} Enaknya kerja Online Modal Dengkul Saja - Bambang Irwanto Ripto

Enaknya kerja Online Modal Dengkul Saja

Enaknya kerja online modal dengkul saja? Hei.. Siapa bilang? Kerja secara online butuh modal juga.  Tidak hanya mengandalkan wajah tampan rupawan, imut , lucu dan menggemaskan saya saja hahaha. Jangan langsung menarik kesimpulan, tanpa cek dan ricek dulu hehehe.

enaknya kerja online modal dengkul
Kerja Online Bukan Model Dengkul Saja

Jadi beberapa waktu lalu saya berpapasan dengan tetangga saya. Pastinya ada basa-basi. Terus dia tanya saya sekarang kerja apa? Mungkin doi sungguh mati penasaran ya, kok saya di rumah mulu, tapi urusan belanja jalan terus hahaha. 

Saya pun menjelaskan, kalau saya kerja via online. Selain membuka kelas menulis cerita anak Kurcaci Pos, saya juga Menulis di blog,  jadi buzzer di media sosial.  Dan dia nyeletuk, enak karena bisa kerja modal dengkul saja hahaha

Padahal dia tidak tahu ya, Gais, kalau kita juga pontang-panting mengerjakan job. Selain modal, juga butuh waktu dan tenaga. Itu karena banyak yang melihat dari luarnya saja.

Nah, biar lebih jelasnya, berikut saya susun modal apa saja yang saya butuhkan saat bekerja online. Pastinya cerita ini sesuai pengalaman pribadi saya, ya. Siapa tahu bermanfaat buat teman-teman. Aamin.


Butuh Modal Gadget

Dulu itu hape dan ponsel dianggap barang mahal. Cuma orang kaya yang punya hahaha. Tapi sekarang... sudah jadi barang kebutuhan.  Dari yang dulunya sekedar alat komunikasi, sekarang bertambah fungsi alat buat kerja online hehehe.

Nah, hape itu jadi senjata utama saya mencari job online. Soalnya job itu beterbaran di berbagai media sosial. Tapi sebenarnya saya orangnya “tidak mau rugi” kalau punya sesuatu. Misalnya, sayang bener kalau punya hape hanya buat komunikasi dan media sosial saja. Kenapa tidak buat cari job juga.

Makanya pertama membeli ponsel, saya sudah menargetkan. Misalnya beli ponsel seharga 3 juta, harus bisa menghasilkan minimal 2 kali lipat atau 6 juta. Dan ini jadi salah satu motivasi saya semangat cari job di media sosial.


Modal Kuota

Punya smartphone tapi tidak ada kuota internet, ya sama saja bohong tidak bisa cari job. Dan beli kuota kan salah satu modal juga.Nah, kuota yang saya isi itu, saya pergunakan untuk mencari job dan saat megerjakan job.

Dan tetap ya, soal kuota ini saya ada hitung-hitungannya juga hahaha. Misalnya ponsel saya isi paket 55 ribu dengan kuota 5 gb. Nah, saya harus bisa menghasilkan kembali minimal 2 kali lipat. Artinya saya harus dapat job yang total penghasilannya 110 ribu. 


Modal Akun Media Sosial

Handphone sudah siap, kuota sudah diisi, eits.. jangan buru-buru langsung cari job. Akun media sosial sudah ada, apa belum? Kalaupun sudah ada, apa sudah sesuai syarat mencari job? Soalnya ini kan media atau tempat kita mengerjakan job nantinya. 

Akun media sosial yang wajib ada itu Twitter, Facebook, dan instagram. Karena saya amati sangat banyak job-job yang  beredar di 3 akun media sosial itu. Nah sekarang bisa ditambah tiktok juga yang mulai bermunculan. 

Untuk Twitter job yang bisa diikuti itu Trending topik dan Campaign. Terus Facebook itu bisa postingan. Sedangkan untuk instagram bisa di feed dan instastory.


Modal Tambah Followers

Media sosial sudah ada semua, bisa nih langsung cari job. Sabar.. dong, cek dulu akunnya. Apa sudah ramai postingan apa belum? Kalau belum, isi dulu tuh, akun media sosial. Cari apa saja yang disukai orang. 

Terus usahakan followers banyak. Jangan postingan cuma 2 biji, followers kurang 100 orang, sudah daftar job yang butuh minimal 1000 followers. Dijamin langsung dicoret namanya.

Nah menambah followers ini butuh usaha juga lho. Kalau saya rajin ikut saling like dan komen. Terus masuk ke grup-grup whatsapp, dan nantinya saling follow. Kalau sekarang sesekali saya ikut sponsor giveaway, yang memwajibkan yang ikutan harus follow akun saya.


Modal Blog

Nah, untuk menunjang dan memperluas pencarian job, membuat blog itu penting sekali. Soalnya ada job content Placement atau CP juga orderan menulis dari blog. Blog juga bisa jadi tempat menyimpan tulisan-tulisan kita.

Tapi pastinya, ini butuh proses ya. Makanya saat membuat blog, buang jauh-jauh niat awal karena ingin dapat cuan dari blog. Kalau saya membuat blog karena ingin berbagi cerita dan ceria. Seiring proses, Alhamdulillah sekarang ada penghasilan dari blog.

Hanya perlu performa blog terus ditingkatkan. Misalnya DA dan PA harus selalu dijaga. Naik boleh.. turun jangan hehehe. Terus terus mempertajam soal SEO, agar tulisan banyak masuk di halaman google. 


Modal Uang Tambahan

Kerja secara online juga butuh uang tambahan. Coba cek lagi dari atas. Belum dapat job sudah modal juga. Modal hape, kuota, folowers dan lainnya. Eh.. saat mengerjakan job, harus keluar uang lagi.

Makanya, perlu sekali ada uang cadangan. Misalnya pas ada job promo produk, kan harus beli dulu produknya dan mencobanya. Baru setelah itu diposting di media sosial. Terus ini bisa beragam. Sesuai pengalaman saya, dari produknya 3500 sampai dengan 125 ribu. Kalau ikut beberapa job dan harus beli produk dulu, kan lumayan juga mempersiapkan uang tambahan.

Nah, ini nanti saat pembayaran ada 2 macam. Pertama fee sudah pembelian produk. Misalnya fee 150 ribu. Tapi harus beli produk sendiri 75 ribu. Maka fee kita 75 ribu. Tapi kan, kita sudah untung menikmati produknya tadi.

Yang kedua itu, ada uang tambahan membeli produk. Misalnya fee 75 ribu. Harga produk  15 ribu. Nanti saat ditransfer totalnya jadi 90 ribu.


Modal Pemunjang Gizi

Yang tidak kalau penting dipersiapkan adalah, modal penunjang gizi. Kalau badan sehat, maka akan terus semangat cari job plus mengerjakan jobnya. Ssttt.. ini juga jadi salah satu motivasi saya untuk terus bersemangat. Misalnya saya kan, suka makan bakso. Semakin giat saya cari rezeki, maka acara ngebakso juga semakin lancar.  

Apalagi zaman pandemi begini kan. kesehatan nomor satu. Selain makanan yang cukup, saya juga minum suplemen macam Vipro-G untuk mempertahankan daya tahan. Pastinya juga istirahat yang cukup.


Nomor Rekening

Ini juga tidak boleh ketinggalan. Teman-teman harus punya nomor rekening sendiri untuk tujuan transfer Fee. Jangan numpang ke suami, istri, saudara apalagi tetangga hahaha. 

Terus usahakan buka rekening bank yang banyak dipakai pemberi job. Kalau saya amati itu paling banyak dipakai adalah Bank Central Asia atau BCA. Jadi kalau sesama bank, tidakkepotong admin sekitar 6500. Walau ada juga yang menanggung adminnya. 

Ada juga yang suka mentransfer melalui dompet digital. Jadi teman-teman bisa menyiapkan. Misalnya gopay, ovo, dana dan lainnya. Biar mudah transfernya.


Tips Mencari Job Online

Biar hasilnya maksimal dan sesuai dengan harapan, maka ada beberapa tips yang akan saya bagikan kepada teman-teman. Pastinya, ini saya susun berdasarkan pegalaman pribadi saya ya. Semoga cocok dan berkenan di hati para pemirsa semua hehehe.


Cari Job yang Sesuai

Ada banyak sekali job bertebaran di media sosial. Tapi tidak semua cocok untuk kita. Saya pun begitu, tidak semua job bisa saya ikuti. Misalnya followers kurang, usia sudah lewat, domisili tidak masuk, dan lainnya. Jadi cari job yangs esuai hati dan jwa saja hehehe.

Nah, selain ada yang personal memasang jib di akun media sosialnya, juga job bertebaran di grup-grup facebook. Misalnya grup SMNC mencari kontak. Biasanya dari sini mengisi formulir google. Kalau terpilih, baru masuk grup whatsapp.


Sesuaikan Fee dan Kerjakannya

Walau banyak job yang sesuai kriteria, tapi jangan lupa lihat juga fee-nya. Apakah kerjaannya sesuai dengan uang yang akan dibayarkan. Bukannya mata duitan, tapi ini lebih menghargai pada diri sendiri saja. Misalnya ada postingan yang dihargai 3 ribu rupiah.

Jadi perlu sekali mencari tahu berapa harga yang pantas suatu job, sesuai dengan kerjannya. Dan gabung ke grup-grup whatsapp itu sangat bagus sekali. Selain ajang silaturahmi, kita juga bisa saling berbagi info. 

Masa iya modal kerja kita misalnya 10 ribu, terusnya fee 5 ribu, kita ambil saja. kan tekor. Mending cari job yang sesuai hati dan jiwa. Percaya saja, kalau rezeki, ga akan ke mana hehehe.


Teliti Menerima Job

Walau banyak job sesuai, tapi harus teliti juga, ya. Misalnya kita pernah menerima job produk biskuit A. Jadi jangan menerima job produk biskuit B. Atau misalnya, kemarin kita campaign pro produk A, eh.. besok menrima campaign kontra produk A. 

Itu harus dihindari, karena melanggar etika. Jangan tergiur karena fee-nya lebih banyak dari sebelumnya. Karena kalau dilanggar, bisa saja kita diblacklist sana sini. Cari job lainya Sekali lagi, kalau kita bersemangat, maka rezeki akan terus menyapa.


Jadi jelas ya, tetanggaku hahaha. Kerja via internet butuh modal juga. Jangan bilang lagi, enaknya kerja online modal dengkul saja hehehe. Sama kayak mencari pekerjaan di dunia nyata yang butuh modal juga.Yuk, semangat cari job online.


Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

20 Responses to "Enaknya kerja Online Modal Dengkul Saja"

  1. Suka banget Ama postingan ini pak.bener sekali semua perlu modal termasuk kerja online.yg perlu menguras pikiran n waktu juga.trus setuju,jangan asal ambil job.kalau fee terlalu sedikit..aduh gmn ya.kayaknya kok meremehkan bgt aplg kalau syaratnya byk haha.maaf saja,nggak ikutan dulu hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali, Mbak Enny. Intinya kerja online bukan modal dnegkul saja. Terus memang kudu menyesuaikan kerjaan dengan fee juga. Jadi kita menghargai kerja kita juga.

      Delete
  2. gemes aku tuh kalo ada yang bilang kerja online cuman butuh modal dengkul hehehe
    dia belum tau susahnya mikir sampe kepala cenat cenut :D
    aku akhir akhir ini mikir soal kuota juga mas bambang, awalnya karena aku merasa pembelian kuota aku udah gila gilaan dalam sebulan, jadi kadang dipake yutub, nyari info job job juga, kok jatuhnya boros, jadi aku ga mau sia siakan pembelian kuota aku untuk hal hal yang agak kurang penting. Jadi semacam perhitungan juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya, Mbak Nuna. Jadi sesuaikan pembelian kuota dan harus menghasilkan. Kalau saya, saya belinya yang 5 Gb paket utama dan 5 gb paket youtube. Jadi nonton yutub juga buat nyari info seputar kerjaan hehehe.

      Delete
  3. Jangankan tetangga Mas Bambang, itu tuh pengalaman bosnya Bukalapak kan juga pernah cerita. Emaknya pengen dia jadi PNS yang kelihatan pakai baju dinas, pergi pagi pulang sore. Bukan cuma di rumah dan depan laptop terus. Padahal si ibu gak tahu gimana anaknya meras otak buat melahirkan dan membesarkan Bukalapak. Kekeke.

    Sama lah kurang lebih kayak cerita tetangga Mas Bambang tadi. Kadang kalo saya dengar komentar begitu, saya senyumin aja. Hihihi. Good luck selalu ya Mas Bambang. Tips-tipsnya bermanfaat dan membuka mata bagi pembaca yang belum mengetahui gimana ritme para pekerja online itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, benar sekali, Mbak Mutia. Makanya perlu sekali kita memberi penjelasan juga. Jangan sampai terus mereka mengira, kita belanja-belanja terus, karena ada apa-apa hahaha.
      Tapi memang sih, Mbak. Masih banyak orang yang menganggap kerja itu ya, orang yang kerja senin-sabtu keluar rumah, lalu minggu libur hahaha

      Delete
  4. Semangat untuk semua pekerja online yg kadang suka dicurigai tetangga karena lebih sering di rumah macam pengangguran hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus semangat terus dan wajib dijelaskan juga apa pekerjaan kita. Agar tak ada lagi dusta antara kita pekerja freelance dan tetangga hahaha.

      Delete
  5. Gak ada yang gratis memang di dunia ini, semua ada modalnya hihi.. Terkadang kalau orang melihat serasa nyaman, tapi saat menjalankan sepertinya sangat rumit dan ribet.. Tapi memang meanghasilkan sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas. Dan itu namanya sawang sinawang. Orang lain mengira kita di rumah enak-enak dan ga kerja. Padahal saat mereka tidur nyenyak, kita masih kerja mengejar deadline hehehe.

      Delete
  6. wuah berarti aku salah satu orang yang kerja online modal dengkul nih, haha

    semoga kita diberi kelancaran kerja online yaaa
    gapapa rebahan di rumah aja asal tiap bulan gajian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan perlihatkan dengkulnya Mbak Rhos, tapi jelaskan kita modalnya banyak juga. dari A sampai Z. Mereka pasti mangut-mangut hahaha.

      Aamin.. terus semangat Mbak Rhos.

      Delete
  7. Senang banget emang mas kalau di awal niatnya cuma sekedar berbagi eh tau-taunya jadi rezeki. Samaan. Saya juga awalnya gitu. pas udah sering menerima jawab malah ada yang bilang gimana sih cara bikin blog supaya berpenghasilan. Nah ini yang bikin saya bingung jawabnya. Karena memang niat awal hanya sekedar menulis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Dan ini saya baca dari blogger-blogger sukses juga. Sejak awal mereka memang niatnya ngeblog untuk berbagi cerita lewat tulisan. Nah, kalaua da job-job menyapa lewat blog, itu memang bonusnya.

      Delete
  8. Wainiii..mesti dibaca yang sering komen kalau kerja online cuma modal dengkul doang. enggak tahu kalau modalnya banyaaak, sama dengan kerja lainnya.
    Terus semangat ya Mas...Saya juga sama kalau enggak sepadan mending enggak daftar, kan ini kerja online bukan kerja sosial, hargai diri, baik waktu, tenaga maupun potensi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Dian. Makanya perlu dijelasin modal kita banyak hahaha. Dan karena modal banyak, pekerjaan harus sesuai dengan fee-nya. Juga untuk menghargai tenaga dan waktu yang sudah kita keluarkan ya, Mbak Dian.

      Delete
  9. Ada betulnya juga modal dengkul karena dengkulnya ga harus pergi pagi pulang sore wkwkwk..btw fenomena ngeblogger sudah meluas kemana2 ya jadi bener kita harus selalu tingkatkan sikil ehhh skil maksut nya..hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ngebolang, itu saya harus modal dengkul, Mbak Fitri. Soalnya bair hemat, saya suka jalan kaki muter wisata suatu kota hahaha.
      Benar, Mbak. Karena dunia blogger terus berkembang, maka wajib kita meningkatkan skil, bukan sikil hahaha.

      Delete
  10. hehehe iya ya mas jadi digital content creator yaa kerja juga sama kaya orang kantoran, beda segmen nya aja, dan bahkan digital content creator mesti lebih kreatif dan penuh ide buat bikin konten-konten nya biar terus menarik dan hasil kerjanya bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Karena nantinya juga bisa menghasilkan uang.
      Hanya karena masih ada orang yang menganggap, kerja itu kalau kerja kantoran atau di perusahaan hehehe.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.