} Wah.. Naskah Cerita Anak yang Saya Tulis Kepanjangan, Bagaiamana Cara Mengeditnya, Ya? - Bambang Irwanto Ripto

Wah.. Naskah Cerita Anak yang Saya Tulis Kepanjangan, Bagaiamana Cara Mengeditnya, Ya?

Wah.. Naskah cerita anak yang saya kepanjangan, bagaiamana Cara mengeditnya ya? Pertanyaan seperti ini banyak saya dapatkan. Tidak hanya lewat inbox  tapi juga di kelas Kurcaci Pos. Dan memang, kebanyakan teman terlalua syik menulis. Naskah tugas yang harus 750 kata, melebar sampai 850 kata, 900 kata bahkan sampai 1000 kata. Ini ibaratnya mau ke Kebumen, ternyata bablas sampai Yogya hahaha.




Akhirnya banyak yang galau, lalu terucaplah kata melow, Duh gimana Mas, cerita saya panjang banget, saya bingung memangkas nya? Ini gimana ya, Mas. Pas saya pangkas, ceritanya malah tidak utuh. Mas.. saya pusing dan bingung mau diedit bagian mananya lagi?

Kenapa Cerita Anak yang Ditulis Bisa Kelebihan Kata? 

Sebelum lanjut sharing cara mengedit naskah cerita anak yang kelebihan kata, kita telusuri dulu, sebabnya kenapa naskah itu bisa melebar. Jadi jangan keasyikan menulis panjang kali lebar kali tinggi, dari Sabang sampai Merauke. Setelah ngeh.. aduh sudah jauh sekali hehehe.

Jadi, setiap naskah itu ada syarat dan aturannya sendiri. Termasuk soal jumlah kata. Selain itu  ada juga syarat jumlah halaman, dan syarat jumlah karakter. Soalnya ketiga syarat ini berbeda. Makanya saat ikut lomba, atau mengirim naskah ke media atau penerbitan perhatikan syarat ini juga.



Nah, saat akan memulai menulis cerita, maka tetapkan dulu akan menulis cerita berapa kata. Misalnya syarat cerita anak standar 650-750 kata. Ini maksudnya harus minimal 650 kata, boleh di bawah 750 kata atau boleh lebih sedikit 750 kata. Jadi tidak harus pas 750 kata, karena sulit untuk nengepaskannya. 

Nah, karena sejak awal sudah ditentukan mau menulis maksimal 750 kata, maka sejak awal pula sudah dirancang muatan ceritanya. Sudah bisa dibayangkan, dalam 750 kata, muatan cerita kita bisa tersampaikan dengan baik. 

Ibaratnya, sejak awal kita tahu akan kedatangan tamu 5 orang. Jadi sejak awal pula kita sudah menyiapkan 5 porsi makanan, bukan menyiapkan 10 porsi. Kan lebihnya banyak sekali. 

Dengan menentukan dan tahu duluan jumlah kata yang akan kita tulis, maka akan jadi pengingat kita untuk tidak keasyikan menulis  akhirnya bablas  akhirnya bingung sendiri memangkasnya. 

Bagus juga setelah memutuskan akan menulis cerita yang katanya sudah ditentukan sejak awal, teman-teman bisa membuat outline, kisi-kisi, atau ringkasan cerita. Ini bagus sebagai patokan. Ibaratnya, teman-teman sudah pegang peta, saat akan melakukan perjalanan. Karena sudah ada ancer-ancernya, maka teman-teman tidak akan kesasar jauh.


Wah.. Naskah Cerita Anak  yang Saya Tulis Kepanjangan, Bagaiamana Cara Mengeditnya, Ya?



Setiap kendala menulis bisa diatasi, termasuk soal naskah kepanjangan ini. Jadi tenang.. Jangan panik, lalu main potong naskah cerita sana-sini. 

Ibaratnya kita sudah membuat baju. Tapi kok kebesaran atau kepanjangan. Kalau main asal pernak sana  pernak sini kan bahaya, baju bisa amburadul. Tapi kalau jeli melihat bagian mana yang perlu dipermak, pasti semakin bagus. 

Nah berikut bagian-bagian yang biasanya bisa dipermak saat naskah cerita anak kepanjangan kata : 

Opening

Sesuai pengalaman saya mengoreksi naskah kelas Kurcaci pos sejak tahun 2013, bagian yang membuat jumlah kata melebar adalah bagian opening. Pembukaan ceritanya tidak langsung masuk konflik. Terlalu bermain-main dan akhirnya menghabiskan banyak kata.

Jadi untuk cerita anak sepanjang 650-750 kata itu, sejak opening langsung masuk konflik. Sebabnya, kita kan, dibatasi jumlah kata. Kalau konflik terlambat dimasukkan dalam cerita, maka walau ceritanya nanti pas 750 kata  maka penyelesaian konfliknya akan terburu-buru. Padahal justru bagian itulah yang harus kita tonjolkan pada cerita. 

Narasi

Bagian yang bisa dipermak saat jumlah kata kelebihan adalah bagian narasi. Jadi untuk cerita anak 650 - 750 kata itu, kalimat yang digunakan adalah kalimat efektif saja. Bisa di bagian-bagian tertentu dijelaskan atau showing. Tapi tidak bisa semua, karena kita dibatasi jumlah kata. Beda dengan jatah novel yang panjang. 

Jadi solusinya, cari kembali bagian-bagian cerita yang kalimat-kalimat yang bisa di efektifkan, tanpa mengubah maksud cerita. Pengalaman saya, banyak teman-teman menulis 2 kalimat panjang, yang seharusnya bisa diefektifkan menjadi 1 kalimat saja.

Info yang Berulang

Info yang ditulis berulang juga bisa menghabiskan jatah kata. Padahal dalam cerita anak 650-750 kata, infonya cukup sekali saja. Karena banyak hal lain yang penting dan harus juga dimasukkan dalam cerita.

Misalnya Riri mempunyai adik bernama Mila. Cukup sekali ditulis, Riri bersama adiknya, Mila pergi ke taman bermain. Tidak perlu dijelaskan lagi  walau dengan kalimat berbeda. Misalnya, sampai di taman, Mila, adik Riri itu sangat gembira. Atau, "Kak  kita main ayunan, yuk! " ajak Mila adik Riri.


Dialog

Bagian dialog ini bisa menjadikan naskah cerita anak yang kita tulis melebar jumlah katanya. Jadi gunakan saja dialog efektif, tapi maksud dialognya jelas kepada pembaca. Tidak perlu menulis dialog pingpong yang sangat menghabiskan jatah kata.

Perhatikan contoh berikut :
"Hai, Riri!" sapa Mila saat melihat Riri. 
"Hai, Mila!" balas Riri. 
"Kamu mau ke mana?" tanya Riri.
“Saya mau ke toko buku.”
“Sama siapa?”
“Sendirian.”
“Ali boleh ikut tidak?”
“Boleh saja, Yuk, bareng!”
“Ayo, aku mau beli komik.”
Nah, dialog pingpong seperti ini terlihat jelas menghabiskan jatah kata. Padahal maksudnya Riri hanya ingin bertanya pada Mila akan ke mana. Maka coba bandingkan dengan contoh dialg selanjutnya.
“Hai, Riri!” sapa  Mila saat bertemu Riri. “Kamu mau ke mana?”
“Hai, Ri! Aku mau ke toko buku. Kamu mau Ikut?”
“Yuk, aku mau cari komik.”


Tokoh yang Asal Lewat

Menghadirkan tokoh dalam cerita anak, termasuk cerita sepanjang 650-750 kata itu harus sesuai kebutuhan. Jadi masukkan tokoh yang memang sangat dibutuhkan dalam cerita. Tujuannya, agar semua tokoh bermain dalam cerita, baik dalam narasi atau pun dialog. Jadi tidak sekedar lewat saja. 

Nah, saat cerita kepanjangan, bisa disebabkan kebanyakan tokoh. Misalnya ceritanya bisa memakai 3 tokoh, dimasukkan 5-6 tokoh. Akhirnya karena semua tokoh berdialog, maka menghabiskan jatah kata. Padahal ada yang tidak terlalu dibutuhkan dalam cerita.

Jadi perhatikan kembali, apakah dalam cerita teman-teman ada tokoh yang bisa disingkirkan, karena perannya bisa di Handel tokoh lain. Tapi ingat  yang disingkirkan itu tokoh pendukung, bukan tokoh utama.


Saat Mengedit Naskah



Setiap tahapan menulis itu membutuhkan proses, termasuk tahap mengedit naskah. Jadi kalau ada teman yang kaget saat saya bisa mengedit naskahnya dengan cepat, saya selalu menjawab, itu hanya soal proses saja. Semakin terus semangat menulis, yang pastinya diikuti dengan  proses menulis, maka proses menulis dan mengedit akan semakin cepat, mudah dan menyenangkan. 


Nah, berikut tahapan mengedit naskah saya :


Begitu selesai menulis, saya endapkan dulu. Ini hampir dilakukan oleh setiap penulis. Lama diendapkan naskah itu paling cepat sehari. Jadi jangan kelamaan diendapkan. Nanti malah feel mengdit naskah akan hilang.

Setelah diendapkan saya baca lagi dari awal sampai akhir. Karena biasanya ada hal-hal yang bagus untuk menambah cerita. Tapi perhatikan, penambahan atau pergantian, otomatis akan  menambah jumlah kata. Jadi jangan sampai kebablasan jauh.

Jangan over edit. Setiap naskah tidak ada yang sempurna. Jadi setelah dirasa pas, saatnya dikirim. Jangan diedit... Diedit terus. Karena semakin diedit, maka semakin banyak muncul ide baru untuk naskah. Akhirnya terlalu banyak diedit, akhirnya sudah jauh dari naskah aslinya Daripada menghabiskan wktu mengedit, lebih baik fokus menulis cerita lain.

Demikianlah sharing yang bsia saya tuliskan, seputar mengedit naskah yang kelebihan kata. Tulisan ini saya susun berdasarkan pengalaman menulis saya, ya. Jadi bila ada perbedaan, anggaplah warna-warni menulis. Semoga bermanfaat, dan terus semangat menulis.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wah.. Naskah Cerita Anak yang Saya Tulis Kepanjangan, Bagaiamana Cara Mengeditnya, Ya?"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.