} Pantai Surumanis Kebumen yang Bisa Memberikan Momen Manis - Cerita Bambang Irwanto

Pantai Surumanis Kebumen yang Bisa Memberikan Momen Manis

Pantai Surumanis Kebumen yang Memberikan Momen Manis - Jalan-jalan ke pantai memang selalu menyenangkan. Deburan ombak, langit biru, awan putih jadi kesatuan komplit. Rasakanya tidak pernah bosan, walau terkadang yang dilihat utama pantai lagi.. pantai lagi hehehe. 


Nah, beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri main ke pantai lagi. Kali ini ke pantai Surumanis yang terletak di desa Pasir, kecamatan Ayah Kebumen. Pantai Surumanis ini sangat keren. Karena tidak hanya menyuguhkan panorama pantai, tapi juga bukit, lembah dan batu-batu karang. Seperti yang saya pernah tuliskan, pantai-pantai di kebumen itu sangat indah, karena merupakan jalur pantai laut selatan. 



Sebenarnya, pas hari itu, saya tidak ada rencana ke mana-mana. Soalnya beberapa hari itu cuaca agak galau. Sebentar terang, tiba-tiba mendung, lalu hujan. Makanya saya memutuskan menghabiskan waktu di rumah menulis.

Tapi sampai siang hari, kok cuaca bagus, ya. Lalu tiba-tiba saja saya pengin jalan-jalan, dan setelah kepoin instagram, kayaknya pengin ke pantai Surumanis. Pas saya cek, ternyata pantai Surumanis ini hanya 20 kilometer dari rumah saya. Oke siap berangkat naik motor. Semangat.. padahal pukul 2 siang hahaha.

Baca Juga : Jalan-Jalan Bambang

Ternyata, Dewi Fortuna sedang berpihak pada saya. Karena ternyata, jalan menuju pantai Surumanis ini, satu jalur dengan jalan menuju pantai-pantai yang pernah saya datangi. Seperti pantai Suwuk, pantai Karang bolong atau pantai Menganti. Jadi tidak perlu tanya kiri kanan lagi. Motor langsung saya pacu, dan sebelum pukul 3, sudah sampai di pantai Surumanis.



Sebelum memasuki area wisata, saya menjumpai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) desa Pasir. Tampak para nelayan membawa ikan-ikan hasil tangkapannya. Suasana ramai. Saya berhenti sejenak untuk mengamati. Apalagi tidak jauh dari TPI, sudah terlihat pantai dengan perahu-perahu nelayan yang berjejer rapi.

Tidak lama, saya pun melanjutkan perjalanan. Tampak gerbang dengan tulisan “Selamat Datang di Wisata Pantai Surumanis dan Pantai Lampon”. Lho, kok ada pantai Lampon juga? Ternyata.. eh ternyata... pantai Lampon itu berdekatan dengan pantai Surumanis.

Saya pun terus memaju motor menaiki jalan menanjak. Rute ini mengingat saya dengan jalan menuju pantai Menganti yang juga tidak jauh dari kedua pantai ini. Seru sih, seperti sedang main game motor. Tapi tetap waspada, ya.



Tidak lama, saya sampai di jalan bercabang. Jalan satu menurun dengan tulisan “menuju pantai Lampon, sedangkan jalan lurus yang masih menajak ternyata gerbang pantai Surumanis. Saya bimbang sejenak. Mau ke pantai Lampon atau pantai Surumanis, ya? Duh, nyesal juga jalannya siang. Coba jalan pagi, pasti saya bisa puas jelajah dua pantai.

Akhirnya saya memutuskan ke pantai Surumanis saja. Pikir saya, kalau masih ada waktu, bolehlah ke pantai Lampon. Kalau tidak sempat, bisa lain waktu. Tapi tetap menyesal juga, kok jalannya siang. Harusnya pagi hahaha.

Baca juga : Tips Selfie  Pakai Smartphone Saat Solo Traveling

Di pintu gerbang, ternyataada pos penjualan tiket. Dua Mbak langsung menyambut ramah saya. Ternyata tiketnya 12 ribu. Beda tipis dengan tiket pantai Meganti yang harganya 12.500. Tiket terdiri 3 lembar. Tiket masuk seharga 5000, tiket wahana selfie 5000 dan tiket parkir motor 2000. Kalau teman-teman bawa mobil, mungkin parkirnya lebih dari 5000.



Saya pun kembali menyusuri jalan berliku. Sebelum sampai area wisata, saya tertarik dengan spot foto yaitu angsa putih, lalu di bawahnya terlihat pantai. Saya pun mampir dan selfie. Lumayan buat koleksi hehehe.



Begitu saya sampai lokasi wisata, saya bergegas memarkir motor. Tempat parkirnya rapi dan beratap. Setelah parkir, saya pun bergegas. Lho kok bukit? Mana pantainya? Owalah... ternyata pantainya di bawah. Jadi untuk ke sana, harus menyusuri jalan. Tapi jalannya sudah keren tertata rapi. Saya pun memutuskan untuk beristirahat dulu di bangku-bangku bambu yang disediakan. Saung-saung juga ada. 



Saya pun tidak mau berlama-lama. Soalnya saya memang ke sana sudah sore. Takut kemalaman sampai rumah. Segera saya cari titik spot yang menarik. Dan langsung ketemu, termasuk spot ayunan dan burung elang. Saya jadi main ayunan hahaha.





Setelah puas jeprat-jepret di atas, maka saya pun tergoda untuk turun ke pantai. Apalagi dari kejauhan, tampak pengunjung tertawa gembira bermain air. Hanya karena ombaknya besar, maka di sini dilarang keras untuk mandi.

Saya pun mulai menyusuri jalanan menuju pantai. Dalam perjalanan, banyak spot bagus buat foto, termasuk di jembatan kayu. Saya pun memutuskan berhenti sejenak. Dari sini bisa didapat dua angle, dari sisi kanan atau kiri penempatan kamera smartphone. Hasilnya lumayan, buat posting di sosial media hehehe.





Menjelang sampai pantai, ada jembatan lagi yang bisa dijadikan spot foto. Setelah itu, saya langsung mengambil lanscape bukit yang indah. Dan kalau diperhatikan, di sana banyak saung-saung yang sengaja dibuat menghadap pantai. Pastinya pengunjung semakin happy datang pantai Surumanis ini.





Panorama indah kembali menyanbut saya. Pantai, bukit hijau, dan batu karang. Saya jadi happy, karena membayangkan banyak area foto. Tapi karena pengunjung lumayan banyak, maka saya harus usahakan pengambilan foto di tempat sepi. Dan pilihan saya di sebelah kiri pantai.





Saya pun segera beraksi. Apalagi sore mulai menjelang, saya maksimal banyak ambil foto dengan bantuan kamera samrtphone dan tripod hehehe. Lumayan dapat banyak, sambil sesekali saya main air.








Selesai di sisi kiri, saya menggeser ke sisi kanan, agar bisa lebih membidik matahari yang mulai beranjak ke peraduan. Saya pun kembali jeprat-jepret sambil menunggu sunset. Karena kamera smartphone saya fokus ingin membidik sunset dan mengarah ke matahari, maka di sini foto-fotonya black light dan saya hanya siluet. tapi saya suka.






Hanya sayang, awan-awan mulai mengantung. Terus menurut pengunjung lain, kalau mau lihat sunset, harus naik ke sebuah bukiy sebelum jalan masuk. Haduh tak ada waktu lalu. Seperti hari ini saya memang berpacu dengan waktu hahaha.

Menjelang pukul 6 sore, saya memutuskan naik ke atas. Saya takut kehujanan. Tujuan saya pulang. Namun di atas, saya tergoda berhenti saat melihat seburat langit kemerahan. Walau suasana sudah sepi dan agak gelap, saya paksakan ambil.foro. kapan lagi hehehe. Dan tara... lumayan dapat foto bersama sunset hehehe.






Seru sih, ke pantai Surumanis ini. Dan saya jujur agak menyesal, kenapa datangnya sore, jadi kurang  puas. Tapi lain waktu, saya akan datang lagi, termasuk akan mampir ke pantai Lampon. Ya.. pantai Surumanis mamberikan momen indah bagi saya.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

14 Responses to "Pantai Surumanis Kebumen yang Bisa Memberikan Momen Manis"

  1. Cakep banget ini pemandangannya. Bukit dan pantai jadi satu. Ternyata banyak pantai di Kebumen, ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak, Mbak.
      Enaknya satu jalur, Mbak. Jadi semua bisa didatangin.

      Delete
  2. Waduuuuh hati2 Mas Bambang itu main ayunan, nanti nyosor ke bawah hehehehe

    Klo mau mantai dan budget tipis2 gak perlu ke luar negeri ya, di Kebumen juga bagus itu pantainya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Iya, Mbak Maria.
      Makanya, cuma 30 detik main ayunan, Mbak hahaha.

      Pantai-pantai Kebumen memang memesona, Mbak. dan karena tidak jauh dari rumah saya, jadi budget juga ringan di kantong hahaha.

      Delete
  3. Bagus ya pemandangan nya, suka liat yang bebatuan besar dan jembatan itu. Btw ada beberapa tiket ya tp murah sih ga trlalu memberatkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Ria.
      Pemandangannya memang sangat bagus. Dan pemandangan pantai lainnya juga keren, Mbak.

      Itu tiketnya memang satu paket. Jadi pas di loket, langsung distaples satu, Mbak.

      Delete
  4. Cakep banget nih pemandangannya, aku jadi kangen main ke pantai. Pengen deh mampir ke pantai surumanis ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo,dolan ke Kebumen, Mbak Wanti.
      Nanti mampir ke pantai lainnya. Soalnya saling berdekatan, Mbak.

      Delete
  5. Ah pantai memang selalu menyajikan keindahan yg aduhai yah. Udah lama ga main main di pantai. Terakhir pas di Morowali, hehe. Pe er nya adalah gmna spy bs ttp ngejaga kebersihan pantai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Mbak Visya.
      Harus terus dijaga, agar bisa terus bisa dinikmati.
      Bisa dikembangkan, asalkan tidak menghilang keaslian alamnya.
      Yuk, mampir ke Kebumen, Mbak.

      Delete
  6. Aku belum pernah ke kebumen, baru tau ada tempat destinasi seindah ini disana, ahhh ini keren mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, main ke Kebumen, Mbak Riri.
      karena sangat banyak tempat wisata menarik.

      Delete
  7. Pemandangannya cakep bener..sepintas mirip daerah pantai Senggigi. Eh yang ada ayunan itu kok serem yakk..takut jatuh euy..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Dan pantai-pantai lainnya di Kebumen juga memesona.
      Yang ayunan itu, sebenarnya hanya sudut angle foto saja, Mbak.
      Jadi di bawahnya, ada tanah landai.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.