} 10 Hal yang Wajib Saat Wisata ke Candi Borobudur - Cerita Bambang Irwanto

10 Hal yang Wajib Saat Wisata ke Candi Borobudur

10 Hal yang Wajib Saat Wisata ke Candi Borobudur - Pas longweekend kemarin, saya tiba-tiba saja berencana ke candi Borobudur. Kekayaan nusantara yang terletak di daerah Magelang Jawa Tengah ini, memang sangat megah dan memesona. Bukan hanya candi borobudur yang mmebuat kagum, tapi juga pemandangan sekitarnya yang sangat indah. Wajar, bila wisatawan dari dalam dan luar negeri tumpah ruah di candi yang pernah masuk sebagai 7 keajaiban dunia.


Nah, kali ini, saya tidak akan bercerita soal bagaimana keindahan candi Borobudur ini. teman-teman pasti sudah tau, walaupun seandainya belum pernah ke sana. Kali ini saya ingin berbagi tips ala-ala saya, apa saja sih, 10 hal yang wajib saat wisata ke candi Borobudur. Tentu saja ini versi saja, ya... hehehe.

Pakaian yang Nyaman
pertama nih, kalau mau wisata ke candi Borobudur, maka wajib pakai pakaian yang nyaman saja, termasuk nyaman dilihat hehehe. Soalnya kalau cuaca lagi terang, di area candi Borobudur itu sangat panas. Apalagi kalau batu itu kena sinar matahari, kan semakin panas.

Kemegahan Candi Borobudur

Jadi saya sarankan pakai baju yang menyerap keringat dan paling cocok sih, pakai T-shirt. Terus bawahannya, boleh disesuaikan. Kalau saya saranin, pakai celana panjang yang agak longgar saja. Biar saat naik ke candi Borobudur, bisa lebih leluasa.

Isi Perut Dulu
Sebelum memasuki area candi Borobudur, usahakan isi perut dulu. Soalnya memang dilarang membawa makanan. Bahkan saya lihat di pintu pemeriksaan, perman dan cokelat juga kena sita petugas. Jangan protes.. kan, sudah ada papan larangannya hehehe.

Semangat menuju candi Borobudur

Wisata ke candi Borobudur itu membutuhkan energi ekstra, karena medannya luas dan banyak menanjak. Jadi fisik harus prima. Jangan sampai pas di dalam, lemas, langsung lunglai dan pingsan. Nah, kasihan yang bakal gotong hehehe


Air Minum
Walau bawa makanan dilarang, tapi tenang... karena bawa minum diperbolehkan, kok. Saya lihat tidak ada aturan membawa seberapa banyak. Jadi kalau kuat gotong galon, boleh saja hehehe.

Dan air minum ini Ini wajib dibawa. Jangan karena alasan berat, jadi malas bawa air minum. Wisata ke Candi Borobudur itu membutuhkan banyak air minum. Soalnya panas banget. Jadi minum air putih solusi paling tepat agar tidak dehidrasi.

Salah satu spoy foto wajib sebelum naik ke candi Borobudur

Jangan khawatir, kalau ternyata botol minum ketinggalan di kendaraan. Banyak kok, yang menjajakan air minum. Harganya juga masih sesuai dan wajar. Misalnya untuk botol air mineral ukuran 600 gram, itu dipatok seharga 5 ribu. Tidak usah pakai acara nawar, karena harga seragam hehehe.


Topi
Jangan lupa bawa topi. Panas terik di Candi Borobudur, dijamin bisa sampai ke ubun-ubun kalau tidak pakai topi. Kepala bisa langsung puyeng. Bisa-bisa langsung menuju jalan keluar, dan batal naik ke candi Borobudur hehehe.

Topi lebar jadi andalan

Kalau lupa bawa topi, bisa beli. Mau model biasa atau lebar juga boleh. Khusus buat cewek-cewek, banyak topi lebar dengan model warna-warni. Selain melindungi kepala, bisa juga buat tambah gaya. Nanti pulangnya, bisa buat oleh-oleh hehehe.


Payung
Bagi yang tidak kuat dengan panas matahari, saya sarankan bawa payung atau menyewa payung saja. Apalagi yang sedang terikat kontrak iklan pemutih kulit, sangat wajib. Jangan sampai dari candi Borobudur, kulit gosong, kontrak iklan putus. Tinggal nangis guling-guling di bawah pohon cabe hahaha.

Berpayung ria menuju candi Borobudur

Yang ke candi Borobudur bareng yayang tercintah, boleh juga tuh sewa payung. Duh, makin romantis sepayung berdua di bawah terik matahari. Candi Borobudur serasa milik berdua hahaha.

Sewa payung tidak bikin kantong jebol kok. Harga sewa cuma 5 ribu. Payung bisa dipakai sebebasnya selama dalam area candi. Tapi jangan lupa dibalikin pas di pintu keluar. Payung yang disewakan, rata-rata sama ukuran dan modelnya. Malah sudah ada namanya. Jadi pemiliknya bisa langsung mengenali payungnya yang disewakan.


Kacamata
kacamata termasuk wajib dibawa saat wisata ke Candi Borobudur. Selain kece, juga melindungi mata dari sinar ultraviolet matahari. Selain tambah gaya juga. Sudah pakai topi, pakai kacamata, bawa payung lagi. Kurang gaya apa coba hahaha.

Relief-relief yang bercerita

Kalau lupa bawa kacamata, tidak usah nangis guling-guling. Tidak usah juga pusing cari-cari, dan terpaksa pinjam kacamata kuda. Tinggal beli saja. Banyak kok yang jual di lokasi. Jangan ngotot mau sewa kacamata. Memangnya payung... disewa hahaha.


Handuk kecil
Handuk kecil jangan lupakan. Namanya kena matahari, tubuh pasti langsung keringatan. Apalagi kalau banyak minum. Jadi mandi madu.. eh mandi keringat.. basah..basah seluruh tubuh hahaha.

Stupa-stupa yang menarik hati

Jadi kalau misalnya lupa itu handuk kecil dikalungkan ke leher, tidak usah malu dikira Babang tukang becak atau Babang tukang bakso hehehe. Lupakan itu, karena manfaat membawa handuk kecil sangat besar.

Perangkat Foto
Jangan lupa sebelum wisata ke candi Borobudur, cek dulu perangkat foto. Kalian akan kalap foto-foto pas di candi Borobudur. Soalnya, menurut saya, semua area candi Borobudur dan sekitarnya, bisa dijadikan spot-spot foto yang cantik menawan.

Gerbang berbunga cocok untuk berfoto manis manjah

Kalau yang ngandalin hape seperti saya, maka wajib cek dulu memori card-nya. Jangan sampai sudah di candi Borobudur, eh.. memory penuh dan harus dihapusin. Waduh, semua foto menarik. Sayang kan kalau dihapus. Apalagi banyak bule-bule kece yang berseliweran di area candi Borobudur. Ini jadi buruan para ABG. Bangga lho, dan foto bareng bule bisa dipamerin ke teman-teman.

Jangan lupa juga bawa paworbank. Walau memory banyak, kalau batterai lowbat, bisa nyengir kuda. Padahal belum juga sampai puncak dan selfie-selfie ria. Bawa juga tongsis bagi yang pergi sendiri. Tapi saya lihat, banyak sih, yang jual tongsis. Jadi tidak harus selalu minta bantuan pengunjung lain.


Pakaian ganti
Selesai jalan-jalan ke candi Borobudur, walau capek, tapi hati senang. hanya... itu badan lengket. Jadi saya sarankan bawa baju ganti saja, jadi perjalanan pulang lebih menyenangkan, tanpa gangguan aroma kurang sedap hahaha.

Satu-satunya penutup stupa yang terbuka


Kalau lupa bawa pakaian ganti, tidak perlu ngotot pinjam ke pengunjung lain, bisa langsung dipelototin, lho. Tinggal beli saja di sana. Banyak kok yang murah meriah. Misalnya baju kaus 6 biji 100 ribu, atau daster 3 biji 100 ribu. Tinggal pilih saja sesuai selera hati dan jiwa... Cailah...


Dompet Tebal
Menurut saya, ini juga wajib, sih. Soalnya jalan pintu keluar itu, harus lewat tempat penjual cinderamata dan kuliner. Mulai dari kaos oblong, kalung, gantungan kunci, miniatur candi Borobudur,sampai cobek batu ada. Kalau tidak kuat iman, rasanya pengin diborong semua.

Terus pas menjelajah candi Borobudur, pasti selain capek juga lapar. Nah, itu makanan, termasuk rujak, juga es bikin iler menetes. Apalagi pas cuaca lagi panas-panasnya.

Batu prasasti peresmian candi Borobudur


Jadi sebelum ke candi Borobudur, mampir dulu deh, ke ATM. Tarik tuh lembaran biru atau merah. Soalnya transaksi di area candi Borobudur memang menggunakan uang tunai. Jangan mengira sistem gesek. Siapa tahu, ada barang inceran, harga cocok, pas mau bayar, uang tunai tidak cukup. Mau lari ke ATM lumayan jauh. Jadi galau, kan...

Nah, itu dia 10 hal yang wajib saat wisata ke candi Borobudur. Tips tambahan sih, bawa juga minyak gosok atau minyak tawon. Soalnya dijamin kaki pegal setelah mengitari candi Borobudur hehehe. Semoga bermanfaat, ya. Yuk.. wisata ke candi Borobudur. Dijamin menyenangkan.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

8 Responses to "10 Hal yang Wajib Saat Wisata ke Candi Borobudur"

  1. Makasih tipsnya Mas ... sama satu lagi, datanglah pagi-pagi atau sore sekalian supaya tidak terpapar matahari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Kang Ali. Apalagi bukanya mulai pukul 6 pagi. Hanya jangan kesorean. Nanti tidak puas keliling. Soalnya pukul 17.00 sudah tutup hehehe

      Delete
  2. Replies
    1. Sama-sama, Mbak Tira.
      Terima kasih sudah mampir, Mbak.

      Delete
  3. Terakhir kali maen ke borobudur pas masih umur 10 tahun, padahal sering ke jogja tapi belum sempat mampir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, main lagi, Mas Anggar.
      Pastinya sekarang suasananya sudah berbeda ya dari dulu, dan lebih menyenangkan hehehe.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.