} Kali Ini Bertualang di Curug Silangit Sidoagung Kebumen - Cerita Bambang Irwanto

Kali Ini Bertualang di Curug Silangit Sidoagung Kebumen

Awalnya tidak ada rencana mau jalan. Penginnya hari minggu di rumah saja. Tapi kok tiba-tiba pas habis salat kok pengin jalan. Tapi dekat-dekat rumah saja. Nah pas scrool... tara...  munculnya Curug Silangit Sidoangung yang letaknya hanya 6,3 km saja. Aha.. akhirnya Kali Ini Bertualang di Curug Silangit Sidoagung Kebumen



Makanya saya pun mencari ancer-ancernya di Google MAP. Ternyata dari alun-alun Karanganyar, terus saja ke timur sampai masuk daerah Sidoagung. Sip berangkat kita menuju Curug Silangit Sidoagung Kebuman.

Setelah melewati alun-alun Karanganyar, saya mampir bertanya dulu pada orang yangs edang membeli bubur, biar tidak nyasar. Ternyata memang lurus saja nanti mentok belok kiri, dan sesuai google map, itu sudah masuk daerah Sidoagung.

Berhubung saya belum bawa bekal, maka saya sekalian beli saja kue basah. Bakwan, risol, arem-arem, pastel dan martabak telur mini. Di sekitar alun-alun Karanganyar banyak penjual makanan. Apalagi pas hari minggu.

Saya pun melanjutkan perjalanan. Saya ikuti saja jalan lurus terus. Lalu tidak lama, saya sudah masuk daerah Sidoagung. Nah, saya bingung, di mana letak Curug Silangitnya? Maka saya mampir si sebuah pertamini untuk mengisi motor dengan pertalite. Sekalian saya ingin bertanya, agar tidak terlewat curugnya.

Saya happy.. karena masnya tahu Curug Silangit dan memberi tahu letaknya. Jadi saya lanjut lurus, nanti ada pertigaan belok kiri, ada pertigaan lagi belok kanan, pertigaan lagi belok kirim. Wah... full pertigaan. Biar tidak bingung, saya catat saja hahaha.

Saya pun melanjutkan perjalanan. Saya ikuti petunjuk Mas tadi sampai nanjak, dan ada jembatan irigasi. Kemudian masuk gerbang terus ikuti jalan. Terus ikuti jalan.

Nah, sampai situ saya bingung lagi. Saya pun bertanya pada seorang mas-mas yang kebetulan lewat. Katanya, ikuti saja jalan cor-coran. Mentok, maka di situ tempatnya. Asyik.. perjalanan sebentar lagi sampai.

Saya pun lanjut lagi mengikuti jalan cor-coran. Pokoknya ikuti jalan, jangan belok kanan kiri hahaha. Sampai akhirnya mentok jalanan. Tapi pas sampai mentok jalan, kok mentokrumah penduduk? Di mana gerangan Curug Silangit yang saya tuju? Jangan-jalan ada di langit ke tujuh hahaha.. halah lebay.

Saya pun bertanya pada seorang Bapak yang lagi momong anaknya. Katanya sudah benar jalannya. Hanya curugnya masih jauh dan harus ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri tepi sungai, dan dua kali nyebrang. Jadi motor dititip saja di rumah warga. Dijamin aman. Nanti diteruskan jalan kaki sekitar 20-25 menit.

Waduh.. saya galau nih, alias Bambang Marhambang hahaha. Sambil berpikir mau lanjut apa tidak, saya berbincang dengan Bapak itu. Dia juga sempat bertanya saya pekerjaannya apa? Ya saya jawab saja kalau saya penulis, suka suka ngeblog. Soalnya saya tidak enak kalau bilang saya ini seleb top papan atas terkenal seantero facebook. Nanti banyak fans yang datang minta foto dan tanda tangan wkwkakw.

Eh, Bapak itu malah tanya, kenal Amir Mahmud tidak, blogger juga. Saya langsung jawab kayaknya kenal dan pernah satu job juga. Saya malah temenan di sosial media. Hanya namanaya bukan Amir Mahmud.

Saya pun langsung cari akun IG Mas Amir. Dan ternyata nama akunnya Amir Silangit, tapi ada nama aslinya di bawah Amir Mahmud hahaha. Jadi rumah orang tua Mas Amir di dekat situ. Pantas saja namanya Amir Silangit. Ternyata terinspirasi dari  nama curud di tempat tinggalnya hehehe.

Setelah berpikir, akhirnya saya putuskan lanjut jalan. Walau hanya 90 %, karena Bapak itu bilang kalau pagi masih sepi. Kalau habis dhuzur banyak anak sekolahan. Tapi kalau nunggu ya lama. Soalnya pas saya lihat hape, baru pukul 7 pagi.

Saya pun menitipkan di halaman salah satu rumah. Wih, baik sekali Bapak pemilik rumah itu. Saya pun membuka celana panjang saya dan pakai celana pendek saja. Jadi saya sengaja sudah dobel celana dari rumah hahaha.

Saya pun mulai menyusuri jalan setapak. Kali ini saya memang ngebolang, soalnya ini masuk hutan hahaha. Tapi seru sih. Pemandangan hijau, sungai yang mengalir, ditambah kicauan burung. Hanya... sepi, soalnya saya sendiri. Dan seperti biasa, saya permisi-permisi dulu, anak cucu mau numpang wisata.



Saya pun berpatokan pada sungai. Jadi katanya, curugnya itu mentok sungai. Jadi ibaratnya masih meraba-raba. Tapi saya yakin sih, akan menemukan jalannya. Dan kata Bapak tadi, ini kesempatan bagus ke curug karena airnya sudah mulai banyak. Kalau pas musim kemarau, sepi. Saya jadi semangat lagi.



Setelah berjalan sekitar 15 menit, saya menemukan air terjun kecil. Saya pun memutuskan untuk mampir dulu beristirahat dan foto-foto. Sekalian makan bekal saya. Untung tadi saya beli, soalnya di sini tidak ada yang jual makanan hahaha.






Setelah 10 menit pose-pose tampan rupawan tapi tidak pakai manjah, saya pun melanjutkan menyusuri jalan menuju curug. Saya susuri terus. Ada juga jalanan menurun dan masih nyebrang sungai. Terkadang ada medan yang sangat licin, jadi harus hati-hati.




Akhirnya setelah berjalan mendaki gulung , lewati lembah dan sungan mengalir indah.. halah hahaha, taraaaaa... Curug Silangit Sidoagung sudah di depan mata saya. Lelah langsung hilang, bergant dengan memuji kebesaran Allah SWT.



Wah.. keren. Suasananya sangat alami. Air terjun langsung jatuh ke kolam. Di sisi kanan ada tulisan Curug Silangit.Dan inilah untuk pertama kalinya saya menjelajah curug yang ada di Kebumen. Selama ini saya banyak menjelajah pantai, bukit, juga beberapa gua.



Saya pun segera menfaatkan waktu. Saatnya in action. Saya pun langsung pasang tripod, dan haoe. Saya coba foto Curug Silangit dari berbagai angle. Sesekali saya juga beristirahat sambil menikmati keindahan curugnya.



Dan semakin dilihat curugnya, kok semakin tergoda saya untuk berenang ya. Padahal saya awalnya tidak rencana mau berenang. Tapi kata orang, tidak sah ke curug kalau tidak mandi atau berenang. Saya pikr, benar juga. masa sudah jauh-jauh ke sini, tidak sekalian berenang. Ibarat lagu, terlanjur basa ya mandi sekalian ya hahaha.

Saya pun bergegas mengecek tas ransel saya, untuk mencari celana serep. Kalau tidak ada, ya terpaksa saya pakai mandi dulu celana pendek yang saya pakai ini. Dan taraaaa... ternyata ada celana pendek batik saya yang nyelip, juga ada segitiga bermuda wkwkwkw... jadi berenang nih.

Foto : Bambang Irwanto

Jadi saya memang selalu menyiapkan persiapan jalan-jalan dalam ransel itu jauh-jauh hari, walau saya tidak akan jalan-jalan. Jadi pas dadakan ada rencana mau jalan, tinggal berangkat saja. Jadi kalau pas sesuai kebutuhan, happy sekali hehehe.

Saya pun berenang-renang tampan rupawan manjah sendirian. Sumpah... serasa curug Silangit milik sendiri hahaha. Sambil berenang, saya bisa memandang langit biru. Hanya saya tidak berani mendekati air terjunnya, karena sepertinya dalam.




Saya merasa bagai bidadara yang sedang mandi, dan diintip dari jauh oleh para bidadari wkwkwkw. Dan saya berterima kasih pada tripod dan hape saya yang mensukseskan pose-pose saya berenang di curug hahaha.



Sekitar 20 menit kemudian, muncul 4 orang pemuda. Saya lega plus senang ada temannya. Lalu tidak lama muncuk 6 remaja tanggung. Eh.. tidak lama muncul lagi 3 orang remaja. Penuh deh curugnya, dan saya tak bisa bebas berenang-renang tampan rupawan manjah hahaha.



Tapi mereka berani-berani. Naik di atas tebing, lalu terjun ke kolam. Ada malah naik ke air tejunnya. Saya sempat tergoda untuk ikutan mencoba naim dan melompat. Tapi saya langsung ingat umur saya yang tak ABG lagi. Soalnya dianatar mereka, saya memang yang paling "muda" hahaha.



Akhirnya saya putuskan saja mengakhiri keberadaan saya di Curug Silangit Sidoagung. Apalagi, saya kan memang sudah duluan menikmati dibandingkan mereka. Terbukti ya, yang mudah harus ngalah sama yang tua hahaha. Lagipula untuk pose-pose lagi sudah tidak maksimal, karena dijamin banyak foto bocor hehehe.

Saya pribadi sangat puas. Curugnya indah dan masih alami. Ini bisa jadi potensi wisata Kebumen yang memikat. Soalnya masih sangat alami sekali. Makanya tidak ada tiket masuk. Paling hanya memberikan uang parkir kepada pemilik rumah yang dititipi motor atau mobils sebagai ucapan terima kasih.

Foto : Bambang Irwanto

Senang sekali untuk jalan-jalan hari ini. Saking senangnya, hari ini saya langsung tulis dan posting di blog untuk dibagi ke teman-teman. Akhirnya, tercapai juga keinginan saya punya foto di Curug hahaha. Jadi bagi teman-teman yang suka bertualang menyusuri curug, jangan luapa mampir ke Curug Silangit Sidoagung. Selamat jalan-jalan...

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

57 Responses to "Kali Ini Bertualang di Curug Silangit Sidoagung Kebumen"

  1. Kalau musim hujan pengunjungnya ramai sekali sampai ada pedagang yang jualan. Tapi kalau musim kemarau jarang karena air tinggal sedikit. Eh btw air udah banyak ya ? Dan saya yang warga sini malang jarang banget kesana hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemarin kata Bapak-bapak memang begitu, Mas Amir. kalau kemarau, curugnya sepi. Dan kemarin saya beruntung, karena pertama datang, jadi bisa berenang bebas sendiri hahaha. kemarin saja hanya sekitar 15 orang, saya merasa sudah sesak Mas, apalagi kalau sangat ramai hehehe. Bahkan pas saya jalan pulang, masih ada beberapa rombongan remaja ke sana hehehe.

      Delete
  2. Nama Silangit, saya mikirnya langsung Bandara Silangit di dekat Danau Toba, ternyata nama curug di Kebumen.
    Dan baru tahu Mas Amir Mahmud dari sini, saya pikir nama marga Silangit duh!
    Alami dan masih asri ini, biarin saja begini, nanti kalau dikelola malah rusak, bakal ditambahi spot selfie yang IGable malah hilang kealamiannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Dian. Mungkin nama Silangit itu, karena pas lagi berenang dan melihat ke atas, itu langitnya kayaknya sangat dekat, Mbak. Langit biru dan awan putih.

      Benar, Mbak. Justru ini masih sangat alami. Kalau sudah ada sentuhan moderen, malah tidak alami lagi.

      Delete
  3. Ya Allah mas Bambang, itu Curug Silangit seakan bc milik pribadi ya.
    Asek tenan.

    Btw kang Amir berarti terkenal ya..
    Sampe ketika ada kata "blog"
    Langsung tau tetangganya kalo dia juga suka ngeblog.. hehe

    Kang Amir kemarin menang lagi juara di kontes Blibli. Mungkin lagi sibuk ngabisin pocer 3 juta, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Pokoknya serasa itu curug milik pribadi hahaha.
      kebetulan rumah orang tuanya di situ, Mbak. Mas Amir pindah ke jalan beraspal.

      Delete
  4. Seru mas jalan-jalannya..perasaan adaa saja tempat baru yang dikunjungi. Dan tempatnya mblusuk2..kalau saya pasti sudah takut sendirian ke tempat yang ga banyak pengunjungnya gitu. Hihi...minimal ngajak teman 3-4 orang lah kalau saya. Takut ditemani yang ga kelihatan..hihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru seru kalau masuk-masuk ke wisata yang masih sangat alami, Mbak Sapti. Dan soal takut-takut jalan sendiri pasti ada. Tapi kalau niatnya baik, tidak ada yang menemani Mbak hahaha. Pokoknya permisi dulu, jaga sikap selama di sana. Amaaaaan.. hehehe

      Delete
  5. Curug silangit sidoagung sepi ya? Jadi kalo kesana bisa menikmati air terjun itu dengan private. Kayak bang bambang yg ngerasa jadi bidadara

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan saya yang pertama datangg Mbak Husna, jadi saya yang duluan bebas berenang hehehe. Dan kemarin pas hari minggu, jadi agak siang, sudah banyak yang datang.

      Delete
  6. Meski jalan agak jauh kedalam, tp curuk itu da punya nama yang ditempel di dindingnya ya. Tapi lokasinya bagus, airnya pasti segar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya tidak terlalu jauh, Mas Andi. Apalagi sepanjang perjalanan bisa melihat pemandangan keren dan sangat alami.

      Delete
  7. Wehehe sekarang ditempat-tempat wisata banyak yang dikasi plat nama gitu yak. Agak mengurangi nilai alamnya, tapi ya sekalian buat promosi yak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin, Mbak Fira. Tapi hanya nama itu saja. Lainnya masih sangat alami. dan semoga dibuat seperti itu saja, biar kealamiannyha terus terjaga.

      Delete
  8. Lagi nggak banyak orang itu ya, seger bener berasa kaya ke jaman kecil lagi itu ya XD ya ampun abis solat langsung pengin nyurug :3 aku sepertinya pernah denger amir silangit juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya pengunjung lumayan, Mbak. Apalagi pas hari minggu. Hanya kebetulan saya yang duluan datang, jadi lebih enak dan puas mainnya airnya hehehe

      Delete
  9. ih Mas Bambang enak deh, obyek wisatanya deket - deket rumah udah kece banget kayak Cyrug Silangit yang pemandanganya kece badai ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Dona. Jadi happy. Pas di hati dan kantong hahaha.
      Makanya dolan ke Kebumen, Mbak Dona hehehe.

      Delete
  10. Ih dia beneran berenang sendirian lho
    Itu siapa dong yang motoin mas, pakai tripod ya?

    Btw ternyata profesi Blogger dikenal juga di sana, berkat mas Amir tentunya ya
    Baik dan ramah ya bapak itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Pakai bantuan tripod. Jadi tripodnya di pinggir diletakkan. Lalu pasang timer hape 10 second hahaha.

      Bapak itu ramah, kan dia senang temu seleb, Mbak Arni hahaha

      Delete
  11. Wahh jernih bangett.. seger banget tuh pasti
    Jadi pengen kesituu jugaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan masih sangat-sangat alami suasana sananya, Mas.
      Jadi bikin fresh.

      Delete
  12. silangit kok ya kirain di derah sumut mas. eh ternyata di kebumen. daerah jawa sana ternyata. Bagus ya mas. ah jadi mupeng saya pengen kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tadi juga ada teman yang komen, Kak. Kirain Bandara Silangit.
      Jadi ini hanya nama curug-nya yang Silangit. Kalau dearahnya namanya Sidoagung.

      Delete
  13. oooh hahaha
    aku baru tau kalau nama mas amir silangit diambil dari curug silangit
    wuah beliau blogger terkenal di kawasan curug itu yaaa
    eh terkenal se-kebumen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terkenal, Mbak Ros. Apalagi Mas Amir sering menang lomba blog juga.

      Delete
  14. Kirain Pak Bambang kopdaran sama Mas Amirnya hehe. Terjawab sudah kenapa namanya "Silangit" saya pikir nama marga hihihi.
    Walah ternyata potonya tetep pakai tripod ya? Kirain sama mas2/ bapak2nya yang mbarengin haha :D
    Kyknya seru yaaa nyebur2 di sana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak, Mbak April.
      Saya malah taunya Mas Amir orang situ, pas ngobrol dengan tetangganya hehehe.
      Masih, Mbak. Soalnya, saya kan minta difotokan pas sudah ada beberapa remaja datang. ternyata hasilnya tak bagus hahaha. Masih mending pakai tripod.

      Delete
  15. Wah senangnyaa bisa liburan ke curug. Potensi wisatanya bagus nih untuk dikelola lebih maksimal. Itu markir di depan rumah orang ada yang jagain enggak mas? Aman kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Karena kan harus jalan kaki menuju Curug Silangit. Aman kok, Mbak. Tapi harus izin dulu ke pemilik rumah hehehe.

      Delete
  16. Ya ampun... babang seleb tampan rupawan ternyata berhasil mengundang banyak pengunjung, hari itu. Wkwkwk.

    AH ya, memang sih, kadang aku heran bagaimana cara fotonya dan kagum dengan kepedean fotonya. termyata dengan bantuan HP dan tripod.

    ReplyDelete
  17. Tempatnya bagus ya mas, masih asri dan alami banget gitu. Seger banget deh kayaknya. Aku juga suka main ke air terjun tapi dinginnya itu loh...masya Allah...selalu nyebur di air terjun tapi gak betah berlama-lama hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kebetulan airnya tidak terlalu dingin Mbak Qoty. Makanya enak berenang. Apalagi pas siang, mungkin hangat airnya.

      Delete
  18. Tempatnya bagus nih, seru buat traveler yang suka jalan-jalan di alam. Bisa masuk list kalo main ke daerah sana, tapi kayaknya kalo aku sendiri bakal nyasar deh hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya saya patokannya aliran sungai, Mbak Mutiara. Jadi selama belum mentok air terjun, dan ada jalan yang bisa dilalui, maka itulah jalan. Tapi bagus juga ya, next ada pemandu wisatanya.

      Delete
  19. Gaya bener ih yang jalan-jalan ke curug muluk~ Kan kitanya jadi mupeng wkwkwk. Udah lama banget gak ngeair terjun soalnya. Terakhir sebelum lahiran di tahun 2017 deh kayaknya, gak tahu nih kalau jalan lagi masih kuat apa gak. Wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pantas Mbak Andy langsung mupeng. Soalnya 2017 itu sudah sallo kamma hahaha.
      Yuk, jalan-jalan lagi main air, Mbak.

      Delete
  20. Masyaa Allah, tempat wisatanya keren banget... Gak nyangka deh kl Silangit itu nama diambil dari curug silangit. Keren deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tinggal di Gombong Kebumen, Mbak Elva. Tapi ternyata saat saya browsing, ada curug Gombong di Semarang hehehe.

      Delete
  21. Ya allah saya ngakak baca tulisan Mas Bambang. Apalagi proses menemukan curug. Hahaha.. btw, kalau dari foto Mas Bambang, curugnya keliatan kecil. Tapi baru keliatan tinggi pas foto anak2 tua mau terjun dr tulisan. Karena disana mereka telrihat kecil dan tulisannya sebesar mereka. Duuh jadi kangen deh mau ke curug.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Ufi. Itu karena posisi foto saya di depan, jadi saya yang kelihatan besar hehehe.
      Ayo, main ke curug lagi, Mbak.

      Delete
  22. berenang dg tampan dan rupawan tapi sayang gak ada bidadari yg nyantol. wkwkwk. malah yg datang segerombolan cowok. eh tapi jd punya kenalan baru. btw kok gak sekalian janjian ketemu mas amir silangit? itu daerah asal beliau kan ya. terkenal gitu beliau di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh.. mana tau para bidadari memang sedang mengintip saya, Mbak Artha hahaha.
      Tidak janjian, Mbak. Soalnya saya juga baru tau Mas Amir tinggal di situ pas sampai lokasi. Dan Mas Amir sudah pindah rumah. Di situ rumah orang tuanya hehehe.

      Delete
  23. Hihi waktu liat foto-foto di atas sebelum muncul anak-anak berasa udah kayak curug milik sendiri ya Mas wkwkw. Bisa puas mandi dengan tampan rupawan. Untung sekali ya bisa ke curug Silangit ini sebelum banyak orang. Eh tapi kalau sendiri dan masih sepi juga saya nggak berani deh, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Siska. ternyata kalau sudah banyak orang, malah tidak seru. Jadi bagusnya maksimal 5 orang hehehe.

      Delete
  24. Seger banget itu curugnya.. rasanya oengen nyebur. Aku suka kesel liat Pak Baim jelong2 terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memangnya saya tidak kesal dan iri lihat Mbak Jasmi jalan-jalan ke luar negeri terus? Soalnya saya pengin dan belum pernah ke luar negeri hahaha

      Delete
  25. perjalanan menuju curugnya cukup panjang ya mas. Tapi terbayar sama keindahan curugnya,
    liat foto2nya seger banget kayaknya nyemplung siang hari disana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Ria. Makanya banyak yang datang menjelang siang. Jadi airnya mungkin lebih hangat ya.

      Delete
  26. Air Terjun Silangit Sidoagung kalo kata sidoagungnya nggak dibaca, jadi berasa di sumatera utara ya nggak Bang?

    Bisa banget sih Bang naruh tripod sama hapenya itu gimana sih, bisa pas gitu pas ngambil foto. Berapa detik itu lama pasang timernya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Mungkin ini pemberian namanya Silangit, karena itu dari kolam pas berendam, serasa melihat langit dengan dekat.

      Jadi tripod diletakkan di sisi kolam, Mbak. lalu timer 10 detik.

      Delete
  27. Wah seru sekali liburannya, jadi pengen banget ke kebumen untuk nikmatin keindahan alamnya.

    ReplyDelete
  28. Wah, seru sekali. Anak-anak saya bakal senang nih diajak ke sana. Kemarin kami ajak ke Curug Semirang saja heboh sekali mereka. Harus mampir kalau pas ke Kebumen ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru ya, Mbak Marita ke curug bareng keluarga. Dan ini masih pas untuk anak-anak juga, Mbak. Karena kemarin saya bertemua banyak anak-anak juga mau ke sana.

      Delete
  29. Dan aku tu baru tahu juga di Kebumen ada curug. Selama ini kalau main ke Kebumen ya hanya main di pantai.

    Ternyata ada curugnya juga toh.

    Ohh.. jadi nama Amir Silangit itu terinspirasi dari nama curug juga toh. Hehee...

    ReplyDelete
  30. Iya, Mbak dan masih sangat alami curugnya.
    Iya, sama kayk nama Dewi Persik, Evie Tamala atau Evi Masamba hehehe.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.