} Mandi-Mandi Tampan Rupawan di Curug Sudimoro Kebumen - Cerita Bambang Irwanto

Mandi-Mandi Tampan Rupawan di Curug Sudimoro Kebumen


Sebenarnya... saya sudah pernah ke curug Sudimoro ini. Waktu itu juga tidak sengaja. Jadi pas iseng jalan-jalan naik motor menyusuri jalan di daerah Pekuncen, terus sampai jalan Raya Gombong - Kenteng lho kok ada papan petunjuk bertuliskan ke Curug Sudimoro.




Tanpa disuruh, saya langsung membelokkan motor saya menyusuri jalan itu. Tapi alamak... jalannya menanjak dan rusak. Juga sepi... sisi lain tebing dan sisi satunya jurang hahaha.

Saya agak dagdigdug. Takut saya nyasar. Tapi untunglah tidak lama saya berpapasan dengan ibu-ibu naik motor. Saya tanya apa jalan ini menuju curug Sudimoro, katanya iya. Legaaaaaa.

Saya pun kembali menyusuri jalan berliku dan rusak. Sesekali saya bertemu dengan pengendara motor lain. Tapi sumpah... sepanjang jalan sepi. Kalau hari sudah gelap, saya tidak akan berani. Dan.. kalau sudah hujan, maka dijamin jalanan inu susah ditempuh.

Akhirnya setelah melalui jalan yang sulit bai saya, akhirnya saya sampai di curug Sudimoro. Tapi alamak... airnya kecil sekali hahaha. Jadi pengalaman ya, kalau ke curug jangan musim kemarau. Bagusnya sudah masuk penghujan, tapi tetap ada panasnya juga.

Sedikit kecewa saya pulang. Ya salah saya sendiri. Dan setelah saya bertanya pada warga, ternyata lebih mudah lewat jalan lain ke arah Sempor. Memang agak jauh, tapi dijamin lebih mudah.

Maka pulangnya pun saya lewat jalan lain. Dan memang lebih mulus dengan jalanan beraspal dan ada juga dibeton. Tembusnya ke waduk Sempor. Lagipula, di beberapa titik itu pemandangan sangat indah. Termasuk ada curug kecil di jembatan sempor.



Nah, walau yang pertama gagal, pastinya tidak menyurutkan niat saya untuk kembali ke curug Sudimoro. Maka hari rabu, 29 Januari 2020, saya meluncur kembali ke sana. Apalagi saya lihat cuaca cukup bersahabat.

Sebenarnya jalan-jalan kali ini agak nekat sih, soalnya saya belum fit benar. Hampir 2 minggu saya tepar, berselimut, dan berkaos kaki hahaha. Tapi karena agak bosan di rumah, maka saya jalan saja. Pikir saya, siapa tahu pas jalan, malah sembuh hahaha.

Karena sebelumnya sudah tahu jalan, maka saya langsung saja meluncur dari rumah ke curug Sudimoro. Perjalanan kayaknya sejam lebih sedikit, saya sudah sampai di curug Sudimoro yang berada di Desa Igir Kemiriamba, Donorejo, kecamatan Sempor Kebumen.

Berbeda dengan curug Silangit Sidoagung yang pernah saya datangi, curug Sudimoro ini sudah dikelola lebih moderen. Jadi kalau ke curug Silangit kan  motor titip di rumah warga lalu jalan kaki menuju curugnya  kalau ini  dari jalanan, sudah kelihatan curugnya.



Sampai di sana, keadaan sepi. Mungkin karena hari biasa. Loketnya juga tutup. Wih... bakalan saya sendiri nih yang menguasai curug Sudimoro hahaha.

Dari tempat parkir, sudah terlihat curugnya yang mengalir deras. Pastinya saya happy. Jadi kayaknya ke curug-curug ke Kebumen itu bagusnya di bulan Januari.



Setelah memarkir, saya pun turun ke bawah. Akses ke curug Sudimoro ini lebih mudah dan moderen. Saya tinggal menyusuri saja anak-anak tangga yang memang sengaja dibuat.



Pemandangan sekitar sangat hijau dan sejuk. Termasuk didominasi hutan pinus juga. Jadi area hutan Kebumen memang seperti ini. Jadi kalau teman-teman ke Bukit-Bukit Indah dan Memikiat di Kebumen pasti rata-rata hutan pinus. Soalnya masih dikelolah perhutani juga.



Tidak lama, saya sudah sampai di bawah. Benar... hanya saya seorang diri di curug Sudimoro ini. Sepiiiiii.... dan seperti biasa, saya permisi-permisi dulu sebelum pose-pose tampan rupawan hahaha. Pokoknya asal kita sopan, tidak neko-neko, wisata di mana saja akan aman. Kan niatnya baik hehehe.



Tanpa buang waktu, saya langsung pasang tripod dan hape. Pastinya saya tidak mau melewatkan pose-pose dengan latar belakang curug 2 tingkat ini.




Nah, curug Sudimoro ini berbeda dengan curug Silangit yang ada kolam atau telaganya. Jadi di sini, hanya bisa mandi-mandi manjah saja, tidak bisa berenang-renang manjah hahaha.

Tapi dari segi debit air, curug Sudimoro lebih besar, bahkan 2 tingkat. Air terjunnya ini akan mengalir kembali menyusuri anak sungai.




Tapi dari segi debit air, curug Sudimoro lebih besar, bahkan 2 tingkat. Air terjunnya ini akan mengalir kembali menyusuri anak sungai.




Di sekitar curug, ada juga kolam renang untuk anak-anak. Tapi kemarin airnya kosong. Mungkin karena kemarin musim kemarau, jadi pengunjung tidak ada. Dan memang itulah kelemahan wisata curug. 



Nah, pas pose-pose, saya sebenarnya mau pulang. Tapi kok naluri saya menahan, seakan berkata, "Jangan pulang dulu! Kan belum mandi-mandi tampan rupawan. Sudah jauh-jauh ini."

Saya pun tercenung sejenak. Benar juga ya. Afdolnya ke curug ya mandi. Kalau tidak mandu, bagai makan bakso tanpa kerupuk pangsit halah... hahaha.



Makanya saya pun memutuskan mandi-mandi tampan rupawan. Siapa tahu kan, habis mandi, badan semakin fit lagi. Kata Ibu saya, penyakitnya sudah dibawa air hahaha.

Ternyata seru juga mandi di bawah curug. Walau tidak bisa berenang, tapi seru. Apalagi matahari mulai bersinar hangat.



Kemudian pas saya berdiri di bawah air mancurnya, itu badan saya kayak dipijat refleksi. Kayak ditotok-totok dengan kayu pelan. Enak sekali rasanya. Termasuk saat air mengenai kepala saya.



Setelah dirasa cukup mandinya, saya pun bergegas berkemas, lalu naik ke atas. Ternyata pas turunnya enak  pas naiknya ngos-ngosan hahaha. Untung ada gazebo buat santai. Jadi berhenti sejenak sambil pose-pose hahaha.



Ternyata, loketnya memang tidak buka. Tapi sebagai pengunjung yang baik, saya masuki saja duit 5 ribu ke dalam loket. Kan dari tiket itu yang membiayai perawatan tempat wisata. Dan wisata Kebumen itu sangat terjangkau. Khusus curug sudimoro ini, tiket orang dewasa 5 ribu dan anak-anak 3 ribu. Sangat pas di hati dan kantong hehehe.



Akhirnya terpenuhi juga keinginan saya ke Curug Sudimoro. Saya jadi ingin menjelajah curug-curug lain yang ada di Kebumen. Jadi nantikan jalan-jalan saya ya.... Selamat jalan-jalan.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

34 Responses to "Mandi-Mandi Tampan Rupawan di Curug Sudimoro Kebumen"

  1. kalau ke curug emang kudu mandi mandi tampan rupawan dulu. Selain menikmati segarnya air curug, juga relaksasi dengan menikmati deburan air yang mengenai badan, adem-adem nan menenangkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Mas Rahman.
      Sayang sekali kalau sudah jauh-jauh datang tidak merasakan kesejukan air alami hehehe.

      Delete
  2. pose mandi2 tampan disensor bintang. wkwkwk. eh itu kolam renang anak kan buatan, ngisi airnya pakai apa ya? selang air?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. sengaja disensor, takutnya para fans makin banyak, Mbak Artha hahaha.
      Iya, dan airnya diambil dari air curug itu. Jadi sangat alami.

      Delete
  3. Tempatnya terlihat sangat menyegarkan sekali ya bang. Kayaknya Curug ini bakal kujadikan salah satu wishlist deh kalau nanti ke Kebumen

    ReplyDelete
    Replies
    1. walau sudah ada sentuhan moderen dari tangganya, tapi suasananya tetap alami, Mas Rifqi. Pas sekali untuk refreshing. Jadi wajib mampir ya hehehe.

      Delete
  4. baru tahu ada curug istimiwir di kota kebumen ms, sepertinya saya yg kurang jauh jalan-jalan kali ya, ha. Dan harga masuknya juga murah meriah banget. Untuk menuju ke curug kira-kira jalan berapa lama itu ms, lumayan jauh kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena ini sudah dikelola, jadi aksesnya mudah, Mas Deny.
      Dari parkir, loket ke curugnya, paling 5 menit sudah sampai.

      Delete
  5. Kalo wisata curug kayak gini, kayaknya harus pergi sendiri ya, mas, bukan dalam rombongan wisata yang pake bus gitu. Soalnya dulu pernah wisata ke kebumen, yang dituju lokasi wisatanya Pantai Ayah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Richa. maksimal 4 orang. Kalau terlalu ramai malah kurang seru. sesak pas mau mandi-mandinya hahaha.
      Sekarang pantai di Kebumen sudah banyak, Mbak. Ada menganti, Surumanis, Lampon, Suwuk dan lainnya.

      Delete
  6. wah harus naik tangga dulu ay, wah hambatannya berat nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini justru aksesnya jadi mudah, Mbak Tira.
      Jadi pas ke curugnya kan enak menurun. Nah, pas pulangnya naik hehehe.

      Delete
  7. Hati-hati kak kalau sendirian hehe. Tapi untungnya datang pas siang ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting permisi-permisi dulu sebelum masuk, Mbak Fira hehehe.

      Delete
  8. Habis pulang dari Curug Sidomoro ini, Bang Bang beneran sehat dong karena sakitnya kebawa air, seperti kata Ibu.

    Sukaaa banget sama foto Curug dari jembatan Sempor. Cakep ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Cha.
      Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat. Malah kemarin jalan-jalan lagi hehehe.

      Delete
  9. Curug adem banget kyknya yaa, untuk kokasi wisata yang bayarnya 5000 itu pas dikantong banget. Liat tangga mau k curug lumayan ngos ngosan juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tiketnya sangat pas di hati, jiwa, dan kantong.
      Tangganya jangan dilihatin, tapi dinikmati sambil lihat pemandangan. Eh.. tau-tau sudah sampai hehehe.

      Delete
  10. Eh eh aku tuh suka penasaran
    Siapa sih yang biasanya motoin mas Bambang klo pas traveling gini. Seru bener narsisnya hahaha

    Btw asyik ya lokasinya
    Curugnya aman buat mandi-mandi
    Gak terlalu terjal juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pakai bantuan tripod, Mbak Arni.
      Lalu kamera hape disetting timernya 5-10 second hehehe. Saya pernah tulis soal ini, Mbak. Ada di blog ini juga hehehe.

      Curugnya aman, Mbak, karena sangat landai.

      Delete
  11. Kayak curug pribadi ya mas! Turun naik ke curug nggak bakal kerasa kalau pemandangannya seindah itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Annafi. Jadi mandi-mandinya puas dan bebas hahaha.
      Nah, iya, Mbak. Saat menyusuri tangga jangan dibayangkan akan capek, tapi sambil menikmati pemandangannya, tau-tau sudah sampai hehehe.

      Delete
  12. Wah pemandangannya asri sekali masih banyak pepohonan yg menghijau.. Seru ya jalan2nya banyak nemu curug yg gak kalah keren dengan curug di tempat lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Rita. Makin happy jalan-jalannya. Sudah lihat pemandangan hijau, lalu makin segar karena bisa mandi-mandi hehehe.

      Delete
  13. Wah ternyata asik juga ya kebumen punya tempat wisata ini. Aku suka jalan jalan kak mungkin ini bisa jadi refrensi traveling aku selanjutnya kak thnks untuk artikelnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Kebumen sangat banyak wisata yang memikat, Mas Dody. Jadi wajib dolan ke Kebumen hehehe.

      Delete
  14. Mandi tampan begini ketemu bidadari ga Mas :)
    Jadi kepingin main ke sini juga, indah banget pemandangan alamnya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin para bidadarinya yang negeliatin saya mandi, Mbak Anisa hahaha.
      Yuk, dolan ke Kebumen, Mbak.

      Delete
  15. Wahhh seger bangett yaa.. jadi pengen nyebut jugaa🤣🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan nyebut, Mas Ichun. Nanti penunggunya datang semua. Jadi ikutan nyebur saja hehehe.

      Delete
  16. asik banget mas ini curugnya, duh lama juga aku ga nyambang curug wkwk. Soon kalo ke Kebumen wajib mampir kesini nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan masih asri, Mbak. Jadi memanjakan mata dan hati hehehe. Yuk, dolan ke Kebumen, Mbak Grandys.

      Delete
  17. Loh, itu om bambang sendirian ke curug? Gak takut om misalnya nanti diculik orang gimana? WKwkwkwk... Btw, enak juga tapi ya kalau sepi foto enggak ada yang bocor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha.. siapa juga yang mau menculik Om-Om sudah berumur, Mbak Eni hahaha.
      Enak, Mbak. Serasa curug pribadi hahaha.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.