Tips Menulis Judul Cerita Anak

Menulis judul cerita anak itu tidak susah dan ribet. Namun ternyata banyak juga teman yang bertanya, bagaimana sih, tips menulis cerita anak itu. Biar pas dengan ceritanya. Bahkan sebenarnya, dari satu judul itu, bisa ditulis dan dikembangkan jadi beberapa cerita, lho Baca di sini, ya...



Nah, kali ini, saya akan berbagi tipsnya, sesuai pengalaman menulis saya yang masih seuprit ya, tips menulis judul cerita anak.

Tidak Wah
Judul cerita anak itu tidak harus 'wah' seperti cerita remaja atau dewasa, tapi harus menarik dan memikat. Sederhana saja, sesuai bahasa anak-anak, dan tentu saja sesuai isi ceritanya. Karena memang, judul itu ibarat iklan, 'kesan pertama harus menggoda' hehehe.

Judul cerita anak sederhana saja, tapi sesuai isi

Jangan sampai lho, judulnya sudah dahsyat, tapi isi ceritanya biasa saja. Konfliknya tidak muncul atau alurnya datar. Bahkan jangan sampai dari membaca judul, kening pembaca anak-anak langsung berkerut. Akhirnya tidak jadi membaca ceritanya.

Tidak spoiler
Judul cerita anak, bagusnya tidak spoiler atau memberi kunci jawaban isi cerita pada pembaca. Jadi memnag cari judul yang mengambang, dan membuat pembaca penasaran.

Misalnya, ceritanya tentang seorang anak yang iri dengan ayahnya. Seolah-olah, ayahnya yang paling enak di rumah. Padahal justru tokoh anak itu yang paling enak.

Buat judul cerita yang membuat penasaran


Kalau saya buat judul, 'Andi Iri Pada Ayahnya', pembaca langsung bisa tahu, kalau ceritanya Andi iri pada ayahnya. Walau masih ada sedikit penasaran, Andi iri kenapa sih? Boleh kok, judul pakai tanda baca seperti tanda seru dan tanda tanya. Asalkan sesuai, ya.

Makanya, saya buat judul, 'Siapa yang Paling Enak?' Maka rasa penasaran pembaca akan semakin bertambah. Siapa yang paling enak? kenapa dia paling enak?

Tidak Panjang
Kalau saya, judul cerita anak itu, bisa mulai dari satu kata, dan maksimal 5 kata. saja. Apa satu kata tidak kependekan ya? Tentu saja tidak, karena telah disesuaikan dengan kebutuhan ceritanya.

Makanya judul cerita anak yang saya tulis pun bervariasi. Mulai dari satu sampai 5 kata. Misalnya Cecilia, Rahasia Dirku, Tas Kacang Bawang, Ada Penghuni di Parabola, atau Pangeran Pelik Tidak Sedih Lagi.










Buat Beberap Judul
Bila teman-teman terpikiran beberapa judul yang pas, atau masih bingung dengan judul ceritanya, bisa ditulis beberapa judul dulu. Buat 3-5 judul. Setelah itu, baru bandingkan dan pilih, mana memang cerita yang pas.

Misalnya, ceritanya tentang seorang anak yang takut main ke rumah temannya, karena Nenek temannya itu galak. Jadi dia mencari cara, agar Neneknya itu tidak galak lagi, dan ramah padanya.

Nenek Dito
Nenek Dito yang Galak
Aku Tidak Suka Nenek Dito
Cara menaklukkan Hati Nenek
Jurus Menaklukkan Hati Nenek

                           
Nah, dari lima judul di atas, saya memilih judul kelima, karena lebih kechi dan membuat pembaca penasaran. Kenapa hati Nenek harus ditaklukkan? Apa jurusnya? berhasilkan jurusnya? Apa jurus bela diri, ya?


Judul Bisa Belakangan
Saat menulis cerita, sebenarnya tidak perlu terlalu pusing dulu dengan judul. termasuk judul cerita anak. Kalau saya, saya tulis saja dulu judul asal atau sembarang.

Nah, baru setelah selesai, saya sesuaikan judulnya yang pas. Dan hampir sebagian besar cerita yang saya tulis, itu judulnya belakangan. Yang penting ceritanya jadi dulu, baru mikirin judul.

Waktu ditulis, judulnya sembarang dulu, 'Breno yang Sombong'.

Jangan sampai, karena terlalu memikirkan judul, akhirnya berputar-putar saja di situ. Akhirnya tidak ditulis-tulis ceritanya. Bahkan takutnya malah ide cerita keburu melayang entah ke mana hehehe. Jadi gunakan waktu menulis seefektif mungkin.

Ide cerita dari judul
Kalau ini berbeda. Terkadang, saya mendapatkan ide dari judul dulu. Misalnya suatu wkatu saya kepikiran, bagus juga ya, kalau judul cerita saya, "Bebaskan dirimu dari lingkaran itu". Nah, karena ide dari judul, maka judulnya saya pertahankan, dan saya sesuaikan isi ceritanya dengan judul.



Makanya saya pun mulai mengaitkan, kira-kira konflik apa yang sesuai dengan judulnya. Lalu muncul konflik seorang anak yang rendah diri karena kakinya pincang dan harus memakai tongkat, akibat kecelakaan.



Cerita-cerita lain yang idenya dari judul

Kok Judulnya Diganti?
Ada kalanya, cerita kita yang dimuat di media, itu judulnya diganti. Termasuk cerita anak. Jadi jangan kaget, atau protes. Masa sudah capek-capek mikirin dan buat judul, malah diganti.

Judul awalnya 'Misteri Anak Aneh Itu'

Tim redaksi memang berhak menyunting cerita, tanpa mengubah arti atau maksud cerita, termasuk menganti judul yang pas dan sesuai. Beberapa cerita saya juga ada yang diganti judul. Dan itu membuat judulnya semakin memikat hehehe.

Demikian tips menulis judul cerita anak dari saya. Semoga bermanfaat, ya. Kalau teman-teman mau membaca cerita anak yang saya tulis, bisa mampir ke sini. Sudah banyak yang saya posting. Salam semangat menulis, teman-teman...

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Tips Menulis Judul Cerita Anak"

  1. terima kasih tipsnya daeng, kushare di grup yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mbak Dedew.
      Silakan, Mbak.
      Maturnuwun sudah mampir ya, Mbak.

      Delete
  2. Saya setuju dengan menulis judul belakangan. Itu yang sering saya pakai dalam menulis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Prima. jadi nulis saja dulu. Kelar baru judul disesuaikan.
      Nanti kelamaan mikirin judul, cerita tidak kelar-kelar hehehe.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.