} Cara Cepat Melunasi Utang - Bambang Irwanto Ripto

Cara Cepat Melunasi Utang

Memang ada cara cepat melunasi utang? Ada dong, karena segala sesuatu itu pasti ada jalannya, termasuk soal membayar utang ini. Seperti proses membayar utang yang baru saja saya lakukan.

cara cepat membayar utang
Cara Cepat Membayar Utang - by canva


Karena hidup ini adalah seperti roda yang terus berputar. Posisi kita, termasuk saya, kadang ada di atas, kadang di bawah. Dan di suatu ketika, saat saya di bawah, saya pasti membutuh bantuan orang lain. Salah satunya dengan jalan berutang.

Cerita Utang Saya

Sekitar tanggal 24 April 2020, saya berutang pada teman sebesar 10 juta. Jadi ceritanya, teman saya itu dapat rezeki sekitar 50 juta sekian. Nah, karena kami cukup dekat, walau berteman di dunia maya, maka teman saya itu cerita ke saya. Saya pastinya ikut senang dengan rezeki teman saya itu.

Eh, ternyata dia menawari saya, apa ada minat pakai uangnya? Pastinya sejenak saya pikir-pikir dulu. Wah, ini penawaran menarik. Sebagai freelance, pastinya saya juga harus punya simpanan atau dana jaga-jaga. Akhirnya setelah berpikir, saya pinjam 10 juta. Uang itu kemudian saya belikan emas seharga 10 juta juga.

Pertimbangan saya beli emas, karena bisa dijual cepat atau setidaknya digadaikan saat saya perlu dana darurat. Soalnya saya rasakan, disaat saya ada rezeki lebih, saya beli barang-barang yang saya inginkan. Akhirnya pas saya butuh dana, barang itu sulit dijual kalaupun laku, harganya bisa jatuh jauh.

Setelah emas di tangan saya, kok saya sedikit ada keraguan, ya hehehe. Soalnya bagi saya 10 juta itu bukan uang sedikit. Sebagai freelance apalagi di masa pandemik seperti ini, langkah yang saya ambil menurut saya cukup berani juga hahaha.

Tapi Alhamdulillah teman yang meminjamkan uang itu menenangkan saya. Katanya santai, bisa bayar kapan saja. Tidak ada bunga kok, kita kan friend hahaha. Akhirnya saya ancer-ancer lunas 6 bulan deh, dengan kisaran tiap bulan, setor 1,5 atau 2 juga. Bismillah..

Eh, Alhamdulillah, utang di 24 April 2020, sudah lunas di tanggal 10 Juni 2020. Wah, jauh sekali dari target saya 6 bulan itu. Saya pun  suprais dengan hal ini. Tapi pastinya saya yakin, semua berkat bantuan Allah SWT juga.

Nah, berikut saya ceritakan pada teman-teman proses saya membayar utang 10 juta itu ya. Ini bukan bermaksud pamer atau ria. Hanya sekedar berbagi cerita. Harapannya semoga bermanfaat.


Utang Karena Kebutuhan

Saat saya berutang, itu memang karena saya butuh. Jadi bukan berutang karena memang saya ingin sesuatu. Saat menginginkan sesuatu, saya lebih baik menabung saja, lalu membelinya.
Seperti cerita saya di atas, utang motor, karena saya memang butuh kendaraan. Naik motor membuat langkah saya lebih leluasa kalau mau ke mana-mana. Dan saya sudah tuliskan juga Cara Kredit Motor ala freelance.

Begitu juga saat saya utang untuk beli emas, karena saya memang butuh ada investasi kecil-kecilan. Jadi nantinya bisa saya gunakan sesuai kebutuhan, bukan keinginan.

Jadikan Utang Prioritas Utama

Saat mempunyai utang, maka saya langsung jadikan prioritas utama. Jadi terus ada di pikiran saya, utang harus dibayar.. utang harus dibayar.. jangan lupa dibayar... hahaha. Jadi saat ada rezeki saya langsung bayar utang.
Soalnya saya selalu mengukur pada diri sendiri. Beberapa kali saya memberi utang teman, kok dia malah tidak bayar-bayar. Pas ditagih, malah balik bertanya, memangnya saya ada utang sama kamu, Mbang? Waduh.. situ yang utang, kok situ yang lupa hehehe.
Makanya terus saya selalu tekankan, kalau membayar utang adalah kewajiban utama. Namanya utang itu akan dibawa sampai mati kan. Bahkan harus dilunasi oleh keturunan kita juga.

Cara Cepat Membayar Utang

Seperti yang saya tuliskan di atas, segala sesuatu itu pasti ada jalan keluar atau solusi terbaiknya. Termasuk cagar utang segera lunas. Dan inilah yang saya lakukan :

Targetkan Kebutuhan Bukan Keinginan

Selama berutang, saya memang prioritaskan membeli sesuatu yang memang saya dan keluarga saya butuhkan, jadi bukan yang kami inginkan. Jadi dana pengeluaran itu memang benar-benar karena kebutuhan. Godaan-godaan banyak, tapi harus segera ditepis hahaha. Bukan pelit ya, hemat dan pelit itu berbeda hehehe.

Soalnya kalau sering lalai dan mengikuti keinginan, maka takutnya akan bablas. Uang yang seharusnya bisa disisipkan bayar utang, malah jadi kepakai. Akhirnya bayar utang jadi tertunda. Apalagi saya freelance dengan penghasilan tak menentu. Tapi saya yakin, Allah SWT akan mencukupkan kebutuhan saya dan keluarga sesuai keuangan saya.

Dan saya yakini ini, selama ada kemauan, di situ ada jalan rezeki. Alhamdulillah saya rasakan keberkahannya. Penghasilan saya tahun lalu dari.penghasilan saya tahun 2019 sebesar 25 juta. Alhamdulillah tahun ini mendekati angka itu. Dan semua harus saya syukuri.

Segerakan Membayar Utang

Setiap ada rezeki, maka saya usahakan segera transfer ke teman saya itu. Mau pagi, siang atau sore, saya segera ke ATM. Kecuali fee saya masuknya malam, maka saya usahakan esok paginya segera transfer.
Ini saya lakukan, biar uang itu tidak terlalu lama ada di tangan saya. Siapa tahu kan, ada godaan lain untuk memakai uang itu. Kalau sudah dibayar cicilannya, maka lega.
Kemudian persentase saya adalah 70 : 30. Jadi setiap saya dapat penghasilan, 70 persen buat bayar utang, dan 30 % untuk kebutuhan sehari-hari. Pastinya teman-teman bisa sesuaikan sendiri persentasenya sesuai masing-masing. Asalkan tidak persentase bayar utang lebih besar daripada uang kebutuhan.

Jadikan Utang Penyemangat

Entah ini sugesti atau apa, setiap saya ada utang, itu otomatis menambah semangat saya untuk bekerja mencari uang. Terus Alhamdulillah, rezeki juga selalu asalkan terus semangat. Misalnya saya terus menulis, buka kelas Kurcaci Pos, ikut buzzer, job medsos, dan lainnya.

Misalnya saat saya mencicil motor saya. Alahmdulillah dua motor bisa syaa lunasi sebelum target bulannya. Motor satu dengan cicilan 11 bulan, Alhamdulillah saya lunasi selama 8 bulan. Sedangkan motor satunya dengan cicilan selama 23 bulan, saya lunasi selama 17 bulan Alhamdulillah.

Ini semakin menyakinkan saya, saat ada utang, tapi kita semangat dan ikhtiar hendak membayar utang itu, maka insya Allah akan diperlancarkan rezekinya juga. Sebaliknya, kalau ada utang, tapi tidak ada keinginan segera membayar, maka rezeki akan menjauh juga, dan bayar utang semakin berat.

Utang Dicicil atau Diangsur

Ini salah satu cara jitu juga membayar utang dengan cepat. Jadi usahakan mencicil atau diangsur. Ini malah lebih meringankan, dibandingkan menyisipkan sendiri, menunggu terkumpul, baru dibayar. Percaya.. banyak godaan. Termasuk adanya kebutuhan tak terduga.

Jadi begitu ada uang masuk, saya pun segera mencicil. Sedikit demi sedikit, kok akhirnya lunas juga. Jadi tidak perlu saya memasang patokan setiap cicilan harus sama jumlah. Kalau ada rezeki pas, saya bayar sebisanya. Kalau lagi ada rezeki, saya bayarkan juga lebih.

Nah, itulah cara cepat melunasi utang. Sekali lagi ya, tulisan ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi sendiri. Jadi kalau ada perbedaan, anggap saja warna-warni kehidupan hehehe. Semoga tulisan ini bermanfaat, ya.. salam.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

28 Responses to "Cara Cepat Melunasi Utang"

  1. Saya baru saya mempraktikkan hal ini, Mas. Lunasin hutang dengan cara dicicil. Alhamdulillah, udah lunas �� Trims buat sharingnya, Mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan cara dicicil, malah ajdi ringan dan bikin kita semangat untuk segera melunasi utang ya, kak. Kalau mau sekalian memang berat.

      Delete
  2. wah mantep ya mas, punya target 6 bulan, malah 2 bulan udah lunas. ini cepet.

    Kalau soal utang jadi prioritas, itu bagian dari prinsip saya *toss dulu*.... karena utang wajib dibayar, kalo ga sampe mati dimintai tanggung jawab.

    yg saya heeran sebagian besar orang yang saya pinjamin, utang diletakkin ke prioritas sekian, sampe saya capek nagihnya.. ya udah lah biarkan aja jadi utang dia di akhirat sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss dulu, Mas. Karena kan memang membayar utang kewajiban kita. Jadi harus semangat membayar.
      Dan saya pun heran, mas. Ada teman yang pinjam uang, kok malah saya yang capek nagihnya hahaha.

      Delete
  3. Wah mantap mas... Memang hutang itu harus segera dilunasi biar selamat dunia dan akhirat. Kalau aku, sebisa mungkin menghindari hutang mas... Soalnya aku kan tipikal org yg kepikiran jadi nggak ada hutang meringankan pikiran.

    Pernah sih berhutang tapi ngutangnya ke saudara kandung atau ke ibu ha..ha... Jadi amanlah. Tapi tetap aja kepikiran dan pengen cepat ngelunasinnya.

    ReplyDelete
  4. Tidak ada yg melarang utama, bahkan dalam agama Islam sekali pun. Hanya saja, utang itu opsi terakkhir dan memang berdasarkan kebutuhan. Kebutuhannya pun harus yg produktif. Kalo konsumtif, yah bakal berat melunasinya. Malah tergoda buat narik utang yang baru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Makanya pernah miris membaca, ada orang berutang untuk liburan, demi postingan di medsos. Makanya kalau utang karena sesuai kebutuhan mendesak, maka akan termotivasi juga untuk melunasinya.

      Delete
  5. Bener banget pak, membayar hutang adalah prioritas karena kewajiban dan istilahnya "pertanggung jawaban yang di bawa mati". Aduh saya paling takut deh kalo berhutang. Semoga lancar terus rezekinya dan cepat lunas hutangnya. Aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bahkan utang nanti jadi kewajiban keturunan atau keluarga yang ditinggalkan.

      Delete
  6. Kalo memang gak mendesak upayakan jangan ngutang, gitu deh prinsip di keluarga kami mas.
    Dan solusi emas ini emang ajib.
    Pernah ibuku sdh gak punya cadangan dana sama sekali sementara ada keperluan mendesak yang harus disegerakan.
    Akhirnya ibu jual simpanan emasnya.
    Saya melongo karena harga jualnya melonjak jauh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju sekali ini, Mbak Shisca. Berutang karena memang membutuhkan sekal.
      Dan saya pun mulai belajar nabung emas, Mbak.
      Daripada pinjam di orang yang siapa tau dicerita juga, mending jual atau gadai emas. Tidak ada yang tahu hehehe.

      Delete
  7. Alhamdulillah...sudah lunas utangnya ya Mas. Setuju saya jika berutang ya dibarengi niatan dan ikhtiar untuk segera melunasinya. Bukan malah santuy dan menunda-nunda pembayarannya.
    Kurang lebih sama. Saya dan suami utang KPR karena enggak ada pilihan lagi padahal mesti punya tempat tinggal lantaran enggak ada fasilitas rumah dinas lagi.
    Akhirnya ambil KPR 15 tahun tapi dengan tekad akan dilunasi secepat mungkin. Beneran kepikiran dengan cicilan bikin semangat segera melunasinya. Enggak ada bela-beli yang enggak berguna. Bayar utang yang utama. Alhamdulillah 5 tahun saja bisa lunas KPR-nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhandulillah sudah lunas dalam jangka 2 bulan kurang, Mbak Dian. Alhamdulillah sudah ada pegangan emas sediit, Mbak Dian hehehe
      Hanya memang Mbak, kalau ita ihtiar, semangat, berdoa, maka Insya Allah akan segera lunas ya, Mbak. Contohnya Mbak Dian. KPR 15 tahun, sudah lunas 5 Tahun. Alhamdulillah ya, Mbak Dian.

      Delete
  8. Bener banget tuh mas, sebaiknya beruntang itu ketika kita benar-benar butuh dan sebisa mungkin segera melunasinya. Karena hidup dengan punya utang itu pasti gak nyaman. Makanya kadang heran orang yang punya banyak utang tapi bisa enjoy. Emm.. padahal kalau aku setengah mati mikirin gimana supaya bisa cepet lunas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau istilah orang tua, ada utang bikin tak enak makan dan tak enak tidur ya, Mbak Dyah hahaha.
      Dan memang Mbak, berutang karena kebutuhan mendadak, dan jadikan prioritas. Insya Allah akan selalu dibukan rezeki.

      Delete
  9. Hebat lho Mas Bambang ini, nulisnya bisa membawa rezeki, bisa melunasi utang dan tentunya menafkahi keluarga. Mungkin karena niat mulia bener2 amanah ingin cepet menyelesaikan utang pd friend-nya ya, jd rezekinya monceerrrr

    ReplyDelete
  10. Saya tau kesalahan saya kenapa ini hutang ga kunjung lunas.. bru baca tips pertama berasa udah di toyor..
    "Jadikan prioritas utama"..

    Mmg sih slama ini tdk ku jadikan prioritas utama, krna ngerasa ini hanya hutang ke tabungan anak yg kupake sllu ngrasa anakny kan belom skolah masih bayi gini. Tanpa dsari anakku udh 2th aja makin deket dg skolah yg biayanya ajiiibb..πŸ˜…


    Makasih byk lho maas tipsnya bikin aq tersadar klo mash ada hutang😭



    Btw bikin tips cara menagih hutang donk mas..apalagi ngadepin org yg oas dtagih bilang "emankny gw pnya hutang ke lo?"😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, saya sekarang juga begitu, Mbak Winda. jadi saat kepepet, tabungan anak saya pakai, tapi tetap jadi prioritas. Malah sekarang seya coba terapkan UTANG SENDIRI BAYAR SENDIRI hahaha. jadi maksudnya, saya seolah-olah berutang sekian, nanh, nanti saya terapkan sama, saya jadikan prioritas untuk membayarnya.

      Delete
  11. Prinsip dan cara kita sama mas. Yang penting sebelum berutang benar benar mengukur kemampuan diri, bisa nggak nyicilnya tiap bulan. Saya bahkan bikin hitung-hitungannya dulu di atas kertas. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, betul sekali ini, Kak. mengukur kemampuan sendiri sebelum berutang. Saya juga begitu. Saat berutang sesuai kebutuhan, dan sudah saya perhitungkan sanggup membayarkan. Dan ini biasanya malah cepat melunasinya.

      Delete
  12. Alhamdulillah turut senang dengan utangnya yang cepat lunas, saya pun masih berjuang nih dalam melunasi utang, dan memang bener, mesti punya tekad kuat dan jangan mudah tergoda ngutang lagi hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Mbak Rani. Dan memang diusahakan, sebelum lunas utang satu, jangan utang lainnya, Mbak. karena akan makin berat melunasinya.

      Delete
  13. Hutang ku di bank banyak banget, harus fokus buat lunasin cicilan nih, heheh
    yang penting selalu sehat dan bisa kerja aja udah Alhamdulillah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah seegra lunas, Mas. Apalagi kalau memang semangat, rezeki akan terbuka lebar.

      Delete
  14. saya juga ada pengalaman berhutang dulu, tapi karena saya masih sekolah, saya hutangnya ke orangtua hihi jadi pas bayar ya nunggu uangnya kumpul dulu perbulan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini sih, keren, Mbak Putri. Padahal bisa saja Mbak Putri ga usah bayar karena dengan orang tua sendiri, tapi disiplin tetap dibayar.

      Delete
  15. Paling nggak enak memang kalau kita punya hutang ya Mas, hutang apa pun, termasuk hutang harta benda, rasanya pengin cepet-cepet lunasin biar nggak terbebani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Kang Ali. Dan bagusnya malah jadi motiasi saya untuk semakin semangat mencari rezeki, Kang. Biar utangnya cepat lunas hehehe.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Bila berkenan, silakan meninggal jejak manisnya di komentar. Dilarang copas seluruh isi tulisan di blog ini tanpa seizin saya. Bila ingin dishare atau diposting kembali, harap mencantumkan sumbernya. Diharap tidak memasukan link hidup di komentar, ya. Maaf sekali akan saya hapus. Terima kasih dan salam semangat menulis.