} Pantai Logending yang Masih Memikat - Cerita Bambang Irwanto

Pantai Logending yang Masih Memikat

Pantai Logending yang Masih Memikat - Cerita soal pantai-pantai di Kebumen, maka pantai Logending jangan lupa disebut. karena setahu saya, pantai Logending ini dulunya pantai paling terkenal di Kebumen, sebelum hadirnya pantai-pantai lain. sekitar tahun 90-an saja, sepupu saya pernah dengan antusias bercerita, betapa serunya liburan ke pantai Logending.



Pantai Logending ini disebut juga pantai Ayah, karena letaknya memang berada di dearah Ayah, Kebumen. Pantai Logending juga berbatasan langsung dengan pantai Jetis Cilacap. Jadi saat berada di Pantai Logending, kita bisa melihat langsung pantai Jetis. Begitu juga sebaliknya.

Nah, kemarin, senin 6 januari 2020, setelah Serunya Bertualang di Bukit Hud Kebumen, saya memutuskan tidak langsung pulang, tapi saya ingin menyusuri jalan-jalan dulu, Istilah cari angin hahaha. Apalagi cuaca mendukung, walau panas. Tapi jujur saja, saya itu lebih suka kalau jalan-jalan itu cuaca panas dibandingkan hujan. Kalau panas, motor masih bisa terus melaju. kalau hujan deras, berteduh hahaha.



Saya pun melajukan motor saya melewati jalur berliku. seru saja sih, karena saya seperti main game motor hahaha. Tapi tetap harus hati-hati ya.

Dari Bukit Hud, saya melewati banyak jalan-jalan masuk menuju tempat wisata. Dari Bukit Jerit, Pantai Watu Bale, pantai Lampon, pantai surumanis, pantai Menganti, sampai pantai Pedalen. Tapi semua saya lewati, karena kebetulan saya sudah pernah ke sana.

Sampai akhirnya saya melewati pantai Logending, kok tiba-tiba saya membelokkan motor. Pikir saya, tidak apa saya duduk-duduk sebentar melepas lelah. Apalagi saya lihat ada tempat duduk juga.

Angin laut langsung menerpa wajah saya. Di kejauhan, tampak beberapa orang sedang memancing. Ombak yang menepi pun tidak terlalu besar. Ini karena sudah dibangun pemecah ombak.



Nah, saya teringat pernah melihat foto-foto sepupu saya saat liburan ke pantai Logending ini. Jadi dia berfoto di bibir pantai dengan deburan ombak. Jadi setelah ada pemecah ombak, justru tidak ada pengunjung yang bermain air di tepi pantai.

Setelah duduk sebentar menikmati pemandangan pantai, saya tergerak untuk bergeser ke sisi kanan. Saya ingin melihat lebih dekat pantai Jetis dari pantai Logending. Dua minggu lalu, saya kebetulan ke pantai Congot Jetis. Makanya saya ingin membandingkan view dari masing-masing pantai.

Pantai Logending dilihat dari panati congot Jetis Cilacap


Ternyata di sisi sini, banyak juga warung-warung. lalu tampak banyak perahu yang ditambatkan. jadi perahu ini untuk disewakan bagi pengunjung yang ingin mengitari pantai naik perahu. Walau di sini ombaknya sangat kecil, tetap ada larangan untuk berenang atau mandi di pantai.

Pamntai Congot dilihat dari Pantai Logending


Setelah menjepret beberapa kali, saya jadi tertarik dengan jembatan warna-warni yang menjadi penghubung menuju area food, tempat pelelangan ikan, dan juga hutan mangrove. Tapi saya tidak niat ke sana, karena sudah pernah ke sana beberapa bulan yang lalu. Saya tertarik untuk foto di sana hehehe.



Nah, setelah melewati jembatan warna-warni itu, di sana ada dermaga perahu, ada pelelangan ikan, dan juga tempat makan. Bahkan saat saya berkunjung dulu, sedang dibangun taman baru juga. Jadi kalau teman-teman misalnya mau beli ikan segar, lalu minta dimasakkan boleh. Mau beli yang sudah diasinin juga boleh.




Saya pun kembali berpindah tempat. Nah, dari sini, saya bisa foto dengan latar pantai jetis dan perahu nelayan. Saya suka, karena awan dan langit sangat mendukung.



Setelah itu, saya kembali ke tujuan utama saya, yaitu foto di jembatan hahaha. Saya pun atur posisi tripod yang angle-nya bagus. Lumayan, karena walau sudah pukul 12 lewat, tapi saya tidak kena black light hehehe.




Ternyata... Saya menemukan sesuatu yang menarik. di bawah jembatan, saya melihat ada sebuah sampan yang ditambatkan dekat pohon bakau. Jiwa narsis saya langsung bergelora hahaha. kayaknya seru juga kalau saya foto di sana.

Saya pun terdiam sejenak memikirkan triknya. Pasang tripod, atur timer 10 detik, lalu berlari menuju sampan. Dan harapan saya, semoga di bawah itu tidak dalam dan tidak longsor kalau dipijak.

Eh, lagi asyik sendiri memikirkan triknya, tiba-tiba ada seorang Bapak nelayan. Dia langsug turun ke bawah. Saya pun tertawa.. ternyata cetek. hanya beberapa senti di atas mata kaki saya. Oke.. siap beraksi hahaha.

Saya pun dengan bersemangat turun ke bawah. Tapi tetap harus hati-hati, karena ternyata di bawah banyak ranjau berupa sisa kulit kepiting dan kerang-kerang kecil yang bisa menusuk dan melukai kaki.

Sesuai perhitungan, saya pun memasang tripod. Untunglah tanahnya cukup padat, jadi tripod saya bisa kokoh berdiri. Kemudian saya pasang hape, dan set timer 10 secon. Pastinya, sebelum pose final, saya ada pose percobaan juga, jadi saya bisa tahu di mana bagusnya saya berada.



Dan setelah coba-coba.. tara.. inilah foto terlumayan saya hahaha. Luamayan karena saya berhasil foto selfie. Soalnya kendala foto di air itu, waktunya menuju tempat pose itu lebih lama. karena berjalan di dalam air kan beda. Kalau misalnya foto di pantai, kan langsung bisa lari sekencangnya hahaha.



Biar sekalian tanggung, saya pun mencoba foto di beberapa angle. Hanya sayang, pas foto dengan perahu, itu kena black light. Tapi tidak apa-apa, saya sudah cukup puas.





Nah, saya itu kok merasa dejavu, ya. kayaknya pernah foto di tempat ini. Maka saya coba menyusuri sekitarnya. Dan baru beberapa lamgkah...



voilaaaa... ternyata, saya pernah pose-pose juga di tempat sebelahnya, di balik tanaman bakau hahaha. Jadi kalau dihitung sama sekarang, saya sudah 3 kali ke pantai Logending dengan menyusuri 3 tempat berbeda.



Oke, pemotretan di pantai Logending sudah selesai. Saatnya bersiap pulang hehhee. Alhamdulillah liburan tipis-tipis sekitar Kebumen ini bikin saya fresh, dan siap beraktivitas kembali. Terima kasih pantai Logending yang tetap memikat. Jadi jangan lupa kalau ke Kebumen mampir ke sini ya, teman-teman.. Selamat jalan-jalan...

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

8 Responses to "Pantai Logending yang Masih Memikat"

  1. Jadi kangen ke pantai lagi.. terakhir 2017 di Kalianda.

    Kalau udah lihat pantai saya malah lupa buat foto karena auto main air wkwk.. seringnya difotoin dengan hasil alakadarnya 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. pantai memang selalu membuat rindu. Jadi besok kalau ke pantai lagi, wajib foto keceh, Mbak. Soalnya, bisa bantu promo. Jadi orang tertarik datang ke pantai itu.

      Delete
  2. Kereeeeenn Mas crita jalan2 di Kebumennya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mbak Niken.
      Yuk, dolan ke Kebumen, Mbak.

      Delete
  3. siaaaap mas ntar kalo aku ke Kebumen mau banget deh mampir ke Pantai Logending yang ternyata vibes view nya juga indah, bisa refreshing tipis-tipis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajib mampir, Mbak Grandy. Nanti pulangnya bisa beli ikan asin hehehe. Malah bisa mampir di pantai-pantai terdekat.

      Delete
  4. Waaah Mas bambang ternyata punya banyak stok Foto keceee .. Btw aku Jadi kangen pengen mantaaaaaiiii niiih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak, Mbak Nadia.
      Soalnya di Kebumen sangat banyak pantai indah dan memikat. Makanya stok foto di pantai kayaknya sudah ada seribuan hehehe.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.