} Tips Saat Ingin Kembali Menulis - Cerita Bambang Irwanto

Tips Saat Ingin Kembali Menulis

Tips Saat Ingin Kembali Menulis - Beberapa teman pernah mencolek saya di inbox. Katanya, Mas, saya lama meninunia menulis dan ingin menulis lagi. Tapi kaku, Mas. Tapi kok kaku dan susah ya, Mas? Nah apa yang apa yang harus saya lakukan?

Desain Canva

Biasanya, kalau ada teman yang bertanya, saya usahakan menjawab. Tapi jawaban saya tentu saja saya sesuaikan dengan pengalaman menulis saya. Dan rata-rata, teman yang mengalami kasis seperti ini adalah teman-teman yang dulu memang suka menulis. Bahkan, diantaranya sudah punya karya-karya keren. Karena kesibukan mereka saja, akhirnya meninggalkan dunia menulis.

Menulis itu memang salah satu aktivitas yang harus dilakukan kontiyu atau secara terus menerus. Dan memang, menulis itu bagusnya dilakukan setiap hari. Apalagi zaman now, menulis bisa dilakukan di mana sajaz, ternasuk menulis di smartphone. Tidak perlu membawa notes dan pulpen lagi kayak saya zaman dulu hehehe.

Saya pun sekarang melakukan hal itu. Hampir 80 % tulisan saya sekarang, berawal dari draf di smartphone. Ini juga mengantisipasi kita kehilangan ide. Jadi begitu ada ide, langsung tulis. Begitu sampai rumah, draf baru saya pindahkan ke laptop. Kemudian saya edit lagi sampai jadi naskah utuh.

Lanjut soal kontiyu menulis. Itu sama seperti mesin. Bila dipakai dijalankan setiap hari, akan stabil. Tapi kapan mesin itu tidak dipakai, maka alat-alat di dalamnya tidak bekerja dengan baik. Akhirnya malah rusak, termasuk berkarat.

Boleh ada jeda atau istirahat menulis. Tapi sebentar saja. Saat jeda pun saya biasanya melakukan hal-hal yang saya sukai. Jalan-jalan, berenanh, naik sepeda, dengarih musik dan lainnya. Dan ini pun sambil cari ide tulisan hehehe.

Nah, apa saja yang harus dilakukan saat infin kembali menulis? Berikut tips dari saya ya, yang saya susun sesuai pengalaman menulis saya yang masih seuprit

Tips Saat Ingin Kembali Menulis


Pemanasan

Pertama, yang harus dilakukan saat ingin kembali menulis adalah pemanasan dulu. Ibaratnya olahraga, pemanasan di menulis ini, agar kembali dapat feel dan rangsangan imajinasi kita. Jadi imajinasi menulis yang lama tidak dikembangkan, bisa berkembang lagi.

Apa itu pemanasannya? Yaitu membaca kembali karya-karya. Bisa disesuaikan, ya. Kalau ingin kembali menulis cerita anak, banyak-banyak membaca cerita anak. Kalau ingin menulis ceriya remaja, banyak-banyak membaca cerita remaja.

Bisa membaca karya sendiri dan karya orang lain. Jadi bukan langsung menulis ya. Nanti kaget. Karena lama tak menulis, imajinasi lambat, akhirnya macet, bingung apa yang mau ditulis. Akhirnya bisa jadi malas menulis lagi.

Bagi yang sudah punya karya, silakan buka kembali karyanya. Baca, sambil mengenang kembali masa-masa indah menulis. Dengan membaca kembali kita akan kembali dapat feel dan semangat menulis.


Menulis dengan Tempo 

Setelah feel menulis didapat, saatnya harus segera kembali menulis. Jangan ditunda, nanti malah feel dan semangat menulisnya hilang lagi. Atur waktu menulisnya sendiri. Jadi kita yang mengatur waktu menulis, bukan waktu menulis yang mengatur kita.

Menulislah dengan tempo dan secara bertahap. Jadi misalnya hari ini cukup berapa paraga dan beberapa menit saja, lalu lanjut naik 1 halaman, lanjut 2 halaman, terus sampai keenjoyan menulis didapat. Pokoknya bisa disesuaikan. Sukanya menulis pakai waktu atau menulis sesuai target jumlah halaman.

Jadi jangan baru menulis langsung ngedebukan sendiri. Maunya langsubg selesai satu cerita dalam satu waktu. Hindari hal itu. Balik ke awal tadi, ibarat mesin baru dipanasin dan dioperasikan kembali. Jadi tidak bisa langsung dipaksa bekerja maksimal.

Kembali nikmati proses menulis. Selangkah demi selangkah. Bisa juga diibaratkan pelari jarak jauh. Awalnya pelan. Di tengah perjalanan kecepatan lari mulai ditambah, sampai akhirnya mendekati garis finish melakukan sprint.

Tambahkan Semangat dan Motivasi Menulis

Menulis mulai dijalankan kembali. Nah, saatnya menambah semangat dan motivasi menulis. Dan hal ini bisa didapatkan dari diri sendiri atau dari orang lain. Persentasenta bisa 70 : 30. 70 % dari diri sendiri dan 30 persen dari penulis lain.

Semangat dan motivasi dari diri sendiri itu pastinya harus diciptakan sendiri. Sudah niat balik menulis, jangan nanggung. Harus maksimal, agar hasilnya maksimal juga.

Sedangkan motivasi dari penulis lain, bisa didapat dengan melihat karya-karya penulis lain. Wah, mereka baru menerbitkan buku baru nih, saya juga harus bisa. Wah, ceritanya dinuat lagi nih, saya juga pengin.

Kemudiah bisa sapa-sapa penulis lain. Sharing, minta tips dan triknya.  Bisa juga masuk grup-grup penulisan di sosial media. Intinya, zaman now, menulis lebih dimudahkan, dibandingkan zaman dulu. Jadi harus semakin bersemangat.

Rajin Cari Info

Nah semua elemen sudah dicapai, pastinya sudah berhasil.menghasilkan karya lagi. Nah saatnya rajin cari info peluang menulis. Ibaratnya, saatnya mencarikan jodoh naskah kita. Termasuk juga bisa menguji kemampuan di lomba-lomba atau audisi-audisi menulis.

Apalagi zaman now sangat mudah dapat info. Beda zaman dulu harua ubek-ubek majalah dan koran. Zaan now rata-rata penerbit dan media punya akun sosial media. Pantengin terus, dan gerak xepat bila ada peluang menulis.

Nah, demikian 5 tips  Saat Ingin Kembali Menulis. Semoga bermanfaat. Salam semangat menulis.

Bambang Irwanto


Subscribe to receive free email updates:

8 Responses to "Tips Saat Ingin Kembali Menulis"

  1. Dan tentunya, lebih banyak juga membaca dan "membaca".

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Mbak Agustina.
      Karena menulis dan membaca adalah pasangan sejati.
      Jadi kalau suka menulis, otomatis suka membaca.

      Delete
  2. Saya baru belajar menulis saja kadang kebingungan hahahaha. Kalau sudah begitu akhirnya bengong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau begitu, bisa ditinggalkan sejenak, Mbak. Misalnga break dulu lalu ke dapur cari cemilan. Nanti pas balik dapat ide hehehe.

      Intinya terus semangat menulis, Mbak Utari. Semakin terus menulis, maka proses menulis akan semakin mudah, cepat, dan menyenangkan.

      Delete
  3. Ah, baiklah. Bertempo ini yang harus diterapkan sekaligus motivasi menulis kembali ditegakkan. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Malica.
      Soalnya kan, lama tidak menulis. Jadi harus bertempo.
      Kalau langsung mau diterapkan sekali duduk selesai, jelas tidak bisa.

      Delete
  4. Wah Terima kasih atas informasinya, akan saya coba praktekan biar lebih semangat menulis

    ReplyDelete
  5. Sama-sama. Ayo, terus semangat menulis.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.