} Hal-hal yang Memaksa Saya Harus Terus Bersemangat Menulis - Cerita Bambang Irwanto

Hal-hal yang Memaksa Saya Harus Terus Bersemangat Menulis

Hal-hal yang Memaksa Saya Harus Terus Bersemangat Menulis - Tidak terasa tahun 2020 ini adalah tahun ke 27 tahun saya memasuki dunia menulis. Ya, lumayan lama, ya. Soalnya saya memang belajar menulis sejak SMP, lalu pertama kali dimuat saat saya kelas 1 STM.



Pastinya rentang waktu panjang yang sudah saya lewati itu, ada hal tak menyenangkan, tapi lebih banyak hal yang membuat saya bahagia. Apalagi saya merangkak dari bawah, karena belajar menulis secara otodidak alias sendiri. Tapi justru proses dari bawah itulah yang membuat saya bertahan sampai saat ini. Alhamdulillah.

Kalau ditanya, apa yang membuat saya bertahan menulis sampai saat ini, jawabannya utamanya hanya satu, yaitu saya cinta menulis. Berawal dari suka membaca, lalu keinginan belajar menulis, lalu jadi suka menulis, akhirnya jadi candu menulis. Sehari saja tak menulis, seperti ada yang kurang. Akhirnya hidup saya tidak bisa lepas dari menulis.

Tapi seiring waktu, ada hal-hal lain yang memaksa saya untuk terus menulis. Jadi bukan  sekedar karena cinta menulis saja. Dan hal-hal inilah yang ikut membakar semangat saya untuk terus menulis. Nah, hal-hal apa saja itu? Berikut saya bagikan kepada teman-teman, sesuai pengalaman menulis saya.

Hal-hal yang memaksa saya harus terus bersemangat menulis :


Karena Saya Penulis Freelance

Hal pertama yang nemaksa saya harus terus bersemangat menulis adalah karena saya penulis freelance. Makanya semakin bersemangat saya menulis, maka akan semakin banyak rezeki yang akan menyapa. Kalau malas, otomatis dapur tak ngebul hahaha.



Walau saya percaya rezeki sudah diatur, tetap harus semangat ya. Apalagi banyak sekali peluang zaman now. Dulu itu, peluang menulis saya dari media cetak saja. Namun seiring perkembangan zaman, peluang menulis semakin banyak bertebaran di dunia maya, termasuk di media sosial.


Karena Perangkat Telah Tersedia

Kebetulan alat tempur menulis saya sudah ada. Laptop saya punya dua. Lalu sebagai pelengkap saya punya 2 hape dan 1 tablet. Nah, semua itu memaksa saya harus terus semangat menulis. Soalnya perangkat sudah ada dan tak  digunakan sayang sekali. Malah jadi rugi. Soalnya laptop itu kalau lama dianggurin malah rusak. Jadi mending dipakai dan menghasilkan uang kan.



Jadi bukan sombong atau pamer, ya. Bagi saya, Penulis Juga Harus Punya SerepJadi bukan ban saja yang punya serep. Karena buat jaga-jaga. Kapan satu perangkat ada masalah, ada perangkat lain yang siap mengbackup. Terus tidak diporsir kerja. Ada jeda istirahat antara perangkat satu dengan lainnya. Jadi menurut saya lebih awet.

Soalnya sesuai pengalaman, pernah laptop saya sedang dipakai, tiba-tiba hang. Walau panik dan harusnya diservis, setidaknya saya masih punya cadangan. Jadi sambil nunggu diservis sebulan, karena suku cadangnya nunggu dari Jakarta, saya masih bisa bekerja dengan laptop satunya. Kalau tidak ada cadangan, bisa gigit jari saya tidak kerja sebulan.


Karena Sudah Isi kuota

Tidak bisa dipungkiri ya, kalau kehidupan sekarang tidak lepas dari dunia maya, termasuk internet. Nah, untuk mengakses semua itu, otomatis beli kuota juga. Dan saya itu setiap bulan isi kuota mifi 100 ribu, lalu kuota dua hape masing-masing 50 ribu. Total 200 ribu.



Nah, daripada kuota habis untuk narsis doang di media sosial, maka saya manfaatkan buat mencari penghasilan juga.  Sudah ada kuota, lalu tidak update tulisan atau cari rezeki dari menulis sayang sekali. Misalnya saya beli pulsa modem 100 ribu dengan jatah 20 GB. Nah, saya pokoknya harus menghabiskan. Karena kalau tidak akan hangus. Sayang kan. Jadi lebih baik dimaksimalkan.

Intinya, saya tidak mau rugi. Isi kuota 200 ribu sebulan, setidaknya harus ada pemasukan minimal 10 kali lipat, yaitu 2 juta. Nah, hal inilah yang memaksa saya harus terus semangat menulis  dan mencari rezeki.

Karena Saya Suka Jalan-Jalan

Jalan-jalan kan butuh uang juga, walau jalan-jalan tidak jauh dari rumah hehehe. Setidaknya buat beli pertalite motor, jajan di jalan, tiket masuk, dan lainnya. Nah, sumber penghasilan saya selama dari menulis kan.



Makanya biar urusan Jalan Jalan Bangbang lancar, saya dipaksa harus terus semangat menulis. Tapi.. saat jalan-jalan, saya juga harus ada timbal baliknya. Harus dapat ide untuk tulisan baru. Harus habis jalan-jalan lebih fresh agar semangat mencari rezeki lagi. Ide baru, segera ditulis, untuk mendapatkan rezeki lagi, biar bisa jalan-jalan hehehe.


Karena Saya Suka Iri dengan Orang Lain

Saya suka iri pada orang lain. Kalau ada teman cerita dimuat di media saya iri. Ada teman baru menerbitkan buku baru, saya iri. Pokoknya saya iri melihat keberhasilan orang lain dalam dunia menulis.



Iri boleh saja, asalkan positif. Eh bagaimana maksudnya? Hahaha. Jadi iri positif itu, merasa iri saat melihat pencapaian orang lain, lalu jadi semangat. Ingin juga seperti orang itu, dan berusaha dan bersemangat mewujudkannya. Jadi saya bukan sirikan pada orang lain. Sesama Penulis Jangan Julid, nanti rugi sendiri hehehe.

Dan sejak masuk ke dunia menulis, saya sudah menerapkan iri positif itu. Dimulai saat melihat orang lain ceritanya dimuat di majalah, saya juga ingin. Maka saya belajar sendiri, saya pelajari cerita yang dimuat, sampai akhirnya saya terus kirim ke media itu, dan dimuat.

Karena Saya Suka Makan Bakso

Teman-teman boleh kok tertawa ngakak saat membaca alasan ini hahaha. Yesss... bakso memang salah satu hal yang memaksa saya harus terus semangat menulis. Sama dengan jalan-jalan, uang makan bakso kan, asalnya dari menulis. Jadi kalau malas menulis, acara makan bakso jadi terhambat hahaha.



Dan percaya atau tidak, itulah yang saya lakukan. Setiap ritme menulis saya turun sedikit (sedikit saja, ya hehehe), saya langsung ingin makan bakso. Saya pun semangat mencari job dan mengerjakan. Pokoknya saya memberi bonus pada diri saya, kelar kerjaan, makan bakso. Dan.. setelah makan bakso, saya pun jadi semangat lagi menulis hahaha.

Jadi soal motivasi menulis itu banyak caranya, dan teman-teman bisa menyesuaikan dengan diri sendiri. Cari hal-hal yang menyenangkan yang bisa menambah semangat menulis atau bekerja. Misalnya teman-teman suka koleksi suatu barang, nah bisa jadikan itu penyemangat bekerja.


Karena Saya Suka Berbagi Cerita dan Ceria

Menurut saya, dalam hidup ini, tidak semua harus diukur atau dinilai oleh uang. Begitu juga dalam dunia menulis. Makanya saya pun menulis itu kadang tidak mengejar penghasilan, tapi lebih dari berbagi cerita dan ceria.

Nah, hal inilah yang memaksa saya harus terus bersemangat menulis. Karena walau saya banyak cerita yang bisa dibagikan kepada teman-teman dan mungkin bisa membuat ceria, tapi kalau saya malas menulisnya, kan sama saja. Apalagi kalau sudah ada tambahan, ah.. malas. Tidak ada uang baksonya. Mending tidur  saja hahaha.



Saya percaya, segala sesuatu yang saya lakukan di dunia ini, pasti ada timbal baliknya. Misalnya saya berbagi cerita dan ceria lewat tulisan, terus teman-teman merasa bermanfaat dan senang, maka Insya Allah saya akan merasakan bahagia juga. Dan.. biasanya, ini yang membuka jalan pintu untuk mendapatkan rezeki.

Demikian hal-hal yang memaksa saya harus terus semangat menulis. Semoga bermanfaat dan memotivasi teman-teman semua, ya. Intinya cari sesuatu yang bisa terus membangkitkan semangat. Percaya.. hasilnya akan maksimal. Salam semangat menulis.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

15 Responses to "Hal-hal yang Memaksa Saya Harus Terus Bersemangat Menulis"

  1. Wow.. sudah 27 tahun menulis dari sejak SMP, dan pas STM sudah dimuat tulisannya. Cakep nih Bang Bambang.

    Alasa untuk menulis memang banyak, dan salah satunya iri ke orang lain ketika berprestasi. Iya, setuju, iri yg positif, yg lain bisa, kenapa kita enggak? Jadi kita semakin semakin semangat lagi buat menulis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Eri. Iri positif akan memacu semangat kita agar berusaha mewujudkan apa yang kita inginkan. Ini sekaligus mengasah kemampuan kita juga. Dan bisa seperti yang dihasilkan oleh orang lain. Semangaaaat, Mbak Eri.

      Delete
  2. Wow 27 tahun... super super Kereen ini maah. Udah sampek mana mana ya Bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetap saya masih harus terus belajar, Mbak Ida. Dan pastinya harus terus semangat...

      Delete
  3. Saya iri positif sama orang lain.

    Kece deh alasanannya nih Bang Bang..Sudah menulis selama 27 tahun pula. Konsistensi yang luar biasa. Aku juga iri aaahhhh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, mantap itu, Mbak. Lanjutkan iri positifnya.
      Iya, alasan-alasan itulah yang memaksa saya untuk terus bersemangat menulis, Mbak.

      Delete
  4. Luar biasa nih mas Bambang, pengalaman menulisnya sudah banyak. Selain hobi menulis juga bisa jadi ladang rezeki ya mas. Semoga semangat mas Bambang bisa menginspirasi semua orang, bahwa hidup itu harus diisi dengan rutinitas yang bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamin Mbak Yuni. Terima kasih.
      Semoga lewat tulisan-tulisan saya, teman-teman bisa terus termotivasi, dan tertularkan semangatnya, Mbak Yuni. Aamin.

      Delete
  5. Wahh setuju bangett... Yaa sesekali julid dikit lah yaa.. biar ada seru2 nya gituu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Julidnya sendiri saja, mas Ichun, kemudian langsung diubah jadi iri positif hehehe.

      Delete
  6. "Laptop itu, kalo lama dianggurin bakal cepat rusak".

    Aku auto buka laptop stlah baca itu. Wkwk..

    Btw, aku suka bgt dg smngatny pak bmbang. Aku jga jadi iri dg smngatny ni. Pngen smngat kayak pak Bambang jga. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya, Mbak nengsih.
      Jadi sayang kalau laptop dianggurin.
      Ayo, terus semangat, Mbak.

      Delete
  7. Prestasi yg layak disyukuri bisa bertahan menulis lebih dr seperempat abad. Sebab menjaga mood nulis itu terbilang susag lho.

    What, meatball lover ? Seminggu brp x makan bakso mas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Lia. Sangat saya syukuri dan menjadi penyemangat saya untuk terus menulis.
      Kalau bakso paling seminggu sekali, Mbak Lia hehehe.

      Delete
  8. Alhamdulillah dapet wejangan keren dari pakarnya langsung
    kudu semangat belajar dan terus menulis nih hehe.
    Suka banget dengan ekspresi-ekspresi pada gambarmu Mas

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.