan melewati pemandangan yang indah.

Saya segera memarkir motor. Karena saya datangnya sudah siang sekitar pukul 10 lewat, jadi agak panas. Padahal kata Mas loket, kalau sore asyik sekali berada di sini. Ternyata di atas ini ada Balai Pertemuan Nelayan TPI Argopeni. Sangat ideal memang. Jadi TPI dan balai pertemuannya sangat berdekatan.



Dan memang, pemandangan indah langsung menyambut saya. Saya pun  bisa melihat pantai Logending atau pantai ayah dari kejauhan. Dan karena cuaca cerah, awan dan langit biru sangat mendukung.



Saya pun langsung siap-siap pemotretan. Pasang kamera di tripod, lalu ganti kostum hahaha. Jadi pertama saya bidik dulu bagian sisi yang berhubungan langsung dengan pantai. Walau karakter pemandangannya hampir sama dengan pantai lainnya yang berbukit, tapi tetap keren asal tahu angle-nya.





Kelar di bagian sisi, saya ingin turun ke batu karangnya. Apalagi ada orang yang memancing di sana. Karang-karangnya sangat eksotis dan sangat menggoda saya. Saya ingin foto di karang-karang yang ada cekungannya, lalu ada air di dalamnya.



Makanya saya bergegas turun. Tapi belum jauh, saya balik lagi. Ternyata jalannya cukup terjal. Saya takut malah tergelincir dan jatuh ke karang. Membayangkan saja saya sudah ngeri-ngeri sedap. Saya selalu ingat satu hal ini saat wisata “Jangan memaksakan mengambil foto, namun mempertaruhkan keselamatan”. Soalnya sudah banyak kejadian kan...



Saya pun memutuskan mencari lokasi lain. Dan incaran saya adalah bukit lainnya. Dan di sini sangat enak sekali bersantai. Ada gazebo ada bangku buat bersantai. Walau panas, tapi di atas sini angin semilir. Jadi pengin tidur hahaha.






Saya pun mengambil beberapa foto. Hanya sayangnya karena tengah hari, matahari sudah di atas kepala. Wajah saya jadi hitam hahaa. Tapi tidak apa, yang penting keindahan pantai Pedalen tampak. Modelnya kan yang sebagI pemanis hahaha.




Kelar di puncak, saya mengincar menara pemantau bulan. Letaknya bersebelahan dengan bukit. Jadi saya tinggal naik  ke atas. Panas... Apalagi tidak ada peneduh di atas hahaa. Makanya benar kata si Mas penjaga loket tadi. Kalau pas sore memang cihuiii. Apalagi dari atas pemandangan sangat Keceh.



Saya pun langsung jeprat-jepret dengan latar pantai dan karang. Puas.. Karena sendiri menguasai area. Dan pas begitu saya selesai, eh ada dua. Cewek ikutan naik ke atas. Gantian menguasai area hahaha.



Selanjutnya saya bergegas turun. Tujuan saya mau ke area pantai dekat TPI. Tapi sebelum turun saya lihat angle bagus. Jeprat-jelret lagi hahaha. Eh.. pas asyik pose-pose, dua cewek tadi lewat lagi. Kayaknya mereka mau minta tanda tangan dan foto bareng saya hahaha.



Menuju ke are pantai, saya cukup berjalan kaki saja. Seperti yang saya ceritakan tadi, jarak antara puncak dan TPI ini sangat dekat. Tidak sampai 5 menit, saya sudah sampai di lokasi pantai.



Pantai Pedalen ini memang bukan pantai yang landai kayak pantai Suwuk atau Pantai Petanahan. Jadi tidak mempunyai pasir pantai. Jadi teman-teman jangan membayangkan bisa main-main air manjah di sini.



Hanya... kelebihannya ada batu-batu karang dan tebingnya. Dan ini sudah membuat saya banyak mendapat angle bagus. Hanya memang, karena saya datangnya sudah siang, maka saya kena backlight hahaha.



Saya pun tidak mau membuang waktu. Pertama saya incar dulu bagian dinding tebing yang ada batang pohon dan batu besar di bawahnya. Sangat eksotis menurut saya. Dan untuk pemotretan kali ini, saya lebih banyak timer waktu kamera karena pakai.kamera Sony A5100 jadinsaya tidak perlu lari secepat kilat dari kamera ke lokasi pemotretan. Kamera hape khusus buat jepret yang tidak ada modelnya hahaha,



Selanjutnya saya incar bagian-bagian lain. Tapi tetap di tepi-tepi pantai saja. Dan saya suka karena di lokasi sangat aman. Ombak yang menepi jauh. Jadi aman tripod saya. Tapi tetap harus hati-hati, karena batu karang ada yang berlumut, jadi agak licin.






Sambil pemotretan saya juga sesekali memhatikan para nelayan yang bahu membahu menepikan perahu. Jadi setiap perahu yang datang, mereka langsung menyambut. Eh.. beberapa nelayan malah dadah-dadah ke arah saya. Wih.. nambah lagi fans saya hahaha.





Setelah kelar sesi pemotretan, saya bergegas melihaf-lihat TPI Argopeni. Sudah mulai acaara lelang ikan yang masih segar. Saya minat sih beli, tapi takutnya saya masih mau mutar-mutar. Jsdi saya batalin saja. Walau bisa minta dimasakkan di warung makan, tapi mengolah dan memasak ikan sendiri di rumah lebih mantap hahaha.



Saya pun bergegas ke atas lagi setelah istirahat sejenak dan ke WC. Say pun sejenak duduk-duduk sambil merapikan perlengkapan. Setelah itu, saya berniat melanjutkan jalan-jalan cuci mata. Semakin semangat dong, apalagi pantai Pedalen ini sudah memanjakan saya.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

30 Responses to "Pantai Pedalen, Dulu hanya Tempat Observasi Bulan Sekarang Jadi Tempat Wisata Menarik di Kebumen"

  1. Pantainya cerah sekali mas Bambang. Saking panasnya langsung nampak tergambar di foto itu. Kalo mas Bambang jago nya nyari tempat wisata murah tapi luar biasa bagusnya. Cuma 5 ribu euyy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Dan ini memang cuaca sangat panas, Mbak. Saya pas di rumah saja panas, apalagi di pantai hehehe.
      Tapi justru lebih menyennagkan ke pantai kalau pas cerah. gosong tak mengapa, tapi hati senang hahaha.

      Delete
  2. Tempat wisata yang indah dan menarik untuk dikunjungi, banyak batu karang juga ya, kalau saya kesana pasti banyak berfoto ria, sayang banget pemandangan pantai yang indah itu, apalagi ada fasilitasnya yang ga kalah keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Selvi. Dan sebenarnya, saya jepret foto itu lebih dari 50, Mbak. Hanya tidak semua bisa ditayangkan hahaha.
      Wisata pantai yang sesuai hati dan kantong hahaha

      Delete
  3. Keren, keren, kerreeeennnn. Indah banget ya Pantai Pedalen, Kebumen. Btw ada pesan edukatif yg baik sekali disebarluaskan ke para photohunter yg syukaa spot² instagramable tp rada dangerous, utamakan keselamatan dlm mengambil foto, jgn sampai mengancam nyawa. Tfs yaa Mas Bambang,, ditunggu selalu tulisan²nya

    ReplyDelete
  4. Benar sekali, Mbak Mia. Maksudnya memang hendak memuaskan pemirsa dengan foto-foto. Tapi kalau mengorbankan keselamatan, ya jangan. Nanti jatuh, malah tidak bisa jalan-jalan ke tempat lain.
    Terima kasih sudah berkunjung, Mbak Mia.

    ReplyDelete
  5. Gitu deh, setiap mampir ke blog mas Bambang ini bawaan saya mupeng terus. Abisnya jalan-jalan terus ceritanya, mana bagus-bagus lagi. TEr..la..lu.. jiwa emak-emak butuh liburan jadi terusik ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik.. itu berarti saya berhasil merasuki jiwa Mbak Dyah untuk segera liburan ke Kebumen, Mbak hahaha.
      Dan itulah tujuan saya. Memanggil teman-teman menikmati kebumen hahaha.

      Delete
  6. waaahhh..banyak banget ya area wisata kebumen. kira2 butuh waktu berapa hari tuh, mas bambang, kalau mau menjelajahi semua area wisata itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pokoknya seminggu saja tidak cukup, Mbak Dhenok. Soalnya wisatanya banyak sekali. hanya bagusnya, saling berdekatan, Mbak. jadi satu hari bisa 2-3 wisata yang dikunjungi.

      Delete
  7. Gak heran kalau mas Bambang jadi penulis cerpen favorit nya para blogger. Ceritanya selalu runut dan dikemas menjadi menarik. Panjang dan tidak membosankan, seperti pantai selatan. Mantap pokok e

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah suka dengan cerita saya, Mbak Aini.
      Saya hanya berusaha menuangkan apa yang saya alami dalam tulisan.
      Jadi awal sampai ending hehehe.
      Yuk, dolan ke pantai-pantai indah Kebumen, Mbak Aini.

      Delete
  8. Saya suka nih pantai yang cuma buat dinikmati viewnya. Wkkwk. Soalnya kulit saya sensitif sama pasir pantai, kalau kena gitu (bahkan kena airnya di pakaian terus gak dibilas air tawar) bisa bikin merah kulit dan gatal-gatal. Padahal saya suka banget sama gradasi birunya laut dan putihnya pasir pantai. Huhuhu.. jadinya ya gitu, lebih suka pantai yang bisa dilihat keindahannya dari atas gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang ya, Mbak Andy, padahal ke pantai itu serunya main air dan pasir hehehe. Tapi tidak apa, Mbak. Karena harus diutamakan kesehatan juga. jadi tetap bisa ke pantai dan menikmati keindahannya.

      Delete
  9. Asik juga ya Mas Bamz, kalo jalan2 iseng trus tiba2 menemukan tempat wisata baru. Berasa menemukan berlian di padang pasir ciee.. tapi sayangnya pantainya tanpa pasir ya, padahal mnrt ku main pasir di pantai yg susah didapaptkan hehe
    Btw, salam ya mas Bambang Bimbang Marhambang wakakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. salam balik dari Bambang Bimbang Marhambang, Mbak Kartika.

      Iya, Mbak pantai Pedalen memang tidak berpasir. Tapi tetap indah. Dan kalau mau main pasir, bisa ke pantai lainnya yang jaraknya juga dekat, Mbak.

      Delete
  10. Bagus nih, kalau bisa berubah jadi tempat wisata, berarti ada inovasi baru, dan harus diapresiasi. Aku suka artikelnya, menarik buat dibaca. Thanks atas rekomendasinya

    ReplyDelete
  11. Mantep banget. Saluuuut ... Sengaja keliling buat sesi pemotretan, hahaha ... Aku kok belum pernah begitu, ya? Kapan-kapan mau begitu, ah. Ahahahay ... Jadi terinspirasi. Habis itu upload di blog, bikin postingan tandingan, wkwkwk ...

    Aku jangan di pantai, ah. Di pasar aja biar beda, hahaha ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. ayo, Mbak Melina. karena segala sesuatu itu bisa jadi cerita menarik. Dan misalnya di pasar itu juga keren, Mbak. Banyak sesuatu yang bisa kita ceritakan.

      Delete
  12. Ini maksudnya apalagi, bikin aku tambah mupeng buat main ke daerah Kebumen. Pantai Pedalen ini kelihatan dari foto fotonya, telihat rapi, indah dan tenang. Ah, aku sebagai anak anak pantai merasa dipanggil panggil untuk ikut dalam photoshoot.

    Terus ada TPInya... Ah surga banget. Aku bisa kalap kalau lihat ikan hasil nelayan dijajakan. Tinggal minta dimasakin... Juara enaknya. Hmme...


    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya saya memanggil Mas Erfano sebagai anak pantai untuk dolan ke Kebumen hahaha. Habis main di pantai, bisa langsung makan ikan, mas hahaha.

      Delete
  13. Wah pariwisata di Kebumen sepertinya sekarang semakin maju, banyak tempat indah yang sekarang dikelola dengan serius, jadi pengen banget explore Kebumen, dari dulu belum sempat2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas. Kebumen sudah mulai berkembang pariwisatanya. Jadi wajib ke sini.

      Delete
  14. Iyes pak, eman banget kalau foto hanya buat eksis tapi celaka. Zaman medsos sekarang emang suka bikin org lupa menikmati alam, seringnya cuma buat konten dan konten, tapi moga kita gak kyk gtu hahaha :D
    Jd di sana masih bisa liat hilal gak pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih bisa Mbak. Dan masih digunakan ibservasi bulan juga.

      Benar, Mbak April. Saya selalu ingat hal itu. Jadi tetap cari foro menarik, tapi tidak membahayakan diri sendiri.

      Delete
  15. Pantainya baguuuuuussss sekali. 4 jempol! Jadi pengen ke sana banget, lho.
    Aku sih anak laut, di pesisir Jepara. Tapi ombak di sini sangat kecil. Cenderung tanpa ombak. Jaid hga akan ketemu karang2 begitu. Di bagian paling timur yg terdekat Pati, baru ada. Lha jaraknya 2-3 jam.

    ReplyDelete
  16. Iya, Mbak Susi. Pantai pedalen termasuk ombaknya kecil. tapi pantai lainnya, gedeeee...
    Jadi mau tenang ke sini, mau ombak gende bisa ke pantai lain yang jaraknya dekat.

    ReplyDelete
  17. Tiket masuknya ramah kantong banget, cocok buat wisata rame-rame sekeluarga. Disana sudah disediakan penginapan belum ya? Terus ada tempat makan juga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Gelar tiakr, maka ramai-ramai juga seru hehehe.
      Tempat makan ada, Mbak. Dan karena dekat tempat pelelangan ikan, jadi bisa beli ikan, lalu minta dimasakkan di warung. jadi fresh sekali.
      Penginapan di sekitar ada, Mbak.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.