} Walau Kecil, Tapi Wajib Ikut Saya Saat Jalan-Jalan - Cerita Bambang Irwanto

Walau Kecil, Tapi Wajib Ikut Saya Saat Jalan-Jalan

Walau Kecil, Tapi Wajib ikut Saya Saat Jalan-Jalan - Ukurannya memang kecil, tapi manfaatnya sangat besar. Di saat darurat sangat membantu dan bisa diandalkan. Apakah itu? yang bisa menebak saya kirimkan foto bakso hahaha.



Jawabannya adalah PENITI hahaha. Ya, peniti itu salah satu benda yang wajib saya bawa saat ngebolang. Kalau pun lupa bawa dari rumah, maka saya akan sempatkan mampir beli. Niat banget ya.. hehehe

Soalnya, sesuai pengalaman saya selama ngebolang, peniti itu sangat banyak membantu saya megatasi hal-hal tiba-tiba terjadi.  Peniti seakan bisa menyelesaian masalah dengan cepat. Acara ngebolang pun bisa berjalan lancar kembali hehehe. Penasaran apa saja. Ini dia ceritanya.



Pas Tas Putus
Pengalaman paling sering itu tas putus hahaha.  Jadi bisa beragam tas , ya. dari tas ransel hadiah kuis, tas bawaan, sampai tas tripod yang kualitasnya standar hahaha.

Mungkin karena sudah lama dipakai atau muatan berat, maka tiba-tiba tali tas putus. Untung ada peniti yang bisa dijadikan andalan. Tinggal sematkan 3 atau 4 peniti, tas setidaknya bisa ditenteng kembali sampai di atas kereta atau bus.

Sandal Putus
Saya itu kalau ngebolang tidak lupa juga bawa sandal. karena disituasi tertentu, kadang tidak nyaman pakai sepatu, jadi ganti dengan sandal. Misalnya saat menyusuri air yang bawahnya ada benda-benda tajam.

Nah, terkadang kan, tanpa diduga, tak dikira, eh, sandal putus. Mau ganti sepatu, mana bisa hahaha. Mau nyeker, telapak kaki sakit. Taraaaa... tinggal sematkan peniti sebagai pengganjal, sandal jepit langsung bisa dipakai hehehe.


Kait Celana Lepas
Lagi asyiknya pose-pose, celana melorot. Ternyata.. oh ternyata pengait celana jahitannya lepas. Rajin benar  kalau harus bawa benang dan jarum.  Ini kan mau jalan-jalan, bukan mau kursusu jahit menjahit hahaha.  Belum butuh waktu lama buat masukin benang ke lubang jarum. Bisa viral kalau pas lagi liburan sambil jahit celana hahaha.

Makanya peniti ini si imut penyelamat. Tinggal kaitkan satu, selesai. Celana tak melorot lagi, dan pose-pose bisa lanjut lagi.


Kancing Lepas
Ini tidak terlalu sering saya alami, tapi kalau pas kancing baju lepas bisa repot juga. kalau kancing dua bagian atas sih, tidak masalah, sekalian bisa sekali-sekali pamer dada bidang wkwkw. Tapi kalau pas bagian tengah, bisa kena sensor hahaha. Jadi tinggal keluarkan si peniti, lalu sematkan di baju yang kancingnya copot.

Ini juga berlaku bagi celana yang dikancing. Sebenarnya kancing lepas, bisa alarm untuk rajin olahraga karena perut mulai buncit hahaha. Peniti pun jadi penolong. Bisa sih disiasati pakai ikat pinggang. Tapi kadang melorot tuh risleting, karena bagian atas tidak rapat. Bisa jadi bahan tertawaan orang karena "buka toko" terus  hahaha.


Tertusuk Duri
Saya itu suka wisata alam. Bukit, pantai, gua dan lainnya. Saya juga suka foto di alam dengan bertelanjang kaki. Jadi kesannya lebih natural.. etdah.. gaya benar hahaha. Nah, ini kadang kaki saya ketusuk duri. Walau kecil, itu sakit juga kaki.

Bukan urusan kaki saja. Jari tangan pun bisa ketusuk sesuatu. Misalnya saat tidak sengaja pegang bambu. Soalnya kalau wisata alam, itu sangat menggandalkan bambu juga.

Makanya duduk saja sebentar dan keluarkan duri itu pakai peniti. Setelah duri keluar, saya kasih minyak tawon Makassar yang selalu ada dalam kantong obat saya. jadi tidak saya biarkan, karena selain sakit, malah nanti bernanah.


Telinga Kemasukan Sesuatu
Namanya wisata di alam, itu wajib berteman dengan serangga dan hewan kecil. Nyamuk, semut, laron, ulat bulu, dan lainnya, sudah jadi sahabat saya.  Karena kalau posenya di alam, kan harus menyatu dengan alam. Resikonya digigit, gatal, termasuk ada yang iseng masuk ke telinga.

Nah, kalau lupa bawa kapas pembersih telinga, maka saya pakai peniti saja. sangat membantu sebagai pertolongan pertama mengeluarkan hewan itu.  Tidak akan ada resiko, asal hati-hati dan pelan-pelan. Jadi jangan ngorek kuping kayak ngali tanah hahaha.


Saat Hape Jatuh di Pasir Pantai
Karena pantai salah satu tempat wisata favorit saya, maka yang namanya pasir pantai itu jadi salah satu yang saya rindukan. Dan pasir pantai salah satu view favorit foto saya.

Tapi.. beberapa kali juga hape saya jatuh di pasir pantai. Itu pas masih pakai tripod ringkih. Kalau sudah jatuh ke pasir, itu kan otomatis pasirnya masuk ke lubang-lubang yang ada di hape. Seperti di lubang mic, soket dan lainnya.

Bingung tuh, cari benda kecil yang bisa dipakai untuk mengeluarkan pasir. Tapi beda kalau bawa peniti. Nah, peniti langsung beraksi untuk mengeluarkan pasir-pasit itu. pastinya hape harus dimatikan dulu, biar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.


Tali Rompi Penutup Dada
Ini kejadian saya alami. Pas lagi di jalan, salah satu tali rompi penutup dada  putus. Wah, kalau tidak pakai rompi bisa masuk angin nih hehehe.

Sekali lagi peniti langsung jadi penyelamat. Cukup sematkan satu saja, maka rompi bisa kembali dipakai. Perjalanan pun bisa dilanjutkan dengan aman.

Nah, itu dia kegunaan peniti sesuai pengalaman saya. Makanya  pas jalan-jalan,  wajib saya bawa. Walau kecil, manfaatnya segudang. Acara jalan-jalan saya jadi lancar kembali hehehe.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

14 Responses to "Walau Kecil, Tapi Wajib Ikut Saya Saat Jalan-Jalan"

  1. Replies
    1. Iya, Mbak Agustina. Sangat bermanfaat kan peniti itu hahaha

      Delete
  2. Setuju nih, sayapun juga bawa, kadang menjadi pertolongan pertama saat bros ilang :))
    Untung bawa peniti, terselamatkan nih jilbab :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah,pas itu Mbak Sari. Dan memang peniti jadi penyelamat ya, Mbak hehehe.

      Delete
  3. Woalaah iya ya, ternyata kegunaannya banyaaakk banget. Tapi yg untuk di kuping apa enggak ngeri itu mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak bahaya, Mbak Uniek. Karena korek kupingnya hati-hati. Terus kan dia juga bulat, jadi aman.

      Delete
  4. Peniti terbilang kecil, namun memiliki manfaat yang luar biasa. Iya, saya pernah itu waktu sendal jepit patah, duhh malu banget, untungnya istri sedia selalu peniti. Tulisan ini jadi mengingatkan saya pada masa dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu dia Mas Ilman. Kalau beli di tempat wisata, harganya agak mahal. Mau nyeker kan nanti masuk infotaiment ya Mas hahaha.

      Delete
  5. Wkwkwk om.. Aku ga kepikiran lho buat bawa peniti ini, soon kalo mau travelling aku wajib bebawaan peniti juga ah,selain untuk hijab yg suka misterius hilangnya jarum pentul haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya, Mbak. Bagi teman-teman yang berhijab, misalnya kehilangan bros juga, maka peniti bisa jadi penyelamat hahaha.

      Delete
  6. Ini namanya si kecil imut yang nurut yah,bang. DIbawa kemana aja gak mengeluh si kecil nya. Memang sih seharusnya dibawa kemana aja, multifungsi juga kan. Saya pun ikut kepikiran untuk bawa peniti itu juga deh saat traveling nanti. Selama ini malah gak pernah bawa padahal berguna ya kan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, berguna sekali Mbak Ririn. Saya banyak terbantu oleh peniti ini selama jalan-jalan. Soalnya selalu ada kejadian tak terduga hehehe.

      Delete
  7. Seribu manfaat peniti ya Mas :) saya juga yang berhijab perlu banget si kecil yang multifungsi ini. Sayangnya sering banget hilang, padahal sudah di selipin di berbagai sudut dompet loh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Anisa. Termasuk saat bros hijab hilang ya, Mbak.
      Kalau saya, penitinya saya sebar dan ditusukkan di berbagai tempat, Mbak. jaket, tas, celana dan lainnya hehehe.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.